Takdir Cinta Nesa

Takdir Cinta Nesa
Menginap


__ADS_3

"Terimakasih sudah mau menemaniku disini" Ucap Adam akhirnya


Nesa mengangguk sambil tersenyum pada Adam.


Tak lama kemudian,mereka mendengar bunyi ketukan pintu dari luar. Nesa yang membukanya.


"Sekretaris Bian" Sapa Nesa


Sekretaris Bian tertegun melihat Nesa ada di apartemen Adam.


"Maaf nona,apa Tuan Adam ada di dalam?" Tanya Sekretaris Bian


"Silahkan masuk Sekretaris Bian. Mas Adam sedang beristirahat dikamar" Jawab Nesa


Sekretaris Bian melangkah dengan ragu. Lagi-lagi dia memergoki Nesa sedang bersama Adam.


"Ada hal penting apa Bian,sampai-sampai kamu harus datang kemari?" Tanya Adam dengan raut wajah tidak suka


"Maafkan saya Tuan. Ada berkas penting yang harus anda tanda tangani saat ini juga. Maaf jika saya mengganggu" Ucap Sekretaris Bian menyampaikan maksud dari kedatangannya


"Berikan" Pinta Adam.


Sekretaris Bian menyodorkan berkas itu. Adam segera menandatanganinya tanpa membaca terlebih dahulu karena Adam sangat percaya pada Sekretaris Bian.


"Baiklah Tuan,saya permisi dulu" Sekretaris Bian berpamitan


"Hm.." Jawab Adam singkat


"Permisi nona" Sekretaris Bian juga menyapa gadis yang sangat dicintai bosnya itu sambil membungkukkan badannya


"Silahkan" Ucap Nesa sambil tersenyum tipis


Sekretaris Bianpun keluar dari apartemen Adam.


Hari sudah malam,Adam maupun Nesa sudah berbaring diatas kasur. Nesa mengambil guling dan meletakkannya ditengah-tengah mereka untuk berjaga-jaga dari hal-hal yang tidak diinginkan.


"Sayang,kamu tidak perlu melakukan itu? Tidak akan terjadi apa-apa,percayalah" Ujar Adam


Nesa diam tidak menanggapi. Tampaknya Nesa sangat gelisah. Sudah beberapa kali Nesa membolak balikkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri secara bergantian. Sepertinya ada sesuatu yang membuat Nesa tidak bisa tidur.


Adam merasa terganggu dengan tingkah Nesa. Adam pun bertanya karena penasaran.

__ADS_1


"Sayang kamu kenapa? Sepertinya kamu gelisah sekali?"


"Tidak apa-apa. Aku hanya tidak bisa tidur" Jawab Nesa cepat


"Tidak bisa tidur karena apa? Daritadi kamu terlihat gelisah" Tanya Adam sekali lagi


"Aku tidak bisa tidur karena...?" Nesa ragu untuk melanjutkan kalimatnya. Karena Nesa pikir akan kurang pantas untuk mengatakannya pada Adam


"Katakanlah,apa yang membuatmu tidak bisa tidur?" Tanya Adam lagi


"Aku... Aku tidak bisa tidur dengan memakai bra" Suara Nesa tidak terdengar oleh Adam karena Nesa berbicara dibalik guling yang sedang dia dekap


"Bicaralah dengan jelas,aku tidak bisa mendengarnya" Pinta Adam sambil menarik guling yang menutupi tubuh Nesa


"Aku tidak terbiasa tidur dengan mengenakan bra" Jawab Nesa sekali lagi dengan nada yang lebih jelas


Mendengar kata bra pikiran Adam mulai nakal. Dia membayangkan bukit kembar Nesa yang belum pernah ia sentuh itu.


"Buka semua bajumu dan pakailah piyamaku" Pinta Adam kemudian


Nesa setuju dengan ide Adam. Kenapa tidak terpikirkan daritadi untuk meminjam piyama Adam. Nesa pun turun dari tempat tidur dan mencari piyama Adam di lemari. Setelah didapatnya,Nesa pergi ke kamar mandi dan mengganti pakaiannya. Tak berapa lama Nesa keluar dari kamar mandi hanya mengenakan atasannya saja yang terlihat kebesaran sampai selutut.


