Takdir Cinta Nesa

Takdir Cinta Nesa
Undangan Pernikahan


__ADS_3

5 tahun kemudian


Hari ini adalah hari yang paling membahagiakan bagi Nesa,karena ada dua peristiwa penting yang dia impikan selama ini. Pertama,dia berhasil menyelesaikan kuliahnya di program spesialis anak. Dan yang kedua dia mendapatkan sebuah undangan pernikahan dari sahabatnya Dea.


Sudah sekian lama Nesa ingin menjadi dokter spesialis anak dan saat ini impiannya itu benar-benar terwujud. Saat usia si kembar menginjak 6 bulan,Adam memang mengizinkan Nesa untuk melanjutkan kuliahnya.


Dan saat ini si kembar sudah berusia 5 tahun. Walaupun mereka kembar tapi wajah Kevin,anak pertamanya terlihat berbeda dari Keisa dan Keira. Kevin lebih mirip dengan Adam,baik wajahnya maupun perilakunya. Sedangkan Keisa dan Keira memiliki wajah yang hampir mirip dengan mamanya. Mereka berdua memiliki rambut ikal menggantung seperti Nesa. Mereka berdua tumbuh menjadi anak perempuan yang cantik dan juga ceria. Sedangkan Kevin lebih pendiam. Dia sangat sulit dekat dengan orang yang baru dikenalnya.


Kebahagiaan Nesa seolah lengkap karena malam ini dia akan menghadiri resepsi pernikahan sahabatnya Dea dengan teman baiknya Firman. Laki-laki yang pernah sangat dekat dengannya itu akhirnya berhasil membuka hatinya untuk Dea,sesuai dengan harapannya dulu.


Nesa memakai gaun terbaiknya yang berwarna senada dengan setelan jas yang akan dipakai Adam. Setelah selesai merias wajahnya,Nesa tampak membantu Adam memakaikan jasnya. Sesekali Nesa melirik wajah Adam yang terlihat sangat ceria dengan sebuah senyuman dibibirnya. Jika biasanya Adam sangat malas untuk datang ke sebuah pesta,kali ini dia terlihat sangat bersemangat. Apalagi pesta yang akan dia datangi adalah pesta dari mantan rivalnya yang pernah sangat dia cemburui. Akhirnya,Nesa pun penasaran untuk bertanya.


"Sayang..."


"Hm..."


"Sepertinya kamu sangat bersemangat sekali malam ini?"


"Tentu saja aku sangat bersemangat karena setelah ini tidak akan ada lagi laki-laki yang mencintaimu selain aku" Jawab Adam


"Sayang aku tidak menyangka setelah bertahun-tahun kita menikah,kamu masih saja menganggap mas Firman itu sebagai rivalmu" Komentar Nesa


"Malam ini dia bukan rivalku lagi. Dia akan menjadi temanku asalkan dia mau menjaga sikapnya untuk tidak mendekatimu lagi" Ucap Adam menanggapi


"Sayang sudahlah. Akhiri kecemburuan kamu. Jika ingin berteman,bertemanlah dengan tulus,tidak usah pakai syarat" Tegur Nesa


"Aku harus tetap waspada sayang. Kamu itu pernah menjadi gadis yang paling istimewa dihatinya. Kamu bayangkan saja,butuh waktu bertahun-tahun buat dia untuk bisa melupakan cintanya pada kamu dan membuka hatinya untuk perempuan lain" Ucap Adam dengan raut wajah yang sedikit kesal


"Tapi selama ini mas Firman tidak pernah mengganggu rumah tangga kita. Apalagi setelah menikah nanti. Sudahlah jangan berpikiran buruk,itu tidak mungkin terjadi" Balas Nesa sambil berlalu dari hadapan Adam. Dia kemudian memakai heelsnya dan mengambil tasnya di nakas


Adam mendekat dan mengalungkan tangannya di leher Nesa.


"Di pesta nanti,aku tidak ingin ada acara berpelukan" Ucap Adam mengingatkan


"Iya-iya" Nesa yang sudah mengerti,langsung saja menyetujui apa yang Adam perintahkan


"Aku akan melihat anak-anak dulu. Mereka sudah selesai bersiap apa tidak" Ucap Nesa sambil melangkah pergi. Adam pun mengikuti


Di ruang keluarga,Keisa dan Keira yang ditemani oleh opa dan omanya sudah tampil cantik dengan gaun ala princesnya. Mereka berpenampilan ala boneka barbie karena mereka sangat menyukai tokoh tersebut.


