Takdir Cinta Nesa

Takdir Cinta Nesa
Dia Itu Bosku


__ADS_3

Sejak Nesa pergi dari rumah,sahabatnya Dea juga menghilang tak ada kabar. Nesa sangat merindukan Dea. Tiba-tiba idenya muncul untuk mengunjungi Dea ke rumahnya.


Setelah sore hari,Nesa pergi kerumah Dea tanpa memberitahunya terlebih dahulu. Karena pada sore hari,Dea pasti sudah pulang dari magangnya dan berada di rumah.


Nesa pergi kerumah Dea dengan membawa mobilnya sendiri tanpa sopir karena mungkin dia akan lama berada disana. Sesampainya di rumah sahabatnya itu,Nesa disambut oleh Salma ibunya Dea.


"Eh Nesa,ayo masuk" Ucap Salma menyambut hangat kedatangan Nesa


"Ibu apa kabar?" Tanya Nesa yang memang sudah biasa memanggil Salma dengan sebutan ibu,sama seperti Dea memanggilnya


"Ibu baik-baik saja Nesa. Sudah lama kamu tidak main kesini" Jawab Salma


"Iya maaf bu. Nesa tidak sempat" Jawab Nesa sekenanya


"Apa Dea sudah pulang dari kantor?" Tanya Nesa sambil melihat ke sekeliling rumah


"Belum,mungkin sebentar lagi" Jawab Salma


"Oh iya Nesa,ibu tinggal dulu ya karena ibu sedang memasak untuk makan malam nanti" Ucap Salma disela-sela obrolannya


"Biar Nesa bantu" Ucap Nesa menawarkan diri


"Iya boleh" Balas Salma sambil berjalan menuju dapur


"Ibu akan memasak apa?" Tanya Nesa sambil melihat sayur mayur,daging ayam dan udang disana


"Ibu mau masak capcay,ayam goreng dan udang krispy" Jawab Salma


"Biar Nesa saja yang akan memotong sayurannya" Nesa mengambil sayuran dan memotongnya. Sedangkan Salma terlihat sedang membumbui ayam dan udang yang sudah dicuci bersih


"Dulu kalau kamu main kesini pasti kamu selalu bantu ibu masak" Ujar Salma


"Iya,berkat ibu aku jadi bisa masak. Kalau di rumah mana sempat karena semuanya sudah disediakan sama pelayan. Apalagi mama juga sibuk dan tidak pernah mengajariku masak" Balas Nesa sambil sibuk memotong sayuran


"Kalau ada masakan yang ingin kamu pelajari,kamu datang saja kemari. Jadi perempuan memang harus pintar masak karena suatu saat nanti kalian akan menikah dan mempunyai suami. Memang tidak semua suami mengharuskan istrinya untuk pintar memasak tapi seorang suami pasti senang jika makan masakan istrinya apalagi masakannya enak" Ujar Salma menasehati Nesa sambil tersenyum


Mendengar kata suami,Nesa jadi teringat sama Adam. Dia sangat merindukan laki-laki itu padahal baru kemarin mereka bertemu. Nesa berharap Adamlah yang akan menjadi suaminya kelak.

__ADS_1


"Apa kamu sudah mempunyai calon suami?" Tanya Salma tiba-tiba


Nesa mengangguk sambil tersipu malu.


"Benarkah? Dia pasti laki-laki yang sangat beruntung sudah mendapatkan perempuan sebaik kamu" Ucap Salma memuji


"Aku juga sangat beruntung bu" Balas Nesa


"Ibu doakan kalian berjodoh"


"Terimakasih bu" Ucap Nesa sambil memeluk Salma


"Oh iya bu bagaimana kabar toko?" Tiba-tiba Nesa teringat pada toko kue milik Salma yang berdiri karena mendapat modal dari papanya dulu


"Toko berjalan dengan baik. Ibu hanya sesekali saja kesana karena urusan toko sudah ibu serahkan pada orang kepercayaan ibu" Jawab Salma


"Apa ibu tidak berkeinginan untuk membuka cabang? Toko ibu kan selalu ramai dan sudah mempunyai banyak pelanggan tetap?" Tanya Nesa menyarankan


"Ibu sudah tua Nesa. Ibu tidak banyak memiliki keinginan saat ini karena anak-anak ibu juga sudah besar. Bisa makan saja ibu sudah sangat bersyukur" Jawab Salma yang sangat keibuan itu


Tak berapa lama orang yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Dea membuka pintu kamar dengan terkejut karena melihat Nesa sudah ada disana.


