
Nesa kembali kekamarnya dengan wajah yang berseri-seri. Sebuah takdir yang tidak dia duga-duga sebelumnya. Bertemu seseorang dengan tidak sengaja dan akhirnya jatuh cinta. Tidak dipikirnya lagi masalah yang sedang menimpanya saat ini. Nesa juga tidak peduli dengan reaksi papanya nanti jika tahu dia sudah memiliki kekasih. Yang ada dipikirannya saat ini hanyalah kebahagiaannya bersama Adam.
Sementara dikamar lain,Sekretaris Bian sedang memandangi kartu identitas Nesa sambil membaca tulisan yang tertera disana dengan sangat teliti. Sekretaris Bian membidik gambar kartu identitas tersebut menggunakan kamera ponselnya. Kemudian Sekretaris Bian mengirim foto itu pada Surya untuk melengkapi bukti penyelidikannya pada Adam atas perintah Surya beberapa hari yang lalu.
Sesaat setelah ponsel Sekretaris Bian mengirim foto tersebut,ponselnya berdering. Surya rupanya yang sedang menelfon. dengan cepat Sekretaris Bian mengangkat panggilan dari Surya.
"Iya Tuan Surya,ada apa?" Tanya Sekretaris Bian
"Apa Adam sudah kenal lama dengan gadis itu?" Tanya Surya
"Tidak Tuan. Tuan Adam baru mengenalnya disini beberapa hari yang lalu dan sepertinya gadis itu juga yang menjadi alasan kenapa Tuan Adam membatalkan kepulangannya tempo hari" Jawab Sekretaris Bian menjelaskan
"Sudah sejauh apa hubungan mereka saat in?" Tanya Surya lagi
"Baru saja Tuan Adam memperkenalkan saya pada gadis itu sebagai kekasihnya" Jawab Sekretaris Bian jujur
Surya yang berada di seberang sana tampak sangat terkejut melihat foto kartu identitas yang Sekretaris Bian kirim tadi. Surya semakin terkejut saat Sekretaris Bian mengatakan jika Adam memperkenalkan seorang gadis sebagai kekasihnya yang ternyata gadis itu adalah Nesa.
"Baiklah,terimakasih" Ucap Surya akhirnya setelah cukup lama terdiam
...----------------...
Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 2 jam,akhirnya Adam dan Nesa tiba di Jakarta lagi. Sudah ada sopir pribadi Adam yang menunggunya disana.
"Tuan Adam akan pulang ke rumah atau ke Apartemen?" Tanya Skretaris Bian yang duduk disebelah sopir
"Kita langsung kerumah saja Bian. Tapi sebelumnya antar Nesa dulu ke rumahnya" Perintah Adam
"Baik Tuan" Jawab Sekretaris Bian
Dalam perjalan pulang,Adam terus saja memeluk Nesa. Adam sangat bahagia karena akhirnya dia menemukan gadis yang selama ini dia harapkan. Nesa yang juga sangat bahagia tak hentinya tersenyum dalam pelukan Adam.
Ditengah perjalanannya,tiba-tiba saja Nesa melihat sesuatu yang membuat hatinya tergerak. Nesa membuka kaca mobil untuk memastikan apa yang sedang dilihatnya.
__ADS_1
Wajah Nesa berubah melihat seorang laki-laki tua yang sedang duduk sambil memangku dagangannya dipinggir jalan. Nesa menatapnya dangan perasaan iba,lalu Nesa menyuruh sopir untuk menepikan mobilnya.
Adam melihat heran kearah Nesa. Kemudian sopir menghentikan mobilnya sesuai perintah Adam. Belum sempat Adam bertanya tapi Nesa sudah keluar dari mobil dengan cepat. Adam terus memperhatikan apa yang dilakukan Nesa pada laki-laki tua itu.
Adam melihat Nesa membeli dagangannya dan memberikan uang lembaran seratus ribuan pada kakek itu tanpa meminta kembaliannya. Setelah itu Nesa masuk lagi kedalam mobil karena Nesa tidak ingin Adam menunggunya terlalu lama.
