Takdir Cinta Nesa

Takdir Cinta Nesa
Ketahuan


__ADS_3

Nesa mengerjapkan matanya saat menyadari pantulan sinar matahari masuk ke dalam jendela apartemen. Nesa menggeliat dan melihat tubuhnya sendiri yang masih polos. Merasa ada yang aneh dengan bibirnya,Nesa berlari ke arah cermin. Betapa terkejutnya Nesa setelah melihat tubuhnya penuh dengan tanda merah dan bibirnya yang sedikit membengkak. Nesa terpekik saat menekan bekas merah yang memenuhi seluruh dadanya itu.


Bersamaan dengan itu juga,Adam keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya. Adam menghampiri Nesa yang belum menyadari keberadaannya. Saat jarak Adam semakin dekat,Nesa kaget melihat bayangan Adam di cermin yang sedang berdiri dibelakangnya. Buru-buru Nesa ingin mengambil pakaiannya untuk menutupi tubuhnya yang polos,tapi dengan cepat Adam menahannya.


"Aku harus memakai bajuku dulu" Ucap Nesa sambil berusaha melepas tangan Adam


"Kenapa masih malu? Bukankah aku sudah melihat semuanya" Balas Adam menggoda


"Lepaskan aku. Lihatlah tubuhku,aku tidak bisa pulang dalam keadaan seperti ini" Ucap Nesa memelas


"Maafkan aku" Lirih Adam


"Apa ini sakit?" Tanya Adam menunjuk tanda merah di dada Nesa


"Jika ditekan tentu sakit" Jawabnya


Adam langsung memeluk Nesa dengan sangat lembut.


"Jangan pernah kecewa dengan ulahku sayang,karena aku akan terus mengulanginya" Ucap Adam tanpa dosa


Nesa membalas pelukan Adam yang mewakili seluruh perasannya tanpa berkata-kata.


"Apa kamu akan pergi ke kantor hari ini?" Tanya Nesa


"Iya. Aku akan bersiap sebentar lagi" Jawab Adam


Nesa pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan diri. 10 menit kemudian Nesa keluar dengan wajah yang lebih segar. Nesa memakai jubah handuk milik Adam. Nesa baru saja ingat jika dia tidak memiliki baju ganti.


"Sayang,aku harus memakai apa? Tidak mungkin kan aku memakai kembali bajuku yang kemarin?" Tanya Nesa bingung melihat ke arah Adam yang sedang sibuk memakai baju kantornya


"Tenanglah sayang,tadi Bian sudah mengantarkan baju gantimu kesini" Jawab Adam


"Apa? Kamu yang memintanya?" Tanya Nesa kaget

__ADS_1


"Hm..." Jawabnya santai


Adam mengambil paper bag yang berisi pakaian wanita di atas nakas dan memberikannya pada Nesa. Nesa pun membuka dan melihat isinya.


"Astaga,ini Sekretaris Bian yang memilih dan membelinya sendiri?" Nesa terkejut melihat isi tas yang tak hanya berisi baju saja tapi sudah lengkap dengan **********


"Sayang,apa yang kamu lakukan. Aku jadi malu pada Sekretaris Bian" Ucap Nesa kesal


"Sudahlah sayang cepat pakai,tidak ada pilihan lagi" Tegas Adam


Dengan cepat Nesa kembali lagi ke kamar mandi dan memakai baju yang dibeli oleh Sekretaris Bian. Sebuah dress selutut berlengan panjang warna hitam dan bermotif bunga-bunga yang memiliki model tertutup dibagian lehernya. Sangat pas untuk kondisinya saat ini,karena tanda merah yang ada dilehernya jadi tidak terlihat lagi.


Nesa berdiri di depan cermin sambil mengeluarkan peralatan make up sederhana yang dia bawa dari dalam tasnya dan mengaplikasikan pada wajah mulusnya,lalu menyisir rambutnya dan mengikatnya tinggi.


"Sayang,apa kamu sudah mau berangkat? Aku siapkan sarapan dulu untuk kamu" Nesa mendekati Adam yang sedari tadi berdiri mematung memperhatikannya


"Kenapa masih berdiri disini,tunggulah di meja makan" Pinta Nesa


"Kamu sangat cantik sayang" Ucap Adam memuji


Nesa memasak Oatmeal yang dicampur dengan susu rendah lemak. Tak lupa Nesa menambahkan kacang almon,potongan buah pisang dan kismis diatasnya.


