Takdir Cinta Nesa

Takdir Cinta Nesa
Kado Teristimewa


__ADS_3

Selesai menunaikan kewajibannya di rumah sakit,Nesa pergi ke toko bunga karena Nesa ingin memberikan bunga pada Adam. Nesa juga sudah menyiapkan cake yang telah dia pesan pada Dea. Dea mengatakan jika kuenya akan di antar oleh karyawannya langsung ke rumah Adam.


Nesa melajukan mobilnya menuju toko bunga terdekat. Sesampainya disana,Nesa bingung memilih bunga yang cocok untuk Adam. Perhatiannya hanya tertuju pada bunga mawar putih kesukaannya. Nesa terus menyisiri toko sampai akhirnya dia melihat sebuah kotak kado yang sudah siap pakai berjejer rapi di etalase.


Nesa memilihnya satu yang menurutnya paling bagus. Nesa akan menggunakan kotak kado itu sebagai tempat hasil tespeck dan USG nya yang kemudian akan dia berikan pada Adam nanti sebagai hadiah ulang tahunnya.


Nesa kembali lagi mencari bunga. Masih bingung dengan banyaknya pilihan bunga yang tersedia. Ditengah kebingungannya,tiba-tiba saja ada yang menepuk bahu Nesa dari belakang. Nesa pun kaget dan langsung menoleh ke belakang.


"Mas Firman...." Nesa agak terkejut berhadapan dengan seseorang yang sudah lama tidak dilihatnya


"Nesa..." Firman tersenyum penuh arti


Tanpa diperintah,otak Firman memutar kembali kenangannya bersama Nesa hingga membuatnya menatap Nesa dalam waktu yang cukup lama. Tapi sejurus kemudian Firman tersadar akan status Nesa yang sudah menjadi istri Adam.


"Mas Firman apa kabar?" Tanya Nesa kemudian yang tampaknya ingin menetralkan suasana


"Aku baik. Kamu sendiri?" Firman pun tersadar dari lamunan indahnya


"Seperti yang mas Firman lihat" Jawab Nesa sambil tersenyum manis


"Lalu sedang apa kamu disini?" Tanya Firman


"Ini toko bunga. Tentu saja aku ingin membeli bunga" Jawabnya sambil tertawa kecil


"Untuk Tuan Adam?"


Nesa mengangguk membenarkan.


"Tapi aku bingung mau memberikannya bunga apa!" Ucapnya kemudian


"Kalau boleh tahu dalam rangka apa kamu ingin memberikannya bunga?" Tanya Firman sebelumnya


"Dia sedang berulang tahun"


"Oh..kalau begitu kamu berikan saja bunga mawar merah. Bukankah bunga ini melambangkan perasaan cinta?" Firman mengambil buket mawar merah dan menunjukkannya pada Nesa


"Ya benar" Nesa langsung setuju dan mangambil buket bunga yang dipegang Firman


"Mas Firman sendiri mencari bunga apa?" Tanya Nesa juga


"Bunga lavender. Aku biasa menaruhnya di pot yang berisi air,lalu meletakkannya di sudut kamar" Jawab Firman


"Gunanya?" Tanyanya lagi ingin tahu


"Untuk mengusir nyamuk" Jawab Firman sambil tertawa kecil


"Hah? Benarkah di rumah sebagus itu banyak nyamuk?" Nesa menanggapinya dengan serius


"Tentu saja tidak" Balas Firman


"Lalu?"


"Aku suka wanginya. Bunga lavender juga memberikan efek tenang"

__ADS_1


"Sepertinya mas Firman tahu banyak tentang Bunga. Kenapa tidak membuka toko bunga saja" Seloroh Nesa sambil tertawa kecil


"Ide yang bagus. Bisa aku pertimbangkan" Balas Firman cepat sambil setengah berpikir


"Astaga... kenapa ucapanku ditanggapi dengan serius" Ucapnya lagi disela-sela tawanya


Firman tertegun sambil memperhatikan wajah Nesa yang sedang tertawa. Sudah lama dia tidak melihat Nesa tertawa riang seperti saat ini.


"Hey...kenapa memandangiku seperti itu? Nanti dosa" Sergah Nesa


"Dosa?" Firman pun terhenyak dan terlihat bingung


"Dosa jika memandangi istri orang" Nesa memperjelas sambil melangkahkan kakinya ke tempat kasir untuk membayar belanjaannya. Firman pun mengikuti dengan membawa bunga lavender yang dia inginkan


"Nesa..." Firman memanggil Nesa yang sudah keluar dari toko


"Iya" Nesa pun berhenti


"Semoga kamu selalu bahagia" Ucap Firman tiba-tiba


"Aku bahagia mas. Aku sangat bahagia karena saat ini aku sedang hamil anaknya mas Adam" Balas Nesa dengan mata yang berbinar


"Oh...iya selamat ya" Firman pun agak salah tingkah


"Terimakasih. Semoga mas Firman juga bahagia. Aku pikir tadi mas Firman ingin membelikan bunga untuk Dea"


Firman hanya menanggapinya dengan senyuman. Kenyataannya Firman masih terus berusaha membuka hatinya untuk Dea.


