
Nesa mengistirahatkan tubuh dan pikirannya dari rutinitas yang selalu mengejarnya selama ini. Nesa duduk santai disebuah ayunan gantung yang berada di teras samping rumahnya sambil membaca novel.
Karena weekend,tentu saja Nesa bisa bersantai-santai saja di rumah. Mulutnya bergerak membaca novel tersebut tanpa bersuara tapi entah kenapa pikirannya tidak sejalan,Nesa sedang tidak fokus. Bayangan Adam terus saja menghantui pikirannya.
Nesa menutup bukunya dengan agak kasar sambil menghela nafas dan membuangnya dengan malas. Tatapannya lurus kedepan dan terlihat menerawang.
Sekeras apapun usahanya untuk melupakan Adam,semuanya berakhir sia-sia. Dan seburuk apapun perlakuan Adam terhadapnya tetap saja dia tidak bisa membenci. Selama ini Nesa hanya berusaha bersikap tegas di depan Adam agar dia tidak meremehkannya lagi.
Nesa teringat dengan kejadian terakhir waktu di pesta. Adam memang terlihat marah mengetahui dirinya bersama Firman. Apa benar dia sedang cemburu dan benarkah dia masih mencintainya?
"Aku ingin menjauh tapi bayanganmu terus saja mengikutiku. Aku juga ingin membenci tapi hatiku memilih cinta" Wajah Nesa berubah sendu
Tanpa sadar matanya mulai mengembun. Dulu dia tidak pernah mengenal kata cinta tapi disaat cinta itu datang,ia juga membawa banyak masalah dalam hidupnya.
Lalu Nesa merasakan sentuhan tangan sedang menepuk pundaknya dengan lembut,membuyarkan segala lamunannya. Nesa melihat tangan itu dan menoleh pada si pemilik tangan.
"Papa"
"Apa yang sedang kamu pikirkan,papa lihat kamu sedang melamun?" Tanya Gunawan
Nesa menurunkan pandangannya dan terlihat muram.
"Kamu masih memikirkan Adam?" Tanyanya lagi
Tebakan papanya benar sekali. Jika Nesa sedang terlihat murung itu sudah pasti karena memikirkan Adam. Tidak ada orang lain lagi yang bisa membuatnya sedih,kecuali Adam.
"Kamu tidak usah menjawabnya,papa sudah tahu"
"Kamu pasti masih sangat mencintainya,bukan?" Tambah Surya dengan bertanya lagi
Nesa menoleh tapi masih membisu,kemudian Nesa menurunkan pandangannya dengan wajah sedih.
"Dulu hidupku baik-baik saja pa,tidak ada yang salah dan juga tak ada masalah tapi semenjak mengenalnya,hidupku terasa begitu sulit" Ujar Nesa akhirnya menyampaikan keluh kesahnya pada Gunawan
"Hidupmu terasa sulit itu karena kamu tidak bersamanya. Dulu waktu kalian masih bersama,kamu sangat bahagia bukan?" Komentar Gunawan
"Iya papa benar"
"Adam itu orangnya keras,tapi papa yakin dia juga masih mencintai kamu. Dia terlalu gengsi saja untuk mengakuinya. Cepat atau lambat dia akan datang untuk mengajakmu kembali" Ujar Gunawan yakin
"Aku tidak yakin" Bantah Nesa
"Selama ini papa tidak benar-benar diam Nesa. Papa terus berhubungan baik dengan om Surya sambil membicarakan kelanjutan hubungan kalian" Ujar Gunawan lagi
"Apa papa dan om Surya masih mengharapkan kita kembali bersama dan kemudian menikah?" Tanya Nesa lirih
"Ya tentu saja"
Nesa membeku.
__ADS_1
"Aku bosan pa,aku ingin pergi ke puncak" Ucap Nesa tiba-tiba seolah ingin mengalihkan pembicaraan
"Pergilah,papa akan menghubungi Pak Rahmad terlebih dahulu untuk membantu mempersiapkan segala keperluanmu selama berada disana" Gunawan menyetujui
"Terimakasih pa. Kalau begitu,Nesa ke kamar dulu" Ucap Nesa sambil berlalu
Gunawan pun mengangguk.
Nesa memutuskan untuk pergi berlibur ke puncak. Tapi dia bingung akan pergi bersama siapa? Dea tidak mungkin bisa diajaknya karena masih sibuk dengan tugas akhirnya. Lalu idenya muncul untuk mengajak Firman.
Setelah menghubungi Firman dan Firman menerima ajakannya,Nesa berkemas mempersiapkan segala keperluannya selama dua hari berlibur disana.
