Takdir Cinta Nesa

Takdir Cinta Nesa
Memenuhi Permintaanmu


__ADS_3

Tanpa mereka ketahui,Adam yang berdiri di balkon kamarnya tengah memperhatikan kebersamaan mereka. Adam yang baru saja terbangun dari tidurnya merasa terkejut dengan kehadiran Nesa disana. Adam tidak menyangka jika Nesa akan melakukan apa yang dia minta secepat itu. Dan anehnya lagi,kenapa papanya terlihat begitu akrab dengan Nesa.


"Dia berhasil mengambil hati papa" Gumam Adam


Adam terus saja memperhatikan mereka,tidak ada tanda-tanda akan beranjak dari sana.


"Terimakasih banyak om,sudah berbesar hati mau memaafkan kesalahan Nesa" Ujar Nesa


"Tidak usah dipikirkan lagi. Sekarang om ingin bertanya,apa Adam sudah menemui kamu?" Tanya Surya


Nesa mengangguk dengan wajah sendu


"Adam marah?" Tanyanya lagi


Nesa kembali mengangguk dan agak sedikit menurunkan pandangannya pada Surya.


"Mas Adam bahkan mengakhiri hubungan kami" Lirih Nesa


"Sudah aku duga" Kata Surya sambil menghela nafasnya


"Nesa,mungkin jika kamu terus saja mendekati Adam,hatinya akan kembali melunak dan mau memaafkan kamu" Ucap Surya menyarankan


"Nesa tidak bisa melakukan itu om. Ada kata-kata mas Adam yang sangat menyakiti hati Nesa. Andai saja mas Adam tidak berkata seperti itu,mungkin Nesa mau melakukan apa yang om minta" Balas Nesa


"Apa yang Adam katakan?" Tanya Surya penasaran dengan raut wajah yang agak terkejut


"Tidak pantas jika Nesa mengatakannya pada om Surya,itu masalah yang sangat pribadi" Jawab Nesa


"Jika memang ada perbuatan Adam yang perlu dipertanggung jawabkan,maka om sendiri yang akan meminta Adam untuk bertanggung jawab" Ujar Surya seolah dia mengerti maksud dari ucapan Nesa


"Tidak perlu om. Jika om Surya melakukan itu,Nesa yakin hubungan kami akan semakin memburuk" Kilah Nesa


"Tapi om masih berharap kalian bisa kembali dan melanjutkan pernikahan kalian yang sempat batal" Surya bersikeras


"Nesa tidak tahu om. Tapi untuk saat ini Nesa masih kecewa dengan ucapan mas Adam. Jika saja mas Adam mau menarik lagi ucapannya dan dia sendiri yang ingin kembali pada Nesa,mungkin Nesa akan menerimanya" Ucap Nesa menanggapi


"Apa kamu masih mencintai Adam?" Tanya Surya tiba-tiba


"Nesa sangat mencintainya" Nesa menjawab dengan kembali berlinang airmata


"Om juga yakin,jika Adam tidak akan benar-benar bisa jauh dari kamu Nesa! om tahu betul bagaimana Adam,hanya kamu yang bisa melembutkan hatinya yang keras. Mungkin saat ini dia hanya berpura-pura tegar saja" Ucap Surya


Nesa tidak menanggapi,hanya matanya saja yang merespon. Suasana menjadi hening untuk sesaat. Tapi kemudian ponsel Nesa berdering. Nesa mengambilnya didalam tas,dilihatnya nama Firman yang muncul disana

__ADS_1


Nesa lupa jika hari ini dia berjanji menemani Firman untuk mencari tempat tinggal yang baru. Bukannya menjawab panggilan dari Firman,Nesa justru memasukkan kembali ponselnya kedalam tas dan berpamitan pada Surya.


"Maaf om,Nesa harus pergi sekarang karena ada janji sama teman" Ucap Nesa berpamitan pada Surya


"Baiklah" Jawab Surya singkat


Lalu Nesa mengulurkan tangannya pada Surya dan mencium punggung tangan Surya.


