Takdir Cinta Nesa

Takdir Cinta Nesa
Sudah Berakhir


__ADS_3

"Maaf mas,waktu itu aku memang benar-benar bingung mau pergi kemana. Awalnya aku ingin pergi ke tempat mas Firman tapi aku urungkan karena aku tidak ingin merepotkanmu. Makanya waktu itu aku buru-buru menutup telfonnya" Nesa menjelaskan


"Tidak apa-apa Nesa. Kamu tidak perlu merasa bersalah seperti itu" Jawab Firman


"Tapi alasan apa yang benar-benar mendasari mas Firman untuk pindah ke kota ini?" Tanya Nesa penasaran


Firman tidak langsung menjawabnya. Dia menatap wajah Nesa dalam-dalam.


"Karena aku ingin selalu dekat dengan kamu" Jawab Firman akhirnya


Nesa tampak tertegun dengan pernyataan Firman.


"Bukankah kamu sudah menganggapku sebagai kakak? Jadi aku akan setia menjadi kakakmu yang akan selalu melindungimu" Ujar Firman lagi sambil tersenyum pada Nesa.


Firman harus berbohong pada Nesa karena kenyataannya,Firman masih memendam perasaan yang sama. Dia tidak ingin hanya dianggap sebagai kakak oleh Nesa.


Nesa akhirnya bisa sedikit bernafas dengan lega,karena setidaknya Firman tak lagi memintanya untuk menjadi kekasihnya.


"Maaf aku tidak bisa membalas semua pengorbanan mas Firman" Ujar Nesa


"Kamu tidak perlu membalasnya. Jika dipikir-pikir untuk apa juga aku masih bertahan hidup di Surabaya,itu hanya akan membuatku selalu teringat pada mendiang ibuku. Lagipula aku sudah tidak memiliki siapapun disana" Balas Firman


"Terimakasih" Ucap Nesa akhirnya


Untuk beberapa saat,suasana menjadi hening. Tapi tiba-tiba saja ponsel Firman berdering.


"Nesa,maaf aku harus kembali ke apartemen tadi. Temanku yang barusan menelfon dan dia sedang menungguku disana untuk membicarakan kerja sama" Firman memberitahu


"Oh iya tidak apa-apa mas Firman" Balas Nesa


"Kamu mau kemana? Biar aku antar kamu dulu" Tanya Firman kemudian


"Sepertinya aku harus kembali ke apartemen itu juga karena mobilku ada disana" Jawab Nesa


"Oh ya sudah kita kesana sama-sama ya" Ajak Firman


Nesa mengangguk pelan.


Setelah beberapa saat,tibalah mereka di apartemen.


"Apa mas Firman sudah mempunyai tempat tinggal?" Tanya Nesa


"Belum,tapi sepertinya aku akan tinggal di apartemen ini" Jawab Firman


"Tidak ingin mencari apartemen yang lain saja?" Tanyanya lagi

__ADS_1


"Kenapa?" Firman bertanya balik sambil tersenyum pada Nesa


Nesa tidak menjawab,hanya matanya saja yang terlihat bingung.


"Apa karena ini apartemen kekasih kamu yang saat ini sudah menjadi mantan?" Firman terdengar sedang menggoda Nesa


"Tidak" Nesa menjawab pendek


"Ya sudah kalau begitu,temani aku besok untuk mencari apartemen yang baru" Pinta Firman kemudian seolah mengerti dengan kegelisahan Nesa


"Kenapa malah bengong? Besok weekend,pasti tidak sibuk bekerja kan?" Tanya Firman sambil melepas safety belt Nesa dan kembali tersenyum


Seketika Nesa tertegun melihat sikap Firman. Laki-laki yang sudah pernah ia tolak cintanya ini memang sangat lembut dan perhatian.


"Baiklah aku akan temani mas Firman mencari tempat tinggal yang baru besok" Jawab Nesa akhirnya


Kemudian mereka sama-sama keluar dari mobil. Firman masuk kedalam apartemen,sedangkan Nesa buru-buru melajukan mobilnya dan pulang.


Sepanjang perjalanan Nesa terus saja memikirkan hubungannya dengan Adam. Untuk sesaat,Nesa lupa dengan kesedihannya ketika bersama Firman tadi tapi sekarang mata sayu itu kembali berkubang airmata, dan tak terasa mobilnya sudah sampai di halaman rumahnya.


Nesa masuk kedalam rumah dengan langkah cepat seperti setengah berlari sambil terisak. Tanpa sadar dia melewati papa dan mamanya yang tengah duduk santai di ruang tamu.


