
Adam melangkahkan kakinya menuju ruang kerja Surya. Ada dokumen penting yang dia butuhkan dan dokumen itu Surya yang menyimpannya. Karena Surya tidak sedang ada dirumah,sehingga mengharuskan Adam mencari sendiri dokumen itu diruang kerjanya.
Adam mencari dokumen itu diantara tumpukan-tumpukan kertas yang tersusun di meja kerja Surya tapi tak menemukannya. Lalu perhatiannya beralih pada laci meja dan mencarinya disana. Saat mengeluarkan semua isi laci,tiba-tiba ada benda jatuh dengan posisi terbalik tepat dikaki Adam. Adam menghentikan kegiatannya dan mengambil kertas kecil yang terlihat seperti sebuah kertas foto. Dengan perlahan Adam membalik kertas itu,dan betapa terkejutnya Adam melihat gambar seseorang yang sedang tersenyum manis dalam foto itu.
"Nesa" Gumam Adam dengan mata melotot
Seketika berbagai macam pertanyaan muncul di kepala Adam. Kenapa foto Nesa ada diruang kerja Surya? Apa hubungan papanya dengan Nesa? Adam bahkan belum mengenalkan Nesa pada papanya! Apa jangan-jangan,Nesa adalah...? Pikiran buruk mulai merasuki kepala Adam. Arrrggghhh...Adam berteriak kesal. Tidak mungkin...! Adam mematahkan praduganya. Sekali lagi hanya Surya yang dapat menjawabnya.
Adam keluar dari ruang kerja Surya membawa foto Nesa dengan rasa penasaran yang teramat dalam. Adam mondar-mandir di ruang tamu menunggu Surya datang dengan raut wajah yang tidak enak dilihat. Kemudian Adam berteriak memanggil Pak Ngah yang ada di dapur. Dengan cepat Pak Ngah berlari menghampiri Adam
"Ambilkan aku segelas air" Pinta Adam dengan suara berat
"Ba-baik Tuan" Pak Ngah menjawab terbata karena wajah Adam terlihat menakutkan
Secepat kilat Pak Ngah kembali dengan membawa segelas air putih yang tadi Adam minta. Adam langsung meneguknya sampai air itu tandas. Adam butuh minum untuk menyegarkan pikirannya yang daritadi melalang buana entah kemana.
Setelah satu jam Adam menunggu,orang yang ditunggu-tunggunya muncul dibalik pintu. Saat Surya melihatnya,Adam beranjak dari duduknya menatap Surya dengan wajah tidak bersahabat.
"Aku ingin bicara" Ucap Adam
Surya mendekat dengan wajah bingung melihat Adam menatapnya dengan tatapan yang sulit dijelaskan. Akhirnya Surya duduk disamping Adam. Sebisa mungkin Adam berusaha tenang karena dia tidak ingin membuat kesehatan papanya kembali drop.
"Bisa tolong papa jelaskan,ini foto siapa?" Adam berbicara sepelan mungkin sambil memberikan foto yang tadi dia temukan di meja kerja Surya
Surya tidak begitu terkejut saat melihat foto Nesa. Surya menghela nafasnya dalam-dalam sebelum akhirnya dia menjelaskan pada Adam.
"Kamu menemukannya di ruang kerja papa?" Tanya Surya
"Iya" Singkat Adam
__ADS_1
"Akhirnya kamu akan mengetahui semuanya" Ucap Surya tenang
"Apa maksud papa?" Tanya Adam penasaran
Surya menghela nafasnya lagi sambil menatap Adam yang terlihat sudah tidak sabar menunggu penjelasannya.
"Dia kekasihmu bukan?" Surya balik bertanya
"Darimana papa tahu?" Adam bertanya dengan terkejut
"Papa sudah menyelidiki semuanya" Jawab Surya
Adam terlihat bernafas dengan lega karena penjelasan Surya bisa dia terima. Adam tidak mempermasalahkan tindakan Surya yang mengawasinya secara diam-diam perihal hubungannya dengan Nesa,tapi hati Adam sedikit terusik untuk bertanya tentang alasan Surya menyimpan foto Nesa didalam laci meja kerjanya.
"Lalu kenapa bisa ada foto Nesa diruang kerja papa?" Tanyanya lagi,wajahnya mulai cemas. Dia tidak ingin dugaannya yang tadi dibenarkan oleh Surya
Deggg
Tubuh Adam tiba-tiba lemas karena dugaannya benar. Ternyata Nesa yang selama enam bulan terakhir dipacarinya itu adalah gadis yang sama dengan gadis yang Surya jodohkan dengannya. Yang menyebabkan pernikahannya batal dan membuat nyawa papanya hampir melayang.
