Takdir Cinta Nesa

Takdir Cinta Nesa
Menghadiri Pesta


__ADS_3

Setelah Adam tiba di Bali,Adam langsung menuju hotel yang akan dijadikan tempat pesta sekaligus tempat menginap bagi para tamu undangan.


Sesampainya dihotel,Adam dan Sekretaris Bian disambut ramah oleh petugas hotel. Adam membawa serta Sekretaris Bian untuk menemaninya menghadiri pesta. Adam dan Sekretaris Bian menuju kamar vvip yang khusus disiapkan oleh Tuan Anton untuk mereka berdua.


Pesta akan berlangsung nanti malam. Karena hari masih sore Adam memilih menyegarkan diri dulu dikamar mandi sambil berendam. Setelah selesai mandi, Adam membuka jendela kamar. Mata Adam langsung dimanjakan oleh pemandangan yang sangat indah. Sebuah pantai biru berpasir putih.


Adam menghirup oksigen yang masuk kedalam hidungnya dalam-dalam sambil memejamkan mata. Entah sudah berapa lama dia tidak lagi merasakan indahnya liburan karena sejak dia menggantikan posisi papanya di perusahaan dia tidak lagi punya waktu untuk berlibur.


Sepertinya dia harus berterimakasih pada Tuan Anton karena sudah mengundangnya menghadiri pesta ditempat sebagus ini.


"Andai saja saat ini aku bersama wanita yang aku cintai,pasti akan sangat menyenangkan" Tiba-tiba saja harapan itu mengusik pikirannya


Sebenarnya Adam sudah ingin menikah. Adam berpikir kebahagiaannya akan lengkap jika dia sudah memiliki seorang istri dan anak. Tapi nyatanya sampai saat ini Adam belum menemukan wanita yang bisa meluluhkan hatinya. Beberapa minggu terakhir Adam hanya memikirkan gadis yang selama ini dia kagumi dari kejauhan tapi tidak sempat Adam berkenalan dengannya.


Adam membuang jauh-jauh pikiran itu. Adam yakin cepat atau lambat dia akan bertemu dengan jodohnya.


Tak terasa hari sudah malam. Sebentar lagi pesta akan dimulai. Adam bersiap dan memakai setelan jas warna putih sesuai dengan dresscode yang diminta oleh Tuan Anton.


Adam menuju bibir pantai yang sudah disulap menjadi tempat pesta. Suasana indah taman dengan banyak daun dan bunga menyatu dengan suara deburan ombak dan angin pantai yang khas.


Tuan Anton mengusung konsep garden party,membawa taman kedalam pantai menyatukan dua alam yang berbeda kedalam satu konsep. Meja-meja dan kursi sudah tertata rapi dengan rangkaian bunga-bunga asli diatasnya,dekorasinya didominasi dengan warna putih.


Adam dan Sekretaris Bian menghampiri Tuan Anton yang sedang sibuk menyambut tamu-tamu yang datang.


"Selamat datang Tuan Adam" Anton menyapa dengan wajah sumringah menyambut kedatangan Adam


Tampak istri dan seorang gadis muda disampingnya juga ikut tersenyum menyambut Adam.


"Happy anniversary yang ke 25 Tuan Anton. Semoga anda dan istri selalu bahagia" Adam memberikan ucapan selamat sambil menjabat tangan Anton dan istrinya


"Terimakasih banyak Tuan Adam sudah menyempatkan hadir" Balas Anton


Adam menoleh kearah Sekretaris Bian. Sekretaris Bian mengerti apa yang Adam inginkan dengan hanya mengedipkan matanya. Sekretaris Bian memberikan kado yang sudah dia bawa pada Tuan Anton.

__ADS_1


"Apa ini Tuan Adam? harusnya anda tidak perlu repot-repot begini. Dengan anda hadir saja saya sudah merasa tersanjung" Ucap Anton basa basi


"Tidak repot Tuan Anton. Hanya hadiah kecil" Jawab Adam ringan


Tanpa Adam sadari,gadis yang berdiri disamping Anton terus saja menatapnya tanpa henti sejak kedatangannya tadi. Sepertinya gadis itu langsung jatuh hati dengan ketampanan Adam.


"Oh iya Tuan Adam. Perkenalkan ini puteri saya Sabrina" Ucap Anton memperkenalkan puterinya sambil menoleh kearah Sabrina yang sedang tersenyum


Tanpa malu Sabrina mengulurkan tangannya pada Adam dan terlihat sedikit gugup.


