Takdir Cinta Nesa

Takdir Cinta Nesa
Benci Tapi Rindu


__ADS_3

Kalimat yang dilontarkan Nesa membius semua pasang mata yang menontonnya,termasuk Daniel.


"Pasti mama anda adalah sosok wanita yang hebat!" Entah itu pertanyaan atau pernyataan


"Tentu mama sosok yang hebat,bagi saya" Nesa menekankan kata bagi saya pada kalimatnya


"Jujur saya besar ditangan pengasuh karena kesibukan mama pada waktu itu. Tapi disaat mama sedang tidak bekerja,mama hanya memfokuskan waktunya untuk saya. Dan saya rasa untuk menciptakan anak yang hebat itu bukan soal banyaknya waktu bersama tapi dari kualitas waktu yang kita gunakan" Nesa menambahkan


"Saya setuju sekali dengan pendapat anda dokter" Ucap Daniel sependapat


"Menurut informasi yang saya dapat,anda juga tercatat sebagai donatur dibeberapa panti asuhan?" Daniel bertanya lagi


"Betul"


"Mulia sekali hati anda. Rupanya bukan hanya wajah anda saja yang cantik,tapi hati anda juga cantik" Daniel kembali memuji


"Anda sangat berlebihan Tuan Daniel" Nesa menyangkal


"Saya hanya bersimpati dengan nasib mereka. Saya ingin mereka tetap mendapatkan apa yang seharusnya walaupun mereka sudah tidak lagi memiliki keluarga" Daniel dan para penonton kembali dibuat kagum dengan pernyataan Nesa


"Saat ini anda tercatat sebagai dokter umum di salah satu rumah sakit swasta terbesar dikota ini?"


"Iya. Sebenarnya saya bekerja dirumah sakit hanya sebagai syarat saja" Jawab Nesa


"Maksud anda?" Daniel meminta penjelasan


"Saya berencana ingin lanjut ke program spesialis dan salah satu syaratnya adalah harus memiliki pengalaman klinis terlebih dahulu selama 1-2 tahun" Nesa memperjelas


"Rencananya anda ingin mengambil spesialis apa?" Lanjut Daniel


"Spesialis anak"


"Mengapa? Apa alasannya?"


"Karena saya suka anak-anak" Nesa menjawab gamblang


"Terlepas dari itu,saya melihat masalah kesehatan anak di negri ini masih menjadi fokus utama pemerintah. Saya ingin turut serta membantu walaupun tidak banyak yang bisa saya lakukan nanti" Tambah Nesa


Tanpa aba-aba semua penonton terlihat kompak bertepuk tangan.


"Semoga niat mulia anda bisa segera terlaksana"


"Terimakasih Tuan Daniel"

__ADS_1


"Pertanyaan terakhir dari saya,mungkin juga dari semua penonton disini ataupun yang ada di rumah. Apa anda sudah memiliki pasangan?" Daniel bertanya di luar tema


Nesa tertawa kecil.


"Saya harap anda menjawabnya tidak,agar semua penonton disini tidak patah hati" Daniel kembali melempar sebuah candaan


"Iya benar,tidak ada" Jawab Nesa disela tawanya


"Anda tidak sedang berbohong?"


"Tentu saja tidak" Jelas Nesa


"Tapi anda pernah memiliki seorang kekasih?" Daniel bertanya semakin jauh


Nesa terdiam sesaat seolah ragu untuk menjawab jujur. Tiba-tiba pikirannya melayang pada sosok Adam.


"Pernah" Nesa berusaha tersenyum saat menjawabnya


"Lalu mengapa hubungan anda berakhir? Bodoh sekali laki-laki yang sudah menyia-nyiakan wanita seperti anda" Daniel terdengar berlebihan dan sok tahu


"Jika saya menjawab,sepertinya tema malam ini akan berubah Tuan Daniel" Nesa berusaha mengalihkan pembicaraan


"Baiklah,saya tidak benar-benar serius menanyakannya. Semoga cerita anda hari ini bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak muda di Indonesia" Ucap Daniel sebagai kalimat penutup


"Saya bukan seorang pianis Tuan Daniel. Saya juga bukan seorang penyanyi" Nesa seolah ingin menolak permintaan itu


"Saya sudah melihat beberapa postingan anda di media sosial anda dokter. Anda harus melakukannya untuk kita semua" Daniel bersikukuh


"Baiklah" Balas Nesa pasrah


Kemudian Daniel membimbing Nesa pada sebuah piano disisi kanan podium. Nesa duduk disana dan mulai bernyanyi sambil memainkan piano tersebut.


