Takdir Cinta Nesa

Takdir Cinta Nesa
Salah Tingkah


__ADS_3

Salah satu pelayan cafe masuk ke dalam ruangan Firman dengan membawa dua piring berisi sandwich


"Maaf pak,minumnya apa?" Tanya pelayan itu


"Nesa,kamu mau minum apa?" Tanya Firman


"Lemon squash saja" Jawab Nesa


"Lemon squash dan frappuccino ya" Ujar Firman pada pelayannya


"Baik pak"


Beberapa menit kemudian,pelayan tadi datang lagi membawa minuman yang mereka pesan.


"Apa rencana mas Firman setelah ini?" Tanya Nesa sambil menyantap makanannya


"Tentu saja aku akan membuka cabang cafe lagi" Jawab Firman dengan santainya


"Sudah dapat lokasinya?" Tanya Nesa lagi


"Sudah. Kemarin ada seseorang yang menjual tanah beserta bangunannya dengan harga murah karena dia butuh uang cepat. Jadi aku ambil saja" Jawab Firman


"Oh iya?" Nesa bereaksi dengan sangat antusias


"Iya. Nanti tinggal di renovasi sedikit saja karena bangunan itu juga bekas cafe" Jawab Firman menanggapi


"Mas Firman banyak teman ya disini? Sepertinya mas Firman tidak merasa kesulitan untuk menyesuaikan diri dan memulai bisnisnya disini?" Tanya Nesa penasaran


"Temanku disini banyak Nesa! Dan beberapa dari mereka sudah mempunyai perusahaan sendiri. Aku hanya ikut menanam modal saja" Jawab Firman


"Jadi mas Firman menjadi investor di beberapa perusahaan milik teman mas Firman?"


"Iya begitulah" Firman menjawab ringan


"Dan itu aku lakukan sudah sejak lama. Makanya aku tidak begitu merasa kesulitan beradaptasi disini. Selain karena sudah banyak teman,aku juga sudah memiliki penghasilan diluar bisnis cafeku yang saat ini sedang aku rintis dari nol" Timpal Firman


Nesa mengangguk-anggukkan kepalanya sambil tersenyum.


"Oh iya Nesa,kalau mantan pacar kamu itu kerja dimana?" Tanya Firman dengan agak ragu


"Tidak usah membahasnya lagi,aku sedang move on" Jawab Nesa dengan wajah cemberut


"Baiklah aku tidak akan memaksamu jika kamu tidak mau menjawabnya,tapi aku sangat penasaran dengan sosok laki-laki itu. Pasti dia laki-laki hebat,karena aku saja tidak berhasil menakhlukkan hati kamu" Ujar Firman sambil tertawa kecil


"Ah mas Firman sangat berlebihan"

__ADS_1


Setelah menghabiskan makanannya, Nesa terlihat sedang membalas chat dari seseorang membuat Firman sedikit terusik untuk bertanya.


"Sedang chat dengan siapa?" Tanya Firman sambil mencuri-curi pandang pada ponsel Nesa


"Ini sahabat aku mas,dia mengajakku bertemu. Boleh tidak aku mengajak dia kesini?" Tanya Nesa


"Oh iya tidak apa-apa,terserah kamu saja" Jawab Firman


"Yakin nih mas Firman tidak merasa direpotkan?" Tanyanya lagi


"Kenapa harus merasa repot Nesa! Temanmu itu perempuan ya? Boleh dong jika aku berkenalan dengannya?" Firman mencoba menggoda Nesa


"Tentu boleh" Jawab Nesa dengan senyum yang terlihat dipaksa


Satu jam kemudian,Dea tiba di cafe Firman. Nesa yang sudah menunggunya diluar,terlihat sedang melambaikan tangannya pada Dea


"Hai..." Dea membalasnya dari kejauhan


"Nes,kamu sudah lama ya disini? Kamu sendirian?" Tanya Dea sambil melangkah masuk ke dalam cafe


"Lumayan lama" Jawab Nesa


"Ayo ikut aku. Aku akan kenalkan kamu dengan seseorang" Nesa menarik tangan Dea untuk masuk kedalam ruangan Firman


"Nes,kita mau kemana? Siapa yang kamu maksud?" Bisik Dea dengan raut wajah bingung


Firman berdiri dari duduknya dengan santai dan tidak bereaksi berlebihan. Sedangkan Dea semakin bingung mendengar nama Firman. Dea mengernyitkan dahinya seolah sedang mengingat-ingat sesuatu dalam memorinya.


