Takdir Cinta Nesa

Takdir Cinta Nesa
Ada Sesuatu Yang Hilang


__ADS_3

Adam terlihat sibuk di ruang kerjanya. Kemudian kedatangan Sekretaris Bian membuyarkan konsentrasinya. Satu-satunya orang yang bebas keluar masuk ke ruangan Adam hanyalah Sekretaris Bian. Kalau pun ada tamu penting,orang itu harus melalui Sekretaris Bian terlebih dahulu. Bisa dibilang Sekretaris Bian adalah kaki tangan Adam,yang mempunyai hak yang hampir sama dengan Adam.


"Maaf mengganggu tuan. Di luar ada nona Sabrina,dia ingin bertemu dengan anda" Ucap Sekretaris Bian memberitahu


"Tanyakan ada apa dia ingin bertemu denganku" Ujar Adam tanpa menoleh pada Sekretaris Bian. Masih sibuk dengan tumpukan kertas di mejanya


"Sudah tuan tapi nona Sabrina menolak. Dia akan mengatakan langsung apa keperluannya pada anda" Jawab Sekretaris Bian


Adam menghentikan kegiatannya dan menatap Sekretaris Bian sambil menautkan alisnya.


"Suruh saja dia masuk dan kau tetap disini sampai dia selesai berbicara" Pinta Adam kemudian


"Baik tuan"


Tak lama kemudian,orang yang dimaksud masuk ke ruangan Adam. Dengan percaya dirinya Sabrina berdiri di depan meja Adam dan menyapa.


"Selamat siang mas Adam" Sabrina mulai sok akrab lagi


"Katakan apa keperluanmu? Kamu tidak mempunyai banyak waktu. Kamu lihat sendiri kan aku sedang sibuk" Ujar Adam tanpa basa basi


"Aku datang kesini karena aku butuh pekerjaan" Jawab Sabrina sambil menoleh pada Sekretaris Bian. Sepertinya kehadiran Sekretaris Bian disana membuat Sabrina agak risih


"Apa aku tidak salah dengar?" Adam menatap Sabrina dengan raut wajah yang agak terkejut


"Tentu saja mas Adam tidak salah dengar" Jawab Sabrina dengan yakin


"Jangan membuang waktuku dengan omong kosong mu Sabrina. Papa mu bisa memberikan posisi apapun yang kamu minta di perusahaannya. Tapi kamu malah datang kesini seperti orang susah dan meminta pekerjaan padaku" Ujar Adam dengan sindiran


"Mas Adam memang benar tapi aku ingin hidup mandiri. Aku tidak ingin bergantung dengan segala kemewahan yang papa berikan. Lagi pula sudah ada kakakku di perusahaan" Balas Sabrina dengan memasang wajah melas


"Tapi kenapa kamu harus datang ke perusahaan ku?" Tanya Adam heran


"Semua orang ingin bekerja di perusahaan ini,termasuk aku. Dan aku pikir karena kita teman,aku jadi bisa lebih mudah mendapatkan pekerjaan disini" Sabrina berdalih


"Kamu salah besar Sabrina. Semua orang yang melamar pekerjaan disini harus melewati serangkaian tes tanpa terkecuali. Sekalipun itu adalah kerabatku sendiri" Sanggah Adam


"Tapi apa disini sedang ada lowongan pekerjaan?" Tanya Sabrina


"Aku tidak tahu. Itu tugasnya HRD. Kamu tanyakan saja pada bagian HRD"


"Begitu ya" Sabrina terlihat putus asa


"Baiklah Sabrina. Jika tidak ada lagi,kamu boleh pergi" Adam melanjutkan lagi pekerjaannya dan tidak peduli pada Sabrina yang masih mematung disana


"Mari nona. Saya antar anda ke bagian HRD" Ucap Sekretaris Bian kemudian


Sabrina terlihat tidak rela meninggalkan ruangan Adam tapi mau tidak mau dia harus keluar.


"Sepertinya anda hanya mencari cara saja nona untuk bisa dekat dengan Tuan Adam dengan berpura-pura melamar pekerjaan disini" Ujar Sekretaris Bian menangkap maksud kedatangan Sabrina yang sebenarnya


Sabrina menatap Sekretaris Bian dengan tajam.

__ADS_1


"Hebat juga sekretaris ini bisa membaca kebohonganku"


"Anda benar sekali Sekretaris Bian" Sabrina tertawa keras


"Apa anda begitu menyukai Tuan Adam nona?"


"Aku bukan hanya menyukainya tapi aku ingin memilikinya. Tapi hatinya keras,sekeras batu" Jawab Sabrina sambil memaki


"Katakan,apa aku kurang cantik?" Sabrina menghentikan langkahnya dan menunjuk dirinya


Sekretaris Bian tersenyum tipis.


