
Kandungan Nesa sudah masuk usia 32 minggu. Hari persalinannya pun semakin dekat. Adam lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah menemani Nesa. Untuk sementara,perusahaan dia serahkan dulu pada Sekretaris Bian.
Menurut hari perkiraan lahir atau HPL,Nesa akan melahirkan satu bulan lagi tapi Widia tidak yakin jika Nesa akan melahirkan dengan jumlah bulan yang lengkap karena sebagian besar kehamilan kembar akan melahirkan bayinya secara prematur. Semakin banyak janin yang dikandung,semakin besar juga resiko untuk dilahirkan secara prematur.
Dan sepertinya perkiraan Widia memanglah benar. Saat Nesa menikmati buah apel sambil duduk di halaman rumah ditemani oleh Adam,tiba-tiba saja Nesa merasakan sakit yang luar biasa pada perutnya bersamaan dengan keluarnya cairan keruh dari vaginanya. Ya,Nesa mengalami pecah ketuban dini.
"Sayang kamu kenapa?" Tanya Adam panik
"Sakit sayang... perutku sakit sekali" Ucap Nesa dengan wajah yang meringis sambil memegangi perutnya
"Sepertinya aku mau melahirkan. Ketubanku pecah" Ucapnya lagi sambil mengatur nafas menahan rasa sakit yang terus menyerangnya
Adam semakin cemas melihat cairan itu terus saja mengalir di paha Nesa. Adam memapah tubuh Nesa dan membawanya masuk ke dalam mobil. Sedangkan Nesa terus saja meraung-raung kesakitan.
"Tuan,nona Nesa kenapa?" Pak Ngah yang berada tak jauh dari sana,berlarian ke arah mobil dengan wajah panik
"Beritahu papa dan mama,Nesa akan melahirkan" Ucap Adam sambil menutup pintu mobil
"Ba-baik Tuan" Pak Ngah kembali berlarian masuk ke dalam rumah memberitahu Sintia dan Surya tentang apa yang baru saja dilihatnya
Surya dan Sintia pun segera menyusul Adam ke rumah sakit setalah pak Ngah memberitahu.
"Aduh... Sakit... Sayang cepat,aku sudah tidak tahan lagi" Rintihan Nesa kembali membuat Adam panik.
Berkali-kali Nesa mengatur nafas dengan peluh bercucuran di wajahnya. Sesekali Nesa juga terlihat menggigit bibirnya sendiri karena tidak tahan dengan rasa sakitnya.
"Sayang bertahanlah,aku yakin kamu kuat. Sebentar lagi kita sampai" Ucap Adam dengan wajah yang ingin menangis. Adam sungguh tidak tega melihat Nesa menjerit kesakitan
__ADS_1
"Sakit..." Sekali lagi hanya itu yang mampu keluar dari mulut Nesa. Rasa sakit yang teramat kadang membuat seseorang tidak bisa berkata-kata
"Sayang..." Adam juga bingung harus bagaimana karena Adam harus fokus menyetir dengan kecepatan yang lumayan tinggi
"Sayang...Sakit" Suara Nesa semakin melemah. Nesa sampai mencengkram lengan Adam kuat-kuat
"Sayang sebentar lagi anak kita lahir. Kita akan melihat wajah mereka. Kamu harus kuat. Mereka harus tahu perjuangan ibunya untuk melahirkan mereka ke dunia. Jika kelak mereka berani membantahmu,aku sendiri yang akan menghukumnya" Adam berceloteh kemana-mana agar rasa sakit Nesa bisa teralihkan dan dia tidak begitu fokus dengan rasa sakitnya
Nesa menatap Adam dengan wajah yang melemah. Mulutnya sudah merapat,tidak terdengar lagi suara rintihannya. Matanya juga semakin meredup memandangnya. Tangan yang tadinya mencengkram lengannya dengan kuat,kini juga semakin melonggar. Semakin lama cengkraman tangan itu semakin lemah dan akhirnya jatuh. Ya Nesa akhirnya tidak sadarkan diri.
"Nesa..." Panggil Adam dengan nada yang sedikit meninggi
"Sayang bangun..." Ucap Adam lagi dengan wajah yang frustasi
Adam semakin menambah kecepatan mobilnya. Jarak rumah sakit tempat Widia bekerja dirasa Adam sangatlah jauh. Perasaan Adam bercampur aduk. Tak hentinya dia memanjatkan doa dalam hati agar istri dan anak yang sedang dikandungnya bisa diselamatkan.
