
Hari pertama Nesa berada di rumah Adam dengan menyandang status istri,Nesa bangun lebih awal sebelum Adam terjaga. Nesa harus mencari tahu kebiasaan Adam di pagi hari sebelum berangkat ke kantor termasuk makanan yang biasa dia makan. Karena selama ini Adam melahap apa saja yang dia masak. Termasuk saat mereka makan di restoran,Adam tidak pernah menunjukkan makanan apa yang dia suka dan tidak dia suka.
Nesa turun ke dapur untuk menyapa dan berkenalan dengan para pelayan disana. Ketika tuan rumah mereka masih terlelap tidur,para pelayan di rumah Adam sudah sibuk dengan tugasnya masing-masing.
"Ada yang bisa saya bantu nona?" Pak Ngah menyapa dengan sedikit membungkukkan badannya pada Nesa
"Pak Ngah kan?" Tebak Nesa sambil terlihat berpikir
"Anda masih mengingat saya nona?" Tanya pak Ngah dengan senyum sumringah
"Ya tentu saja" Jawab Nesa sambil menganggukkan kepalanya
"Bapak pelayan disini juga? Karena sepertinya bapak satu-satunya pelayan laki-laki disini selain tukang kebun dan satpam yang ada di depan" Tanya Nesa ingin tahu
"Benar sekali nona. Saya pelayan khusus yang hanya melayani Tuan muda saja" Jawab pak Ngah sambil memberitahu apa tugasnya
"Kebetulan sekali. Saya ingin bertanya tentang kebiasaan mas Adam sebelum pergi ke kantor dan apa saja makanan yang dia sukai dan yang tidak dia sukai?" Tanyanya lagi dengan serius
"Tuan Muda biasa mengkonsumsi teh hijau saat pagi dan malam hari. Kalau makanan,Tuan muda bisa makan apa saja nona. Dia hanya tidak suka dengan makanan manis" Pak Ngah menjelaskan
"Kalau begitu bantu saya untuk membuatkan teh hijau untuk mas Adam" Pinta Nesa kemudian
"Tidak perlu nona. Biar saya saja yang akan menyiapkan dan akan mengantarkannya ke kamar. Nona kembali saja ke kamar" Tolak pak Ngah yang terlihat agak sungkan
"Tidak usah berlebihan. Ayo cepat ajari saya untuk membuat teh hijaunya" Pinta Nesa lagi
"Tapi nona jika Tuan muda tahu saya yang akan kena marah" Balas pak Ngah dengan wajah cemas
"Mas Adam tidak akan tahu,dia masih tidur" Nesa bersikukuh
Mau tidak mau,pak Ngah membantu Nesa menyiapkan teh hijau Adam. Pak Ngah juga memberitahu cara dan takarannya. Disana juga sudah ada beberapa pelayan perempuan yang sedang sibuk untuk menyiapkan sarapan untuk para majikan mereka. Pak Ngah memperkenalkan satu-satu pelayan yang bertugas di dapur. Mereka menyapa Nesa dengan sopan sambil memberi sikap hormatnya pada istri tuan muda mereka.
"Sebelum saya mengantarkan teh ini pada mas Adam. Anda harus mengajak saya berkeliling untuk berkenalan dengan pelayan yang lain" Pintanya lagi semakin menuntut
"Baik nona"
Nesa dan pak Ngah pun berkeliling ke rumah bagian belakang tempat para pelayan melakukan segala kewajibannya. Pak Ngah memperkenalkan semua pelayan yang ada di rumah tersebut dan Nesa tampak kebingungan mengingat nama mereka satu persatu. Saat acara perkenalan selesai,Nesa langsung pamit lagi ke kamar sambil membawa teh hijau yang tadi dia buat bersama pak Ngah.
Nesa agak terkejut saat melihat Adam sudah bangun dan duduk bersandar di tempat tidur.
"Kamu darimana?" Tanya Adam dengan suara parau
"Aku dari dapur. Kata pak Ngah kamu biasa mengkonsumsi ini disaat pagi dan malam hari" Jawab Nesa sambil meletakkan teh hijaunya di meja nakas
__ADS_1
"Kamu yang membuatnya?" Tanya Adam lagi
"Iya. Dibantu oleh pak Ngah" Jawabnya senang
"Besok tidak usah membuatnya lagi" Larang Adam tegas
"Memangnya kenapa?"
