Takdir Cinta Nesa

Takdir Cinta Nesa
Lagi-lagi Cemburu


__ADS_3

Firman mengemudikan mobilnya dengan sangat pelan. Dea jadi bisa menikmati pemandangan di sepanjang jalan. Pohon-pohon besar nan rindang berjejer di pinggir jalan membuat udaranya sangat sejuk,sampai-sampai Dea membuka kaca mobil dan menghirup udara segar disana.


"Kamu sering kesini?" Tanya Firman yang melihat Dea nampak sangat bahagia


"Lumayan sering. Tapi sejak Nesa kuliah,kita sudah jarang kesini. Mas Firman tahu sendiri lah bagaimana repot nya kuliah di kedokteran. Sangat menyita waktu dan pikiran" Jawab Dea dengan santai


"Iya kamu benar" Firman membalas sekenanya


"Aku boleh bertanya sesuatu?" Dea terlihat ragu untuk mengatakannya


"Mau tanya apa?" Firman menoleh pada Dea


"Mas Firman sangat mencintai Nesa ya?"


"Ya begitu lah. Karena Nesa orang yang selalu ada di saat-saat tersulit ku dulu. Dia gadis yang sangat baik" Jawab Firman jujur


"Iya aku tahu. Nesa sudah banyak bercerita tentang mas Firman"


"Oh ya?" Wajah Firman terlihat sangat antusias


"Ya tentu saja"


"Dia sangat berjasa dalam hidupku. Kamu tidak tahu bagaimana rasanya kehilangan orang yang sangat kamu sayangi untuk selamanya? Nesa ada di saat-saat itu,hingga aku bisa melewati masa-masa sulit ku" Ujar Firman dengan perasaan yang mendalam


"Aku tahu rasanya ditinggal pergi oleh orang yang kita sayangi untuk selama-lamanya,karena aku juga pernah mengalaminya" Balas Dea dengan raut wajah yang menahan sedih


"Ayah ku meninggal beberapa tahun yang lalu,meninggalkan aku,ibu dan adik ku. Dia pergi saat kami masih sangat membutuhkannya" Sambung Dea dengan mata yang sedikit mengembun


"Maaf. Aku tidak tahu" Ucap Firman menyesal


"Tidak apa-apa. Saat-saat tersulit juga pernah kami rasakan,tapi kemudian papa Nesa membantu. Aku dan adik ku bisa melanjutkan sekolah itu karena beliau yang membiayai. Om Gunawan juga memberikan kami sebuah toko kue untuk menyambung hidup,hingga akhirnya kami bisa hidup dengan layak" Dea bercerita sambil tersenyum tipis


"Ibu mu sendiri yang membuat kuenya?" Tanya Firman kemudian


"Iya. Ibu ku pintar membuat kue karena itu lah papanya Nesa memanfaatkan hal itu agar kami bisa menghasilkan uang" Jawab Dea dengan bangga


"Sepertinya kita berjasa pada orang yang sama ya?" Ujar Firman sambil tertawa kecil


"Iya benar. Nesa memang orang yang baik. Itu lah sebabnya mas Firman rela pindah ke kota ini demi ingin mengejar cintanya bukan?" Tanya Dea menanggapi


"Awalnya memang seperti itu tapi aku harus menerima kenyataan jika hatinya sudah ada yang memiliki dan itu bukan aku" Firman tersenyum miris


"Apa mas Firman menyesali keputusan mas Firman?" Tanya Dea lagi

__ADS_1


"Tidak. Aku masih bisa dekat dengannya kan? walau pun aku harus memendam perasaan ku" Firman terlihat sedang berusaha untuk ikhlas


"Tapi setelah kejadian yang semalam,sepertinya mas Firman tidak akan mempunyai kesempatan lagi untuk dekat dengan Nesa. Pasti Tuan Adam akan berusaha untuk menghalangi kedekatan kalian" Komentar Dea dengan serius


"Mungkin. Menurut ku dia sangat berlebihan" Ujar Firman tidak suka


"Maklum saja. Tuan Adam itu awalnya laki-laki yang sangat dingin. Tidak mau disentuh dan tidak ada wanita yang bisa menakhlukkan hatinya. Tapi kemudian dia jatuh cinta pada Nesa. Nesa cinta pertamanya,jadi wajar saja jika dia sangat posesif. Sopir Nesa saja pernah dia cemburui" Dea tergelak


"Benarkah?" Firman agak sedikit melebarkan matanya


Dea mengangguk pelan.