"Sabrina" Ucapnya memperkenalkan diri


"Adam" Dengan setengah hati Adam membalas uluran tangan Sabrina


"Senang bisa berkenalan dengan anda Tuan Adam" Ucap Sabrina dengan berani


"Terimakasih Nona Sabrina" Balas Adam tanpa menoleh pada Sabrina


"Sabrina ini baru saja menyelesaikan pendidikannya di harvard university,Tuan Adam" Ucap Anton dengan bangganya


"Oh iya selamat kalau begitu. Pasti anda sangat bangga mempunyai puteri seperti Nona Sabrina" Balas Adam basa basi


Sabrina langsung tersipu malu mendengar Adam sedang memujinya.


"Saya permisi dulu Tuan Anton. Sepertinya tamu yang lain juga ingin memberikan selamat kepada anda" Ujar Adam akhirnya


"Silahkan Tuan Adam. Selamat menikmati pestanya" Anton mempersilahkan


Setelah menerima ucapan selamat dari tamu-tamu yang lain. Anton melihat Sabrina yang sedang senyum-senyum sendiri sambil terus memperhatikan Adam dari kejauhan.


"Sepertinya kamu sangat tertarik dengan Tuan Adam?" Tanya Anton hingga membuat Sabrina terkejut


"Apa Tuan Adam sudah memiliki istri?" Sabrina justru balik bertanya

__ADS_1


"Jika dia memiliki istri sudah pasti dia hadir bersama istrinya" Jawab Anton


"Jangan terlalu berharap Sabrina. Kau tau gadis-gadis yang selama ini mencoba mendekatinya itu bukanlah gadis sembarangan. Mereka juga tak kalah cantik denganmu tapi Tuan Adam tak pernah menggubrisnya. Tuan Adam bukanlah laki-laki yang mudah untuk ditakhlukkan. Papa harap kamu hanya sebatas mengaguminya saja,tidak ada niatan untuk memilikinya. Papa hanya tidak ingin membuat masalah dengan Tuan Adam" Tegur Anton sambil menasehati Sabrina


"Laki-laki seperti Tuan Adam memang pantas untuk diperjuangkan pa. Pantas saja jika dia jual mahal karena dia memiliki segalanya. Semua yang diinginkan perempuan dari sosok laki-laki ada pada dirinya" Ucap Sabrina memuji Adam. Bukannya mencelos tapi Sabrina justru semakin tertarik pada Adam


"Lupakanlah. Ayo kita berbaur bersama tamu-tamu yang lain" Ajak Anton akhirnya


Tak lama kemudian pesta dimulai. Acara diawali dengan memotong kue. Tuan Anton dan istrinya saling memberikan ucapan dan terakhir tuan Anton memberikan kado untuk istrinya.


Setelah itu para tamu-tamu undangan diminta untuk menikmati hidangan yang sudah disediakan oleh pelayan di mejanya masing-masing. Adam terlihat tidak begitu bersemangat dan tidak menghabiskan makanannya. Adam sangat malas menghadiri pesta seperti ini apalagi dia tidak menggandeng pasangan seperti kebanyakan tamu-tamu yang lain. Akhirnya Adam memilih untuk meninggalkan pesta lebih awal.


Setelah membisikkan sesuatu di telinga Sekretarisnya,Adam dan Sekretaris Bian pun beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Anton terlebih dulu.


"Maaf sekali Tuan Anton,sepertinya saya harus meninggalkan pesta sekarang juga" Ucap Adam


"Kenapa terburu-buru sekali Tuan Adam? Apa anda tidak suka dengan pestanya" Tanya Anton heran


"Tidak Tuan Anton. Pesta anda sungguh berkesan. Tapi tiba-tiba saja saya merasa tidak enak badan" Jawab Adam bohong


"Baiklah Tuan Adam. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih. Semoga anda lekas baikan" Ucap Anton perhatian


"Saya pamit dulu Tuan Anton. Terimakasih atas jamuannya" Sekretaris Bian menimpali


"Terimakasih juga untuk anda Sekretaris Bian" Balas Anton akhirnya


Sebelum Adam melangkah pergi,tiba-tiba saja Sabrina mendekat kearah Adam yang hendak meningglkan pesta.


"Semoga kita bisa berjumpa kembali Tuan Adam" Ucapnya tiba-tiba


Adam hanya tersenyum dan berlalu begitu saja meninggalkan tempat pesta.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2