Takdir Cinta Nesa

Takdir Cinta Nesa
Rivalitas


__ADS_3

Adam duduk termenung di meja kerjanya. Cerita papanya semalam masih terngiang-ngiang di kepalanya. Kemudian tanpa sadar rencana demi rencana tersusun dalam otaknya. Dia akan menemui Nesa dan mengajaknya untuk kembali,tapi tentu saja dia harus menyingkirkan laki-laki yang bersamanya tadi malam terlebih dahulu. Setelah itu barulah Adam akan menemui orangtua Nesa untuk meminta maaf.


Kebetulan sekali Sekretaris Bian datang. Adam sudah tidak sabar mendengar informasi tentang laki-laki di pesta yang bersama Nesa semalam.


"Bagaimana Bian,kamu kesini membawa informasi yang aku minta atau malah membawa surat pengunduran dirimu?" Tanya Adam dengan sarkas


"Tentu saja saya membawa informasi yang anda inginkan Tuan. Saya tidak mungkin mengecewakan anda" Jawab Sekretaris Bian dengan yakin


"Kerja yang bagus Bian. Sekarang bicaralah" Pinta Adam


"Laki-laki yang bersama nona Nesa tadi malam bernama Firman Anggara tuan"


Adam agak terkejut mendengar nama Firman,samar-samar Adam mengingat nama itu.


"Dia seorang pengusaha muda sukses di kota surabaya. Tapi nampaknya dia sudah menetap disini dan memulai bisnisnya disini. Karena menurut informasi yang saya dapat,dia sudah memiliki rumah dan sebuah cafe disini" Ujar Sekretaris Bian memaparkan informasi yang didapatnya


Adam menyeringai. Jadi benar,dia adalah Firman yang cintanya pernah ditolak oleh Nesa dan saat ini rupanya dia sedang berusaha untuk mendekati Nesa lagi.


"Anda mungkin akan tercengang Tuan. Saya juga mendegar jika Tuan Firman sampai menjual aset-asetnya yang ada di surabaya untuk bisa menetap di kota ini"


"Apa....?" Adam terkesiap


Rupanya dia tidak main-main. Sebesar apa cintanya pada Nesa sampai-sampai dia berkorban sejauh itu untuk Nesa? Adam agak berkecil hati karena sepertinya Firman mempunyai cinta yang lebih besar untuk Nesa daripada dirinya.


"Untuk sementara,itu saja yang saya ketahui Tuan" Ujar Sekretaris Bian mengakhiri laporannya


"Apa siang ini aku ada meeting?" Tanyanya kemudian


"Tidak ada Tuan,hari ini waktu anda agak longgar" Jawab Sekretaris Bian


"Baguslah,sekarang antarkan aku menemui laki-laki itu" Ajak Adam


Sekretaris bian tercenung dengan satu pertanyaan dalam benaknya. Apa yang akan dilakukan Adam pada Firman?


"Baik Tuan" Ucap Sekretaris Bian akhirnya


Sekretaris Bian pun mengantarkan Adam ke cafe milik Firman. Adam turun dari mobil sambil memasang kacamata hitamnya,lalu masuk ke dalam cafe dengan gaya sombongnya.


Semua karyawan di cafe agar tercengang melihat Adam datang. Mereka menatap Adam dengan tatapan yang tak biasa.

__ADS_1


"Apa bos kalian ada disini?" Tanya Sekretaris Bian pada salah satu karyawan cafe


"Apa yang anda maksud itu adalah pak Firman?" Karyawan itu bertanya balik untuk memastikan


"Iya,Tuan Firman" Jawab Sekretaris Bian


"Pak Firman ada di ruangannya di lantai atas" Pelayan itu kemudian menjawab


"Tolong sampaikan pada beliau,Tuan Adam ingin bertemu" Pinta Sekretaris Bian


"Baik tuan,silahkan duduk dulu" Pelayan itu mempersilahkan dan pergi ke lantai atas dimana Firman berada


Beberapa menit kemudian,pelayan itu datang.


"Pak Firman menunggu anda di ruang kerjanya tuan" Ujar pelayan tadi


"Baik,terimakasih banyak" Balas Sekretaris Bian dengan sopan


Adam yang daritadi bergeming akhirnya mengikuti Sekretaris Bian naik ke lantai atas dengan wajah datar. Setelah Sekretaris Bian mengetok pintu dan terdengar suara dari dalam mempersilahkan masuk,Adam menyuruhnya untuk menunggu diluar. Tampaknya Adam tidak ingin melibatkan Sekretaris Bian dalam pertemuannya dengan Firman. Adam ingin bicara empat mata saja dengan Firman.


