
Adam terbangun dengan menyungging sebuah senyuman dibibirnya. Rupanya kejadian semalam masih membekas di hati dan pikiran Adam.
Tak lama kemudian,pintu kamarnya ada yang mengetuk. Adam beranjak dari tempat tidur dan membukanya.
"Selamat pagi Tuan" Sekretaris Bian langsung menyapa
"Ada apa Bian? pagi-pagi kau sudah menggangguku" Gerutu Adam masih dengan suara serak
"Maaf Tuan,bukankah hari ini kita sudah harus kembali ke Jakarta?" Tanya Sekretaris Bian dengan heran,karena melihat Adam yang masih tampak enggan untuk bersiap
"Kosongkan jadwalku untuk 2 hari kedepan. Aku tidak jadi pulang hari ini" Perintah Adam dengan santainya sambil melangkahkan kakinya dan duduk di pinggiran tempat tidur
Sekretaris Bian masih tampak bingung dengan sikap Adam,karena biasanya bosnya itu selalu semangat dan tidak suka berlama-lama meninggalkan pekerjaannya di kantor. Tapi saat ini Adam justru terlihat malas untuk kembali bekerja.
"Ada apa Tuan,sepertinya anda betah sekali berada disini?" Tanya Sekretaris Bian penasaran
"Diamlah. Lakukan saja apa yang aku perintahkan tadi" Jawab Adam tegas
"Aku akan bersiap karena sebentar lagi aku akan pergi" Sambung Adam kemudian
"Baik Tuan" Balas Sekretaris Bian akhirnya walaupun sebenarnya rasa penasarannya belum juga terjawab
Sekretaris Bian masih tertegun dengan pikiran yang berkenala entah kemana.
"Apa kau akan tetap disini?" Tanya Adam menyindir sambil melirik kearah Sekretaris Bian
"Baik Tuan. Saya akan siapkan mobil untuk mengantar anda" Jawabnya
"Kau cukup siapkan aku mobil saja. Tidak usah mengantarku. Aku akan pergi sendiri dan kau tetap disini" Perintah Adam lagi
"Baiklah Tuan. Saya permisi dulu"
Sekretaris Bian keluar dari kamar Adam dengan rasa penasaran. Dia berniat ingin mencari tahu apa yang menyebabkan bosnya itu menunda kepulangannya, tapi seketika dia sadar jika tugasnya hanyalah melayani Adam dalam hal perkerjaan. Selebihnya dia tidak seharusnya ikut campur dengan urusan pribadinya.
Sekretaris Bian yang masih berada dibalik pintu kamar Adam mengambil ponselnya yang berdering dan menjawabnnya.
"Ada apa Tuan Surya?" Tanya Sekretaris Bian
__ADS_1
"Kapan Adam kembali?" Orang yang berada di seberang sana terdengar bertanya balik
"Harusnya hari ini tapi Tuan Adam membatalkan kepulangannya dan meminta saya mengosongkan semua jadwalnya dalam dua hari kedepan" Jawab Sekretaris Bian jujur
"Apa kamu tahu alasannya?" Tanya Surya lagi
"Tidak Tuan. Saya tidak berani bertanya" Sekretaris Bian juga penasaran karena belum mengetahui alasannya
"Kamu ikuti kemanapun Adam pergi" Perintah Surya
Sekretaris Bian tidak langsung menjawabnya. Dia ragu untuk melakukan apa yang diperintahkan Surya karena dia tidak ingin jika sampai Adam mengetahuinya.
"Kamu ikuti Adam diam-diam dan ini akan jadi rahasia kita berdua. Tenanglah,untuk hari ini saja dan segera laporkan padaku apa yang Adam lakukan disana" Pinta Surya lagi
"Ba-baik Tuan" Jawab Sekretaris Bian akhirnya walaupun dia sendiri masih ragu
Adam yang sudah berpenampilan rapi menunggu Nesa keluar dari kamarnya. Sesuai dengan pesannya yang semalam,dia ingin mengajak Nesa pergi ke pantai hari ini. Dan sesuai dengan kesepakatan yang dia buat sendiri,dia menunggu Nesa di lobby hotel. Tak berapa lama orang yang ditunggunya datang dan berdiri dihadapannya. Adam memandangi Nesa dari atas sampai bawah. Nesa tampak malu-malu karena kedapatan sedang diperhatikan oleh Adam.
"Bisa kita berangkat sekarang?" Pinta Adam
Nesa mengangguk.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang,akhirnya mereka sampai ditempat yang dituju.
