Takdir Cinta Nesa

Takdir Cinta Nesa
Sisi Lain Sekretaris Bian


__ADS_3

Sabrina duduk termangu di kursi taman rumah sakit. Sepertinya usaha untuk mendekati Adam,akan berakhir saat ini. Dia harus menerima kenyataan jika Adam sudah memiliki calon istri.


"Mungkin anda butuh minum nona" Sekretaris Bian muncul tiba-tiba sambil menyodorkan sebotol air mineral dingin pada Sabrina


"Terimakasih" Sabrina menoleh dan menerima sebotol air tersebut


"Apa boleh saya duduk?" Tanya Sekretaris Bian


"Silahkan" Ujar Sabrina sembari menggeser posisinya,memberikan tempat untuk Sekretaris Bian di sampingnya


"Jika saya melihat anda yang seperti ini,saya seperti tidak mengenali anda nona" Ujar Sekretaris Bian sambil tersenyum simpul


"Memangnya aku kenapa?" Tanya Sabrina sambil melirik pada Sekretaris Bian


"Entahlah,anda berbeda saja. Tidak segalak seperti biasanya" Jawab Sekretaris Bian sambil menenggak minumannya sendiri


Jika biasanya Sabrina akan bereaksi kesal,kali ini Sabrina hanya tertawa kecil.


"Anda belum mengenal saya saja Sekretaris Bian" Sabrina menenggak minumannya juga hingga habis setengah botol


"Ya mungkin"


"Sejak kapan mereka berpacaran?" Tanya Sabrina tiba-tiba


"Siapa yang anda maksud?" Sekretaris Bian bertanya balik


"Perempuan yang di dalam tadi,kamu memperkenalkan dia sebagai calon istrinya mas Adam bukan?" Sabrina memperjelas


"Memang benar. Dia calon istrinya Tuan Adam. Mereka saling mencintai sudah lama. Mereka tidak bisa dipisahkan oleh apa pun" Jawab Sekretaris Bian dengan santainya


"Kenapa anda begitu yakin?"


"Karena hubungan mereka bukan hanya sebatas hubungan sepasang kekasih tapi mereka di ikat oleh hubungan keluarga"


"Apa maksud anda mereka itu masih ada hubungan keluarga?" Tanyanya lagi. Nampaknya Sabrina belum mengerti dengan pernyataan Sekretaris Bian

__ADS_1


"Tidak,bukan seperti itu. Ayah mereka bersahabat dan mereka itu sudah dijodohkan sejak kecil" Sekretaris Bian membenarkan


"Oh...begitu ya" Sabrina membalas pendek dan wajahnya terlihat sedikit kecewa


"Sebaiknya anda tidak mengganggu Tuan Adam lagi nona. Tuan Adam sangat mencintai nona Nesa dan mereka akan menikah jika Tuan Adam sudah sadar nanti" Ujar Sekretaris Bian sambil memberikan sedikit peringatan


"Anda cantik dan berpendidikan. Jangan menjatuhkan harga diri anda di depan laki-laki yang sama sekali tidak menoleh ke arah anda. Laki-laki sempurna di dunia ini tidak hanya Tuan Adam nona" Tambah Sekretaris Bian


"Iya mungkin anda benar" Sabrina terhenyak dengan kalimat yang di lontarkan Sekretaris Bian. Semua yang dikatakannya memanglah benar. Laki-laki hebat di dunia ini bukan hanya Adam


"Jika anda tetap memaksa dan mencoba merusak hubungan mereka,maka saya sendiri yang akan menghalanginya" Sekretaris Bian terdengar mengancam


"Apa yang sudah dia berikan,hingga anda tampak sangat ingin melindunginya?" Tanya Sabrina sambil tersenyum miring


"Banyak. Jika bukan karena Tuan Adam,saya tidak mungkin bisa duduk bersama wanita terhormat seperti anda disini" Ucap Sekretaris Bian sambil memandang lurus ke depan


Seketika Sabrina menoleh pada Sekretaris Bian seolah meminta penjelasan.


