Takdir Cinta Nesa

Takdir Cinta Nesa
Mencoba Mengerti


__ADS_3

Tiba-tiba saja tangan Nesa meraih pintu mobil dan hendak membukanya.


"Hentikan mobilnya,aku ingin turun" Nesa berteriak kesal


"Kamu mau apa?" Bentak Adam


"Hentikan mobilnya atau aku akan lompat" Ancam Nesa


"Jangan lakukan itu. Kamu bisa jatuh" Mau tidak mau Adam menghentikan mobilnya dan mengeremnya dengan mendadak. Nesa langsung keluar dari mobil dan berlari kebelakang. Adam yang kaget akhirnya ikut turun. Dengan sepatu heels yang dipakainya,Nesa tidak bisa berlari dengan cepat sehingga Adam bisa mengejarnya dan meraih tangan Nesa.


"Jangan bodoh,cepat kembali ke mobil" Pinta Adam sambil mencengkram tangan Nesa. Dengan sekuat tenaga Nesa berusaha melepasnya


"Kamu pulang saja,aku bisa pulang sendiri" Tolak Nesa dengan tegas


"Cepat masuk,jangan sampai aku kehilangan kesabaran" Ucap Adam dengan agak membentak


"Aku sudah bilang,aku tidak mau" Nesa bersikeras


"Nesa..! Cepat kembali ke mobil atau aku akan berbuat kasar" Pinta Adam sekali lagi sambil berusaha meredam emosinya


"Apa..! Kamu menuduhku,kamu tidak mempercayaiku. Aku tahu aku salah,aku minta maaf tapi kenapa kamu harus menuduhku terus menerus" Balas Nesa sambil berkubangan airmata


Nesa duduk berlutut sambil menutupi wajahnya yang basah dengan telapak tangannya.


Adam terenyuh. Adam tidak tega melihat Nesa sampai menangis seperti itu. Adam menyesali perbuatannya sendiri sambil menarik rambutnya kebelakang. Adam menghela nafasnya dalam-dalam dan berlutut di hadapan Nesa.


"Seharian ini aku sangat sibuk,aku lelah Nesa. Aku langsung kesini setelah menelfonmu dan aku menyetir sendiri selama 2 jam. Jika aku tidak peduli denganmu,aku tidak akan repot-repot menyusulmu kesini. Tolong mengerti dan hargailah..." Ujar Adam dengan hati yang mulai melunak


"Sudah aku katakan aku akan mengantarmu,kenapa kamu tidak bisa menungguku dan malah pergi sendiri. Aku tidak pernah main-main dengan ucapanku" Tambah Adam lagi


Nesa tampak tertegun dengan ucapan Adam. Amarah yang tadinya meletup-letup,dengan perlahan berubah menjadi keharuan dan rasa penyesalanpun datang tanpa bisa ia cegah.


"Bisa pulang sekarang kan?" Tanya Adam akhirnya


Tanpa berkata-kata Nesa melangkahkan kakinya ke arah mobil. Adam pun nampak tertegun melihat perubahan sikap Nesa. Dia pun akhirnya menyusul Nesa yang sudah masuk ke dalam mobil.


Suasanapun kembali hening diantara mereka. Nesa lebih banyak melihat ke arah jendela mobil sedangkan Adam fokus menyetir dengan wajah yang sudah kelihatan lelah.

__ADS_1


"Kita tidak mungkin kembali ke Jakarta malam ini. Kita akan mencari hotel didekat sini untuk menginap" Ujar Adam


Nesa tidak merespon,masih dengan mode diamnya. Tak berapa lama mereka sampai di sebuah hotel dan akhirnya mereka menginap disana. Nesa langsung masuk ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya yang sudah sembab karena menangis tadi. Sedangkan Adam langsung menjatuhkan dirinya diatas sofa yang tak jauh dari tempat tidur.


Beberapa menit kemudian Nesa keluar dari kamar mandi dan melihat Adam sudah tertidur disana tanpa membuka sepatu dan jasnya terlebih dahulu. Nesa pun ikut berbaring ditempat tidur dan mencoba untuk memejamkan matanya.


