
Semenjak lulus dari kuliahnya,Dea mengambil alih kepengurusan toko kue milik ibunya. Dea tidak tertarik untuk bekerja di kantor. Dea justru semakin giat menekuni resep-resep kue milik ibunya dan mempraktekannya. Alhasil Dea mampu membuat kue yang persis seperti buatan ibunya. Dengan begitu ibunya bisa fokus di rumah saja dan tidak perlu mengurus toko lagi,karena belakangan ibunya memang sudah jarang ke toko dan menyerahkan kepengurusan toko pada orang kepercayaannya.
Dengan dibantu beberapa karyawan,Dea tak hanya menjual kue di tokonya saja tapi memasarkan kuenya lewat online. Dea juga menerima pesanan dalam skala kecil maupun besar. Beberapa hari yang lalu Dea juga baru saja menambah karyawannya karena banyaknya pesanan dan membuat Dea merasa kualahan.
Jika ditanya bagaimana hubungannya dengan Firman? hubungan keduanya hanya sebatas teman dekat karena seringnya bertemu. Dan sejak Dea datang ke acara pembukaan cabang cafenya Firman,hubungan mereka semakin akrab karena saat itu mereka memutuskan untuk menjalin hubungan kerja sama. Beberapa menu kue di cafe Firman dia ambil dari toko kue milik Dea.
Sore ini Dea menutup tokonya lebih awal. Dea terlihat tergesa-gesa setelah melakukan panggilan telfon dengan seseorang. Ketika hendak melajukan mobilnya,tiba-tiba saja mobilnya mogok. Saat dirinya benar-benar butuh,mobilnya malah tidak bisa di ajak berkompromi. Dea kembali turun dari mobil dengan raut wajah kesal bersamaan dengan berhentinya mobil Firman tepat di depannya.
"Mobil mu kenapa?" Tanya Firman sambil keluar dari mobilnya sendiri
"Tidak tahu nih mas. Tiba-tiba saja tidak mau jalan" Jawab Dea
"Sepertinya harus dibawa ke bengkel" Ucap Firman setelah mengecek mesin mobil
"Iya tapi mungkin saja sudah saatnya aku harus ganti mobil karena mobil ini sudah tua" Balas Dea sambil tertawa kecil
"Astaga aku sampai lupa. Mas Firman bisa antar aku ke rumah sakit?" Tanya Dea sambil menepuk jidatnya sendiri
"Siapa yang sakit?" Tanya Firman
"Tuan Adam"
"Apa? tuan Adam sakit apa?" Tanyanya lagi dengan wajah yang agak terkejut
"Aku belum tahu pasti. Tadi tante Widia, mamanya Nesa hanya mengatakan jika kondisinya saat ini sedang koma" Jawab Dea menjelaskan
"Astaga... Ya sudah ayo kita kesana" Mereka akhirnya pergi ke rumah sakit dimana Adam sedang dirawat
Sesampainya di rumah sakit,Mereka langsung mencari kamar Adam. Mereka berhasil menemukannya dan Dea membuka pintu kamar dengan pelan. Nesa dan Sintia yang sedang duduk di sofa sontak saja menoleh pada mereka secara bersamaan. Nesa agak terkejut dengan kedatangan Dea dan Firman karena Nesa belum memberitahu keduanya perihal kecelakaan yang Adam alami.
"Nesa,siapa mereka?" Tanya Sintia tidak mengenali Dea dan Firman
"Mereka teman-teman Nesa tante" Jawab Nesa
__ADS_1
Mereka menjabat tangan Sintia secara bergantian sambil menyebutkan namanya.
"Kalau begitu tante pulang saja dulu ya. Nanti malam tante akan kembali lagi bersama dengan papanya Adam" Ujar Sintia kemudian
"Iya tante" Nesa mengantarkan Sintia sampai pintu
Saat Sintia sudah tidak terlihat lagi,Dea langsung menarik tangan Nesa dan membimbingnya untuk duduk.
"Bagaimana kejadiannya? kenapa tuan Adam bisa koma?" Tanya Dea dengan nada memburu
"Kemarin malam dia kecelakaan dan mengalami cedera hebat di kepalanya. Dokter mengatakan,ada bagian dari otak mas Adam yang mengalami kerusakan" Jawab Nesa menjelaskan
Dea meresponnya dengan mata dan mulut yang melebar. Sepertinya Dea sedikit ngeri dengan apa yang Nesa jelaskan.