"Bagaimana jika nanti Nesa sudah jadi istrinya?" Tanya Firman resah


"Tuan Adam tidak semenakutkan itu. Tuan Adam sangat memanjakan Nesa dan dia juga sangat romantis pada Nesa. Buktinya wajah Nesa selalu berseri-seri saat bercerita tentang Tuan Adam. Jika dia kejam,Nesa tidak akan mau menjadi kekasihnya" Dea kembali berkomentar


"Tapi kejadian semalam adalah sebuah bukti kekejamannya" Sanggah Firman dengan garang


"Entahlah. Mungkin Tuan Adam sedang cemburu buta" Balas Dea sambil mengangkat bahunya


"Oh iya tadi Nesa menelfon ku dan menanyakan kondisi mas Firman tapi sepertinya dia terburu-buru karena dia menutup telfonnya sebelum aku selesai berbicara"


Firman terlihat enggan untuk menanggapi. Dia hanya menatap Dea sebentar sambil tersenyum misterius.


"Lalu apa rencana mas Firman selanjutnya? Tidak mungkin kan mas Firman akan terus meratapi cinta mas Firman pada Nesa?" Tanya Dea seolah meyindir


"Ya ya semoga saja mas Firman bisa segera bertemu dengan jodohnya agar mas Firman tidak selalu memikirkan Nesa" Ucap Dea menggoda Firman


"Kamu sendiri bagaimana? apa kamu sudah memiliki kekasih?" Tanya Firman tiba-tiba


"Tidak ada" Singkat Dea


"Syukur lah" Firman terlihat lega


"Syukur? kenapa ?" Tanya Dea heran


"Setidaknya aku tidak sedang bersama dengan kekasih orang" Firman kembali tertawa hingga membuat Dea juga ikut tertawa


...----------------...


Hari sudah sore. Adam kembali lagi ke kamar untuk melihat Nesa karena seperti janjinya tadi,dia akan mengantar Nesa pulang. Adam melihat Nesa sedang menggeledah kasur dengan wajah yang kebingungan.


"Kamu sedang mencari apa?" Tanya Adam penasaran

__ADS_1


"Aku mencari kalung ku" Jawab Nesa dengan wajah cemas. Dia baru sadar jika kalungnya sudah tak berada lagi di lehernya


"Oh sudah aku amankan. Kalung mu rusak. Mungkin semalam aku tidak sengaja menariknya" Balas Adam


"Rusak? apanya yang rusak?" Tanya Nesa dengan terkejut


"Kalung nya putus. Nanti aku belikan yang baru. Hanya kalung biasa kan?" Ujar Adam ringan


"Tidak usah. Aku minta kalung ku saja. Mana kalung nya biar aku perbaiki saja" Pinta Nesa dengan agak memaksa


"Sepertinya kalung itu sangat berharga?" Adam mengernyitkan dahi sambil menatap Nesa dengan tatapan menyelidik


"Tentu saja. Karena kalung itu hadiah dari...?" Tiba-tiba Nesa tercekat


"Astaga. Aku hampir saja keceplosan" Nesa menutup mulutnya dengan seketika


"Dari siapa?" Tanya Adam dengan tatapan tajam


"Ee...dari mama" Jawab Nesa cepat agar Adam tidak curiga


"Kamu yakin dengan jawaban mu?" Adam terlihat tidak percaya


"Tentu saja" Jawab Nesa sambil melengos


"Kamu masih ada waktu untuk meralatnya,sebelum aku mencari tahu sendiri jawabannya. Kamu tahu kan itu bukan pekerjaan yang sulit bagi ku?" Benar saja,Adam mulai curiga


"Kamu tidak percaya pada ku?" Tanya Nesa dengan meninggikan suaranya


"Tidak" Adam menjawab singkat


"Jika kamu tidak percaya,itu urusan mu. Aku sudah menjawabnya" Balas Nesa dengan malas


"Baiklah kalau begitu. Aku akan mencari tahu sendiri" Adam hendak keluar dari kamar dengan wajah yang agak kesal


"Tunggu. Jika aku menjawab jujur,apa yang akan kamu lakukan?" Nesa mulai ketakutan. Wajahnya memelas dan tertunduk


"Jadi betul tadi kamu berbohong? aku paling tidak suka jika dibohongi Nesa. Kamu tahu itu kan?" Adam mulai emosi


"Katakan,dari siapa kalung itu?" Tanyanya lagi


"Kalung itu pemberian mas Firman" Lirih Nesa dengan wajah yang masih tertunduk


Seketika wajah Adam mengeras. Tangannya mengepal dan matanya terpejam. Lagi-lagi Adam cemburu buta. Sepertinya pertengkaran masih akan berlanjut.

__ADS_1


Bersambung....


Adam gak capek apa ya cemburu terus sama Nesa 😩


__ADS_2