"Jika kamu yang membuatnya,lalu apa tugas dia?" Protes Adam
"Lalu apa juga tugas ku sebagai seorang istri?" Bantah Nesa
"Tugas mu hanya melayani aku di tempat tidur" Jawab Adam dengan kalimat yang erotis
"Tapi aku ingin melayani suami ku dalam hal yang lain juga" Balas Nesa sambil mendekatkan wajahnya pada Adam
"Kamu selalu berkeras kepala ya" Adam menyentuh bibir Nesa dan membelai pipinya dengan lembut
"Cepatlah minum,selagi masih hangat" Nesa mengambil tehnya dan membimbing Adam untuk minum
"Aku bisa sendiri sayang" Adam mengambil alih gelasnya dan meminumnya sampai setengah gelas
"Terimakasih" Ucapnya kemudian
"Jika boleh aku akan ke kantor hari ini,karena kamu juga menolak di ajak bulan madu" Jawab Adam sambil meminta ijin pada Nesa
"Tentu saja boleh. Pasti banyak pekerjaan yang sudah menanti kan" Jawab Nesa menyetujui
"Sepertinya begitu. Kamu sendiri?"
"Cuti ku masih tinggal dua hari lagi" Jawab Nesa
"Kalau begitu kamu istirahat saja di rumah" Pinta Adam akhirnya
Nesa mengangguk pelan.
"Oh iya sayang,pelayan di rumah ini kenapa banyak sekali? Aku sampai bingung mengingat nama mereka satu persatu. Padahal yang tinggal di rumah ini kan hanya kamu,papa dan mama" Tanya Nesa dengan sedikit berceloteh
"Kamu sudah berkenalan dengan mereka semua?" Adam bertanya balik sambil memperhatikan wajah Nesa
"Hm"
"Kamu boleh memilih salah satu dari mereka untuk melayani kamu selama di rumah" Ujar Adam
__ADS_1
"Ya nanti aku pikirkan"
"Aku mandi dulu" Adam mengelus pucuk kepala Nesa dan bangkit dari duduknya
Sembari menunggu Adam mandi,Nesa mengambil baju kerja Adam di lemari dan menaruhnya di atas kasur. Setelah mereka selesai mandi dan sudah rapi dengan pakaian mereka masing-masing,mereka menuju meja makan untuk melakukan sarapan.
"Kamu akan ke kantor Adam?" Tanya Sintia dengan sedikit bingung melihat Adam sudah rapi dengan baju kerjanya
"Iya ma"
"Tapi kalian kan baru saja menikah" Tegur Sintia
"Apa tidak sebaiknya jika kalian pergi berbulan madu?" Surya juga ikut berkomentar
"Nesa menolak pa" Jawabnya singkat
"Iya pa. Nesa pikir bulan madu tidak begitu penting" Nesa menimpali
"Adam sepertinya istri mu ini satu-satunya perempuan yang menolak di ajak berbulan madu. Tidak seperti kebanyakan perempuan. Mama saja dulu sangat antusias waktu papa mengajak mama bulan madu" Omel Sintia
"Istri ku memang beda ma. Jika dia sama seperti perempuan-perempuan yang lain,aku tidak mungkin jatuh cinta" Gombal Adam sambil menoleh pada Nesa
Nesa hanya tersenyum malu.
Tidak ingin terus menjadi pusat perhatian,Nesa mengambilkan Adam selembar roti dan mengolesinya dengan selai kacang. Mereka pun melewati sarapan mereka dalam suasana hening seperti biasanya.
Nesa mengantarkan Adam sampai pintu. Adam mengambil sebuah kartu dari dompetnya dan memberikannya pada Nesa.
"Ini apa?" Tanya Nesa melihat kartu yang berwarna hitam itu
"Pakailah untuk memenuhi semua kebutuhan kamu" Jawab Adam
Ya tentu Nesa tahu yang dipegangnya itu adalah Blackcard . Tapi Nesa agak tercengang,Adam memberikan kartu yang bisa menutup toko untuk belanja pribadi itu pada Nesa. Tidak semua orang bisa memiliki kartu tersebut. Hanya kalangan tertentu saja.
"Sayang,sepertinya kamu berlebihan. Kamu bisa memberikan aku kartu kredit biasa saja" Tolak Nesa
"Tidak ada yang berlebihan jika untuk istri ku. Apa yang menjadi milikku adalah milikmu juga" Jawab Adam dengan lembut
"Terimakasih" Ucapnya haru
"Baik-baik di rumah. Aku akan pulang cepat" Adam mencium kening Nesa,lalu Nesa membalasnya dengan pelukan
Bersambung....
__ADS_1