Takdir Cinta Nesa

Takdir Cinta Nesa
Kencan Tengah Malam


__ADS_3

Malam ini Nesa tidur dengan sangat nyenyak. Dia bahkan tidak sempat mengganti pakaiannya dengan baju tidur. Nesa tertidur setelah mendapat telfon dari Adam tadi. Tiba-tiba saja ponsel Nesa berdering,tapi Nesa tidak merasa terganggu dengan bunyi ponselnya. Dia masih terpejam tanpa bergerak sedikitpun.


Deringan ketiga Nesa mulai menggeliat dan perlahan Nesa membuka matanya. Dilihatnya jam dinding di kamarnya terlebih dahulu,jam menunjukkan pukul sebelas malam. Nesa segera meraih ponselnya yang terus saja berbunyi. Dia agak melebarkan matanya ketika tahu Adam yang menelfon. cepat-cepat Nesa mengangkatnya.


"Kamu sudah tidur?" Tanya Adam dengan nada yang sedikit berbisik


"Ah iya mas. Ada apa?" Jawab Nesa sambil mengusap-usap matanya


"Aku ada di depan pintu gerbang rumahmu. Cepatlah keluar dan temui aku" Adam langsung memutus sambungan telfonnya sebelum sempat Nesa berbicara


Nesa terkejut karena tengah malam Adam sudah berada di depan rumahnya, membuat rasa kantuknya hilang seketika. Dengan rasa penasaran Nesa memastikan ucapan Adam,Nesa keluar dari kamar dengan mengendap-endap. Nesa tidak ingin jika papa dan mamanya sampai memergokinya.


Setelah sampai dipos penjangaan,langkah Nesa terhenti karena ketahuan oleh satpam yang berjaga.


"Non Nesa mau kemana tengah malam begini?" Tanya satpam itu


"Huss,jangan keras-keras" Ucap Nesa dengan sangat pelan


"Aku akan keluar dan bapak tidak boleh lapor sama papa dan mama" Pinta Nesa


"Tapi non Nesa mau kemana? Jika Tuan dan Nyonya tahu saya yang akan kena marah" Protes satpam itu


"Papa dan mama tidak akan tahu jika bapak tidak memberitahunya" Jawab Nesa


"Tapi non...?" Satpam itu berusaha ingin mencegah Nesa


"Ah sudahlah aku sudah ditunggu,cepat buka pintunya" Pinta Nesa dengan sedikit membentak seolah tidak ingin dibantah


Satpam itu pun membuka pintu gerbang dan tidak berani lagi mencegah Nesa.


Setelah berada diluar rumah,Nesa celingak celinguk melihat kesekeliling mencari keberadaan Adam. Nesa tidak sadar jika Adam berada dibelakangnya yang hanya berjarak beberapa meter saja.


"Nesa" Panggil Adam

__ADS_1


Nesa mendekat dengan ragu.


"Mas Adam" Nesa agak sedikit kaget melihat Adam yang sedang duduk diatas motor spot berwarna putih,memakai jaket hitam dan juga helm


"Mas Adam mau apa kesini menggunakan motor?" Tanya Nesa heran


"Tentu saja aku ingin mengajakmu kencan" Jawab Adam santai


"Apa? Kencan? Tengah malam begini naik motor?" Tanya Nesa dengan nada yang memburu


"Cepatlah naik jangan banyak bertanya" Perintah Adam sambil menyodorkan satu helm lagi yang sengaja dia bawa untuk Nesa


"Tapi mas...?" Nesa melihat penampilannya sendiri dengan tidak yakin karena saat ini Nesa hanya mengenakan rok mini dengan atasan kaos


"Tidak masalah dan tidak usah berganti pakaian. Kamu akan terlihat lebih sexy memakai baju seperti itu" Balas Adam dengan senyum menggoda


Dengan hati-hati Nesa naik ke atas motor di belakang Adam. Untung saja rok yang dipakainya agak lebar jadi dia tidak begitu kesusahan ketika menaikinya.


Setelah memakai helm,Adam melajukan motornya keluar dari kompleks perumahan Nesa menuju jalan kota.


"Aku akan mengajakmu ke suatu tempat" Jawab Adam


"Kamu pasti tidak pernah jalan-jalan tengah malam begini sambil naik motor kan?" Tanya Adam


"Iya tidak pernah" Jawab Nesa


"Sebaiknya kamu berpegangan,aku akan mengebut" Pinta Adam


Dengan sangat senang Nesa merangkul pinggang Adam sambil setengah memeluk. Saat Adam menambah kecepatannya,spontan saja Nesa merapatkan tubuhnya dipunggung Adam. Sepertinya Nesa takut dengan kecepatan apalagi ini kali pertamanya dia naik motor.


