Takdir Cinta Nesa

Takdir Cinta Nesa
Adam Sakit


__ADS_3

Malam itu Adam pulang dari meeting di luar kota dalam kondisi yang tidak begitu baik. Sepertinya dia akan sakit,karena cuaca saat itu memang sedang tidak bersahabat. Adam memilih pulang ke apartemennya agar bisa beristirahat dengan nyaman.


Pagi harinya Adam masih belum beranjak dari tempat tidur. Adam merasa tubuhnya benar-benar tidak bisa diajak untuk pergi bekerja. Akhirnya Adam menghubungi Sekretaris Bian dan memberitahu jika hari ini dia tidak bisa pergi ke kantor karena sedang tidak enak badan.


Sekretaris Bian menawarkan untuk memanggil dokter pribadi Adam tapi Adam menolaknya. Adam hanya menginginkan Nesa untuk berada disampinya saat ini. Adam pun menghubungi Nesa dan memberitahukan keadaanya.


Dengan wajah cemas Nesa langsung berangkat ke apartemen Adam. Tapi terlebih dahulu dia pergi ke supermarket untuk membeli bahan-bahan makanan yang akan dia masak di apartemen Adam,karena Nesa yakin Adam pasti belum sarapan.


Sesampainya di apartemen,Nesa baru saja ingat jika dia lupa membawa peralatan medisnya karena panik. Nesa agak khawatir melihat kondisi Adam yang terlihat lemas dengan masih mengenakan piyamanya.


"Sayang kenapa kamu bisa sakit?" Tanya Nesa khawatir sambil duduk disamping Adam


"Sepertinya aku hanya masuk angin biasa sayang,tidak usah terlalu mengkhawatirkanku" Jawabnya lemah


Nesa menyentuh kening Adam untuk memeriksa suhu tubuhnya. Benar saja keningnya teraba panas.


"Apa yang kamu rasakan sayang?" Tanya Nesa untuk mendapatkan diagnosanya


"Aku hanya meriang saja sayang dan badanku rasanya seperti ditusuk-tusuk" Jawab Adam sambil membaringkan tubuhnya di atas kasur


"Apa kamu merasa pusing?" Tanya Nesa seolah dia sedang berhadapan dengan seorang pasien


"Sedikit" Jawab Adam


"Apa lidahnya terasa pahit?" Tanya Nesa lagi


Adam menggeleng.


"Sepertinya kamu juga sangat kelelahan sayang. Jangan terlalu diforsir bekerjanya. Kalau masih bisa diwakilkan ya wakilkan saja" Saran Nesa sambil menyentuh lembut wajah Adam. Adam memejamkan matanya menikmati sentuhan Nesa


"Aku akan keluar sebentar untuk membeli obat" Ucap Nesa perhatian


Tapi saat akan beranjak,Adam menahan tangan Nesa.


"Tidak usah sayang" Adam bangun dan bersandar ditempat tidur


"Kenapa?" Tanya Nesa sambil mendengus


"Karena obatnya sudah ada didepan mataku sekarang" Gombal Adam

__ADS_1


"Sayang,sudahlah jangan bercanda. Kamu benar-benar sakit sekarang" Protes Nesa


"Aku tidak sedang bercanda sayang" Balas Adam


"Kalau kamu tidak mau meminum obat,biar aku buatkan sarapan untuk kamu" Lagi-lagi Adam menarik tangan Nesa saat Nesa hendak beranjak


"Peluk aku dulu sayang" Pinta Adam dengan manjanya


Nesa memutar bola matanya jengah melihat kelakuan Adam.


Mau tidak mau,Nesa akhirnya memeluk Adam. Nesa merasakan hangat pada tubuh Adam yang sedang demam.


"Kamu boleh memeluknya dengan puas sayang tapi nanti. Sekarang biarkan aku membuat sarapanmu dulu" Pinta Nesa sambil berusaha melepaskan pelukannya


"Sebentar lagi sayang,lagipula didapurku tidak ada apapun yang bisa kamu masak" Jawab Adam sambil terus memeluk Nesa


"Kamu tidak usah khawatir,aku sudah membelinya tadi sebelum kesini" Ujar Nesa


"Oke baiklah" Jawab Adam akhirnya


Nesa menuju dapur dan mengeluarkan bahan-bahan yang tadi sudah dia beli di supermarket. Nesa akan memasak bubur untuk Adam. Setelah cukup lama berkutat di dapur,akhirnya bubur buatan Nesa sudah siap untuk dimakan. Nesa membawanya ke kamar Adam.


