Takdir Cinta Nesa

Takdir Cinta Nesa
Kembali Dekat


__ADS_3

"Mas Firman tunggu" Teriak Nesa


"Cepatlah,kita akan melihat kamarnya. Aku belum sempat melihat isi rumah ini" Ucap Firman sambil membuka pintu salah satu kamar yang ada dilantai dua rumahnya


Nesa mengekor dibelakang Firman dan masuk ke kamar tersebut.


"Apa kamu suka kamarnya?" Tanya Firman


"Hah aku? Kenapa mas Firman meminta pendapatku? Harusnya yang mas Firman bawa kesini itu calon istri mas Firman,bukan aku" Seloroh Nesa sambil menjulurkan lidahnya pada Firman


"Berani ya kamu meledekku" Firman mendekat pada Nesa seolah dia ingin membalas Nesa dengan suatu tindakan tapi Nesa malah menghindarinya. Lalu spontan saja mereka saling berkejaran dengan saling melempar bantal yang ada dikasur disertai tawa riang dari keduanya


Saat Nesa hendak naik kekasur,Firman menarik tangannya tapi karena refleks,Nesa malah menyentaknya kasar hingga membuat tubuh Firman kehilangan keseimbangan dan jatuh di atas tubuh Nesa.


Mereka saling tatap dengan nafas yang masih tersengal.


"Aku tidak akan melepaskanmu lagi sekarang" Ucap Firman sambil menatap Nesa dengan tatapan penuh makna


"Mas Firman mau apa?" Tanya Nesa sambil menggeliat di dalam kungkungan Firman


"Menurutmu?" Firman semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Nesa


"Lepaskan aku,ini sungguh tidak nyaman" Nesa mendorong tubuh Firman dengan spontan


Nesa segera bangkit dari tempatnya dan keluar dari kamar itu.


"Nesa.." Panggil Firman yang masih terlentang di lantai


"Baiklah,sudah cukup bercandanya. Ayo kita turun" Ucap Nesa yang perlahan suaranya terdengar semakin samar di telinga Firman


Firman tertawa geli melihat tingkah Nesa. Kembali dekat dengan Nesa,membuat Firman bahagia walaupun dia harus memendam perasaan cintanya sebisa mungkin. Sedangkan Nesa berusaha untuk bersikap biasa pada Firman,Nesa tidak ingin Firman menjadi salah paham dan menaruh harapan padanya.


Puas melihat isi rumah,mata Nesa tertuju pada sebuah kolam renang di belakang rumah. Nesa duduk ditepi kolam renang dan menceburkan kakinya disana. Kemudian Firman mengikuti apa yang dilakukan Nesa,Firman menggulung celananya dan menceburkan kakinya juga.


"Apa mas Firman tidak akan menyesal nantinya sudah pindah ke kota ini?" Tanya Nesa

__ADS_1


"Kenapa harus menyesal?" Firman malah bertanya balik


"Mas Firman meninggalkan kota kelahiran mas Firman,itu berarti mas Firman meninggalkan semua teman-teman disana dengan sejuta kenangannya" Ujar Nesa


"Iya kamu benar,tapi lebih baik seperti itu. Daripada aku harus jauh dari kamu" Komentar Firman


"Maksud mas Firman apa?" Nesa agak tertegun dengan ucapan Firman


"Aku tidak bisa bohong Nesa. Waktu itu kamu pergi bukan hanya membawa dirimu saja tapi kamu juga membawa separuh jiwaku" Jawab Firman serius sambil menatap wajah Nesa


Nesa yang juga menatap Firman,kemudian menurunkan pandangannya dan seketika itu juga wajahnya berubah menjadi sedih.


"Maafkan aku jika aku tidak bisa menahan diri untuk mengatakan ini. Tapi seperti yang aku katakan kemarin,aku akan berusaha untuk menjadi kakakmu saja tidak lebih" Ucap Firman


"Aku juga tidak tahu nasibku ke depan seperti apa? Tapi mungkin selamanya aku akan terjebak dengan perjodohan itu mas. Tadi pagi sebelum kesini,aku menemui papanya mas Adam untuk meminta maaf langsung dan beliau masih berharap aku bisa kembali pada mas Adam,begitu pun dengan papaku" Ujar Nesa menanggapi


"Aku tidak bisa menjanjikan apapun pada mas Firman" Sambung Nesa


"Tidak apa-apa,aku sudah tahu itu. Aku hanya ingin hubungan kita terus terjalin dengan baik seperti ini" Balas Firman


"Tapi aku juga menginginkan kebahagiaan mas Firman. Aku juga ingin suatu saat nanti mas Firman bisa menemukan pasangan hidup mas Firman" Sanggah Nesa


Hati Nesa terenyuh. Kalimat Firman terdengar sangat indah ditelinga Nesa tapi sekaligus menjadi tamparan baginya. Dia mendapatkan kasih sayang begitu besar dari Firman tapi dia tidak bisa membalasnya. Tanpa sadar airmata Nesa menetes begitu saja. Nesa semakin mendekat pada Firman dan memeluknya.


