Takdir Cinta Nesa

Takdir Cinta Nesa
Calon Ayah Siaga


__ADS_3

Setelah sarapan pagi dan berpamitan pada papa dan mamanya,Adam pun mengantar Nesa ke rumahnya. Nesa masuk ke dalam mobil saat Adam membukakan pintu.


"Tidak ingin mampir ke toko dulu untuk membeli segala kebutuhanmu selama ada disana? Atau membelikan oleh-oleh untuk papa dan mama?" Tanya Adam


"Tidak usah,aku tidak membutuhkan apapun. Vitamin dan susu hamil sudah aku bawa juga" Jawab Nesa menolak saran dari Adam


"Kamu seperti kekurangan uang saja sayang. Susu hamil kamu bawa juga,padahal kita bisa membelinya lagi" Tegur Adam sambil tertawa kecil


"Aku hanya tidak ingin repot saja. Lagipula kamu sibuk,kamu tidak akan mempunyai waktu untuk mengurusi hal-hal sepele seperti ini" Gerutu Nesa


"Yang mana yang menurut kamu aku anggap sepele?" Tanya Adam tidak mengerti


"Membeli susu hamil" Jawab Nesa cepat


"Kamu salah sayang. Apapun yang berhubungan dengan si bayi akan menjadi prioritas utamaku saat ini" Bantah Adam tidak terima


Nesa diam tidak menanggapi. Nesa sudah tahu akan hal itu karena bayi yang dikandungnya saat ini adalah keinginan terbesar Adam sejak lama. Nesa hanya asal ucap saja tadi.


"Benar tidak ada yang ingin dibeli?" Tanya Adam sekali lagi


"Iya tidak ada. Memangnya kenapa?" Nesa menjawab sama


"Tadi aku lihat kamu hanya sarapan sedikit. Mungkin kamu menginginkan makanan yang lain?" Ucap Adam menawarkan


"Akhir-akhir ini aku memang merasa tidak nyaman dengan perutku. Aku mual dengan makanan apapun" Jawab Nesa dengan wajah yang agak meringis


"Oh ya? Apa itu ada hubungannya dengan kehamilan kamu?" Adam agak terkejut


"Tentu saja ini karena bawaan hamil" Jawab Nesa


"Tapi bagaimanapun juga kamu harus tetap makan. Anak kita butuh nutrisi yang cukup" Protes Adam perhatian


"Iya" Lirih Nesa


"Jika butuh sesuatu jangan pergi sendiri. Kamu suruh saja pelayan di rumah untuk membelinya" Perintah Adam kemudian


"Tidak usah khawatir. Jika memang butuh sesuatu,aku bisa pergi dengan Alex"


Adam langsung menoleh pada Nesa saat mendengar nama Alex.


"Dia masih bekerja di rumahmu?" Tanya Adam dengan nada yang tidak suka


"Tentu saja. Dia kan juga sopir papa" Jawab Nesa ringan


"Kenapa?" Tanya Nesa kemudian


"Tidap apa-apa. Hanya bertanya saja" Jawab Adam dengan agak malas


"Sayang,kamu masih cemburu?" Tanya Nesa curiga


"Tidak" Adam menjawab pendek dengan tatapan lurus ke depan

__ADS_1


Nesa pun diam tidak berani untuk berbicara lagi. Mereka sama-sama diam sampai akhirnya mobil yang mereka tumpangi tiba di rumah Nesa.


Widia dan Gunawan yang sedang bersiap untuk pergi bekerja,agak terkejut melihat siapa yang datang. Adam dan Nesa mencium punggung tangan mereka.


"Kamu akan menginap disini?" Tanya Widia sambil melihat tas kecil yang dipegang Nesa


"Iya ma. Karena mulai hari ini aku sudah tidak bekerja lagi" Jawab Nesa sambil berusaha tersenyum


"Kenapa?" Gunawan yang kaget akhirmya juga ikut bertanya


"Aku yang melarangnya pa. Aku ingin Nesa hanya fokus saja dengan kehamilannya. Aku tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan" Jawab Adam


"Iya-iya" Gunawan mengangguk setuju tanpa membantahnya


"Itu keputusan yang bagus Adam,apalagi Nesa sedang hamil anak kembar. Mengandung anak kembar lebih berat dan banyak resikonya dibandingkan dengan kehamilan tunggal" Widia juga sepaham


"Iya ma. Karena Nesa ingin sekali kesini,jadi aku titip Nesa disini dulu. Seharian ini aku sangat sibuk di kantor dan mungkin akan pulang malam" Ujar Adam kemudian


"Iya kamu tenang saja. Nesa aman disini" Balas Gunawan sambil menepuk bahu Adam


"Sayang,aku berangkat ke kantor dulu ya" Ucap Adam berpamitan pada Nesa


"Iya. Hati-hati" Balas Nesa


"Jangan lupa susunya diminum" Adam mencium kening Nesa didepan mertuanya


Nesa mengangguk sambil tersenyum manis.


