
"Benarkah?" Tanya Nesa tak percaya
Adam mengangguk.
"Kamu sendiri? Apa kamu sudah memiliki kekasih?" Tanya Adam dengan topik yang sama
"Menurutmu?" Nesa balik bertanya
"Mana aku tau nona. Aku bukan peramal" Jawab Adam
"Anda sangat lucu Tuan" Lagi-lagi Nesa tertawa
"Jadi apa jawabannya?" Adam memandangi Nesa dengan penasaran
"Jika aku memiliki kekasih aku tidak akan berlama-lama denganmu disini" Jawab Nesa dengan kalimat penuh arti
Entah kenapa jawaban Nesa membuat hati Adam berbunga-bunga. Kata-kata Nesa seolah mengisyaratkan jika dia adalah gadis yang setia. Adam lagi-lagi memujinya.
"Apa kamu pernah jatuh cinta?" Tanyanya lagi
"Apa pertanyaanmu harus aku jawab?" Nesa bertanya balik sambil menatap Adam
"Jika kamu keberatan tidak usah dijawab juga tidak apa-apa" Ucap Adam santai tapi sebenarnya dia sangat ingin tahu
"Baiklah aku akan menjawab,tapi kamu harus mengejarku dulu" Pinta Nesa dengan kekanak-kanakan sambil berlari menjauh dari Adam
Sontak saja Adam terkejut dibuatnya. Adam berusaha mengejar Nesa. Mereka seperti dua anak kecil yang sedang asyik belarian di pantai. Saat jarak mereka sudah dekat,Adam menarik tangan Nesa secara tiba-tiba hingga membuat tubuh Nesa jatuh ke dalam pelukannya. Tubuh mereka sangat dekat. Nesa merasa jantungnya berdegup kencang. Mereka saling memandang dengan nafas yang masih tersengal-sengal karena berlarian tadi.
"Apa sudah bisa menjawabnya sekarang?" Tanya Adam dengan posisi tangan yang melingkar di pinggang Nesa
"A-aku" Nesa gugup. Dekapan Adam membuatnya tidak mampu berkata-kata
Lalu secara implusif Adam menyibak rambut Nesa yang menutupi wajahnya karena terhembus oleh angin.
"Lepaskan aku" Nesa berusaha melepas dekapannya dengan agak kasar hingga membuat Adam terkejut. Dan spontan saja Adam melepas tubuh Nesa
"Maafkan aku" Ucap Adam lirih
"Apa kamu marah?" Tanya Adam pada Nesa yang sedang membelakanginya
Nesa tidak menjawab. Sebenarnya dia tidak marah. Nesa hanya tidak mengerti dengan perasaannya sendiri. Berada dalam dekapan Adam membuat jantungnya ingin copot saja. Nesa hanya ingin menyembunyikan wajahnya yang sudah bersemu merah.
"Lupakanlah jika kamu tidak mau menjawabnya" Adam pura-pura kesal sambil menjauh dari sana. Nesa berbalik dan mengejarnya
"Tunggu Tuan. Aku tidak marah" Ucap Nesa dengan nada yang agak keras
"Aku tidak pernah tahu bagaimana rasanya jatuh cinta karena papa selalu melarangku untuk berpacaran" Jawab Nesa akhirnya
__ADS_1
"Itu artinya kamu tidak pernah berpacaran?" Tanya Adam memastikan
"Iya" Ucap Nesa sambil mengangguk pelan
Entah kenapa hati Adam kembali berbunga-bunga. Dengan beraninya,Adam mengulurkan tangannya pada Nesa. Nesa pun menyambut uluran tangan Adam walaupun awalnya dia terlihat ragu. Mereka berdua akhirnya melangkahkan kakinya mendekat ke bibir pantai, membiarkan tubuh mereka basah disapu ombak. Mereka sama-sama terdiam seolah sedang hanyut dengan perasaannya masing-masing.
"Apa daritadi kamu tidak merasa ada yang aneh?" Tanya Adam sambil menatap wajah Nesa
"Aku merasakannya. Kita baru saja kenal tapi sudah sedekat ini" Jawab Nesa seolah sudah mengerti maksud dari pertanyaan Adam
"Bahkan tadi kita seperti sepasang kekasih yang sedang merajuk" Tambah Nesa sambil menatap Adam balik
Tatapan mereka saling bertemu dengan ekspresi yang sulit dijelaskan.
