Takdir Cinta Nesa

Takdir Cinta Nesa
Epilog ( TAMAT )


__ADS_3

Suasana sore hari di kediaman Adam tampak ramai,tidak seperti hari-hari biasanya. Bukan hanya para penghuni di rumah itu saja yang berkumpul tapi orangtua Nesa juga. Ya,Adam mengadakan acara syukuran atas keberhasilan Nesa dalam meraih gelar dokter spesialis nya beberapa hari yang lalu. Nesa juga mengundang anak yatim di panti asuhan yang masih dia donaturi sampai saat ini.


Acara syukuran itu diisi dengan acara makan bersama dan menyantuni para anak yatim dengan membagi-bagikan bingkisan serta sejumlah uang dalam amplop.


Dengan duduk di pangkuan opa dan omanya,Kevin,Keisa dan Keira terlihat tenang mengikuti rangkaian demi rangkaian acaranya. Mereka juga menjadi anak yang pintar dan tidak banyak tingkah saat sampai pada acara makan bersama.


Setelah mempersilahkan tamunya untuk memilih sendiri menu makanan yang sudah tersedia,Nesa juga menghampiri anak-anak kembarnya untuk menawari mereka makan dan memilih menu makanan apa yang akan mereka makan.


"Sayang,kalian ingin makan apa?" Tanya Nesa pada ketiga anak kembarnya


"Ayam goreng ma" Jawab Keisa dan Keira bersamaan


"Sama oma saja ya" Sintia menyela


Mereka berdua pun mengangguk.


"Biar mama saja yang menyuapi mereka. Kamu ajak Kevin dan Adam untuk ikut makan" Ucap Sintia sambil membawa kedua cucunya ke ruang makan


"Iya ma" Nesa menginyakan


"Kevin sama oma saja ya" Ajak Widia


"Kevin tidak mau makan oma" Tolaknya pelan


"Kenapa tidak mau makan?" Tanya Widia


"Sayang...." Nesa menatap Kevin dengan tatapan yang hanya dia dan Kevin saja yang tahu apa artinya


"Kevin ingin makan es krim ma" Gumam Kevin dengan wajah yang tertunduk


"Tapi disini tidak ada es krim" Balas Nesa dengan lembut


"Sayang,ada apa?" Adam pun bertanya setelah melihat perdebatan antara istri dan anak laki-lakinya tersebut


"Anakmu menolak makanan yang ada disini. Dia ingin makan es krim" Jawab Nesa


"Benar begitu Kevin?" Tanya Adam


Kevin mengangkat wajahnya dan mengangguk.


"Setelah acara ini selesai,papa akan membawa kamu makan es krim sebanyak-banyaknya" Ucap Adam sambil menyentuh kepala Kevin


"Benar pa?" Tanya Kevin antusias


"Iya" Jawab Adam


Kevin pun tertawa dengan riangnya.


"Sayang,kalau kamu hanya merayunya saja agar tidak ngambek sebaiknya jangan. Dia akan tetap menagih" Bisik Nesa


"Aku tidak hanya merayunya sayang tapi setelah acara ini selesai,aku memang akan mengajak kamu dan anak-anak pergi ke suatu tempat" Balas Adam


"Hah kemana?" Tanya Nesa penasaran


"Rahasia" Jawab Adam sok misterius


Setelah acara makan-makan selesai,Nesa dan Adam membimbing anak-anaknya untuk berbagi pada anak yatim yang di undangnya. Mereka semua tampak patuh memberikan sebuah amplop pada anak-anak yatim tersebut.


Setelah semuanya mendapatkan bagian,acara pun selesai. Dan setelah ibu panti memberi ucapan terimakasih,mereka pun pergi meninggalkan rumah Adam.