"Aku turut berduka ya. Aku tahu ini bukan hal yang mudah untuk kamu lewati. Semoga tuan Adam segera pulih kembali" Ucap Firman bersimpati
"Terimakasih mas Firman sudah datang menjenguk. Apa mas Firman masih marah dengan perlakuan mas Adam beberapa minggu yang lalu?" Tanya Nesa dengan ragu
"Tidak. Aku sudah lupa dengan kejadian itu. Aku ingin menjadikannya teman,bukan musuh" Jawab Firman dengan hati yang lapang
Sebenarnya Nesa tidak enak hati harus membahas kejadian yang menyedihkan itu lagi tapi Nesa ingin mewakili Adam untuk meminta maaf sekali lagi pada Firman.
"Aku sudah memaafkannya sejak lama. Mana mungkin aku mendendam pada laki-laki yang sangat kamu cintai" Ujar Firman lagi sambil tersenyum. Sepertinya Firman ingin menghibur Nesa yang sedang sedih
"Terimakasih banyak" Ucap Nesa sekali lagi. Kali ini dengan wajah haru
"Oh iya dari mana kamu tahu jika mas Adam sedang koma dan dirawat disini?" Tanya Nesa pada Dea
"Tadi aku menelfon mu berkali-kali tapi tidak di jawab. Lalu aku menelfon ke nomor rumah dan tante Widia yang mengangkat telfon nya" Jawab Dea
"Ah iya,ponsel ku ketinggalan di kamar. Sejak mas Adam koma,aku tidak sempat menyentuh ponselku" Balas Nesa menanggapi
"Kamu seharian menunggunya disini?" Tanya Dea kemudian
__ADS_1
"Iya"
"Apa kamu menyesal sudah menolak ajakannya untuk menikah?" Tanyanya lagi dengan pelan
Nesa mengangguk dan tertunduk. Matanya sedikit berkaca-kaca tapi sebisa mungkin dia tahan agar tidak menetes di depan mereka berdua.
"Kalau begitu apa boleh aku melihat tuan Adam?" Tanya Firman akhirnya
"Iya mas silahkan" Ucap Nesa
Ketika Dea ingin beranjak untuk mengikuti Firman,Nesa menarik tangannya hingga mau tidak mau Dea kembali duduk dengan raut wajah penuh tanda tanya. Sedangkan Firman sudah masuk ke kamar Adam yang hanya bersebelahan dengan ruangan dimana mereka mengobrol dan masih dalam satu ruangan juga.
"Ada apa? aku juga ingin melihat kondisi tuan Adam" Tanya Dea sambil protes
"Apa mungkin mas Adam mengalami kecelakaan,itu karena aku?" Nesa bertanya tapi seolah sedang mempertanyakan hal itu pada dirinya sendiri
"Apa maksud kamu?" Tanya Dea penasaran
Nesa menghela nafasnya sebelum kembali membuka suaranya.
"Malam sebelum kecelakaan,mas Adam mengajakku bertemu. Dia menyerahkan surat perjanjian pra nikah yang isinya dia menjaminkan seluruh kekayaannya pada ku jika nanti dia meninggalkan ku. Tapi sebelum aku menandatangani surat perjanjian itu,aku memberikannya satu syarat. Tapi mungkin saja syarat yang aku minta terlalu berat dan dia kecewa"
"Memangnya syarat apa yang kamu minta?" Tanya Dea semakin penasaran
"Aku menyuruhnya untuk meminta maaf pada mas Firman atas pemukulan yang dia lakukan di vila" Jawab Nesa jujur
"Ya ampun Nesa,kamu meminta tuan Adam untuk minta maaf pada laki-laki yang sangat dia cemburui. Itu mustahil jika melihat sikap tuan Adam selama ini"
"Aku sangat menyesal Dea jika akhirnya akan seperti ini dampaknya" Ujar Nesa menyayangkan sikapnya sendiri
"Apa pihak kepolisian belum menemukan penyebab kecelakaan tuan Adam?"
"Aku tidak tahu. Papa dan mamanya mas Adam belum memberitahu ku. Mungkin saja belum"
__ADS_1
"Sudahlah tidak usah berprasangka buruk dulu. Dugaan mu belum tentu benar. Penyebab kecelakaan tuan Adam masih menjadi misteri" Dea berusaha menenangkan hati Nesa yang sedang resah
Bersambung....