Takdir Cinta Nesa

Takdir Cinta Nesa
Bagaikan Sebuah Aib


__ADS_3

Pagi harinya seperti biasa Adam pergi ke kantor karena ada beberapa meeting penting yang harus dia hadiri. Sedangkan Nesa terus saja menelfon dan mengirimnya pesan. Sepertinya Nesa mulai khawatir karena memang dari semalam Adam tidak menjawab panggilannya.


Adam termenung di ruang kerjanya. Adam harus segera menyelesaikan permasalahannya dengan Nesa agar pikirannya tenang dan Nesa tidak lagi mengganggunya. Keputusannya sudah bulat. Adam tidak bisa melanjutkan hubungannya dengan Nesa. Adam tidak bisa hidup bersama orang yang sudah melukai perasaannya. Walaupun papanya tidak mempermasalahkan hal itu tapi tetap saja rasa benci Adam tidak bisa hilang begitu saja.


Adam mengambil ponselnya dan mengirim sebuah pesan pada Nesa. Adam bahkan sangat malas untuk mendengar suara Nesa.


'Temui aku di apartemen'


Dan sampailah pesan itu pada Nesa. Sesaat setelah membaca isi pesan,Nesa bergegas menuju apartemen Adam karena pekerjaannya di rumah sakit sudah selesai. Jadi Nesa bisa pulang dan menemui Adam di apartemennya.


Nesa melajukan mobilnya dengan cepat. Sesampainya disana,Nesa langsung memencet tombol digital dan pintu terbuka. Nesa masuk dan langsung menuju kamar Adam. Nesa menemukan Adam sedang berdiri di balkon kamarnya dengan tatapan menerawang.


Tanpa menyapanya terlebih dulu,Nesa langsung saja memeluk Adam dari belakang. Sontak saja Adam terkejut tapi sebisa mungkin Adam berusaha untuk tidak terpancing.


"Sayang,kamu kemana saja? Kenapa mulai dari kemarin kamu tidak ada kabar? Aku sangat merindukanmu. Aku cemas memikirkanmu" Tanya Nesa khawatir


Adam bergeming tak membalas pelukan Nesa. Jika biasanya Adam sangat senang mendapat perhatian dari Nesa,kali ini dia justru muak dengan segala bentuk perhatiannya. Karena Adam tidak merespon,Nesa mengurai pelukannya dan menatap wajah Adam dengan penasaran.


"Sayang,apa kamu baik-baik saja?" Tanya Nesa


"Menurutmu? Apa aku terlihat baik-baik saja?" Adam malah bertanya balik tanpa menatap wajah Nesa


Nesa mulai resah melihat wajah Adam yang tak biasa. Bisa dilihat dari raut wajahnya jika saat ini Adam memang tidak terlihat baik-baik saja. Wajah yang biasanya selalu memandangnya dengan penuh cinta,kini terlihat hampa. Lalu berbagai macam sangkaan mulai berkecamuk dihati Nesa.


"Ada apa? Apa aku berbuat kesalahan?" Nesa bertanya lagi masih dengan nada lembutnya


"Aku mempunyai pertanyaan dan tolong jawab dengan jujur" Ucap Adam akhirnya


Seketika wajah Nesa berubah sedih. Sepertinya ada sesuatu yang membuat Adam bersikap dingin terhadapnya.

__ADS_1


"Apa?" Lirih Nesa


"Apa kamu pernah dijodohkan oleh orangtuamu?" Tanya Adam


Nesa agak terkejut,bagaimana Adam bisa mengetahui hal itu. Sesuatu yang paling menyakitkan baginya,yang berusaha dia buang jauh-jauh selama ini dan melupakannya sebisa mungkin,harus dia ingat kembali karena orang yang dicintainya mempertanyakan hal itu. Nesa sungguh tidak ingin menjawabnya.


"Darimana kamu tahu?" Tanya Nesa


"Tidak penting. Aku hanya butuh jawabanmu" Jawab Adam ketus


"Iya memang benar. Papa pernah mejodohkanku dengan anak sahabatnya" Nesa menjawab dengan mata terpejam. Dia harus berjuang keras untuk menjawab pertanyaan itu tanpa melibatkan perasaannya


"Dan kamu menolaknya. Kemudian kamu pergi dari rumah tepat sehari sebelum pernikahan dilaksanakan. Apa benar begitu?" Adam bertanya gusar


Nesa kembali tercengang dan dadanya mulai terasa sesak. Perkataan Adam bagaikan sebuah aib yang tidak ingin dia dengar lagi. Nesa terlihat bingung, apakah Adam mempermasalahkan masalalunya? Nesa menghelas nafas dan mendongakkan wajahnya menatap Adam.