"Aku pulang dulu. Semoga kita bisa berjumpa kembali di lain waktu" Ucap Nesa akhirnya sambil berlalu meninggalkan Firman


Ditengah perjalanan pulang,Adam menelfonnya. Dengan cepat Nesa memasang earphone ditelinganya.


"Iya sayang..."


"Ada dimana?" Tanya Adam


"Ini aku ada di jalan menuju rumah" Jawab Nesa sambil fokus menyetir


"Aku tidak bisa makan malam di rumah karena mendadak ada tamu penting untuk membicarakan kerja sama" Ucap Adam memberitahu


"Sampai jam berapa?" Tanya Nesa yang tampak kecewa


"Mungkin jam sembilan aku sudah sampai rumah" Jawab Adam


"Oke baiklah..." Nesa menjawab dengan lemah


"Tidak marah kan?"


"Tidak. Tapi janji ya jam sembilan sudah harus sampai rumah" Nesa memberi peringatan


"Iya sayang. Sudah dulu ya aku sedang banyak pekerjaan" Balas Adam


"Oke"

__ADS_1


"Hati-hati di jalan" Ucap Adam sebelum memutus sambungan telfonnya


Walaupun agak kecewa karena tidak bisa makan malam bersama Adam tapi setidaknya acara memberi kejutan pada Adam tidak akan batal. Nesa yakin Adam akan sangat surprise karena Adam memang sering lupa dengan ulang tahunnya sendiri.


Sampai di rumah,Nesa membawa bunga mawar merah yang masih segar itu dengan hati-hati.


"Nona memesan kue?" Tanya pak Ngah yang sudah berdiri di ruang tamu


"Iya" Jawab Nesa


"Tadi ada seseorang yang mengantarnya kemari" Ucap pak Ngah kemudian


"Lalu dimana kuenya?" Tanya Nesa


"Ada di meja makan nona"


Nesa pun menuju meja makan untuk melihat kuenya. Nesa puas dengan kue hasil buatan Dea karena sesuai dengan keinginannya.


"Kuenya untuk Tuan Adam ya non?" Tanya pak Ngah yang masih bersama Nesa disana


"Iya. Kenapa?"


"Maaf nona,bukannya nona sudah tahu jika Tuan Adam tidak suka dengan makanan manis" Ucap pak Ngah yang terlihat agak sungkan


"Ah iya...kenapa aku bisa lupa ya. Ini sih lebih mirip kue kesukaanku" Nesa dengan tampak menyesal sambil melihat lagi kue yang berbahan dasar cokelat itu


"Harusnya aku memesan kue yang memiliki rasa keju mungkin ya. Walaupun tidak begitu suka keju tapi mas Adam tidak pernah menolak makanan yang berbau keju" Ucap Nesa lagi setengah bergumam seolah sedang berbicara pada dirinya sendiri


"Memangnya ulang tahun Tuan Adam yang tahun lalu,nona memberikannya kue apa?" Tanya pak Ngah lagi sambil sedikit tersenyum


"Tahun lalu aku tidak memberikan apapun karena waktu itu aku masih membencinya" Jawab Nesa jengah


Pak Ngah hanya menahan tawa mendengarnya.


"Tidak apa-apa nona,jangan merasa menyesal sudah menyiapkan kue yang salah untuk Tuan. Walaupun tidak suka manis,saya yakin Tuan Adam akan memakannya demi anda" Ucap pak Ngah akhirnya


"Benarkah begitu?"


"Bukankah orang yang sedang jatuh cinta akan melakukan apapun demi pasangannya terlihat senang nona" Komentar pak Ngah sambil tersenyum tipis


"Anda benar pak Ngah. Lagipula aku memiliki hadiah lain yang akan membuat dia tidak bisa tidur malam ini" Ucap Nesa sambil senyum-senyum sendiri


"Selamat atas kehamilan anda nona" Ujar pak Ngah tiba-tiba


"Bapak mengetahuinya?" Tanya Nesa heran


Pak Ngah mengangguk pelan.


"Tadi itu Nyonya memberi tahu semua pelayan untuk lebih hati-hati memasak makanan untuk anda"


Nesa tertegun sesaat sambil tersenyum.


"Ya sudah tolong bawakan kue ini ke kamarku" Pinta Nesa akhirnya

__ADS_1


Nesa sudah tidak sabar ingin segera membungkus kado teristimewanya untuk Adam.


Bersambung....


__ADS_2