"Dea,kenapa melamun?" Suara Nesa membuyarkan lamunan Dea


"Firman" Ucap Firman mengawali perkenalan


"De-dea" Dea menjawab dengan grogi sambil terperangah melihat Firman


Dea terus saja menatap Firman dengan posisi tangan yang masih berjabatan. Firman pun mulai risih dan menoleh ke arah Nesa seolah ingin meminta penjelasan pada Nesa.


"Ehem-ehem" Lagi-lagi Nesa membuyarkan lamunan Dea


Dengan spontan Dea menarik tangannya sendiri dan terlihat salah tingkah.


"Silahkan duduk" Firman mempersilahkan Dea duduk


Dea mendudukkan tubuhnya dengan wajah memerah karena malu.


"Kalian mengobrol saja disini ya,aku ingin mengecek kebawah. Oh iya Nesa mungkin temanmu ingin makan siang juga,biar aku minta pelayan untuk mengantarnya kesini nanti" Ujar Firman

__ADS_1


"Dea ditanya tuh,kamu mau pesan apa?" Tanya Nesa


"Apa saja" Dea menjawab sekenanya sambil tersipu malu


"Oke baiklah. Aku tinggal dulu ya" Ucap Firman


"Iya terimakasih" Balas Dea sambil terus memandang Firman sampai laki-laki itu hilang dari pandangannya


"Sepertinya ada yang jatuh cinta pada pandangan pertama nih" Goda Nesa


"Ahh ti-tidak tidak" Lagi-lagi Dea terlihat salah tingkah


"Janji aku sudah lunas ya untuk mengenalkan kamu pada mas Firman" Ucap Nesa sambil tertawa kecil


"Jadi dia itu mas Firman yang pernah kamu ceritakan ya?" Dea bertanya dengan sangat antusias


"Iya dia itu mas Firman yang aku kenal di surabaya dulu" Jawab Nesa


"Terus kenapa dia ada disini? Dan kenapa tadi dia seolah-olah bersikap sebagai pemilik cafe ini?" Tanya Dea penasaran


"Mas Firman sudah pindah ke kota ini Dea!" Jawab Nesa dengan jelas


"Apa..?" Dea sangat terkejut mendengarnya


"Kamu terkejut kan? Aku juga sangat terkejut saat mengetahuinya kemarin"


"Mas Firman sudah satu bulan berada disini tapi dia tidak mengabariku. Kemarin aku tidak sengaja bertemu dia di apartemennya mas Adam. Dan ini cafe milik dia,tadi aku juga diajak kerumah barunya" Nesa bercerita


"Apa..! Rumah baru?"


"Iya mas Firman ternyata sudah membeli rumah baru juga disini. Dia merencanakan ini semua sudah dari jauh-jauh hari Dea,jauh sebelum dia datang kesini" Jawab Nesa melanjutkan ceritanya


Dea menggeleng-gelengkan kepalanya seolah tak percaya.


"Jangan bilang dia pindah kesini,itu karena kamu Nesa?"


"Sepertinya sih begitu,dia sampai menjual semua aset-asetnya yang ada di surabaya agar bisa menetap disini" Jawab Nesa dengan santainya


"Apa...? Mas Firman sampai berkorban sebegitu besarnya untuk kamu padahal jelas-jelas kamu sudah menolaknya" Lagi-lagi Dea dibuat terkejut


"Aku juga merasa bersalah Dea tapi mas Firman meyakinkan aku jika dia tidak lagi berharap menjadi kekasihku. Dia hanya ingin selalu dekat denganku"


"Ya ampun Nesa,itu hanya alibinya saja. Kamu itu tidak peka ya. Coba sekarang pikir,dia meninggalkan segalanya lalu pindah ke kota ini,itu bukan keputusan yang main-main Nesa. Tidak mungkin jika mas Firman hanya ingin dekat dengan kamu,dia pasti masih mengharapkan kamu" Ucap Dea berkomentar


"Aku bukan tidak peka Dea,aku juga berpikir sama. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa untuk membalas semua pengorbanannya. Lagipula bukan aku yang meminta mas Firman untuk datang kesini tapi mas Firman sendiri yang mau" Sanggah Nesa

__ADS_1


"Mas Firman benar-benar laki-laki baik. Dia rela melakukan segala cara untuk bisa dekat dengan wanita yang dicintainya. Harusnya kamu bersyukur Nesa! Tapi kamu benar,sampai kapanpun kamu tidak akan bisa membalas cinta mas Firman karena saat ini kamu sudah terikat dengan Tuan Adam" Ucap Dea prihatin


Bersambung....


__ADS_2