"Iya benar" Nesa menjawab pendek tanpa membantah perkataan Adam


Mata Nesa mulai mengembun. Nesa tidak sanggup menerima kemarahan Adam.


"Aku minta maaf,aku tidak bermaksud membohongimu. Aku hanya tidak ingin orang lain tahu akan masalahku" Airmata Nesa menetes tanpa bisa dia cegah


Adam diam tak meresponnya lagi. Pandangannya lurus kedepan tanpa menoleh pada Nesa sedikitpun.


"Lalu darimana kamu tahu tentang masalaluku se detail itu? Dan apakah kamu sedang mempermasalahkan masalaluku?" Tanya Nesa kemudian


"Kamu bertanya darimana aku mengetahui masalalumu se detail itu?" Adam menatap Nesa sebelum menjawab pertanyaannya


"Itu karena aku lah laki-laki itu Nesa! Laki-laki pilihan papamu yang akan dia nikahkan denganmu. Laki-laki yang secara tidak langsung sudah kamu lukai perasaannya" Adam menjawab lantang

__ADS_1


"Apa?" Nesa terperangah tak percaya,dia benar-benar terkejut hingga tubuhnya menjadi lemas


"Kamu terkejut bukan..? Aku lebih terkejut lagi saat mendengar kenyataan ini kemarin. Aku menemukan fotomu diruang kerja papaku,kemudian papa menjelaskan semuanya padaku. Aku tidak menyangka dari sekian banyak perempuan didunia ini kenapa harus kamu" Adam membuang muka menatap ke arah lain


Nesa membeku. Pantas saja dari kemarin Adam mengabaikan semua panggilannya. Ternyata inilah jawabannya.


"Dan kamu bertanya apakah aku mempermasalahkan masalalumu? Ya tentu saja. Gara-gara tindakanmu yang gegabah,papaku harus melakukan tindakan operasi untuk menyelamatkan nyawanya. Aku mencoba melapangkan dada untuk menerima perjodohan itu karena aku yakin papa tidak akan menikahkan aku dengan gadis sembarangan tapi apa yang kamu lakukan? Dengan mudahnya kamu pergi dari rumah tanpa menjelaskan apapun terlebih dulu. Kamu egois Nesa,kamu tidak memikirkan perasaan orang lain" Adam berucap dengan penuh amarah


"Itu aku lakukan karena waktu itu papa memaksaku tanpa memberiku kesempatan untuk mengutarakan pendapatku. Aku tidak mempercayai pernikahan akan bahagia dengan jalan perjodohan. Menurutku menikah hanya sekali seumur hidup,jadi aku tidak ingin menikah dengan laki-laki yang tidak aku kenal dan tanpa pemikiran yang matang" Sanggah Nesa


"Pendek sekali pemikiranmu Nesa! apa kamu tidak mempercayai papamu? Apa kamu berpikir,papamu akan menikahkan kamu dengan laki-laki sembarangan, hah!" Sergah Adam


"Tidak,bukan seperti itu. Aku hanya ingin menikah dengan laki-laki yang aku cintai" Nesa tertunduk sambil terus menangis,dia tidak tahu harus berkata apa lagi


"Maafkan aku" Tangan Nesa terulur ingin menyentuh tangan Adam tapi Adam menepisnya


"Kata maafmu sudah tidak berguna lagi. Kamu tidak bisa memutar waktu. semuanya sudah terjadi" Ucap Adam sinis


"Lalu bagaimana dengan hubungan kita?" Tanya Nesa


"Aku tidak bisa melanjutkan hubungan kita" Ucap Adam gamblang


Seketika tubuh Nesa memanas. Dia merasakan sakit yang teramat sangat seolah ada ribuan belati yang menusuk tepat dijantungnya. Hubungan yang dia harapkan akan sampai ke pelaminan harus kandas seketika karena sebuah kesalahan di masa lalunya. Cairan bening itu semakin deras mengalir dari sudut matanya.


"Kamu ingin mengingkari semua janji-janji kamu?" Tanya Nesa dengan bibir yang bergetar karena tangis


"Aku tidak bisa memenuhi janjiku. Kamu boleh mamakiku jahat tapi kamu harus sadar,perbuatanmu jauh lebih pantas dibilang jahat" Sindir Adam


"Dan apakah kamu juga ingin melupakan semua yang sudah kita lakukan selama ini?" Tanya Nesa lagi

__ADS_1


Adam menautkan kedua alisnya dan menoleh pada Nesa.


Bersambung...


__ADS_2