
Dilantai paling atas gedung Nusantara Group
Sekretaris Bian mengecek beberapa bukti transferan yang dilakukan Nesa menggunakan kartu Atm yang diberikan oleh Adam beberapa waktu yang lalu melalui aplikasi diponselnya.
"Saya sudah menerima bukti transfer yang dilakukan nona Nesa menggunakan kartu atm yang anda berikan Tuan Adam" Ucap Bian pada Adam yang sedang sibuk dengan laptopnya
"Siapa penerimanya dan untuk apa dia mengirimnya?" Tanya Adam
"Sudah saya cek juga nama-nama penerimanya,dan mereka adalah ketua yayasan panti asuhan Tuan" Jawab Sekretaris Bian
"Jadi Nesa menggunakan uangku untuk menjadi donatur di panti-panti itu?" Tanya Adam lagi
"Benar Tuan. Sekarang ini sudah ada 3 panti yang selalu menerima bantuan dari nona Nesa dan jumlahnya juga cukup besar" Jelas Sekretaris Bian
Adam tertegun sambil mengernyitkan dahinya. Lalu Adam mengambil ponselnya dan menghubungi Nesa. Sepertinya Adam ingin mendengar langsung dari mulut Nesa tentang keluarnya uang yang sudah dia berikan padanya.
"Sayang,kamu ada dimana?" Tanya Adam
"Aku ada di rumah sakit Gramedika sayang" Jawab Nesa
"Kamu sedang apa disitu?" Adam terlihat agak terkejut
"Aku mengajukan surat lamaran pekerjaan" Jawab Nesa
Karena beberapa syarat yang harus dipenuhi sudah lengkap akhirnya Nesa melamar kerja disalah satu rumah sakit swasta terbesar di Jakarta,tapi siapa sangka rumah sakit itu adalah milik Adam.
"Bisakah menemuiku di kantor setelah urusanmu selesai?" Tanya Adam lagi
"Oke" Singkat Nesa
"Baiklah,aku tunggu" Adam memutus sambungan telfonnya
"Bian,Nesa sedang melamar pekerjaan di rumah sakit kita" Ujar Adam
"Apa perlu saya hubungi direktur rumah sakit Tuan untuk menerima nona Nesa tanpa mengikuti serangkaian tes?" Tanya Sekretaris Bian
Adam tidak langsung menjawab dan terlihat sedang berpikir.
"Tidak perlu Bian. Jika Nesa tahu,dia pasti akan marah" Jawab Adam akhirnya
"Pastikan Nesa tidak akan mengetahui jika rumah sakit itu milik keluargaku" Pinta Adam
"Baik Tuan" Jawab Sekretaris Bian
Saat waktu jam makan siang,tiba lah Nesa di kantor Adam.
"Sayang,apa kamu sudah lama menunggu?" Tanya Nesa sambil mendekat pada Adam
"Tidak juga" Jawab Adam sambil merangkul Nesa
"Apa sudah makan siang?" Tanya Nesa lagi
__ADS_1
"Belum. Nanti Bian akan mengantarkan makan siangku kesini" Jawab Adam
Tangan Adam sudah tidak bisa dikondisikan lagi,menjelajahi setiap lekuk tubuh Nesa dan nampaknya Nesa sudah terbiasa dengan tingkah Adam yang serupa setiap bertemu dengannya. Nesa justru mengalungkan tangannya di leher Adam
"Sayang,sepertinya kamu sudah mulai nakal ya!" Bisik Adam dengan nada menggoda
"Kamu yang mengajariku sayang" Balas Nesa
"Berikan aku satu ciuman disini" Adam menunjuk bibirnya sendiri
Tanpa banyak bicara,Nesa mengecup sekilas bibir Adam.
"Bukan seperti itu sayang" Protes Adam
Adam menyesap bibir Nesa cukup lama sambil melingkarkan tangannya di pinggang Nesa.
Nesa mengulum bibirnya dan tersenyum.
"Sayang,kenapa kamu menggunakan uangku untuk membantu orang lain?" Tanya Adam tiba-tiba
Nesa menautkan kedua alisnya mencoba memahami pertanyaan Adam.
