Takdir Cinta Nesa

Takdir Cinta Nesa
Janji Pernikahan


__ADS_3

Beberapa hari kemudian Nesa sudah bekerja di rumah sakit karena lamarannya diterima tanpa bantuan Adam tentunya. Nesa mulai sibuk dan tidak bisa lagi menemui Adam di kantornya sesuka hati. Nesa hanya mempunyai waktu di hari libur saja. Adam mengerti dengan kesibukan Nesa dan tidak banyak menuntut karena dia sendiri juga lebih sibuk.


Sampai suatu ketika,Sekretaris Bian datang keruangan Adam dan memberitahu jika perusahannya yang ada di Singapura mengalami masalah yang mengharuskan Adam terjun langsung kesana untuk menyelesaikan masalah yang tengah dihadapi perusahaannya itu.


Malam sebelum keberangkatan,Adam meminta Nesa datang ke apartemennya untuk memberitahu tentang keberangkatannya ke Singapura karena urusan pekerjaan.


"Sayang,kenapa tiba-tiba kamu memintaku untuk datang kesini?" Tanya Nesa yang sudah berada di apartemen Adam


"Sayang,besok aku harus pergi ke Singapura karena perusahaanku yang ada disana mengalami masalah" Jawab Adam sambil mengelus punggung tangan Nesa


Wajah Nesa langsung berubah sedih mendengar hal itu.


"Berapa hari kamu disana?" Tanya Nesa


"Belum tahu,tapi sepertinya akan lama" Jawab Adam


Seketika mata Nesa menjadi berkaca-kaca. Nesa tidak bisa menahan kesedihannya karena ini pertama kalinya dia akan berpisah dengan Adam dalam waktu yang cukup lama. Tanpa sadar airmatanya menetes begitu saja.


"Jangan bersedih,aku akan mengupayakan untuk bisa pulang cepat" Ucap Adam sambil mengusap pipi Nesa yang basah


"Tidak apa-apa,aku hanya perlu membiasakan diri untuk tidak terlalu bergantung sama kamu" Balas Nesa dengan senyum yang dipaksa


"Maksud kamu apa sayang?" Tanya Adam tak mengerti


"Aku lupa jika kekasihku bukan hanya milik aku saja. Banyak orang yang membutuhkannya dan bergantung hidup disana. Untuk kedepannya mungkin kamu akan sering keluar kota atau bahkan keluar negri dan aku harus terbiasa untuk itu" Ujar Nesa pura-pura tegar


"Tidak,jangan berbicara seperti itu sayang. Aku akan selalu meluangkan waktu untuk kamu" Ucap Adam menanggapi sambil mengusap lembut kepala Nesa


"Jangan bersedih lagi. Kita hanya berpisah untuk sementara. Jika kamu sedih seperti ini aku tidak bisa berangkat dengan tenang" Bujuk Adam


"Tidak apa-apa. Aku pasti merindukanmu" Ucap Nesa dengan wajah sendu


"Aku juga akan sangat merindukanmu" Balas Adam


"Jaga diri kamu baik-baik dan jangan pernah menduakan aku disana" Pesan Nesa


"Tidak akan,karena hatiku sudah sepenuhnya milik kamu" Balas Adam


"Pulanglah dengan selamat" Ujar Nesa lagi

__ADS_1


"Sayang,aku pergi bukan untuk berperang. Aku pasti pulang dengan selamat,tidak usah cemas" Adam berusaha menghibur Nesa


Nesa tersenyum dan mulai bisa menetralkan perasaannya.


Kemudian Adam menyentuh bahu Nesa dan menatapnya dalam-dalam.


"Sayang,aku janji setelah aku pulang nanti aku akan menemui orangtuamu untuk membicarakan pernikahan kita" Ucap Adam dengan wajah yang serius


"Apa! Benarkah...?" Nesa tekejut dan tidak percaya


"Kenapa? Apa kamu tidak percaya dengan ucapanku?" Tanya Adam


"Tidak,aku hanya terkejut saja" Terang saja Nesa terkejut. Selain karena ucapan Adam yang tiba-tiba saja akan menikahinya,Nesa juga khawatir jika papanya akan menolak. Tapi melihat sikap papanya belakangan ini sudah mulai membaik, Nesa yakin papanya pasti memberi restu. Nesa belum tahu saja dibalik perubahan sikap Gunawan selama ini,itu karena dia sudah mengetahui semuanya. Jelas saja Gunawan pasti setuju