"Iya" Jawab Gunawan dan Widia bersamaan


Nesa pun mengantar Adam sampai ke mobil. Setelah itu papa dan mamanya juga pergi untuk bekerja.


Nesa langsung masuk ke dalam kamar. Nesa melihat seisi kamar yang tidak berubah semenjak dia tinggalkan. Kamarnya juga terlihat bersih dan rapi. Pasti bi Minah yang selalu membersihkan kamarnya walaupun tidak ada yang menempati. Nesa merebahkan tubuhnya di atas kasur. Begitulah dia menghabiskan waktu seharian penuh di kamarnya.


Seharian ini Nesa juga enggan makan makanan yang sudah dimasak oleh pelayan. Hanya buah saja yang dia minta karena memang makanan itulah yang bisa masuk ke dalam perutnya tanpa rasa mual.


Sampai papa dan mamanya datang dan mengajak Nesa untuk makan malam,Nesa pun menolak. Perutnya seakan langsung kenyang jika mencium makanan yang berbau tajam.


"Istriku mana ma?" Suara Adam tiba-tiba mengejutkan makan malam Widia dan Gunawan


"Nesa ada di kamarnya. Dia menolak makan malam. Kata bibi pun seharian ini dia hanya makan buah" Jawab Widia


Adam mengenyitkan dahinya sambil menghela nafas.


"Aku temui Nesa dulu" Ucap Adam kemudian


"Tidak ikut makan dulu?" Tegur Gunawan


"Nanti saja pa" Tolak Adam


Adam yang terlihat lelah karena baru pulang dari kantornya,langsung menemui Nesa di kamar karena mencemaskan keadaannya. Nesa yang melihat Adam masuk langsung tersenyum senang dan berhambur ke dalam pelukannya.

__ADS_1


"Kenapa seharian ini tidak ada makanan yang masuk ke dalam perutmu?" Tanya Adam dengan raut wajah yang sedikit kesal


"Aku mual" Jawab Nesa sekenanya


"Tapi kamu harus tetap makan. Susunya juga belum kamu minum?" Tanya Adam lagi memastikan


"Iya belum" Lirih Nesa sambil menundukkan wajahnya


"Aku ke dapur dulu untuk membuatkan susu mu" Adam membawa susu hamil tersebut ke dapur tanpa melepas pakaiannya


Setelah beberapa saat Adam kembali dengan membawa susu yang sudah diseduh dengan air hangat.


"Kamu harus meminumnya tanpa protes" Adam membimbing Nesa untuk minum


Dengan terpaksa Nesa meminum susu itu sambil menahan nafas. Setelah habis setengah gelas,Nesa mendorong gelasnya.


"Sudah cukup" Ucapnya kemudian


"Tapi ini belum habis" Tegur Adam


"A-aku menginginkan yang lain" Nesa berdalih


"Apa? Katakan! Aku akan membelinya sekarang juga" Ujar Adam dengan nada yang lebih tegas


"Aku ingin makan es krim" Jawabnya santai


"Baik. Tunggu disini,aku akan segera kembali" Dengan sigap Adam segera beranjak dari tempatnya tapi Nesa menahannya


"Aku ikut. Aku ingin makan es krimnya di taman" Nesa memohon dengan memasang wajah melas


"Oke. Aku ganti baju dulu" Ucap Adam setuju,membuat Nesa tersenyum puas


Setelah membeli es krim,Adam membawa Nesa ke taman sesuai dengan permintannya. Nesa mengambil satu es krim berbentuk cone yang dipilihnya tadi dan memakannya. Adam memperhatikan wajah Nesa yang tampak kegirangan menikmati es krimnya. Rambut Nesa terlihat berkilauan dibawah temaram lampu taman.


"Tidak ingin memakannya juga?" Tanya Nesa


"Tidak. Habiskan saja semuanya biar mereka yang ada di dalam tidak kelaparan" Adam mengelus perut Nesa


"Apa kamu sudah makan malam?" Tanya Nesa lagi setelah menghabiskan satu buah es krimnya


"Belum"


Nesa tampak membeku sambil menatap wajah Adam.


"Maaf,aku sudah merepotkanmu" Ucap Nesa dengan perasaan bersalah


"Tidak,aku sama sekali tidak repot. Aku tidak masalah jika tidak makan,tapi akan menjadi masalah besar jika anak kita yang tidak mendapatkan asupan makanan" Balas Adam dengan nada yang serius


"Terimakasih" Ucap Nesa sambil tertunduk


"Tidak perlu berterimakasih. Itu sudah menjadi tanggung jawabku. Aku akan menjadi calon ayah yang siaga" Adam tersenyum tipis sambil membawa Nesa ke dalam pelukannya

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2