"Pa,Ma...dimana kevin?" Tanya Adam


"Dia masih ada di kamarnya. Seperti biasa,dia tidak mau ikut bersama kalian ke pesta" Jawab Sintia


Nesa menghela nafasnya.


"Sayang,anakmu itu sangat mirip denganmu" Ucapnya jengah


"Biar aku saja yang membujuknya" Adam pun pergi menemui Kevin di kamarnya


Anak itu duduk bersandar di tempat tidur dan terlihat sibuk dengan gadget di tangannya. Sebuah setelan tuxedo yang entah siapa yang sudah menyiapkannya,masih rapi di atas tempat tidur di samping Kevin.


Adam kemudian mengambil benda itu dari tangan Kevin.


"Papa kembalikan" Ucap Kevin sambil berusaha meraih benda tersebut

__ADS_1


"Nanti lanjutkan mainnya di mobil. Sekarang papa bantu pakaikan bajunya" Adam melucuti baju Kevin dan menggantinya dengan setelah tuxedo yang sudah tersedia disana


"Kevin tidak suka pesta pa. Pasti lama" Kevin merajuk walaupun akhirnya dia mau mengganti pakaiannya


"Papa janji tidak akan lama" Adam yang sudah selesai mengganti baju Kevin berusaha membujuknya kembali sambil tersenyum


Adam menggandeng tangan Kevin untuk keluar dari kamarnya. Anak yang jarang berbicara itu tidak menolak walaupun wajahnya masih terlihat cemberut.


"Cucu opa tampan sekali" Ucap Surya sambil mengusal kepala Kevin


"Tapi kalau cemberut,wajah Kevin jadi tidak tampan lagi" Sintia menimpali


Nesa berjongkok di depan Kevin dan merapikan lagi dasi kupu-kupunya.


"Bisa kita berangkat sekarang?" Tanya Nesa sambil menatap wajah Kevin


Kevin mengangguk dan mulai tersenyum. Kelembutan Nesa dalam bersikap pada anak-anaknya selalu membuat mereka patuh,termasuk Kevin.


Keisa dan Keira yang sudah tampak kegirangan masuk lebih dulu ke dalam mobil dan duduk di belakang. Kevin pun mengikuti. Sepanjang perjalanan Kevin hanya diam sambil memainkan kembali gadgetnya. Sedangkan Keisa dan Keira berceloteh dengan riangnya hingga membuat Kevin tampak terganggu dan menutup telinganya dengan tangan.


Nesa yang melihatnya tersenyum-senyum sendiri melihat tingkah pola mereka.


"Mereka lucu sekali sayang" Ucap Nesa pada Adam


"Iya. Tak terasa mereka sudah besar dan mulai menunjukkan sifatnya" Jawab Adam sambil tersenyum


Tanpa terasa juga mobil mereka sudah sampai di tempat acara. Kevin segera menyudahi permainan gadgetnya dan meninggalkannya di mobil. Nesa kemudian menggandengnya untuk masuk ke dalam,sedangkan Adam menggandengan tangan Keisa dan Keira.


Sepertinya mereka datang agak terlambat karena acara sudah dimulai dan para tamu undangan sudah menikmati hidangannya. Para tamu yang hadir juga dihibur dengan suara merdu penyanyi yang berdiri di atas panggung di samping kedua mempelai.


"Mama Keira haus" Ucap anak menggemaskan itu pada Nesa


"Keisa juga ma" Ucap Keisa juga dengan polosnya


"Sebentar ya mama ambilkan minum. Kevin haus juga?" Tanya Nesa sambil menoleh pada Kevin


Kevin menggeleng tanpa bersuara.


Tak lama kemudian Adam agak dikejutkan dengan dua orang yang dia kenal sedang berjalan dihadapannya. Mereka adalah Sekretaris Bian dan juga Sabrina. Laki-laki yang masih setia menjadi Sekretarisnya itu terlihat agak sungkan saat melihat Adam yang juga melihat ke arahnya.


"Tuan Adam disini juga?" Sekretaris Bian akhirnya menyapa


"Tentu saja aku ada disini. Kamu tidak lupa kan jika mempelai perempuannya adalah sahabat Nesa?" Jawab Adam


"Mas Adam apa kabar?" Sabrina ikut menyapa


Setelah sekian lama tidak berjumpa,akhirnya Sabrina bisa melihat Adam lagi tapi dengan perasaan yang berbeda. Dia sudah tidak berambisi lagi untuk mengejar Adam karena saat ini ketertarikannya sudah beralih pada Sekretaris Bian. Bahkan sebelum dia pergi ke Singapura untuk melanjutkan kuliahnya.