"Kalau begitu aku punya satu permintaan untukmu" Ucap Adam
"Apa?" Tanya Nesa lembut
"Bolehkah aku mengenalmu lebih dekat lagi?" Tanya Adam tanpa ragu
Nesa bingung. Nesa tidak tahu harus menjawab apa. Tapi berdekatan dengan Adam membuat hatinya merasakan getaran aneh yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.
Akhirnya Nesa mengangguk saja sebagai tanda mengiyakan permintaan Adam.
"Mari kita saling mengenal" Ujar Nesa kemudian
Tak terasa mereka terdiam cukup lama,hingga tanpa sadar malam pun semakin larut. Suasana pantai benar-benar sudah sepi. Tak tampak lagi aktifitas orang-orang disekitar sana.
"Sepertinya aku sudah mulai mengantuk" Ucap Nesa seolah memberi isyarat pada Adam untuk segera kembali ke hotel tempatnya menginap
"Sebaiknya kita segera kembali ke hotel" Sambung Nesa
"Apa kita bisa berjumpa lagi besok?" Tanya Adam berharap
"Tentu saja Tuan" Jawab Nesa
"Bisakah tidak memanggilku Tuan" Ujar Adam keberatan
"Lalu aku harus memanggil anda dengan sebutan apa?" Tanya Nesa
"Terserah,asal jangan panggil aku om" Seloroh Adam
Nesa tertawa kecil mendengarnya. Entah sudah berapa kali laki-laki yang disampingnya ini membuatnya merasa terhibur.
"Baiklah mas Adam" Sebut Nesa akhirnya
"Nah begitu lebih baik" Ucap Adam setuju
__ADS_1
Sesampainya di lobby hotel,Adam menghentikan langkah Nesa.
"Bisakah kita bertukar nomor telepon?" Pinta Adam
"Ponselku ada di kamar" Balas Nesa
"Masukkan nomor kontakmu" Adam menyodorkan ponselnya pada Nesa
Dengan cepat Nesa mengetik nomor kontaknya di ponsel Adam.
"Sampai bertemu besok" Ucap Adam sebelum melangkah pergi
Nesa tersenyum dengan wajah yang tersipu malu. Setelah itu mereka berpisah dan pergi ke kamar mereka masing-masing.
Setelah menyegarkan diri dikamar mandi,Adam merebahkan tubuhnya dikasur. Bayangan wajah cantik Nesa terus saja menari-nari dikepalanya. Adam mengingat kembali semua yang terjadi di pantai tadi bersama Nesa. Adam harus mengakui jika dia sudah jatuh cinta pada pertemuan pertama. Adam berpikir mungkin ini adalah jawaban dari gagalnya pernikahan dirinya beberapa waktu yang lalu.
"Mungkin dialah jodohku yang sebenarnya" Batin Adam
Sepertinya malam ini Adam akan susah tidur. Jika kebanyakan orang tidak bisa tidur karena bersedih,Adam justru tidak bisa memejamkan matanya karena terlalu bahagia. Sakit dikepalanya juga sudah tidak dirasakannya lagi.
Dikamar yang berbeda Nesa justru merasa bimbang ditengah-tengah kebahagiannya. Baru saja dia menolak laki-laki pilihan papanya dan membuat kekacauan dalam keluarganya tapi sekarang dia justru sedang ingin dekat dengan laki-laki lain yang baru saja dikenalnya.
Dia saja tidak yakin apa sekarang ini dia benar-benar sudah lepas dari masalahnya apa tidak. Tapi sekarang dengan memberikan kesempatan pada laki-laki lain untuk mengenalnya lebih jauh lagi,dia seolah ingin membuat masalahnya menjadi semakin rumit.
Tiba-tiba ponselnya berdering. Ada pesan masuk disana. Nesa membukanya dan membalas pesan itu
Adam : Apa sudah tidur ?
Nesa : Siapa ?
Adam : Adam. Apa ada laki-laki lain yang sedang dekat denganmu ?
Nesa : Tidak ada. Maaf aku lupa tadi mas Adam meminta nomorku
Adam : Besok jam 8 pagi aku tunggu kamu di lobby hotel
Nesa : Memangnya mas Adam mau mengajakku kemana ?
Adam : Pergi ke pantai
Nesa : Oke baiklah
Adam : Ya sudah,selamat malam. Selamat beristirahat
Nesa tidak bisa membalasnya lagi karena dia sudah tidak bisa menahan kantuknya. Nesa akhirnya tertidur dengan masih menggenggam ponsel di tangannya.
Bersambung...
__ADS_1