"Apa yang mas Adam bawa itu?" Tanya Nesa melihat Adam membawa sesuatu ditangannya
"Ini pakaian untuk kita" Jawab Adam
"Pakaian?" Tanya Nesa tidak mengerti
"Ayolah kita akan bermain jet ski disini" Adam menarik tangan Nesa masuk ke dalam pantai
"Tapi mas?" Nesa agak terkejut dan menghentikan langkah Adam
"Kenapa Nesa?" Tanya Adam lembut
"Aku takut. Aku belum pernah melakukannya" Jawab Nesa dengan raut wajah yang mulai terlihat tegang
__ADS_1
"Kenapa harus takut? Kamu tidak sendiri. Ada aku" Balas Adam yakin
Adam memberikan pakaian yang dibawanya tadi pada Nesa dan mereka berganti pakaian mereka masing-masing.
Adam dan Nesa mengenakan sleveless shirt dan short pants membuat tubuh Adam yang berotot terlihat dengan jelas. Adam juga sempat terperangah melihat Nesa memakai baju ketat dan agak terbuka sehingga memperlihatkan lekuk tubuh Nesa serta menampakkan kulitnya yang putih mulus tanpa cela.
Nesa mengolesi krim sunblock pada permukaan kulit tangan dan kakinya agar tidak gosong terkena sinar matahari. Karena semalam Adam sudah mengatakan jika dia akan mengajaknya ke pantai,jadi Nesa juga membawa krim anti UV itu untuk menjaga kulitnya dari paparan sinar matahari.
"Mau memakainya juga?" Nesa menyodorkan krim yang dipakainya itu pada Adam
"Sepertinya tidak perlu" Tolak Adam
"Pakailah. Nanti kulitmu gosong" Saran Nesa perhatian
"Biarkan saja" Balas Adam pendek
"Baiklah" Nesa memasukkan lagi krim yang dipakainya tadi ke dalam tasnya
Setelah menyewa sebuah jet ski dan mengenakan pelampung untuk keselamatan,mereka mendapatkan arahan dari instruktur mengenai lalu lintas laut yang akan dilalui.
Adam menolak didampingi instruktur karena ini bukan pertama kalinya bagi Adam mengendarai jet ski. Tentu saja Adam sudah sering melakukannya sehingga Adam sudah bisa mengendalikan jet ski dengan baik dan benar.
Adam naik keatas jet ski disusul Nesa yang duduk dibelakangnya. Nesa tampak ragu menaikinya tapi dia berusaha setenang mungkin sambil menghela nafasnya beberapa kali.
"Apa kamu yakin akan aman dengan posisi seperti itu?" Tanya Adam sambil menoleh ke belakang
Nesa mengerti maksud Adam. Adam pasti menyuruhnya untuk berpegangan dipinggangnya tapi Nesa enggan melakukannya karena Nesa merasa risih. Bagaimanapun juga mereka baru saja kenal.
"Tidak usah khawatir,aku tidak akan jatuh" Jawab Nesa berusaha menutupi ketakutannya
Tanpa menunggunya lagi,Adam mengendarai jet ski dengan lincahnya. Adam terlihat benar-benar mahir menggunakan jet ski. Nesa yang berada dibelakangnya hanya tampak diam saja tak memberikan respon apapun.
Setelah beberapa saat,Adam menambah kecepatannya dan membuat Nesa semakin takut. Lalu tanpa sadar Nesa merangkul pinggang Adam dan merapatkan tubuhnya dipunggung Adam. Adam tersenyum puas seolah dia memang sengaja melakukannya. Tubuh mereka basah terkena percikan air laut.
"Bisakah kita berhenti sekarang?" Tanya Nesa ketakutan sambil terus merapatkan tubuhnya pada Adam
"Kenapa harus berhenti,bukankah ini permainan yang sangat seru?" Balas Adam sambil sedikit berteriak karena kencangnya angin laut membuatnya harus mengeraskan suaranya agar bisa terdengar dengan jelas. Adam terus mengemudi tanpa memperdulikan permintaan Nesa.
__ADS_1
Akhirnya Nesa menikmati saja permainannya sambil terus mengeratkan pelukannya tanpa malu lagi. Mereka saling membisu. Tiba-tiba saja Nesa merasakan getaran itu lagi. Getaran aneh yang menelusup kedalam hatinya seperti yang dirasakannya semalam. Sedangkan Adam terlihat sangat nyaman berada dalam pelukan Nesa,hingga tanpa sadar satu tangannya menggenggam erat jemari Nesa seolah Nesa itu adalah kekasihnya. Seketika itu juga Adam merasakan getaran aneh seperti yang Nesa rasakan.
Bersambung...