"Nesa" Dea langsung berhambur memeluk Nesa


"Kapan kamu kembali? Tante Widia bingung mencarimu. Waktu tahu kamu menghilang dari rumah,tante Widia langsung menghubungiku menanyakan keberadaanmu" Dea terus saja berbicara tanpa henti


"Tapi sepertinya kamu tidak mengkhawatirkanku. Buktinya kamu tidak pernah menelfonku" Ucap Nesa pura-pura kesal


"Kamu juga tidak memberitahuku jadi aku berpikir waktu itu kamu pasti sangat tertekan dan tidak ingin diganggu sama siapapun" Balas Dea menanggapi


"Ah sudahlah aku mandi dulu,tapi setelah itu kamu harus ceritakan semuanya padaku" Pinta Dea sambil masuk ke kamar mandi


"Ya baiklah" Jawab Nesa ringan


Setelah mandi dan berganti pakaian,Dea naik ke atas kasur menghampiri Nesa.


"Sekarang ceritakan padaku,waktu itu kamu kabur kemana? Dan setelah kamu kembali apa om Gunawan masih marah?" Tanya Dea serius

__ADS_1


"Ya papa masih sangat marah. Ah sudahlah aku tidak ingin membahasnya lagi. Yang penting sekarang aku sudah kembali" Jawab Nesa acuh


"Ada hal lain yang ingin aku ceritakan padamu. Mungkin aku harus bersyukur sekarang karena waktu di Bali aku bertemu dengan laki-laki yang bisa membuatku jatuh cinta dan sekarang kami sudah berpacaran" Ucap Nesa berterus terang


Dea yang mendengarnya hanya tertawa geli.


"Kamu mau mengerjaiku lagi ya? Mendengar kamu jatuh cinta dan berpacaran itu rasanya mustahil" Dea menanggapinya dengan candaan


"Kalau kamu tidak percaya,aku bisa tunjukkan foto-fotonya" Nesa mengambil ponselnya. Menunjukkan foto-foto kebersamaannya dengan Adam pada Dea


Dea melihat foto-foto itu dengan mata melebar. Dea seperti mengenali wajah lelaki itu. Seketika mulut Dea terbuka melihat foto Adam yang diambil dari jarak dekat. Dea menutup mulutnya yang menganga dengan perasaan tak percaya.


"Dea,kamu kenapa? Kenapa wajahmu tegang sekali?" Tanya Nesa bingung


"Nesa,dia itu bosku" Jawabnya kemudian membuat Nesa juga tak kalah terkejutnya


Mau tidak mau Nesa mengingat kembali saat Dea bercerita tentang bosnya yang sangat dingin dan tidak pernah mau bersentuhan dengan perempuan. Bahkan Nesa sempat berkata jika dia tidak berharap bertemu dengan laki-laki seperti itu.


"Benarkah dia? Adam Nugraha yang saat ini sudah menjadi kekasihku!" Batin Nesa


"Dia itu Adam Nugraha Nesa! Presdir sekaligus pewaris tunggal Nusantara Group. Apa kamu tahu itu?" Dea berucap dengan mata yang melebar


"Apa? Pewaris tunggal Nusantara Group? Perusahaan besar yang sudah terkenal dimana-mana itu?" Tanya Nesa dengan wajah kaget


"Ya ampun Nesa,kamu bahkan tidak mengetahui hal itu?" Tanya Dea heran


"Mas Adam tidak pernah menyinggung soal pekerjaannya. Lagipula mana aku tahu jika pemilik Nusantara Group itu adalah keluarga mas Adam. Aku hanya sering lewat di depan gedungnya yang megah itu tanpa tahu pemiliknya" Ucap Nesa dengan gaya polosnya


"Ini benar-benar luar biasa Nesa! Tuan Adam yang sangat dingin itu bisa kamu takhlukkan. Dan herannya juga kamu bisa luluh pada laki-laki sedingin es seperti Tuan Adam" Ucapnya lagi dengan nada yang memburu


"Tapi sikapnya padaku itu sangat jauh berbeda dengan yang kamu ceritakan. Dia itu sangat lembut dan romantis" Jawab Nesa sambil terbayang-bayang pada wajah Adam dan semua kenangan indahnya bersama Adam


"Jadi ucapanku waktu itu benar-benar terkabul" Batin Dea


Dea memang pernah asal ucap jika saja Nesa berjodoh dengan bos dingin yang dia ceritakan waktu itu.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2