Saat Widia ingin beranjak untuk mengejar Nesa,Gunawan menahannya.


"Biarkan dia tenang dulu ma" Ucap Gunawan


Gunawan menghela nafasnya dengan berat.


"Mungkin Adam marah ma setelah mengetahui semuanya" Jawab Gunawan


"Apa mereka putus?" Tanya Widia


"Entahlah ma. Kemarin mas Surya hanya meminta papa untuk tetap tenang dengan permasalahan yang tengah mereka hadapi. Mas Surya yakin jika mereka tidak akan benar-benar bisa berpisah" Jawab Gunawan


Selama ini Widia maupun Gunawan menutup mulutnya,pura-pura tidak tahu perihal hubungan puterinya dengan Adam. Dan itu pun yang diminta Surya waktu itu untuk tetap merahasiakannya dari mereka. Tapi saat ini semuanya sudah terbongkar dan hubungan keduanya kembali memburuk.


"Tapi mama khawatir dengan Nesa pa" Seru Widia


"Sudahlah ma,Nesa sudah dewasa. Dia bisa menyelesaikan masalahnya sendiri" Ucap Gunawan menanggapi


Widia tidak menyanggah lagi perkataan Gunawan. Dia akan menemui Nesa nanti tanpa sepengetahuan suaminya itu.


Makan malam sudah tiba,Widia dan Gunawan duduk di meja makan tapi Nesa belum menunjukkan batang hidungnya.


"Sepertinya Nesa akan mengurung diri lagi seperti waktu itu pa" Ujar Widia mengawali pembicaraan sambil menyendok nasi dan beberapa lauk ke dalam piring Gunawan.

__ADS_1


"Mama suruh bi Minah untuk mengantarkan makan malam Nesa ke kamarnya" Pinta Gunawan


Akhirnya Widia menurut saja,dia menyediakan sepiring makan malam untuk Nesa dan memanggil bi Minah.


"Iya Nyonya" Ucap bi Minah berjalan cepat kearah meja makan


"Antarkan makan malam Nesa kekamarnya" Pinta Widia sambil memberikan piring berisi makan malam yang sudah dia siapkan tadi


"Baik Nyonya" Jawab bi Minah


Setelah selesai makan malam,Gunawan dan Widia langsung ke kamar untuk beristirahat. Saat Gunawan sudah tertidur pulas,Widia turun dari tempat tidur dengan sangat hati-hati dan pergi ke kamar Nesa.


Widia masuk ke dalam kamar Nesa yang ternyata tidak di kunci. Dilihatnya Nesa di atas kasur dengan posisi tengkurap sambil memeluk guling. Nesa yang menyadari keberadaan Widia,segera duduk dan menyeka airmatanya.


"Belum tidur?" Tanya Widia


"Belum ma" Jawab Nesa berusaha menetralkan raut wajahnya agar Widia tidak curiga


"Kamu habis menangis?" Tanya Widia lagi


"Ah iya ma,tadi Nesa habis nonton drama korea. Karena ceritanya sedih akhirnya Nesa ikut menangis" Bohong Nesa sambil berusaha tersenyum


"Mama tahu kamu sedang berbohong" Ucap Widia sambil menatap wajah Nesa


Ditatapnya wajah puterinya itu dalam-dalam. Wajah yang beberapa bulan belakangan ini selalu memancarkan sinar kebahagiaan,kini tampak layu tak bercahaya.


"Aku tidak apa-apa" Lirih Nesa menundukkan wajahnya


"Apa Adam mengakhiri hubungan kalian?" Tanya Widia tiba-tiba


Sontak saja Nesa kaget dan mendongakkan wajahnya menatap ke arah Widia.


"Mama tahu semuanya?" Tanya Nesa


"Mama tahu semuanya Nesa. Mama tahu selama ini kamu berpacaran dengan Adam tapi mama tutup mulut karena om Surya yang memintanya" Jawab Widia


"Maksud mama? Nesa masih tidak mengerti" Tanyanya lagi dengan wajah bingung


"Om Surya sudah mengetahui hubungan kalian dari awal,mulai dari pertemuan kalian di bali" Jawab Widia


"Darimana om Surya bisa tahu?" Tanya Nesa lagi


"Itu pekerjaan yang sangat mudah bagi orang seperti om Surya,Nesa!" Jawab Widia sambil menghela nafasnya


"Sudah tidak ada gunanya lagi,semuanya sudah berakhir. Mas Adam sangat membenciku sekarang" Ucap Nesa dengan wajah sedih

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2