"Apa yang kamu beli dari laki-laki tua itu?" Tanya Adam
"Ini" Nesa membuka bungkusan plastik yang berisi rujak manis
"Apa kamu sungguh menyukai rujak manis yang dijualnya? Aku bisa membelikanmu ditempat yang lebih bersih karena kita tidak tahu dagangan laki-laki tua itu higienis apa tidak" Adam terdengar menegur Nesa
"Aku hanya ingin membantu kakek itu dengan membeli dagangannya" Ucap Nesa sambil tersenyum tipis
Adam tercengang mendengar pengakuan Nesa. Adam bahkan tidak sampai berpikiran kesana. Pantas saja tadi Nesa memberikan uang dengan nominal yang cukup besar. Harga yang tidak sesuai untuk pedagang kecil seperti kakek itu.
"Aku tidak salah memilihmu menjadi kekasihku" Ucap Adam sambil mengelus pucuk kepala Nesa
Sekretaris Bian yang melihatnya juga ikut kagum dengan sikap Nesa.
"Aku masuk dulu. Terimakasih sudah mengantar" Ucap Nesa yang hendak membuka pintu mobil
"Apa kamu tidak ingin mengajakku masuk?" Tanya Adam
Tentu saja Nesa tidak menginginkannya. Dia saja buru-buru untuk masuk karena takut kepergok papanya yang sedang diantar oleh laki-laki.
"Aku sangat ingin tapi tidak untuk sekarang" Kilah Nesa
"Baiklah tidak masalah. Lain kali saja" Balas Adam santai
"Ya sudah aku masuk dulu" Ucap Nesa lagi tapi tiba-tiba saja Adam menahan pergelangan tangannya,lalu mencium keningnya
"Nanti aku kabari lagi" Ucap Adam kemudian
__ADS_1
Nesa tersenyum dan menutup pintu mobil sambil melambaikan tangannya pada Adam.
Nesa masuk kedalam rumah sambil menenteng koper kecil ditangannya. Nesa disambut oleh Bi Minah yang terlihat kegirangan melihat Nesa kembali lagi kerumah.
"Non Nesa,akhirnya non Nesa pulang juga kerumah ini. Sudah lama non Nesa pergi dan tidak ada kabar" Bi Minah sedikit berteriak dan berhambur ke arah Nesa
"Bagaimana kabar non Nesa?" Tanya Bi Minah
"Aku baik-baik saja bi" Jawab Nesa
Mendengar suara gaduh diluar akhirnya Widia keluar dari kamar. Widia terkejut melihat kedatangan Nesa. Nesa menaiki tangga dengan cepat setelah melihat Widia dari bawah.
"Mama" Panggil Nesa
Mereka saling memeluk untuk melepas rindu karena sudah hampir dua minggu tidak bertemu.
"Kenapa tidak memberi kabar jika akan pulang hari ini?" Tanya Widia sedikit surprise
"Aku ingin memberikan kejutan pada mama" Jawab Nesa
"Papa mana ma?" Tanya Nesa tiba-tiba
"Papa sudah berangkat ke kantor" Jawab Widia
"Apa papa masih marah?" Tanya Nesa lagi
"Sudahlah tidak usah membahasnya lagi. Sekarang kamu istirahat dikamar. Pasti sudah lelah kan" Ucap Widia sambil mengusap bahu Nesa
"Iya baiklah" Nesa menurut saja
Widia tidak berani bertanya apapun pada Nesa. Dia tidak ingin merusak pikiran puterinya lagi. Melihat Nesa kembali pulang saja Widia sudah sangat lega.
Ditempat lain,Adam masuk ke dalam rumah dengan wajah yang sangat bahagia. Surya yang melihatnya hanya tersenyum saja karena Surya sudah mengetahui semuanya. Surya sungguh tidak menyangka jika kepergian Nesa dari rumah akan mempertemukannya pada Adam dan mereka saling jatuh cinta. Sungguh sebuah kebetulan yang sangat tidak disangka-sangka.Takdir mempertemukan mereka dengan cara yang berbeda.
__ADS_1
Sebenarnya yang paling berbahagia saat ini tentu Surya karena dia tidak perlu susah-susah lagi untuk melanjutkan perjodohannya. Tapi di sisi lain,Surya juga mengkhawatirkan kemungkinan terburuknya. Karena cepat atau lambat,Adam pasti akan mengetahui kebenarannya. Saat ini Surya ingin memberikan Adam waktu dulu untuk menikmati masa indahnya bersama Nesa.
Bersambung...