Takdir Cinta Nesa

Takdir Cinta Nesa
Pelangi Setelah Hujan


__ADS_3

6 bulan kemudian


Malam ini Nesa tidak bisa tidur. Nesa seringkali ingin buang air kecil yang membuat dia harus bolak bali ke kamar mandi.


"Sudah beberapa hari ini aku sering buang air kecil. Payudaraku juga sakit dan tak kunjung hilang,seperti tanda-tanda orang hamil. Apa benar aku sedang hamil?" Gumam-guman Nesa yang duduk bersandar di atas tempat tidur sambil melamun


Keinginan buang air kecil kembali datang,dengan cepat Nesa pergi ke kamar mandi. Adam yang terbangun dan melihat tingkah aneh Nesa akhirnya penasaran untuk bertanya.


"Sayang,ada apa dengan mu? Kamu sering bolak balik ke kamar mandi. Kamu baik-baik saja kan?"


"Aku baik-baik saja sayang. Mungkin tadi aku kebanyakan minum jadinya ingin buang air kecil terus" Jawab Nesa bohong


Nesa tidak ingin memberitahu Adam dulu perihal kecurigaannya jika yang dialaminya saat ini adalah salah satu tanda-tanda orang yang sedang hamil muda. Dia ingin memastikan dulu apa benar dirinya hamil,baru setelah itu dia akan memberitahu Adam jika seandainya nanti dia benar-benar positif hamil.


"Kalau sudah tidak ingin buang air kecil lagi cepatlah tidur. Nanti kamu kelelahan" Sarannya perhatian


"Iya sayang" Nesa pun kembali naik ke kasur berharap keinginan buang air kecilnya tidak menganggu tidurnya lagi


Pagi harinya,Nesa bersiap untuk bekerja seperti biasa. Tak lupa juga Nesa melayani Adam mulai dari menyiapkan baju kerjanya dan lain sebagainya.


Semenjak menikah,Adam mengijinkan Nesa untuk membawa mobil sendiri ke rumah sakit tanpa sopir karena jarak rumahnya ke rumah sakit tidak terlalu jauh. Setelah Adam berpamitan ke kantor,Nesa pun pergi ke rumah sakit untuk menunaikan pekerjaannya. Tapi sebelumnya Nesa mampir dulu ke apotik untuk membeli tespeck.


Sesampainya di rumah sakit,Nesa langsung menuju ke kamar mandi ruang kerjanya dan menggunakan alat yang dibelinya tadi untuk mengetahui apakah dirinya hamil atau tidak. Setelah beberapa menit menunggu,akhirnya alat itu menunjukkan reaksi. Nesa agak terkejut bercampur haru saat melihat dua garis merah muncul disana. Benar saja,dirinya sedang mengandung anak Adam.


Nesa duduk di kursinya sambil terus menatap dua garis merah itu dengan mata yang berkaca-kaca. Nesa tidak percaya dia akan hamil lagi secepat ini. Pasca keguguran beberapa bulan yang lalu,Nesa memang tidak menggunakan alat kontrasepsi apapun karena Adam melarangnya. Akhirnya atas kesepakatan bersama,Nesa menggunakan kb alami yang juga biasa disebut sebagai kb kalender. Caranya dengan menghitung masa subur. Jika sedang dalam masa subur,mereka tidak akan melakukan hubungan suami istri.


Nesa ingin segera memberitahu Adam tapi akhirnya dia urungkan karena tiba-tiba saja Nesa mempunyai sebuah ide. Dia ingin memberi kejutan pada Adam karena kebetulan besok itu hari ulang tahun Adam yang ke 32.


Sepulang dari rumah sakit,Nesa tidak langsung ke rumah melainkan pergi ke rumah sakit tempat mamanya bekerja untuk melakukan pemeriksaan USG. Nesa ingin tahu sudah berapa minggu usia kehamilannya.


"Tidak biasanya kamu ingin bertemu mama di rumah sakit. Ada apa?" Tanya Widia yang belum tahu tujuan kedatangan Nesa


"Aku ingin mama memeriksa kehamilan ku" Jawabnya to the point

__ADS_1


"Apa? Kamu hamil sayang?" Tanyanya lagi dengan terkejut


Nesa mengangguk sambil tersenyum cerah.