"Aku tidak bisa memakai celananya karena terlalu kebesaran" Kata Nesa


"Sayang,jangan seperti ini" Lirih Nesa sambil menggeliat dalam pelukan Adam


"Aku sangat menginginkannya sayang" Bisik Adam ditelinga Nesa dengan nada sensual,membuat gairah Nesa juga ikut bangkit


Tanpa menunggunya lagi,Adam ******* bibir Nesa. Nesa pun tidak tinggal diam. Dia membalas ciuman Adam dengan sangat bergairah juga. Beberapa kali bercumbu dengan Adam,rupanya membuat Nesa mulai terbiasa dan tak kaku lagi. Cukup lama bermain disana,tangan Adam berpindah ke kancing baju Nesa dan hendak membukanya.


"Sayang,kamu mau apa?" Sentak Nesa sambil berusaha mencegah tangan Adam


"Aku ingin menyentuhnya sayang" Ucap Adam dengan pandangan yang berkabut


"Tapi sayang...?" Nesa hendak menolak tapi dia juga ingin


Pikirannya yang sudah diselimuti hawa *****,membuat Adam lupa dengan ucapannya sendiri yang mengatakan jika dia tidak akan berbuat yang macam-macam pada kekasihnya itu. Adam membuka baju Nesa dan membuangnya ke sembarang arah. Nesa pasrah karena kenyataannya Nesa juga sangat berhasrat saat ini.


Adam tak menyia-nyiakan hal itu. Adam bermain-main dengan bukit kembar Nesa hingga meninggalkan banyak tanda merah disana. Mereka pun terjebak dalam permainan yang sangat menggairahkan itu. Tapi beruntungnya,kewarasan Adam cepat terkumpul sehingga mereka tidak sampai melakukan hubungan yang biasa dilakukan oleh pasangan suami istri.


"Maaf,aku melakukannya sampai sejauh ini" Ucap Adam sesaat setelah menghentikan cumbuannya

__ADS_1


"Jika aku mengizinkan kamu untuk melakukan yang lebih dari ini,apa kamu akan melakukannya?" Nesa seolah menantang Adam


"Sebisa mungkin aku akan menahannya. Kalau pun itu terjadi,aku akan segera bertanggung jawab dengan menikahi kamu" Balasnya


"Aku tidak serius dengan ucapanku. Aku hanya ingin mengetahui jawaban kamu. Aku juga tidak menginginkan yang namanya Married be accident"


"Iya tentu saja aku akan menjaga kesucian kamu,sampai kita menikah nanti" Balas Adam


"Katakanlah jika aku laki-laki pertama yang menyentuh tubuhmu" Tanya Adam tiba-tiba


"Kamu bicara apa? Tentu saja kamu orang pertama yang menyentuhnya" Tanpa sadar Nesa meneteskan airmata


"Kenapa menangis?" Adam menatap Nesa dengan tatapan penuh makna


"Apa kamu tidak percaya padaku sampai-sampai pertanyaan itu keluar dari mulutmu?" Tanya Nesa dengan wajah sendu


"Bukan begitu sayang. Aku hanya ingin menjadi orang pertama yang memiliki kamu seutuhnya. Hanya aku" Lirih Adam sambil menyeka airmata Nesa


"Kamu selalu jadi orang pertama yang mendapatkan semuanya dariku" Balas Nesa


"Apa kamu menyesal sudah memberikannya padaku?" Tanya Adam


Nesa menggeleng dengan cepat sambil meraih tubuh Adam,kemudian dipeluknya.


"Aku sangat mencintaimu sayang" Ucap Nesa kemudian


"Terimakasih" Balas Adam


"Apa sudah merasa baikan?" Tanya Nesa sambil mengurai pelukannya dan menyentuh kening Adam


"Aku sudah sembuh sayang. Dan semua itu berkat kamu" Jawab Adam


Entah kenapa Adam mendadak sembuh setelah mencumbu Nesa tadi.


"Kemana bajuku?" Nesa melihat tubuhnya yang masih polos


"Berbaringlah,tidak usah memakai baju" Pinta Adam yang sudah berbaring disamping Nesa


Nesa menarik selimut sampai ke dada. Adam merapatkan tubuhnya memeluk Nesa. Nesa menggeliat seolah ingin menolak pelukan Adam. Nesa merasa tidak akan bisa tidur dengan posisi seperti itu.


"Diamlah,kalau kamu bergerak terus aku tidak bisa menahan diri" Goda Adam, membuat Nesa pasrah dan berusaha memejamkan matanya agar bisa tidur tanpa merasa terganggu dengan pelukan Adam

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2