"Beberapa kali kamu mentransfer sejumlah uang pada yayasan panti asuhan bukan?" Adam memperjelas
"Ah iya,apa kamu keberatan?" Tanya Nesa
"Tidak,lakukan saja jika itu membuat kamu senang" Jawab Adam
"Aku belum membutuhkan apapun sayang! Aku bingung menghabiskan uangmu,jadi aku donasikan saja ke panti sosial" Ujar Nesa sambil tertawa kecil
"Hatimu baik sekali sayang" Ucap Adam sambil mengusap kepala Nesa
"Lain kali pakailah juga untuk membeli apapun yang kamu inginkan,aku akan lebih merasa dihargai" Pinta Adam sekali lagi
"Iya sayang,maaf" Balas Nesa pelan
Setelah cukup lama mengobrol,Sekretaris Bian masuk keruangan Adam dengan membawa paper bag berisi sebuah kotak kecil ditangannya.
"Maaf Tuan,apa anda memesan perhiasan dari toko kita?" Tanya sekretaris Bian
"Iya" Adam menjawab singkat
"Ini barang yang anda pesan Tuan,manager toko yang mengantarnya" Sekretaris Bian menyerahkan kotak itu pada Adam
"Letakkan saja disitu" Pinta Adam
Sekretaris Bian pun patuh dan meletakkan barang itu di meja.
"Manager toko masih menunggu di lobby,apa anda akan menemuinya?" Tanya Sekretaris Bian lagi
"Tidak. Suruh dia kembali bekerja dan kamu boleh pergi" Jawab Adam
__ADS_1
"Baik Tuan,saya permisi" Sekretaris Bian pun berlalu meninggalkan ruangan Adam
"Sayang,itu apa?" Tanya Nesa melihat paper bag yang dibawa oleh Sekretaris Bian tadi
Seminggu yang lalu Adam memesan satu set perhiasan di toko miliknya. Rencananya nanti malam Adam akan mengajak Nesa makan malam romantis untuk memberikan perhiasan itu. Tapi Nesa sudah mengetahuinya dan mau tidak mau Adam harus memberikannya sekarang pada Nesa.
"Ini untuk kamu sayang" Adam membuka isi kotak di depan Nesa
Nesa terlihat sangat surprise melihat hadiah dari Adam. Satu set emas putih bertahtakan berlian yang terdiri dari anting,kalung dan gelang. Nesa bisa mentaksir harga perhiasan itu yang bisa dibilang cukup fantastis.
"Sayang,dalam rangka apa kamu memberikan ini semua untuk aku? Aku kan tidak sedang berulang tahun!" Seru Nesa
"Kenapa harus menunggu hari ulang tahunmu? Jika aku mau kapanpun bisa aku berikan" Jawab Adam dengan entengnya
"Apa kamu suka? Aku memang sengaja tidak meminta cincinnya,karena jari manismu akan aku isi dengan cincin pernikahan kita nanti" Ucap Adam sok romantis
Nesa merasa terhipnotis dengan ucapan Adam. Benarkah Adam tidak sedang menggombal?
"Sayang,sebenarnya aku tidak begitu suka memakai perhiasan lengkap seperti ini" Komentar Nesa
"Tapi jika perhiasannya dari aku,kamu harus memakainya sekarang juga" Pinta Adam tidak ingin dibantah
Adam mengambil sepasang antingnya terlebih dahulu,anting berbentuk giwang bertahtakan berlian bermata satu.
"Lepas dulu antingmu sayang,dan ganti dengan yang ini. Biar aku yang akan memasangnya" Pinta Adam
Nesa pun melepas antingnya yang semula. Setelah itu Adam menyematkan anting itu di telinga Nesa.
Lalu Adam mengambil gelang dan memakaikannya ditangan Nesa,sebuah gelang mungil yang juga bertahtakan berlian.
Yang terakhir Adam mengambil sebuah kalung yang mempunyai liontin bermata berlian. Nesa berbalik badan saat Adam memakaikan kalungnya. Setelah kalung terpasang,Adam mulai jahil dengan mencium leher Nesa dari belakang membuat Nesa bergidik geli. Dengan cepat Nesa berbalik badan lagi menghadap Adam.
"Tadi Sekretaris Bian menyebut perhiasan ini kamu pesan dari toko milik kamu?" Tanya Nesa memastikan
"Iya. Memangnya kenapa?" Jawab Adam santai
"Tidak apa-apa,aku hanya terkejut saja. Ternyata bisnismu sudah menembus pada berbagai lini kehidupan" Seloroh Nesa
Adam tergelak.
"Kamu suka dengan hadiahnya?" Tanya Adam kemudian
Nesa mengangguk.
"Kamu sangat pantas memakainya" Puji Adam
"Terimakasih hadiahnya" Balas Nesa sambil menyentuh kalung pemberian Adam
Adam pun tersenyum senang.
Bersambung...
__ADS_1