"Selamat ya. Adam pasti sangat bahagia" Ucap Widia


"Aku belum memberitahunya ma. Aku ingin memberi mas Adam kejutan. Aku juga baru tahu tadi jika aku hamil. Makanya aku kesini karena aku ingin tahu berapa usia kehamilanku" Ujar Nesa dengan antusias


"Kamu jauh-jauh kesini padahal kamu bisa memeriksakan kehamilanmu di rumah sakit Adam" Tegur Widia


"Aku agak sungkan. Lebih nyaman jika periksa ke mama sendiri. Bisa tanya-tanya sepuasnya" Goda Nesa sambil tertawa kecil


"Dokter disana juga akan memberikan pelayanan terbaik untuk kamu sebagai istri pemilik rumah sakit" Protesnya lagi


"Ah sudahlah ma. Aku tetap lebih nyaman jika sama mama" Nesa pun berbaring di tempat tidur pemeriksaan tanpa Widia suruh


Setelah mengolesi gel yang memiliki efek dingin di kulit,Widia pun menggerak-gerakkan alat yang bernama transducer di perut Nesa dengan sedikit tekanan. Widia melihat ke arah layar dengan serius. Sesaat kemudian wajah Widia tampak terkejut dengan mata yang melebar.


"Luar biasa Nesa. Ini sebuah anugerah besar untuk kamu dan Adam" Ucap Widia akhirnya


Widia sampai kesulitan untuk mengucapakan kata-kata saking terkejutnya.


"Maksud mama apa?" Tanya Nesa heran


"Disini terlihat ada 3 kantung janin di rahim kamu" Jawab Widia sambil terperangah tanpa mengalihkan pandangannya dari layar


"Apa? Maksud mama aku sedang hamil kembar 3 ?" Tanyanya lagi memastikan. Nesa tak kalah terkejutnya dengan Widia


Widia mengangguk sambil tersenyum cerah.


"Mama tidak salah kan?" Nesa terlihat sangat surprise


"Mama serius Nesa!" Seru Widia

__ADS_1


Nesa pun menoleh ke arah layar. Nesa sangat takjub melihat apa yang ada disana. Sulit Nesa percaya jika saat ini dia sedang hamil kembar,bukan 2 tapi 3 sekaligus. Nesa mengelus-elus perutnya dengan perasaan haru. Tapi tiba-tiba saja satu pertanyaan muncul dibenaknya.


"Apa dalam keluarga kita ada yang mempunyai anak kembar?" Nesa terlihat sedang berpikir


"Memang tidak ada tapi mama mertuamu pernah hamil anak kembar" Timpal Widia


"Hah benarkah?"


"Iya tapi sayangnya dia harus kehilangan bayinya sebelum sempat dilahirkan. Begitu yang mama tahu" Jawab Widia dengan nada yang merendah


"Tapi mas Adam tidak pernah bercerita soal itu" Ucap Nesa sambil mengernyitkan dahinya


"Mungkin saja mereka tidak pernah memberitahu Adam karena waktu itu usia Adam masih sangat kecil dan belum mengerti apa-apa" Balas Widia menduga-duga. Widia tidak tahu persis kejadiannya karena di hari yang sama Widia juga harus kehilangan bayi yang dikandungnya


"Oh begitu ya"


Nesa turun dari tempat pemeriksaan dan duduk di depan meja Widia.


"Usia kehamilanmu masih 8 minggu dan kamu mempunyai riwayat keguguran. Mama akan meresepkan obat penguat kandungan dan beberapa vitamin untuk kamu" Ucap Widia sambil menulis resep untuk Nesa


"Apa aku harus istirahat total ma?" Tanya Nesa


"Jika tidak ada flek kamu masih boleh bekerja asal jangan terlalu lelah tapi mama tidak yakin Adam akan mengizinkan" Widia memberikan copy resep pada Nesa


"Mama benar. Mas Adam pasti akan sangat protektif dengan kehamilanku yang sekarang" Nesa mengambil kertas itu beserta hasil USG dan memasukkannya ke dalam tas


"Kamu bicarakan dengan Adam baik-baik. Jika Adam melarangmu untuk bekerja kamu harus menurutinya. Mencegah lebih baik kan" Widia menasehati


"Iya ma. Aku tidak ingin mas Adam kecewa lagi. Aku akan menjaga anak ini dengan baik" Ucap Nesa bersungguh-sungguh


Terlepas dari apapun aturan Adam nanti tentang kehamilannya,Nesa akan menjalaninya dengan penuh suka cita. Nesa sampai tidak bisa melukiskan kebahagiaannya saat ini. Nesa pernah kehilangan satu bayi tapi tuhan menggantinya dengan 3 bayi sekaligus. Kesedihannya terbayar sudah,ibarat pelangi setelah hujan.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2