"Kamu masak apa sayang?" Tanya Adam


"Aku buatkan kamu bubur sayang. Sudah aku tambahkan sayuran juga didalamnya" Jawab Nesa


Nesa menyendok bubur itu dan memasukkannya ke mulut Adam. Setelah Adam memakan beberapa sendok,Adam mengambil alih sendok yang dipegang Nesa.


"Buka mulutnya sayang,kamu juga harus mencicipi masakan kamu" Adam menyodorkan sendok berisi bubur didepan mulut Nesa


Nesa mengalah dan menerima suapan dari Adam. Mereka mengulanginya lagi sampai bubur itu habis tak tersisa.


"Acara makan-makannya sudah selesai sayang. Sekarang kamu harus penuhi janji kamu" Tagih Adam


"Baiklah" Singkat Nesa


"Naiklah sayang" Adam menepuk kasur disebelahnya meminta Nesa untuk pindah


Nesa menurut saja dan duduk disamping Adam bersandar ditempat tidur. kemudian Adam merangkul pinggang Nesa dan menyandarkan kepalanya dibahu Nesa sampai akhirnya Adam tertidur dengan pulas. Mengetahui hal itu Nesa tersenyum bahagia dan mencium kening Adam yang masih terasa hangat.

__ADS_1


Menjelang sore hari Adam terbangun dengan kondisi yang lebih baik. Panasnya sudah mulai turun dan rasa menusuk yang tadi dirasakannya sekarang sudah tidak ada lagi. Hanya pusingnya saja yang belum hilang.


Adam melihat Nesa sudah tidak ada lagi di kamarnya. Dia bingung,apa mungkin Nesa pulang tanpa memberitahunya. Adam mulai kesal tapi kemudian Nesa muncul dibalik pintu kamar dengan membawa wadah yang berisi air hangat dan handuk kecil. Adam menghelas nafasnya lega melihat Nesa masih ada di apartemennya.


"Kamu bawa apa sayang?" Tanya Adam


"Aku akan mengelap tubuh kamu agar kamu merasa lebih segar sayang" Nesa membuka kancing baju Adam dan melepasnya sehingga terlihat dada bidang Adam yang putih mulus membuat tangan Nesa tanpa sadar menyentuhnya. Adam membiarkan apa yang Nesa lakukan sambil menatapnya dengan bingung


"Kalau kamu suka,kamu bisa menyentuhnya sampai kamu puas sayang" Ucap Adam dengan wajah tanpa dosa


"Ah tidak-tidak,maaf sayang" Suara Adam mengembalikan kesadarannya dan dengan cepat Nesa menarik tangannya yang tadi sudah lancang menyentuh dada Adam


Dengan agak salah tingkah, Nesa mengambil handuk kecil yang sudah basah dan mengelap tubuh Adam dengan lembut. Nesa enggan menatap Adam karena malu. Adam hanya menahan tawa melihat ekspresi wajah Nesa.


Setelah selesai, Nesa mengambil baju ganti untuk Adam dilemari.


"Sayang gantilah bajumu,aku tunggu diluar. Aku tidak mungkin mengganti bajumu juga kan?" Nesa memberikan piyama baru pada Adam


"Kenapa tidak mungkin sayang? Aku mau kamu yang memakaikannya" Pinta Adam dengan memasang wajah yang serius


Nesa tercengang mendengar permintaan Adam.


"Aku hanya bercanda sayang,tidak usah tegang begitu" Ucap Adam sambil tertawa kecil hingga membuat Nesa lagi-lagi tertunduk malu


Setelah selesai berganti pakaian,Nesa masuk lagi untuk berpamitan pulang pada Adam.


"Sayang,aku pulang dulu ya karena hari sudah sore" Pamit Nesa


"Tidak bisakah lebih lama lagi disini? Aku masih membutuhkanmu sayang" Pinta Adam dengan wajah yang memelas


"Tapi sayang aku tidak mungkin menginap disini" Tolak Nesa dengan halus


"Kenapa tidak mungkin? siapa yang melarangnya?" Tanya Adam


"Kita belum..."


"Aku hanya membutuhkanmu. Aku tidak akan berbuat yang macam-macam" Adam langsung memotong


"Ya baiklah" Karena tidak tega meninggalkan Adam yang masih sakit seorang diri,akhirnya Nesa mengiyakan saja permintaan Adam.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2