"Baik Sabrina" Jawab Adam dengan ramah


Nesa yang baru saja kembali setelah mengambil minuman untuk anak-anaknya juga terkejut melihat Sekretaris Bian hadir ke pernikahan Dea dengan menggandeng Sabrina. Mungkin saja Dea atau Firman juga mengundang Sekretaris Bian untuk datang ke pernikahannya tapi Sabrina? Dea maupun Firman tidak mengenalnya.


"Kamu tidak lupa siapa saya kan?" Tanya Sabrina pada Nesa


"Tentu saja tidak Sabrina" Jawab Nesa sambil tersenyum

__ADS_1


"Mereka semua anak-anakmu?" Tanya Sabrina lagi


"Iya"


"Mereka lucu sekali" Ucap Sabrina gemas


"Sayang,kamu tidak ingin memberikan ucapan selamat pada mempelainya? Karena sepertinya pesta sudah berakhir" Adam menyela


"Oh iya" Mereka pun ikut mengantri untuk memberi ucapan selamat pada Dea dan Firman


"Selamat ya. Aku ikut senang,akhirnya mas Firman menemukan kebahagiaan mas Firman" Ucap Nesa sambil menjabat tangan Firman


"Ya ucapanmu menjadi kenyataan. Kamu masih ingat kan waktu aku terpuruk karena kehilangan ibuku. Kamu berkata jika suatu saat aku tidak akan sendiri lagi. Aku akan menemukan kebahagiaanku yang sejati yaitu pasangan hidupku. Terimakasih banyak" Balas Firman sambil tersenyum haru


Nesa ikut tersenyum dengan perasaan yang juga mengharu biru. Nesa kemudian memeluk Dea dan membisikkan sesuatu di telinganya.


"Akhirnya ucapanmu waktu itu terkabul juga. Sekarang mas Firman sudah menjadi milik kamu seutuhnya"


"Terimakasih ya" Balas Dea sambil tersenyum cerah


"Selamat tuan Firman,saya juga ikut berbahagia" Adam juga ikut memberikan selamat


"Terimakasih Tuan Adam sudah menyempatkan hadir" Balas Firman ramah


Adam dan Nesa pun menyingkir dari sana karena satu persatu tamunya sudah meninggalkan gedung.


"Kenapa menatapku seperti itu?" Tanya Dea pada Firman


"Terimakasih sudah menungguku selama ini" Jawab Firman


"Ya penantianku tidak sia-sia. Setelah bertahun-tahun lamanya,akhirnya kamu bisa mencintaiku juga. Sama seperti kamu mencintai Nesa dulu" Balas Dea


"Jika tidak begitu,kamu tidak akan pernah mengerti arti dari sebuah perjuangan" Goda Firman


"Kamu benar. Selama bertahun-tahun aku sangat merasakan perjuangan itu" Dea menatap Firman sambil tersenyum


"Bukan hanya kamu yang berjuang tapi aku juga. Aku berjuang setengah mati untuk melupakan Nesa dan membuka hatiku untuk kamu" Batin Firman


Sementara di luar gedung. Adam yang hendak pulang masih terlibat obrolan singkat dengan Sekretaris Bian.


"Sekarang giliranmu Bian. Aku tahu selama ini kamu menjalin hubungan secara diam-diam dengan Sabrina. Jika menurutmu dia pantas,nikahilah" Ucap Adam tiba-tiba. Sekretaris Bian dibuat tertegun mendengarnya


"Tapi Tuan..."


"Tidak usah memikirkanku lagi. Aku sudah bahagia bersama istri dan anak-anakku. Aku yakin kamu juga ingin memilki sebuah keluarga" Adam memotong


"Apa itu berarti anda akan memecat saya juga?"


"Tentu saja tidak. Selamanya kamu akan menjadi Sekretarisku" Jawab Adam sambil membuka pintu mobil


"Siap Tuan. Hati-hati" Ucap Sekretaris Bian sambil tersenyum senang


Dan sepertinya setelah ini Sekretaris Bian akan menyusul bosnya yang berakhir bahagia bersama Nesa.


Bersambung....

__ADS_1


Masih ada satu part lagi sebagai penutup.


__ADS_2