"Aku bahkan mempunyai semua yang perempuan impikan. Aku cantik,berpendidikan dan berasal dari keluarga yang terhormat" Ucap Sabrina dengan bangganya


"Tidak ada yang kurang pada diri anda nona. Hanya saja selera Tuan Adam bukan perempuan seperti anda" Balas Sekretaris Bian dengan kalimat yang menusuk


"Apa maksudmu? memangnya perempuan seperti apa yang dia inginkan?" Sergah Sabrina


"Saya tidak tahu nona"


"Apa dia sudah mempunyai kekasih atau ada perempuan yang sedang dekat dengannya saat ini?" Tanya Sabrina penasaran


"Maaf nona saya tidak berhak membocorkan masalah pribadi Tuan Adam pada siapapun,termasuk anda" Jawabnya tegas


"Kau sama saja seperti tuanmu" Ucap Sabrina kesal


"Apa masih perlu saya mengantar anda bertemu dengan HRD?" Tanya Sekretaris Bian meledek Sabrina


"Tidak perlu" Bentak Sabrina sambil meninggalkan Sekretaris Bian begitu saja


...----------------...


Nesa dan Dea ada di sebuah cafe yang sudah mereka sepakati kemarin.


"Ada apa kamu mengajakku bertemu,sudah rindu berat ya?" Seloroh Nesa sambil tertawa


"Jangan bercanda. Aku ingin bicara serius" Dea tidak terpancing dengan gurauan Nesa


"Baiklah. Sepertinya tema yang ingin kamu bicarakan denganku memang serius. Aku siap mendengarnya" Nesa menghentikan tawanya


"Kamu berhutang penjelasan padaku tentang peristiwa yang terjadi di vila"


"Aku tidak ingin membahas itu lagi Dea" Ucap Nesa sedih


"Tapi mas Firman yang menjadi korban. Kasihan dia" Dea tidak terima


"Iya aku tahu itu. Aku juga sangat menyesal. Kemarin aku sudah menemuinya dan meminta maaf langsung. Aku juga tidak menyangka akan ada kejadian yang memilukan seperti itu"


"Lalu bagaimana hubungan mu dengan tuan Adam saat ini?"


"Aku tidak tahu"

__ADS_1


"Tidak tahu bagaimana Nesa?" Tanya Dea jengah


"Dia mengajakku menikah tapi aku menolak" Nesa memperjelas


"Kenapa?" Tanya Dea heran


"Tentu saja aku masih kecewa dengan sikapnya"


"Terus?"


"Aku meminta bukti kesungguhannya"


"Lalu apa saja yang sudah tuan Adam lakukan untuk membuktikan kesungguhannya?" Tanya Dea lagi


"Sikapnya semakin romantis. Lebih romantis dari saat kita berpacaran dulu"


"Dan kamu sangat menikmatinya?"


"Ya terus aku harus bagaimana?"


"Kamu kecewa dengan sikapnya tapi kamu sangat bahagia jika mendapatkan perlakuan romantis dari tuan Adam? itu sama saja bohong Nesa"


"Aku tidak bisa benar-benar membencinya Dea. Aku mencintainya. Aku hanya ingin melihat kesungguhannya"


"Tapi bagaimana dengan mas Firman? Pasti dia sangat sedih karena tidak bisa lagi dekat dengan mu" Dea terlihat prihatin dengan nasib Firman


"Aku minta tolong sama kamu untuk menjadi teman dekat mas Firman agar dia tidak terlalu sedih. Aku memang tidak bisa sedekat dulu dengan mas Firman setelah kejadian di vila karena aku tidak ingin dia terluka lagi"


"Mas Firman laki-laki yang sangat baik Nesa"


"Apa kamu menyukainya?"


"Aku tidak tahu. Yang jelas aku sangat mengaguminya. Aku juga sangat gugup ketika berada di dekat nya" Ujar Dea sambil tersipu


"Itu artinya kamu sudah jatuh cinta"


Dea mengangkat bahunya sambil tersenyum tipis.


"Aku sangat setuju jika kalian menjalin suatu hubungan. Kalian sama-sama baik. Kalian sangat cocok" Dukung Nesa


"Tapi tidak mudah untuk membuatnya berpaling dari kamu" Lirih Dea


"Tidak ada yang tidak mungkin jika kalian terus dekat dan saling support" Ujar Nesa meyakinkan sambil menyentuh punggung tangan Dea


"Iya aku akan mencobanya"


"Terimakasih"


"Oh iya mas Firman mengundangku ke acara pembukaan cabang cafe nya yang kedua. Acaranya hari minggu. Apa kamu tidak di undang?" Tanya Dea


"Tidak" Entah kenapa Nesa sedih karena merasa sudah tidak menjadi orang terdekat Firman lagi. Bahkan dia tidak mengundangnya di acara pembukaan cabang cafenya.

__ADS_1


Nesa merasa ada sesuatu yang hilang.


Bersambung...


__ADS_2