
Nesa keluar dari kamar mandi dengan wajah yang tampak kebingungan. Dia mencari sebuah tas yang berisi pakaiannya karena seingat dia,semalam Sekretaris Bian membawanya dari vila. Nesa melihat Adam sedang duduk di sofa dan terlihat sibuk dengan ponselnya. Mau tidak mau dia bertanya pada Adam
"Di mana tas ku? Aku ingin mengambil pakaian ku" Tanya Nesa dengan terpaksa
"Ada di luar. Sebentar aku ambilkan" Adam keluar dari kamar,lalu kembali lagi dengan membawa tas milik Nesa
Tanpa banyak bicara,Nesa mengambil satu stel pakaiannya dari dalam tas dan segera kembali ke kamar mandi untuk memakainya.
"Kemari lah. Aku ingin berbicara" Pinta Adam saat melihat Nesa keluar dari kamar mandi. Sudah cantik walaupun dia belum menyisir rambutnya
"Daritadi kamu sudah banyak berbicara. Aku lelah mendengar ocehan mu" Balas Nesa acuh sambil mendudukkan tubuhnya di atas kasur
"Aku serius Nesa. Kemari lah" Pinta Adam sekali lagi
"Kamu saja yang kesini. Kamu yang butuh kan?" Ucap Nesa tanpa menoleh pada Adam
Adam tampak sedang menghela nafasnya dan beranjak dari sana untuk menghampiri Nesa. Saat Adam sudah duduk di sebelahnya,Nesa malah membuang muka.
"Apa masih sakit?" Tanya Adam kemudian
"Sedikit" Nesa menjawab pendek
"Aku benar-benar minta maaf" Ujar Adam dengan serius
"Kamu sudah mengatakannya berulang kali. Aku bosan mendengarnya" Balas Nesa ketus
"Besok aku akan menemui orang tua mu lagi untuk membicarakan pernikahan kita" Ujar Adam dengan bersungguh-sungguh
Sontak saja Nesa menoleh pada Adam dengan wajah yang sedikit terkejut. Tadi Adam memang sudah mengatakan hal itu tapi Nesa tidak percaya jika Adam benar-benar serius dengan ucapannya.
"Aku kan sudah bilang,tidak akan pernah ada pernikahan di antara kita" Tolak Nesa lagi
"Kamu tidak serius kan?"
"Aku sangat serius"
"Tapi kenapa? apa kamu sudah tidak mencintai ku lagi?"
"Tidak penting kamu tahu tentang perasaan ku"
__ADS_1
"Tentu saja itu sangat penting bagi ku"
"Bagaimana mungkin kita menikah,sedangkan kita belum begitu saling mengenal" Ucap Nesa membuat Adam terlihat penasaran
"Apa maksud mu?"
"Mungkin dulu aku terlalu cepat menerima cinta mu. Kita bahkan berpacaran hanya beberapa hari setelah kita berkenalan. Waktu itu kamu meyakinkan ku,kamu juga berjanji tidak akan pernah meninggalkan ku walau apapun yang terjadi. Tapi apa kenyataannya? Dengan mudahnya kamu mengakhiri hubungan kita. Bahkan kamu sempat berkata-kata tidak pantas kepadaku" Nesa terdiam sesaat
"Sekarang jika aku meminta ganti rugi atas kesucianku yang sudah kamu ambil. Kamu akan membayar ku berapa?" Pertanyaan Nesa memekakkan telinga Adam
Tubuh Adam memanas. Dia merasa hatinya seperti di remas-remas hingga tak berbentuk lagi. Benarkah dia sejahat itu? Adam membisu tidak mampu menyangkal semua perkataan Nesa karena semua yang di ucapakannya memanglah benar.
"Aku mohon jangan mengingatnya lagi. Aku akan memperbaiki semuanya. Tolong beri aku kesempatan satu kali lagi. Aku terlalu egois. Aku minta maaf" Pinta Adam dengan nada yang agak memelas
"Dan jika kamu meminta ganti rugi atas kesucian mu yang sudah aku renggut. Aku akan membayarnya dengan seluruh hidupku" Sambung Adam
"Apa yang kamu harapkan dariku? Kamu sudah mengambil semuanya" Ucap Nesa dengan mata yang sedikit mengembun
"Tentu saja aku ingin hidup bahagia bersama mu sebagai pasangan suami istri. Aku ingin kamu menjadi ibu dari anak-anak ku kelak" Kalimat Adam terdengar sangat indah tapi sekaligus menyayat hati Nesa
Nesa memejamkan matanya. Perasaannya saat ini sulit sekali di jelaskan. Keinginan Adam merupakan impiannya juga tapi itu dulu,beberapa bulan yang lalu. Saat dirinya masih menjadi kekasih Adam. Tapi saat ini entah kenapa dia ragu.