Nesa menyanyikan sebuah lagu yang menjadi soundtrack sebuah sinetron yang lagi viral baru-baru ini.


Aku masih ada disini


Masih dengan perasaanku yang dahulu


Tak berubah dan tak pernah berbeda


Aku masih yakin nanti milikmu


Aku masih ditempat ini

__ADS_1


Masih dengan setia menunggu kabarmu


Masih ingin mendengar suaramu


Cinta membuatku kuat begini...


Aku merindu


Ku yakin kau tahu


Tanpa batas waktu


Ku terpaku aku meminta


Walau tanpa kata


Cinta berupaya


Engkau jauh dimata tapi dekat didoa


Aku merindukanmu....


Jemari Nesa terlihat lincah memainkan tuts tuts piano,menyanyikan lagu tersebut dengan penuh penjiwaan seolah lagu itu mewakili perasaannya saat ini.


Adam tak bergeser sedikitpun dari tempatnya. Menonton acara tersebut sampai selesai. Adam bergidik,hatinya benar-benar terenyuh saat Nesa menyanyikan lagu sambil bermain piano. Satu bakat Nesa yang tersembunyi yang tak pernah diketahui oleh Adam sebelumnya.


Nesa memang suka bermain piano. Awalnya Nesa hanya belajar otodidak pada waktu itu tapi kemudian papanya memanggilkan guru les untuk mempermudah Nesa belajar bermain piano. Jadi ketika Nesa sudah lelah belajar,Nesa akan duduk di depan piano dan memainkannya.


Perasaan kagum kembali menggelayuti hati Adam. Semua kalimat yang dilontarkan Nesa dari awal sampai akhir tidak ada yang tidak membuat Adam memujinya. Keinginan untuk bertemu dan memeluk Nesa tiba-tiba muncul di hati Adam. Ada perasaan aneh yang sedang dirasakannya saat ini. Dia benci tapi rindu.


Lalu Adam mengambil ponselnya dan berdiri di balkom kamar. Adam membuka sosial media Nesa dan disitu Adam menemukan banyak postingan Nesa yang sedang bernyanyi sambil bermain piano. Jika dilihat dari tanggal postingan,Nesa mulai aktif memposting videonya ketika hubungannya sudah berakhir dengan Adam.


Dengan sabarnya Adam memutar satu persatu video tersebut. Perempuan cantik yang pernah menempati urutan teratas dihatinya tersebut,yang sudah beberapa bulan terakhir tidak pernah dilihatnya lagi,kini tiba-tiba muncul diacara tv. Membuat usaha Adam untuk melupakannya selama ini menjadi sia-sia.


Dari semua lagu ya g dilantunkan Nesa dalam video tersebut,kebanyakan bermakna sedih. Benarkah selama ini Nesa hanya berusaha kuat di depan Adam? Dan apakah benar saat ini Nesa masih mengharapkan Adam kembali ke sisinya seperti lagu yang dia lantunkan tadi? Pertanyaan-pertanyaan itu muncul dibenak Adam.


Adam mulai bingung dengan perasaannya sendiri. Beberapa bulan yang lalu dengan lantangnya dia mengakhiri hubungannya dengan Nesa,bahkan Adam sempat berkata-kata tidak pantas pada Nesa. Benarkah keputusannya selama ini sudah salah? Dan haruskah dia menjilat ludahnya sendiri dan kembali lagi pada Nesa?


Adam resah tapi satu hal yang tidak bisa Adam tutupi saat ini. Adam sedang merindu. Ingin sekali Adam marah pada Sekretarisnya itu. Andai saja tadi Sekretaris Bian tidak memberitahunya, pasti perasaan Adam saat ini masih baik-baik saja. Kemunculan Nesa malam ini berhasil memporak porandakkan hati Adam.


Lelah memikirkan perasaannya yang tak kunjung dimengerti,akhirnya Adam mengganti pakaiannya yang belum sempat dia ganti tadi. Adam melepas jubah handuknya dan menggantinya dengan piyama. Kemudian Adam merebahkan tubuhnya di kasur. Dia harus segera beristirahat agar besok pikirannya kembali jernih.


Ternyata malam ini tak hanya Adam saja ya g menonton acara talk show Nesa tapi juga ditonton oleh papa dan mamanya,termasuk Sekretaris Bian. Nesa berhasil membuat mereka semua berdecak kagum.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2