__ADS_1


"Nesa,sekali lagi papa ucapkan selamat ya atas keberhasilan kamu" Ucap Gunawan kemudian


"Terimakasih banyak pa" Balas Nesa


"Papa juga senang melihatmu berhasil meraih cita-citamu selama ini" Timpal Surya


"Aku tidak akan berhasil tanpa dukungan kalian semua. Terimakasih banyak,terutama untuk suamiku. Terimakasih atas supportnya selama ini. Tanpa kebaikan kamu yang sudah mengizinkan aku untuk melanjutkan kuliahku,aku tidak akan sampai pada titik ini" Nesa tersenyum pada Adam dan merangkulnya


"Adam,kenapa kamu diam saja? Apa tidak ada hadiah untuk istrimu?" Seloroh Widia


"Tidak usah khawatir Widia,Adam sudah menyiapkan sebuah kejutan besar yang sudah dia rencanakan dari jauh-jauh hari" Balas Sintia sambil tertawa kecil


"Kejutan?" Tanya Nesa


"Iya sayang. Kalau begitu aku akan membawa Nesa dan anak-anak dulu" Jawab Adam akhirnya


"Aku ikut" Ucap Keisa dan Keira dengan kompaknya sambil melompat senang


"Kevin ikut juga ya" Ajak Nesa


"Mau es krim kan?" Adam menimpali


"Mau pa. Kevin ikut"


Bocah-bocah itu pun berlarian menuju mobil. Adam dan Nesa juga masuk ke dalam mobil setelahnya.


"Sayang,kamu akan mengajakku kemana?" Tanya Nesa


"Ikut saja sayang. Jika aku mengatakannya sekarang,itu bukan kejutan namanya" Jawab Adam


"Oke baiklah. Semoga saja kejutanmu itu tidak membuat jantungku berhenti berdetak ya" Kelakar Nesa


"Kejutanku itu tidak akan membuat jantungmu berhenti berdetak sayang tapi aku pastikan kamu tidak akan berhenti menciumku setelah ini" Balas Adam dengan kalimat yang menggoda


"Benarkah? Kalau begitu percepat mobilnya. Aku sudah sangat penasaran" Ucapnya antusias


Tak butuh waktu lama,mereka pun sampai di sebuah tempat yang Adam maksud. Adam membukakan pintu untuk Nesa dan anak-anaknya hingga mereka semua turun dari mobil.


Nesa agak tertegun melihat sebuah bangunan yang terlihat masih baru dengan desain modern yang menyerupai sebuah gedung kantor.


"Sayang,ini tempat apa? Seperti sebuah kantor!" Tanya Nesa sambil berjalan semakin mendekat ke gedung tersebut.


"Ini bukan kantor sayang tapi ini akan menjadi rumah sakit kamu sendiri" Jawab Adam surprise


Nesa membeliakkan matanya dengan raut wajah takjub.


"Maksud kamu apa?" Tanya Nesa seolah tak percaya


"Aku membangun rumah sakit ini untuk kamu. Ini hadiah dariku atas keberhasilan kamu menjadi seorang dokter spesialis" Jawab Adam memperjelas


"Sayang,aku tidak sedang bermimpi kan?" Tanya Nesa sambil terus tertegun melihat gedung mewah dihadapannya


"Tentu saja tidak. Kamu akan menjadi dokter sekaligus direktur di rumah sakit kamu sendiri" Jawab Adam lagi


"Ayo kita masuk" Ajak Adam sambil menggandeng tangan Nesa dan membimbing anak-anaknya juga untuk ikut masuk


Nesa semakin takjub melihat seluruh isi ruangan. Walaupun rumah sakit itu tidak seluas rumah sakit milik keluarga Adam tempatnya bekerja dulu,tapi rumah sakit berlantai dua tersebut lebih nyaman dan desainnya juga lebih modern.


"Papa ini tempat apa?" Tanya Keisa

__ADS_1


"Ini akan menjadi rumah sakit mama sayang" Jawab Adam sambil berjongkok di depan Keisa


"Mama sudah menjadi dokter ya?" Tanya Keira juga


"Iya sayang. Mama sudah menjadi dokter dan akan mengobati anak-anak yang sakit" Jawab Adam lagi


"Jadi kalau kita sakit,mama yang akan mengobati kita?" Kevin ikut bersuara


"Benar sayang. Tapi mama tidak akan membiarkan anak-anak mama sakit. Kalian harus selalu sehat" Nesa merangkul ketiga anaknya dan memeluknya