"Terimakasih banyak om atas waktunya" Ucap Nesa sebelum akhirnya dia pergi meninggalkan Surya


Nesa melangkahkan kakinya dengan cepat keluar dari taman bersamaan dengan Adam yang turun dari tangga kamarnya. Entah kenapa Adam ingin sekali menampakkan dirinya didepan Nesa. Lalu pandangan mereka bertemu dan terkunci untuk beberapa saat. Adam mendekat ke arah Nesa dengan tatapan tidak suka


"Aku sudah memenuhi permintaanmu untuk meminta maaf pada papamu" Ucap Nesa saat Adam sudah sangat dekat dengannya


"Besar juga nyalimu" Adam menanggapi dengan sinis


"Sekarang kita sudah tidak ada urusan apa-apa lagi" Balas Nesa tegas


Saat Adam ingin menanggapi ucapan Nesa,tiba-tiba ponsel Nesa kembali berdering. Nesa sengaja mengangkat telfonnya di depan Adam


"Iya mas,aku akan segera kesana" Nesa menjawab telfon Firman sambil menatap Adam dengan tatapan tajam


Setelah itu, Nesa pun berlalu begitu saja tanpa memperdulikan Adam yang masih berdiri disana. Entah kenapa hati Adam sedikit mencelos melihat sikap Nesa yang seolah sengaja mengabaikannya. Terlebih lagi Nesa menjawab telfon seseorang dengan sebutan mas di depan matanya.


Adam merasa kesal dan sedikit cemburu tapi sejurus kemudian dia berusaha menguasai dirinya lagi. Dia mengutuk dirinya sendiri. Bagaimana mungkin perasaan itu masih muncul dihatinya saat mereka sudah putus. Adam mengacak-acak rambutnya dan mengumpat kesal.


Saat Adam akan beranjak,Suara Surya menghentikan langkahnya.


"Kenapa kamu mengakhiri hubunganmu dengan Nesa?" Surya bertanya


"Aku tidak ingin membahasnya lagi" Jawab Adam sambil menoleh pada Surya


"Papa harap kamu tidak akan menyesal nantinya" Balas Surya dengan raut wajah kecewa


...----------------...


Nesa menjemput Firman di apartemennya yang kemarin.


"Mas Firman yang nyetir ya" Pinta Nesa sambil tersenyum pada Firman


"Baiklah" Ucap Firman sambil meminta kunci mobilnya pada Nesa


Setelah beberapa saat menempuh perjalanan,Nesa agak terkejut melihat jalanan sekitar.

__ADS_1


"Mas Firman,ini kan jalan menuju kerumahku" Tanya Nesa bingung


Firman menanggapinya dengan tersenyum.


"Mas Firman,kita sebenarnya mau kemana sih?" Tanya Nesa lagi karena tidak mendapatkan jawaban dari Firman


"Ikut saja Nesa,nanti kamu akan tahu sendiri" Jawab Firman lembut


"Katanya mau mencari apartemen yang baru tapi ini kan jalan menuju perumahan dekat rumahku" Seru Nesa


Lagi-lagi Firman hanya membalasnya dengan senyuman.


Tiba-tiba mobil Firman memasuki perumahan elite dan berhenti didepan rumah yang memiliki desain minimalis di perumahan tersebut.


"Ayo turun" Firman mengajak Nesa untuk turun


Akhirnya Nesa turun dari mobil masih dengan raut wajah bingung. Firman mengeluarkan sebuah kunci dari saku celananya dan membuka pintu rumah itu.


"Ayo masuk" Pinta Firman pada Nesa yang masih mematung di depan pintu


"Mas Firman,ini rumah siapa?" Tanya Nesa sambil melihat ke sekeliling rumah


"Ini rumahku Nesa" Jawab Firman sambil mendudukkan tubuhnya di sofa ruang tamu


"Apa! Rumah mas Firman? Kapan mas Firman membeli rumah ini? Dan kenapa mas Firman malah membeli rumah? Tidak jadi tinggal di apartemen?" Nesa memberondong Firman dengan beberapa pertanyaan


"Duduklah dulu" Firman menepuk sofa di sebelahnya meminta Nesa duduk


"Mas Firman sengaja ya membeli rumah didekat rumahku?" Tanya Nesa dengan tatapan menyelidik


"Sepertinya aku tidak perlu menjawabnya lagi" Ucap Firman santai


"Mas Firman sudah lama ya membeli rumah ini? Tanya Nesa penasaran


"Emm sekitar dua minggu yang lalu" Jawab Firman


"Dua minggu yang lalu? Jadi mas Firman sudah lama ada di jakarta tapi tidak mengabariku?" Tanya Nesa sambil protes


"Sebenarnya sudah satu bulan aku ada disini Nesa" Firman menjawab sambil berlalu meninggalkan Nesa


"Mas Firman jangan pergi! mas Firman belum menjelaskan apa-apa padaku" Ucap Nesa sambil mengejar Firman yang menaiki tangga menuju lantai dua rumahnya


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2