Firman agak terkejut dengan tamunya tapi sebisa mungkin dia bersikap biasa dan menyambut Adam dengan hangat. Adam membuka kacamata hitamnya dan menatap Firman dengan tatapan tajam seolah Firman itu adalah rivalnya.


"Silahkan duduk" Ucapnya lagi dengan sopan


Tanpa bersuara Adam duduk dengan bersilang kaki,masih menatap Firman dengan tatapan tak bersahabatnya. Firman mulai merasakan aura permusuhan yang terpancar dari mata Adam.


"Apa yang membawa anda datang menemui saya,Tuan Adam? Saya tidak menyangka anda akan menemukan keberadaan saya secepat ini" Ujar Firman dengan bernada sindiran


"Rupanya anda sudah tahu siapa saya Tuan Firman. Harusnya anda juga tahu apa tujuan saya datang kesini" Adam membalas dengan sinis


"Tentu saja saya bisa menebaknya Tuan Adam. Sepertinya anda belum bisa move on ya" Firman kembali menyindir Adam dengan halus


"Dan sepertinya Nesa sudah bercerita banyak pada anda" Timpal Adam


"Tentu saja. Sebagai teman dekatnya sudah pasti Nesa selalu bercerita tentang permasalahan hidupnya pada saya" Firman menekankan kata teman dekat pada kalimatnya


Adam mulai tersulut dan wajahnya mulai mengeras.


"Karena itulah saya datang kesini. Anda sudah kalah diawal Tuan Firman. Jelas-jelas Nesa sudah pernah menolak anda jadi menyingkirlah. Anda bukanlah tandingan saya" Ucap Adam dengan nada permusuhan

__ADS_1


Firman tertegun sesaat,ternyata Nesa juga pernah bercerita tentangnya pada Adam.


"Apa hak anda Tuan Adam? Apa Nesa itu istri anda? Bahkan pacarpun bukan. Anda sudah bukan siapa-siapanya lagi" Bantah Firman sambil tersenyum sinis


Adam menggeram. Telinganya terasa panas mendengar ucapannya. Perkataan Firman seolah sudah menamparnya.


"Anda benar,saya bukan lagi kekasihnya tapi sebentar lagi kita akan kembali bersama" Balas Adam dengan amarah yang masih tertahan


"Apa anda yakin Nesa mau menerima anda kembali Tuan Adam?" Sindir Firman


"Saya sangat yakin Tuan Firman. Saya yakin dia masih sangat mencintai saya" Adam menjawab dengan tegas


"Jika anda yakin dengan perasaannya,kenapa anda harus repot-repot datang kesini dan mengancam saya Tuan Adam?" Tanya Firman dengan tegas juga


"Karena saya tidak suka ada laki-laki yang dekat dengannya" Jawab Adam gamblang


"Saya akan menjauhinya jika dia sendiri yang meminta,tapi untuk saat ini sepertinya dia masih merasa nyaman berada di dekat saya" Firman terdengar sedang memancing amarah Adam


Adam benar-benar terbakar emosi. Spontan saja Adam bangkit dari tempat duduknya sambil menatap Firman dengan tatapan nyalang. Sontak saja Firman juga ikut berdiri.


"Jauhi dia,atau anda akan berurusan dengan saya" Adam mengancam


"Ancaman anda tidak akan berpengaruh apa-apa pada hubungan saya dengan Nesa. Saya mengenal Nesa dan dekat dengannya jauh sebelum anda. Jadi sekeras apapun anda berusaha merusak kedekatan kami,anda tidak akan pernah berhasil" Firman menanggapinya dengan lantang


"Apa anda menantang saya Tuan Firman?" Sergah Adam


"Saya tidak sedang menantang anda Tuan Adam. Saya tidak akan menghalangi jalan anda untuk mendekatinya lagi tapi jika anda menyuruh saya untuk menjauhinya,saya tidak bisa melakukannya. Kecuali dia sendiri yang memintanya" Tolak Firman dengan tegas


"Kita lihat saja nanti" Ucap Adam akhirnya


Adam memakai kembali kacamata hitamnya dan hendak keluar dari ruangan Firman. Tapi belum sampai dia mencapai pintu,Firman berbicara lagi.


"Saya masih sangat mencintainya. Jika anda menyakitinya lagi,saya tidak akan segan-segan merebutnya dari anda" Firman mengancam Adam balik


Adam pun menoleh pada Firman dan berkata.


"Saya tidak akan membiarkan itu terjadi Tuan Firman,dan saya pastikan anda tidak akan mendapatkan kesempatan itu"


Adam pun pergi dengan amarah yang berkecamuk dalam dadanya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2