"Sayang...." Nesa beralih pada Adam dan langsung memeluknya juga


"Terimakasih untuk segalanya. Terimakasih sudah menjadi suami dan ayah yang baik dan bertanggung jawab. Aku tidak tahu lagi harus berkata apa" Ucap Nesa dengan mata yang sudah berkac-kaca


"Aku yang harusnya berterimakasih sayang. Ini semua tidak apa-apanya jika dibandingkan dengan kebaikanmu selama ini. Aku selalu saja berbuat salah tapi kamu selalu memaafkan semua Kesalahan-kesalahnku itu. Aku yakin tidak akan ada perempuan yang mencintaiku setulus kamu" Jawab Adam sambil merangkum wajah Nesa


"Terimakasih juga sudah menjadi ibu yang hebat untuk si kembar" Sambung Adam


Nesa semakin terharu hingga membuatnya mencium bibir Adam di depan anak-anaknya


"Mama mencium papa" Gumam Keisa dan Keira sambil cekikikan


Nesa pun tersipu malu mendengar ucapan mereka.


"Lanjutkan nanti di rumah" Bisik Adam sambil tersenyum jahil


"Papa aku mau es krim" Ucap Kevin tiba-tiba


"Iya nak. Ayo kita pergi makan es krim" Ajak Adam kemudian


"Aku mau juga pa" Ucap Keisa


"Aku juga pa" Timpal Keira


"Iya"


Mereka bertiga pun bersorak riang dengan polosnya.


"Sayang,mereka membuatku pusing" Ucap Adam pada Nesa


"Mereka semua anak-anakmu sayang" Balas Nesa sambil tertawa kecil


Keluarga bahagia itu pun menutup hari mereka dengan makan es krim bersama-sama.


TAMAT.


Note:


Cerita ini memang hanya hiburan semata tapi kalian bisa mengambil pelajaran dari cerita ini. Mulai dari Kebohongan Gunawan yang tidak seharusnya dilakukan hingga membuat Surya harus terkena serangan jantung. Bagaimana pun juga kebohongan itu sangat merugikan banyak pihak,terutama untuk diri sendiri.


Yang kedua kecerobohan Nesa yang main kabur saja dari rumah hingga pada akhirnya menorehkan kebencian dihati Adam dan membuat kacau keadaan,padahal semuanya masih bisa dibicarakan baik-baik.


Yang ketiga tentang pengorbanan Firman pada Nesa yang tidak selalu berbuah manis. Tapi pada ujungnya perbuatan itu akan kembali pada diri kita sendiri. Berbuat baik,tentu akan kembali baik juga. Firman akhirnya menemukan kebahagiannya sendiri yaitu dicintai dengan tulus oleh Dea.


Disini juga menceritakan tentang kesetian Sekretaris Bian pada orang yang menyelamatkan hidupnya dari kemiskinan,yaitu Adam. Bos yang selama ini dia agungkan hingga dia tidak sempat memikirkan kebahagiaan dia sendiri.


Yang terakhir tentu sang tokoh utama yaitu Adam. Sifat Adam yang selalu mengedapankan emosinya sama sekali tidak patut untuk dicontoh. Karena sifat buruknya itu,dia sampai menodai perempuan yang sangat dicintainya. Sifat arogannya juga sempat melukai orang yang sama sekali tidak bersalah yaitu Firman. Dan masih banyak lagi akibat yang ditimbulkan dari sifat emosionalnya tersebut. Tapi yang menjadi nilai plus si Adam adalah dia adalah orang yang sangat bertanggung jawab pada istri dan anak-anaknya.


Ya,takdir cinta Nesa. Sebanyak apapun kesalah yang sudah Adam perbuat terhadapnya,hati Nesa tetap terpatri pada Adam. Ketulusan cintanya mampu memaafkan semua kesalah-kesalahan suaminya tersebut. Takdir cintanya seolah sudah tergaris untuk hidup bersama dengan Adam.

__ADS_1


Contohlah yang baik-baik saja. Yang buruk tentu harus dibuang jauh-jauh.


__ADS_2