Wajah Adam memanas. Dia tidak ingin mempercayai kenyataan ini tapi sekeras apapun dia menyangkalnya tetap saja dia tidak bisa merubah kenyataan yang ada. Adam menyenderkan punggungnya di sofa,Adam tak berdaya.
"Tenangkan dirimu Adam" Suara Surya mengembalikan kesadarannya
Adam menatap Surya,seolah ada yang masih ingin dia pertanyakan.
"Dari awal papa sudah mengetahui semua ini tapi kenapa papa menyembunyikannya dariku?"
"Tentu saja papa tidak ingin merusak hubunganmu dengan Nesa. Papa sangat bahagia waktu itu. Jika papa memberitahumu saat itu juga,papa tidak yakin kamu akan melanjutkan hubunganmu dengan Nesa" Surya memberikan alasan
__ADS_1
"Takdir macam apakah ini pa!" Seru Adam masih tak percaya
"Kamu sudah dewasa Adam. Jangan mengedepankan ego tapi utamakanlah kebahagianmu. Terima kenyataan dan lupakan kebencianmu pada Nesa dan keluarganya. Papa sangat berharap kamu melanjutkan pernikahanmu yang sempat tertunda. Kalian berjodoh,hanya saja tuhan ingin menyatukan kalian berdua dengan cara yang berbeda. Percayalah!" Surya terdengar menyarankan sambil menepuk bahu Adam
Adam bingung. Dia sangat ingin menuruti ucapan papanya tapi bagian sisi hatinya yang lain mengatakan tidak. Adam berat untuk ikhlas memaafkan kesalahan Nesa. Waktu itu Adam sangat membencinya,bahkan dia berjanji tidak akan mengampuninya jika suatu saat nanti dia tidak sengaja mengenalnya.
"Apa orangtua Nesa juga mengetahuinya?" Tanya Adam tiba-tiba
"Iya. Papa sudah memberitahu dan papa juga yang meminta untuk merahasiakannya dari kalian waktu itu" Jawab Surya
Adam mengingat kembali bagaimana dia berbicara kasar dan mengusir Gunawan di rumah sakit waktu itu. Lagi-lagi sebuah kenyataan pahit yang harus Adam terima jika ternyata mereka adalah orangtua dari kekasih yang sangat dicintainya.
"Pikirkan baik-baik sebelum mengambil keputusan. Jangan bertindak gegabah dan jangan sampai keputusan yang kamu ambil nanti akan menimbulkan penyesalan seumur hidupmu" Nasehat Surya terdengar sangat menusuk ke hati Adam
"Beristirahatlah,kamu perlu berpikir" Pinta Surya
Iya Adam butuh istirahat untuk mengembalikan pikirannya yang saat ini sedang kacau.
"Aku kekamar dulu" Adam beranjak pergi meninggalkan Surya diruang tamu
Surya menanggapinya dengan anggukan
Di dalam kamar Adam masih berusaha untuk mencerna lagi apa yang sudah terjadi. Sulit dipercaya memang tapi inilah kenyataan yang harus dia hadapi. Tidak mudah rasanya untuk memaafkan orang yang sudah menginjak-injak harga dirinya. Adam berusaha berlapang dada menerima perjodohan itu tapi justru dengan gampangnya Nesa meninggalkan rumah tanpa memikirkan segala resiko yang akan ditimbulkan.
Adam memejamkan matanya. Dia mengingat kembali pertemuannya dengan Nesa di Bali. Adam teringat saat dia bertanya tujuan Nesa datang ke Bali dan Nesa menjawab jika dia kabur dari pernikahannya tapi kemudian Nesa meralatnya. Iya saat ini terjawab sudah,jawaban Nesa waktu itu bukan sekedar candaan belaka tapi memang itu kenyataannya. Nesa kabur dari pernikahannya dan bersembunyi disana. Adam tersenyum miris.
Deringan ponsel yang daritadi terus berbunyi sama sekali tidak dihiraukannya. Panggilan itu dari Nesa. Entah kenapa Adam sangat malas untuk menjawabnya. Hatinya mulai mengeras,dan tentu saja dia juga kecewa. Perasaan cinta yang tadinya membara kini redup begitu saja. Saat ini perasaan bencinya yang lebih mendominasi.
Bersambung....
__ADS_1