Nesa membuat dua mangkok untuk dia juga dan menghidangkannya di meja makan.


"Sepertinya bagus juga mempunyai kekasih seorang dokter. Tubuhku bisa menjadi lebih sehat" Ujar Adam sambil tersenyum senang


"Biasakanlah untuk makan makanan sehat" Balas Nesa menyarankan


Saat akan memulai sarapannya,tiba-tiba pintu aparteman ada yang mengetuk. Adam segera beranjak dan membukanya.


Adam terkejut melihat siapa yang datang.


"Mama..."

__ADS_1


"Adam...Apa kamu sudah sembuh? Papa menyuruh mama kesini untuk mengecek keadaanmu. Kemarin waktu papa menelfon Sekretaris Bian,dia mengatakan jika kamu sedang sakit dan tidak pergi ke kantor" Sintia langsung saja mengomel. Wajahnya terlihat cemas memandangi wajah Adam


"Aku sudah sembuh ma dan hari ini aku sudah bisa bekerja lagi,jadi tidak usah khawatir" Balas Adam


"Bagaimana mama tidak khawatir,kamu sakit bukannya pulang ke rumah tapi malah pulang kesini. Disini kan tidak ada siapapun yang mengurusmu" Protes Sintia


"Aku hanya ingin beristirahat dengan nyaman saja disini" Balas Adam


"Jadi maksud kamu,jika di rumah kamu tidak bisa beristirahat dengan nyaman begitu?" Sergah Sintia


"Tidak,bukan begitu ma" Balas Adam lagi sekenanya seolah Adam sudah malas meladeni ocehan mamanya


"Apa kamu tidak ingin menyuruh mama untuk masuk?" Tanya Sintia yang masih berada diambang pintu


"Ya Adam hampir lupa. Silahkan masuk" Mau tidak mau Adam membiarkan Sintia masuk ke dalam apartemennya


Nesa sangat penasaran dengan suara perempuan di luar, seperti sedang ribut dengan Adam. Nesa pun beranjak menuju ke arah pintu bersamaan dengan Sintia yang juga masuk ke dalam apartemen. Nesa maupun Sintia sama-sama terkejut saat pandangan mereka bertemu. Sintia menatap Nesa dalam-dalam sambil mengernyitkan dahinya.


"Adam,siapa dia?" Tanya Sintia menoleh pada Adam


Adam mendekat dan merangkul tubuh Nesa.


"Dia Nesa kekasihku ma" Adam memperkenalkan Nesa pada Sintia tanpa merasa sungkan sedikitpun


Sintia tercengang mendengar nama Nesa. Sintia langsung yakin jika perempuan yang berdiri dihadapannya saat ini adalah Nesa puteri Gunawan yamg dulu sering ditemuinya waktu masih kecil. Ternyata Nesa sudah tumbuh menjadi gadis dewasa yang semakin cantik dan terlihat kalem itu.


Sintia tampak tersenyum miris karena melihat puteranya begitu mencintai gadis yang meninggalkannya sehari sebelum pernikahannya dilaksanakan. Dan bodohnya lagi Adam tidak mengetahui hal itu.


Sebenarnya Sintia masih sedikit kecewa pada Nesa tapi melihat Surya bahagia dan tidak mempermasalahkannya,Sintia mengubur dalam-dalam rasa kecewa itu. Dan beberapa minggu yang lalu Sintia dibuat terkejut saat Surya mengatakan jika Adam dan Nesa saat ini sedang berpacaran.


"Sayang,ini mamaku" Ucap Adam memperkenalkan Sintia pada Nesa


Nesa tak kalah terkejutnya saat ini sedang berhadapan langsung dengan ibu dari laki-laki yang sangat dia cintai. Nesa melihat Sintia dari ujung rambut sampai ujung kaki. Wanita paruh baya itu masih terlihat cantik di usianya yang sudah tidak muda lagi.

__ADS_1


Dengan agak sungkan,tangan Nesa terulur pada Sintia sambil memasang senyuman termanisnya. Nesa mencium punggung tangan Sintia saat Sintia membalas uluran tangannya. Nesa malu karena sudah ketahuan oleh Sintia sedang berada di apartemennya Adam. Tapi dia sedikit lega saat Sintia menyambutnya dengan hangat sambil membalas senyumnya.


Bersambung...


__ADS_2