Pertengkaran yang tadi membuat Nesa tidak bisa tidur. Tanpa menyelesaikan permasalahannya terlebih dulu,Adam justru meninggalkan Nesa tidur. Nesa bangun dan menghampiri kekasihnya itu. Nesa membuka sepatu dan jam tangannya dengan pelan dan sangat hati-hati. Setelah itu Nesa duduk berjongkok di depan Adam,menatap wajahnya dalam-dalam. Wajah laki-laki yang mencintainya dengan tulus,yang sudah mengorbankan waktu dan tenaganya datang jauh-jauh kesini untuk menjemputnya. Sekarang wajah pencemburu itu sudah sangat lelah dan sedang tidur.


Tanpa sadar Nesa menyentuh rahang Adam,mengusapnya dengan lembut dan mencium bibirnya sekilas. Adam menggeliat menyadari keberadaan Nesa disampingnya.


"Ada apa ? Kenapa belum tidur?" Tanya Adam dengan mata terpejam


"Aku minta maaf" Ucap Nesa


"Sudah aku maafkan dan sekarang cepatlah tidur" Jawab Adam tanpa basa basi


"Aku tidak bisa tidur dengan memakai baju pesta seperti ini" Balas Nesa sambil memegangi baju yang dipakainya


Adam berusaha membuka mata dan melihat ke arah Nesa.


"Aku harus telanjang?" Tanyanya kemudian


"Iya. Memangnya kenapa?" Ucap Adam dengan santainya


"Tidak apa-apa" Jawab Nesa dengan malas


"Aku sangat mengantuk malam ini jadi aku tidak akan mengganggumu. Kamu bisa tidur dengan tenang" Ucap Adam dengan suara yang semakin melemah karena ngantuk


"Baiklah" Nesa tidak mengganggu Adam lagi. Dengan segera Nesa melakukan apa yang dikatakan Adam


Nesa membuka semua pakaiannya dan mengambil selimut menutupi tubuhnya yang polos. Setelah itu Nesa benar-benar tertidur karena Nesa juga lelah.


...----------------...


Adam menghampiri Nesa yang masih tertidur lelap dan mengusap lembut keningnya. Menyadari ada sesosok tangan yang sedang menyentuh wajahnya,Nesa pun membuka mata. Nesa beringsut duduk dan menarik selimutnya sampai ke dada. Adam yang hanya mengenakan handuk,juga ikut duduk di hadapan Nesa dengan wajah yang sudah segar.


"Sudah jam berapa?" Tanya Nesa

__ADS_1


"Jam sembilan" Jawab Adam


"Kenapa tidak membangunkanku? Kamu jadi telat kan ke kantornya" Protes Nesa


"Aku sudah menghubungi Bian,aku akan ke kantor siang hari" Jawab Adam


"Apa kamu masih marah?" Tanya Nesa


"Sudah tidak" Jawab Adam lembut


Nesa menghembuskan nafas lega. Nesa akan melupakan semua tuduhan-tuduhan Adam semalam. Nesa akan mencoba mengerti dan meyakinkan dirinya sendiri kalau perbuatan Adam yang semalam itu karena dia sedang emosi.


"Maafkan aku,aku tidak patuh" Ucap Nesa sambil memeluk Adam


"Aku juga minta maaf. Semalam aku sudah memarahimu dan menuduhmu yang tidak-tidak" Balas Adam


"Tapi aku minta,jangan lakukan lagi seperti yang tadi malam" Tambah Adam


"Oke baiklah" Jawab Nesa


Adam mengurai pelukannya dan mengecup bibir Nesa dengan lembut.


"Cepatlah mandi. Aku sudah membelikan baju ganti untukmu" Adam mengambil salah satu paper bag di atas meja yang berisi pakaiannya sendiri,satunya lagi berisi pakaian Nesa


Nesa pun segera mandi dan berganti pakaian. Nesa keluar dari kamar mandi dengan memakai rok span selutut berwarna mint,yang memiliki atasan agak longgar berbahan ringan dengan warna yang lebih muda dari roknya.


"Sayang,kamu tahu saja baju yang aku suka" Ucap Nesa senang


"Karena aku juga suka melihat perempuan berpakain sexy" Goda Adam sambil mengalungkan tangannya di leher Nesa


"Sudahlah sayang. Ayo kita pulang" Ajak Nesa sambil melepaskan tangan Adam


"Sebaiknya kita sarapan dulu. Aku juga sudah memesannya. Sebentar lagi akan diantar" Pinta Adam kemudian


Beberapa menit kemudian,makanan yang Adam pesan datang. Mereka pun menyantap sarapan mereka sebelum akhirnya mereka pulang dengan perasaan yang lebih baik.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2