Lagi-lagi Adam tersenyum puas seperti waktu itu ketika mereka sedang menaiki jet ski dan lagi-lagi Adam berhasil menjahili Nesa.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama,mereka sampai pada tempat tujuan. Sebuah taman berbukit dengan lampu-lampu kecil sebagai penerangan. Sebenarnya tempat ini untuk umum tapi karena sudah malam tempat ini tentu sudah sepi.

__ADS_1


Adam memarkirkan motornya,lalu Adam melepas jaketnya dan menaruhnya diatas motor. Kemudian Adam menarik tangan Nesa untuk menaiki bukit itu. Karena cukup tinggi agaknya Nesa merasa kesulitan untuk sampai pada puncak bukit. Adam yang melihatnya tidak tega. Lalu Adam berjongkok didepan Nesa sambil menepuk-nepuk punggungnya sendiri.


"Naiklah kepunggungku. Sepertinya kamu sudah kelelahan" Pinta Adam


Tanpa banyak bicara Nesa naik kepunggung Adam. Adam menaiki bukit itu dengan langkah pelan karena bebannya bertambah. Setelah cukup lama berjuang melewati bukit,akhirnya mereka sampai juga dipuncak bukit. Nesa takjub melihat pemandangan kota dari atas bukit. Hanya tampak kilauan lampu-lampu gedung dari atas bukit.


"Apa mas Adam sering kesini?" Tanya Nesa


"Tidak pernah. Aku juga baru tahu ternyata tempatnya sebagus ini jika malam hari" Jawab Adam


"Lalu darimana mas Adam bisa tahu tempat ini?" Tanya Nesa lagi


"Karena dulu aku ikut andil dalam pendanaan pembangunan tempat ini" Jawab Adam jujur


Nesa memandang Adam sambil mengernyitkan dahinya. Nesa bertanya-tanya siapa sebenarnya laki-laki yang menjadi kekasihnya ini karena Nesa juga belum tahu apa pekerjaan Adam yang sebenarnya.


Setelah cukup lama disana,Nesa menggigil kedinginan sambil melipat tangannya di dada.


"Dingin..." Ucap Nesa sambil mendesis


Adam langsung mendekat dan memeluk Nesa dengan sangat erat. Nesa membalasnya dengan tak kalah eratnya. Lama-kelamaan tubuh Nesa sedikit menghangat dalam pelukan Adam.


Adam merasakan dengan jelas tonjolan dada Nesa yang merapat dengan sempurna ditubuhnya. Tiba-tiba saja dada Adam berdesir. Ditambah lagi dengan udara dingin di puncak bukit membuat Adam sangat berhasrat pada Nesa.


Adam menundukkan kepalanya sampai ke wajah Nesa. Dengan pelan Adam memagut bibir Nesa yang sudah pucat itu. Nesa tak menolaknya. Nesa justru memberikan ruang dengan membuka mulutnya agar Adam bisa memperdalam ciumannya. Adam tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Diraihnya tengkuk Nesa untuk menahan ciumannya agar semakin dalam,menjelajahi setiap rongga mulut Nesa. Nesa membalasnya,membuat Adam semakin bergairah sampai terdengar bunyi decapan dari pertautan bibir mereka.


Setelah beberapa lama akhirnya Nesa melepas ciumannya dan langsung memeluk Adam dengan sangat erat.


"Aku sangat mencintaimu" Ucap Nesa lirih


"Aku juga sangat mencintaimu" Bisik Adam di telinga Nesa sambil mengusap lembut kepalanya


Mereka cukup lama berada disana sambil terus saling memeluk, hingga tak terasa jam sudah menunjukkan pukul tiga pagi. Mereka akhirnya turun dari atas bukit.

__ADS_1


Sesampainya di bawah,Adam memakaikan jaketnya ditubuh Nesa. Dia tidak ingin kekasihnya itu merasa kedinginan lagi. Adam melajukan motornya dengan cepat. Nesa terus saja memeluk Adam dengan sangat erat tanpa bersuara. Saat Adam menoleh ke belakang,Adam mendapati Nesa sedang tertidur dibahunya. Entah kenapa hati Adam merasa sangat damai melihat pemandangan itu.


Bersambung...


__ADS_2