Nesa diantar oleh Alex ke rumah Firman. setelah sampai dirumah Firman,Nesa menyuruh Alex pulang dan untuk selanjutnya mereka akan pergi menggunakan mobil Firman.
"Berikan kunci mobilnya" Pinta Nesa tiba-tiba
"Untuk apa?" Firman bertanya bingung
"Aku saja yang akan menyetir" Jawab Nesa sambil meminta kembali kunci mobilnya pada Firman
"Serius?" Tanya Firman lagi
"Iya serius. Jakarta Bogor kan dekat" Jawab Nesa santai
"Baiklah" Firman menyerahkan kunci mobilnya pada Nesa
Kemudian Nesa melajukan mobil Mercedes Benz GLA-Class milik Firman.
"Tentu saja"
"Apa mereka tahu jika kamu pergi bersama laki-laki" Tanyanya lagi
"Tidak" Jawab Nesa sambil memberikan senyuman yang terlihat dibuat-buat
"Kenapa tiba-tiba mengajakku pergi berlibur?" Firman menyelidik
"Memangnya tidak boleh?" Nesa malah bertanya balik dengan wajah cemberut
"Bukan tidak boleh tapi pasti karena ada sesuatu" Firman mulai curiga
"Aku mengajak mas Firman karena tidak ada lagi yang bisa aku ajak" Nesa beralasan
"Bohong" Bantah Firman tidak percaya
"Aku tidak bohong,aku hanya ingin berlibur saja. tadinya mau mengajak Dea tapi dia masih sibuk dengan kuliahnya" Nesa berkilah
"Iya aku tahu kamu memang ingin berlibur,tapi tujuannya?" Firman mencecarnya
"Tentu saja agar aku tidak stress memikirkannya" Nesa keceplosan tanpa sadar
__ADS_1
"Ketahuan kan sekarang" Firman berhasil
"Tidak,lupakan saja. Tidak penting" cepat-cepat nesa menyangkalnya
"Sepertinya bukan hanya dia saja ya yang gagal move on tapi kamu juga" Firman menggoda Nesa sambil pura-pura tertawa
"Kenapa mas Firman bisa berbicara seperti itu?" Nesa menanggapinya dengan bertanya
"Ekspresi yang dia tampakkan di pesta yang kemarin itu menunjukkan bahwa dia belum bisa melepas kamu. Dan sekarang aku melihat hal yang sama di wajah kamu. Kamu tidak bisa berbohong,kamu juga belum bisa melupakannya kan" Tuduh Firman
"Berhentilah,aku tidak ingin membahasnya lagi" Balas Nesa ketus
"Hmm selalu seperti itu,oke baiklah"
Setelah menempuh perjalanan lebih dari satu jam,akhirnya mereka sampai ditempat tujuan. Sebuah vila kecil dengan suasana pedesaan yang masih asri.
"Ini vila kamu?" Tanya Fiman sembari memanjakan matanya melihat pemandangan sekitar
"Iya. Ayo masuklah" Ajak Nesa
Karena letak vila yang agak tinggi,mereka harus menaiki tangga yang ada di depan vila terlebih dahulu. Didepan pintu vila sudah ada Pak Rahmad disana menyambut kedatangan mereka.
"Selamat sore non. Senang bisa bertemu dengan anda lagi setelah sekian lama tidak kesini" Pak Rahmad menyapanya dengan senyum sumringah
"Iya selamat sore Pak Rahmad. Anda apa kabar?" Nesa membalasnya dengan sopan
"Alhamdulillah saya sehat non" Pak Rahmad kembali tersenyum mengembang
"Oh iya pak,perkenalkan ini teman saya mas Firman" Nesa memperkenalkan Firman sambil menoleh ke arahnya
"Hallo Pak Rahmad,saya Firman" Firman mengulurkan tangannya pada Pak Rahmad
"Saya Pak Rahmad,penjaga vila ini" Pak Rahmad menjabat uluran tangan Firman
Pak Rahmad pun mempersilahkan mereka masuk.
"Selama nona berada disini,saya akan datang setiap pagi dan akan pulang menjelang malam. Jika ada sesuatu yang nona butuhkan jangan sungkan untuk memberitahu saya" Pak Rahmad menawarkan bantuannya
"Saya disini hanya dua hari kok pak,lusa sudah harus kembali" Balas Nesa dengan lembut
"Kalau begitu silahkan nona bersih-bersih dulu dan beristirahat. Kamarnya sudah saya bersihkan"
"Terimakasih banyak pak"
"Sama-sama non"
Kemudian Nesa masuk kedalam kamar yang sudah biasa dia tempati jika menginap di vila tersebut,sedangkan Firman diantar ke kamar yang berbeda oleh Pak Rahmad.
Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa tetap like,komen dan votenya 😊