"Apa pun akan aku lakukan untuk kamu" Jawab Adam tanpa keraguan
"Tolong lupakan aku dan cari lah kebahagian mu bersama perempuan lain" Ujar Nesa sambil memejamkan matanya dan dengan wajah yang tertunduk seolah dia berat untuk mengatakan hal itu
Jika tadi hati Adam seperti di remas-remas. Kali ini jantungnya seakan di tusuk-tusuk ribuan kali.
"Kenapa tidak sekalian saja kamu bunuh aku? Aku lebih baik tidak menikah seumur hidup ku daripada aku harus melupakan mu dan menikah dengan perempuan lain" Adam sangat berkeberatan
"Tapi tadi kamu sudah sanggup untuk memenuhinya" Sanggah Nesa
"Sudahlah Nesa. Kamu jangan memancing emosi ku. Kamu menjebak ku" Adam berdiri dan mengacak-acak rambutnya dengan kasar. Adam terlihat sangat emosional.
Nesa kembali memejamkan matanya. Dia tahu Adam akan marah. Dan itu lah yang dia harapkan.
"Katakan saja jika kamu sudah tidak mencintai ku lagi? Tidak usah bertele-tele" Adam bertanya dengan gusar
"Iya. Aku sudah tidak mencintai mu lagi. Bahkan aku sangat membenci mu setelah kejadian yang semalam" Balas Nesa dengan sedikit membentak
__ADS_1
"Biarkan aku pulang dan jangan pernah temui aku lagi. Untuk apa kamu mengharapkan orang yang sudah tidak mencintai mu lagi" Nesa hendak beranjak dari sana tapi Adam menyambar lengannya dengan tiba-tiba
"Kamu bohong Nesa. Aku sama sekali tidak percaya dengan omong kosong mu" Ucap Adam tidak percaya
"Aku tidak bohong" Bantah Nesa
"Mulut mu bisa saja berkata seperti itu tapi mata mu tidak bisa berbohong" Adam menyangkal
"Kamu hanya sok tahu. Lepaskan aku. Biarkan aku pergi" Nesa berusaha melepaskan tangannya
"Aku tidak akan melepas mu sebelum mulut mu berkata jujur" Adam berkeras kepala
"Katakan jika kamu masih mencintaiku?" Tanyanya kemudian dengan agak memaksa sambil menatap Nesa dengan tatapan tajam
"Sudah aku katakan,aku tidak mencintai mu"
"Jangan berbohong" Adam semakin kuat mencengkram lengan Nesa tanpa berpaling sedikit pun dari pandangannya
"Sakit" Nesa menatap Adam
"Kamu masih mencintaiku kan? tolong jawab" Wajah Adam menjadi sendu
"Harusnya kamu tidak perlu mempertanyakan itu. Apapun yang kamu lakukan terhadapku,tidak bisa membuatku benar-benar membencimu. Aku justru membenci diriku sendiri. Apa kamu puas sekarang?" Nesa memukul-mukul dada Adam dengan kesal.
Tanpa berkata apa-apa lagi, Adam membawa Nesa ke dalam pelukannya. Adam memeluknya dengan sangat erat. Adam sangat bagaia mendengarnya tanpa bisa dia lukiskan dengan kata-kata.
"Maafkan aku. Aku juga sangat mencintaimu" Lirih Adam dalam pelukan Nesa
Untuk sesaat Nesa terbawa oleh suasana. Wajahnya tenggelam di dada bidang Adam. Dia membiarkan Adam memeluknya dengan sangat lama,hingga tanpa sadar dia menikmati aroma tubuh Adam yang sudah lama dia rindukan.
Setelah cukup lama,Adam sedikit melonggarkan pelukannya dan mencium kening Nesa. Setelah itu dia mencium mata,hidung dan juga pipinya. Yang terakhir,Adam mendekatkan bibirnya pada bibir Nesa. Saat bibir Adam hampir menyentuh bibirnya,Nesa tersentak dan mendorong tubuh Adam.
"Jangan berharap banyak. Aku tidak bisa menjanjikan apa pun untuk mu" Nesa membelakangi Adam
"Tidak apa-apa. Itu akan lebih baik daripada kamu menyuruh ku untuk melupakan mu" Ucap Adam dengan nada yang sedikit melembut
"Tapi aku juga tidak bisa menerima ajakan mu untuk menikah. Aku butuh waktu dan aku juga perlu sebuah bukti kesungguhan mu. Aku tidak mau menikah dengan laki-laki yang suka mengingkari janjinya" Balas Nesa sambil berbalik badan menghadap Adam
Bersambung.....
__ADS_1
Seperti apa reaksi Adam? Tunggu di part selanjutnya ya..