Adam juga berjanji,setelah ini Adam tidak akan membiarkan Nesa hamil lagi. Adam seolah jera melihat penderitaan Nesa selama hamil karena kehamilan Nesa terbilang berat untuk dijalani. Nesa banyak mengalami keluhan pada kehamilannya,hingga selama kurang lebih 8 bulan belakangan Nesa harus berdiam diri di rumah demi anak yang sedang dikandungnya.
Mobil akhirnya sampai. Adam membopong tubuh Nesa masuk ke dalam rumah sakit. Widia dan beberapa petugas rumah sakit sudah menunggunya disana. Adam membaringkan tubuh Nesa di brankar. Nesa pun dibawa ke ruangan khusus untuk dilakukan beberapa tindakan.
Tak berapa lama Widia keluar dari ruangan itu.
"Adam,Nesa harus segara menjalani operasi secar karena kehamilannya masih menginjak 8 bulan dan bayinya harus lahir prematur" Ucap Widia memberitahu
"Lakukan apa saja ma. Yang penting anak dan istriku selamat" Balas Adam dengan tegas
"Baiklah. Kami akan segera mempersiapkan operasinya. Nesa dan anak-anakmu pasti selamat" Ucap Widia menenangkan Adam
__ADS_1
"Tunggu ma" Panggil Adam Saat Widia sudah melangkah pergi
"Ada apa?" Tanya Widia sambil menoleh pada Adam
"Apa ada cara agar Nesa tidak bisa hamil lagi selain dengan alat kontrasepsi?" Tanya Adam dengan kalimat yang menimbulkan tanya
"Apa maksud kamu Adam?" Tanya Widia terkejut
"Aku tidak ingin Nesa hamil lagi ma. Sudah cukup aku melihatnya menderita selama dia hamil. Mama kan tahu sendiri apa saja keluhan yang dia alami selama dia hamil. Dan saat ini aku benar-benar yakin dengan keputusanku. Nesa sangat kesakitan tadi ma. Aku benar-benar tidak kuat melihatnya. Aku takut dia akan mengalami hal yang sama jika nanti hamil lagi" Jawab Adam memberitahu alasannya
Widia menghela nafas sambil menatap wajah Adam.
"Ada cara agar seorang perempuan tidak bisa hamil lagi. Dalam medis disebut dengan Tubektomi. Tubektomi adalah memotong saluran indung telur sehingga ****** tidak bisa masuk untuk membuahi. Kami juga biasa menyebutnya dengan KB steril" Ujar Widia
"Mama tanya sekali lagi. Apa kamu serius dengan keputusan kamu? Karena KB steril sifatnya permanen. Walaupun bisa disambung kembali tapi tingkat infertilitasnya tidak akan kembali ke sediakala" Ujar Widia lagi meyakinkan Adam
"Aku sangat serius" Jawab Adam yakin seolah tanpa pertimbangan lagi
"Tapi kamu belum memberitahu Nesa tentang hal ini" Ucap Widia seolah keberatan
"Aku janji ma setelah Nesa pulih nanti aku akan segera memberitahunya. Lakukan apa yang aku minta ma. Aku mohon" Pinta Adam dengan wajah yang memelas
"Baiklah kalau keputusan kamu sudah bulat. Mama akan sekalian melakukan tindakannya operasinya setelah mengeluarkan bayinya nanti" Ucap Widia akhirnya menyetujui
"Terimakasih ma" Balas Adam
Satu masalah biasa teratasi. Untuk ke depannya Adam tidak perlu pusing lagi memikirkan soal kehamilan karena setelah ini bisa dipastikan kalau Nesa tidak akan pernah bisa hamil lagi. Adam bisa sedikit tenang. Saat ini dia hanya perlu berdoa agar istri dan anak-anaknya bisa selamat.
__ADS_1
Setelah Widia memasang alat infus dan menyuntikkan obat bius pada Nesa,Widia dan beberapa perawat yang lain membawa Nesa ke ruangan bedah. Operasi Nesa akan memakan waktu lebih lama dari operasi secar pada umumnya karena Nesa harus menjalani dua operasi sekaligus. Operasi untuk mengeluarkan bayinya dan satunya lagi operasi untuk memotong saluran tuba falopinya agar Nesa tidak bisa hami lagi,sesuai dengan permintaan Adam.
Bersambung....