"Apa kamu bersedia menjadi istriku?" Tanya Adam


"Aku bersedia sayang,aku sangat bahagia mendengarnya" Nesa memeluk Adam dengan rasa haru. Sebenarnya Nesa tidak mempunyai keinginan untuk menikah muda tapi melihat Adam sangat mencintainya,Nesa akhirnya menurut saja


"Terimakasih" Ucapnya kemudian


Keesokan harinya,Adam berangkat ke singapura ditemani oleh Sekretaris Bian. Nesa tidak bisa mengantarnya karena harus bekerja. Nesa hanya melakukan video call sebelum Adam berangkat


Hari-hari Adam hanya disbukkan dengan pekerjaan. Hanya sesekali saja Adam bisa menghubungi Nesa. Nesa tidak begitu mempermasalahkan hal itu. Dia mencoba untuk mengerti dan tidak mengganggu urusan Adam disana.


Tapi Nesa juga tidak bisa berbohong jika saat ini Nesa sedang merindukan Adam. Tak cukup baginya jika hanya mendengarkan suara Adam melalui sambungan telfon dan menatap wajahnya melalui panggilan video. Nesa tidak bisa menyentuh dan memeluknya secara nyata.


Sudah dua minggu Adam berada disana. Nesa sudah tidak bisa lagi menahan kerinduannya. Karena malam ini Nesa tidak bisa tidur,akhirnya Nesa memutuskan untuk melakukan video call dengan Adam. Panggilan tersambung,dan tampaklah wajah tampan Adam memenuhi layar ponselnya.


"Sayang,apa aku mengganggumu?" Tanya Nesa


"Tidak sayang,aku sedang beristirahat di kamar hotel" Jawab Adam yang terlihat sedang duduk di sandaran tempat tidur


"Kenapa belum tidur?" Tanya Adam


"Mana mungkin aku bisa tidur jika saat ini aku sedang menahan rindu" Wajah Nesa terlihat cemberut


"Sabarlah sedikit sayang,mungkin satu minggu lagi aku baru bisa kembali" Bujuk Adam


"Satu minggu lagi itu lama sayang" Seru Nesa

__ADS_1


Adam hanya tersenyum melihat ekspresi wajah Nesa yang terlihat menggemaskan saat sedang cemberut.


"Tidak ada yang menggodamu kan disana?" Tanya Nesa


"Maksud kamu siapa sayang?" Bukannya menjawab,Adam malah balik bertanya


"Yang pasti perempuan sayang" Jawab Nesa memperjelas


"Tidak akan ada yang berani menggodaku sayang. Tenanglah" Balas Adam


"Lagipula perempuan-perempuan disini tidak ada yang secantik kamu" Gombal Adam


Nesa tersenyum karena merasa terhibur dengan gombalan Adam.


"Sekarang beristirahatlah. Sudah bisa sedikit terobati kan rasa rindunya?" Pinta Adam


"Kenapa malah menyuruhku tidur? Sepertinya hanya aku saja yang rindu,sedangkan kamu terlihat baik-baik saja" Ucap Nesa dengan wajah yang ditekuk


Adam terlihat menghela nafasnya dan membuangnya pelan.


"Terus aku harus bagaimana sayang?" Tanya Adam masih dengan kesabarannya


"Jawab dulu,kamu merindukanku atau tidak?" Nesa bersikeras


"Sayang sudahlah jangan bersikap kekanak-kanakan seperti ini,aku tidak suka" Wajah Adam berubah menjadi kesal


Nesa bergeming. Nesa kecewa mendengar ucapan Adam. Melihat wajah Nesa berubah sedih,Adam jadi merasa bersalah.


"Maaf sepertinya ucapanku menyakitimu. Aku kesal karena aku juga sedang menahan rindu" Ujar Adam


"Tidak apa-apa" Nesa menjawab singkat


"Sayang,jangan cemberut lagi. Kamu tidak perlu meragukan apapun dariku. Nanti jika aku sudah kembali kamu bisa memeluk dan menciumku sampai kamu puas. Kamu bebas melakukan apapun terhadapku" Adam kembali menghibur Nesa sambil berusaha tersenyum


Nesa pun mencair dan kembali tersenyum pada Adam.


"Baiklah,i love you honey" Lirih Nesa


"I love you more honey" Balas Adam sambil memberikan kecupan jauh pada Nesa

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2