Takdir Cinta Nesa

Takdir Cinta Nesa
Menjadi Kenyataan


__ADS_3

Adam menghadiri pesta salah satu rekan bisnisnya. Sebuah Pesta pernikahan yang paling malas untuk Adam hadiri. Jika dia tidak peduli dengan reputasinya sudah pasti dia tidak akan hadir. Seperti biasa Adam akan selalu mengajak Sekretaris Bian untuk menemaninya.


Dengan malas Adam mengikuti acara demi acara di pesta tersebut. Sesekali Adam menoleh ke arah mempelai yang duduk di pelaminan sambil tersenyum masam. Sebuah pernikahan tentulah idaman bagi semua orang termasuk dirinya tapi takdir seolah tidak berpihak padanya. Saat Adam sudah menemukan wanita yang dicintainya,justru masalah datang tak disangka-sangka sehingga membuat impiannya harus terkubur.


Adam menjauh dari hingar bingar pesta,mencari tempat yang lebih longgar dan mengambil segelas minuman yang sudah tersedia disana. Sekretaris Bian yang berdiri tak jauh darinya memandangnya dengan prihatin seolah mengerti dengan kondisi Adam saat ini.


Diluar halaman gedung,Nesa keluar dari mobil bersama dengan Firman. Nesa sangat cantik dengan gaun pestanya yang memiliki sedikit brokat dibagian lengannya. Rambutnya dibuat bersanggul simpel dengan kepang yang melilit.


Mempelai wanitanya adalah teman sekolah Nesa dulu. Dea yang juga diundang tidak bisa hadir karena tengah sibuk mempersiapkan sidang skripsinya dan akhirnya Firman yang menggantikan.


Firman melonggarkan lengannya seolah memberi isyarat pada Nesa untuk merangkulnya.


"Tidak lucu kan jika sudah berpasangan seperti ini tapi masih berjalan berjauhan" Ujar Firman menggoda Nesa


"Baiklah" Nesa menyambar lengan Firman dan menggandengnya sambil tersenyum simpul


Mereka masuk kedalam gedung bersamaan dengan Adam yang menoleh kearah pintu masuk. Pandangan mereka bertemu. Nesa agak kaget melihat Adam disana,hingga tanpa sadar Nesa menghentikan langkahnya untuk sesaat. Sedangkan Adam memandangnya dengan tatapan tajam seolah dia melihat pacarnya sedang kedapatan berselingkuh.


Firman menatap Nesa dan Adam secara bergantian dengan raut wajah bingung. Nesa berusaha tidak terusik dengan sosok Adam disana. Nesa justru menggandeng tangan Firman semakin erat dan berjalan melewati Adam.


Wajah Adam memerah dengan nafas yang memburu. Dadanya terasa sesak melihat kemesraan mereka. Adam sangat penasaran dengan sosok laki-laki yang digandeng Nesa dan apa hubungan keduanya saat ini? Adam mendengus kesal sambil mengepalkan tangannya.


"Anda baik-baik saja tuan?" Tanya Sekretaris Bian akhirnya


"Siapa laki-laki yang bersama Nesa tadi?" Adam bertanya balik dengan bernada amarah


"Saya juga tidak tahu Tuan" Jawab Sekretaris Bian


"Cepat kumpulkan informasi mengenai laki-laki tadi. Jika kau tidak berhasil mendapatkan informasinya,maka siapkan surat pengunduran dirimu besok" Perintah Adam tegas sambil memberikan ancaman pada Sekretaris Bian


"Ba-baik Tuan" Sekretaris Bian menjawabnya dengan terbata. Kemarahan Adam selalu membuatnya ketakutan


Sekretaris Bian agak tercengang dengan perkataan Adam tadi. Bisa-bisanya Adam meminta surat pengunduran dirinya jika tidak menemukan informasi yang dia mau. Selama bekerja dengan Adam,Sekretaris Bian tidak pernah mendapat ancaman seperti itu. Sepenting itukah informasi tersebut? Lalu apa yang akan dilakukannya setelah tahu tentang identitas laki-laki itu?

__ADS_1


Sekretaris Bian bingung dengan sikap Adam yang seolah masih cemburu pada Nesa. Padahal setahu dia,Adam sudah sangat membencinya. Sekretaris Bian menghela nafasnya dalam-dalam. Sepertinya malam ini dia tidak akan bisa tidur karena harus mencari informasi tentang laki-laki yang bersama Nesa tadi.


Tak lama kemudian, Adam memutuskan untuk membasuh wajahnya di toilet. Saat keluar dari toilet,Adam melihat Nesa berjalan ke arahnya. Ketika pandangan keduanya bertemu,Nesa tampak membuang muka dan berjalan seperti biasa. Tapi saat jarak mereka sudah dekat dan Nesa berada tepat disampingnya,Adam menyambar lengan Nesa.