Airmatanya semakin deras tatkala dia memikirkan kisah asmaranya dengan Adam. Andai saja hubungannya dengan Adam tidak melibatkan hubungan keluarga,mungkin saja saat ini Nesa akan mencoba membuka hatinya untuk laki-laki sebaik Firman.


"Maafkan aku mas. Aku hanya bisa berdoa semoga mas Firman selalu bahagia dan bisa sukses disini" Lirih Nesa


Firman mengurai pelukannya dan mengusap airmata Nesa.


"Sudahlah tidak usah dipikirkan lagi. Agar kamu tidak sedih,aku akan membawamu ke suatu tempat" Ucap Firman tiba-tiba


"Kita mau kemana lagi? Sepertinya mas Firman banyak menyiapkan kejutan untukku" Tanya Nesa


"Ayo cepatlah,pasti kamu sudah lapar kan?" Firman mengulurkan tangannya pada Nesa. Nesa menerima uluran tangan Firman,lalu Firman menariknya hingga Nesa terbangun dari duduknya

__ADS_1


Firman melajukan mobilnya lagi keluar dari area perumahan.


"Sebenarnya aku belum begitu paham dengan jalanan di jakarta. Sepertinya aku akan sering-sering merepotkanmu nanti sebagai penunjuk jalanku" Ucap Firman


"Tidak masalah" Nesa menjawab ringan sambil tertawa kecil


Setelah beberapa menit menempuh perjalanan,akhirnya mereka sampai di tempat yang Firman maksud. Sebuah cafe yang cukup luas dengan dua lantai dan didalamnya memiliki banyak spot foto menarik. Cocok untuk tempat nongkrong anak-anak muda.


"Ini tempat yang mas Firman maksud tadi?" Tanya Nesa


"Iya,ayo masuklah" Pinta Firman


Saat memasuki ruangan,semua pelayan disana terlihat memberi hormat pada Firman.


"Selamat siang Pak" Salah satu pelayan tersebut menyapa


"Selamat siang" Balas Firman


"Tolong siapkan makan siang untuk kita berdua,dan segera bawa keruanganku" Pinta Firman sambil menunjuk pada Nesa


Lalu Firman naik ke lantai dua cafe diikuti Nesa dibelakangnya yang masih terlihat bingung.


"Ini cafe mas Firman?" Tanya Nesa


"Iya. Ayo kita ngobrol-ngobrol di ruanganku saja" Ajak Fiman sambil membuka pintu ruangannya


"Mas Firman baru satu bulan disini tapi sudah memiliki cafe ini? Pengunjungnya juga terlihat ramai" Tanya Nesa lagi ingin tahu


"Cafe ini sudah buka dua bulan yang lalu Nesa. sebelum aku pindah kesini,cafe ini sudah dalam tahap pembangunan dan segala kepengurusannya aku pasrahkan sama temanku disini. Jadi waktu aku menginjakkan kakiku di kota ini,cafenya sudah berjalan" Jawab Firman menjelaskan


"Benarkah? mas Firman curang ya,merencanakan ini semua tanpa sepengetahuanku" Protes Nesa


"Aku hanya tidak ingin merepotkanmu Nesa. Lagipula jika aku memberitahumu belum tentu juga kamu ada waktu untukku,karena mungkin saat itu kamu masih sibuk pacaran dengan mantanmu itu" Firman terdengar menyindir Nesa


Nesa diam. Entah kenapa Nesa seolah kehabisan kata-kata untuk menanggapi ucapan Firman. Mungkin Firman memang benar ,saat itu dia masih sibuk dengan Adam. Apalagi dengan sikap Adam yang posesif,dia tidak mungkin mengizinkannya untuk dekat dengan laki-laki lain selain dirinya.

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa like,komen ya karena dukungan dari para pembaca sangat berarti bagi author. terimakasih 😊


__ADS_2