"Apa maksud anda Sekretaris Bian?" Tanya Sabrina penasaran


"Saya sudah yatim piatu sejak saya berumur 10 tahun. Orang tua saya meninggal dan keluarga saya yang lain tidak ada yang mau mengurus saya. Mereka akhirnya menitipkan saya pada panti asuhan" Wajah Sekretaris Bian tiba-tiba menjadi sedih


"Hingga suatu ketika saya mendapatkan beasiswa kuliah dan sejak saat itu saya memutuskan untuk keluar dari panti, mencoba hidup dengan mandiri. Untuk biaya makan dan tempat tinggal saya harus bekerja sebagai cleaning service di perusahaan megah Nusantara Group. Walaupun pekerjaan saya pekerjaan yang paling rendah disana tapi saya sangat bangga bisa bekerja di tempat dimana semua orang mengimpikannya" Tiba-tiba saja Sekretaris Bian mengulas sebuah senyuman


"Apa setelah itu anda bertemu dengan mas Adam dan dia mengangkat anda sebagai Sekretarisnya?" Tanya Sabrina yang sedari tadi menyimak cerita Sekretaris Bian


"Iya. Beberapa kali Tuan Adam memergoki saya bekerja sambil belajar di kantor. Ternyata diam-diam tuan Adam juga mengagumi ketekunan saya dalam bekerja. Lalu tanpa pertimbangan yang cukup lama,Tuan Adam meminta saya untuk menjadi Sekretarisnya karena waktu itu Tuan Adam baru saja menjabat sebagai Presdir menggantikan tuan Surya"


"Kebaikannya tidak hanya sampai disitu,Tuan Adam juga memberikan saya berbagai macam fasilitas mewah seperti mobil,apartemen dan posisi penting di Nusantara Group yaitu sebagai orang kepercayaannya. Hingga yang dulunya saya bukan siapa-siapa,bisa menjadi sosok yang layak dipandang oleh semua orang. Mereka yang melihat saya,sama seperti mereka melihat tuan Adam" Sekretaris Bian bercerita dengan bangganya


"Saya tidak menyangka jika masa lalu anda sangat menyedihkan. Karena itu lah anda merelakan hidup anda untuk mengabdi pada mas Adam?" Tanya Sabrina lagi


"Saya sudah terikat janji nona. Yang saya dapatkan ini tidak gratis. Saya berjanji tidak akan memikirkan kebahagiaan saya sebelum Tuan Adam bahagia" Ujar Sekretaris Bian sambil beranjak dari tempat duduknya


"Apa itu artinya anda juga tidak akan menikah?" Sabrina mengikuti Sekretaris Bian dan berdiri di hadapannya

__ADS_1


"Entahlah,saya tidak tahu. Untuk saat ini saya tidak memikirkan hal itu"


"Tapi anda juga butuh keluarga bukan?"


"Jika hanya sebuah keluarga,saya sudah mendapatkannya dari keluarga tuan Adam"


"Maksud saya seorang istri dan juga anak. Jangan katakan jika mas Adam juga melarang anda untuk menikah"


"Kalau pun dia melarang saya untuk menikah,saya akan mematuhinya" Ujar Sekretaris Bian dengan nanar


"Hah anda sudah gila apa? Anda akan mematuhi aturan yang tidak masuk akal dan merampas hak seseorang" Maki Sabrina


Sekretaris Bian tergelak.


"Lagi pula,apa ada seorang wanita yang mau menikah dengan laki-laki se menyedihkan saya?" Entah itu sebuah candaan atau pertanyaan yang serius,yang jelas Sekretaris Bian melontarkan kalimatnya sambil tertawa kecil


"Setiap orang sudah ditakdirkan dengan jodohnya masing-masing" Balas Sabrina menanggapi sambil menatap Sekretaris Bian hingga akhirnya mereka saling tatap dalam waktu yang cukup lama


Sekretaris Bian tidak menyangka jika wanita di hadapannya itu bisa dijadikan teman untuk berbagi cerita. Jauh dari apa yang dia tangkap selama ini. Sedangkan Sabrina mulai kagum dengan Sekretaris Bian yang menurutnya memiliki sifat tangguh dan sederhana. Tidak seperti penilaiannya selama ini yang dia anggap sebagai laki-laki cuek dan tertutup.


"Maukah anda menjadi teman saya?" Ujar Sabrina tiba-tiba sambil mengulurkan tangannya pada Sekretaris Bian


Sekretaris Bian terdiam cukup lama sambil menautkan kedua alisnya,tapi setelah itu Sekretaris Bian menerima uluran tangan Sabrina dan menjabatnya dengan erat.


"Boleh"


"Kalau begitu,panggil saya Sabrina saja"


"Baiklah Sabrina" Ucap Sekretaris Bian ragu-ragu


"Terimakasih Sekretaris Bian"


"Bian saja tanpa embel-embel di depannya" Sekretaris Bian menirukan apa yang di ucapkan Sabrina tadi


Akhirnya mereka tertawa bersama-sama.

__ADS_1


Bersambung....


Satu part membahas kehidupan sekretaris Bian mumpung Adam lagi koma 😂


__ADS_2