"Siapa laki-laki yang bersamamu tadi?" Adam bertanya dengan gusar


Nesa tertegun dengan pertanyaan Adam. Wajahnya yang terlihat marah membuat Nesa penasaran.


"Itu bukan urusan kamu" Jawab Nesa tegas sambil menarik tangannya dengan kasar


"Cepat sekali kamu menemukan penggantiku" Ujar Adam lagi


"Lalu apa urusannya dengan kamu? Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi dan aku tidak perlu menjelaskannya pada kamu" Nesa pun berlalu sesaat setelah menyelesaikan kalimatnya


Wajah Adam menjadi pias. Adam membiarkan Nesa pergi. Perkataan Nesa memang benar,hubungannya sudah berakhir dan jika Nesa bersama pria lain tentu itu bukan urusannya lagi tapi hati Adam tetap sakit melihat kebersamaan mereka. Adam semakin kesal,sepertinya ucapan papanya kemarin menjadi kenyataan. Dia mulai menyesali keputusannya saat melihat Nesa menggandeng pria lain.


Dengan cepat Nesa menyelesikan kegiatannya di toilet dan kembali lagi pada Firman yang sudah menunggunya disana. Tiba-tiba Nesa mengajaknya pulang karena Nesa tidak ingin bertemu dengan Adam lagi disana. Setelah memberi ucapan selamat pada kedua mempelai, akhirnya mereka keluar meninggalkan pesta.


"Ada apa Nesa? Kenapa kita harus pulang? Pestanya belum selesai?" Tanya Firman sambil fokus menyetir


"Apa gara-gara laki-laki yang tadi? Siapa dia? Sebenarnya aku ingin bertanya tadi tapi tidak enak" Sambung Firman


Lagi-lagi Nesa diam. Nesa masih memikirkan kejadian di toilet tadi. Nesa bertanya-tanya dalam hati,kenapa Adam marah melihat dirinya bersama Firman? Bukankah dia sendiri yang mengakhiri hubungannya,dan jelas-jelas dia juga sangat membenci dirinya? Apa mungkin Adam sedang cemburu?


"Nesa,apa dia mantan pacar kamu?" Pertanyaan Firman membuyarkan lamunannya


"Iya" Jawab Nesa sambil menghela nafas


"Akhirnya aku bisa melihatnya langsung. Aku sudah tidak penasaran lagi sekarang" Ucap Firman dengan santainya


"Mantan pacarmu sangat tampan ya. Dan sepertinya dia juga bukan laki-laki sembarangan. Pantas saja jika kamu sangat mencintainya" Ujar Firman lagi sambil menggoda Nesa


Spontan saja Nesa menatap Firman dengan tatapan tidak suka.

__ADS_1


"Oke baiklah,aku hanya bercanda" Kilah Firman


"Sepertinya tadi dia cemburu melihat kedekatan kita" Ujar Firman lagi


Nesa agak tertegun mendengarnya. Firman saja bisa melihat kecemburuan Adam. Apa memang benar begitu?


"Jangan-jangan dia belum bisa move on dari kamu" Firman mulai menggoda lagi


"Mana mungkin,jelas-jelas dia sangat membenciku" Buru-buru Nesa menyangkalnya


"Tapi yang terlihat tadi sangat berbeda Nesa!" Seru Firman


"Jika suatu saat nanti dia mengajakmu kembali,apa kamu akan menerimanya?" Tanya Firman kemudian


"Entahlah"


Walaupun jawaban Nesa mengambang tapi Firman yakin jika Nesa masih mencintai Adam. Nungkin karena itu juga yang membuat Nesa mengajaknya pulang lebih awal meninggalkan pesta. Firman harus siap kapan saja untuk melepas Nesa bahagia bersama laki-laki lain karena sedari awal perasaannya memang untuk orang lain,bukan untuk dirinya.


"Tidak usah membahasnya lagi" Pinta Nesa akhirnya


"Oke baiklah"


"Kita mau kemana? Apa kita langsung pulang saja?" Tanya Firman


"Aku lapar" Lirih Nesa


"Jadi kamu lapar? Aku sampai lupa jika di pesta tadi kita bahkan belum sempat makan" Firman tertawa kecil


"Kita cari restoran seefood, karena aku ingin makan kerang hijau" Pinta Nesa dengan antusias


"Baik tuan puteri" Balas Firman sambil mengusap kepala Nesa dengan lembut


Sikap Firman benar-benar mencerminkan sikap seorang kakak kepada adiknya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2