Takdir Cinta Nesa

Takdir Cinta Nesa
Meminta Maaf


__ADS_3

Saat makan malam di meja makan,Gunawan hanya diam tak saling bersinggungan dengan Nesa. Nesa merasa seperti orang asing di depan Gunawan. Dan suasana terasa tidak seperti biasanya sejak kedatangannya.


Nesa menduga jika Gunawan memang masih marah dengan kepergiannya beberapa minggu yang lalu. Nesa ingin bicara tapi tidak berani karena melihat Gunawan menyantap makanannya tanpa merasa terusik dengan kehadirannya. Akhirnya Nesa mengurungkan niatnya untuk berbicara.


Dia akan menunggu sampai Gunawan selesai menghabiskan makanannya. Mereka hanya makan berdua saja karena Widia belum pulang dari rumah sakit.


Setelah makanannya habis,Gunawan mendorong kursinya kebelakang dan meninggalkan meja makan. Buru-buru Nesa menghampiri Gunawan dan berbicara.


"Sepertinya papa masih marah padaku?" Tanya Nesa menghentikan Gunawan


Tanpa menjawab dan menoleh ke arah Nesa,Gunawan masih berdiri disitu tak memberikan respon.


"Aku benar-benar minta maaf. Aku tahu kesalahanku mungkin sangat fatal bagi papa tapi aku mohon jangan membenciku. Dengan diamnya papa,Nesa merasa seperti orang asing yang tidak diinginkan disini" Ucap Nesa memohon


"Permintaan maafmu dan semua kata-katamu tidak ada gunanya lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi dan papa tidak menyangka kamu akan berbuat seperti ini pada papa" Balas Gunawan kecewa


"Kamu tahu Nesa,gara-gara kamu om Surya hampir saja mati. Bahkan sampai detik ini papa belum berani menemuinya lagi. Apa ini yang kamu harapkan? Membuat papa malu di depan om Surya? Apa kamu sudah puas Nesa?" Kata-kata Gunawan terdengar sangat menyakitkan bagi Nesa. Seumur hidupnya,baru sekarang ini Nesa melihat papanya memarahinya


Tanpa sadar airmatanya menetes begitu saja tapi Nesa buru-buru mengusapnya.


"Nesa benar-benar minta maaf" Ucap Nesa lirih. Hanya itu yang mampu keluar dari bibirnya


"Apa kamu berani meminta maaf juga pada om Surya?" Tanya Gunawan sedikit membentak


Nesa menggeleng cepat tanpa terlihat oleh Gunawan.


"Kamu tidak berani kan? Lalu kenapa kamu sangat berani ketika meninggalkan rumah?" Tanya Gunawan lantang


Nesa masih bergeming,ucapan papanya membuat tubuh Nesa membeku.


Gunawan meninggalkan Nesa tanpa menoleh sedikitpun. Tapi dilain sisi Gunawan merasa senang karena Nesa sudah kembali lagi ke rumah dalam keadaan yang baik-baik saja.

__ADS_1


Nesa pasrah. Nesa akan terima kemarahan papanya karena sebelum kembali ke rumah,dia sudah memikirkan segala konsekuensinya.


Keesokan harinya karena Nesa sudah kembali,Gunawan memutuskan untuk menemui Surya dan meminta maaf secara langsung pada Surya atas kesalahan yang dilakukan oleh puterinya.


Gunawan datang kerumah Surya menjelang siang hari karena Gunawan berpikir diwaktu itulah Adam sudah pergi ke kantor. Gunawan tidak ingin kedatangannya diketahui oleh Adam karena Gunawan khawatir jika Adam masih marah seperti di rumah sakit waktu itu.


Sesampainya dirumah Surya,pelayan mempersilahkan Gunawan masuk dan membawa Gunawan ke taman belakang dimana Surya berada. Dilihatnya dari jauh Surya sedang duduk santai seorang diri disalah satu kursi taman dekat gazebo.


Surya agak terkejut dengan kedatangan Gunawan karena selama dia sakit Gunawan tidak pernah lagi menjenguknya, walaupun Surya sendiri sudah mengerti alasan Gunawan melakukan itu. Gunawan mendekat dengan perasaan yang campur aduk. Dia takut jika Surya sudah membencinya,tapi diluar dugaan Surya malah menyambutnya dengan senyuman hangat.


"Maaf jika kedatanganku sudah mengganggu mas Surya" Ucap Gunawan


"Kamu bicara apa Gunawan,kamu seperti orang yang baru kenal aku saja" Balas Surya


"Duduklah,tidak usah sungkan" Pinta Surya


"Bagaimana kesehatan mas Surya sekarang? Maaf aku tidak menemui mas Surya lagi semenjak kejadian itu. Aku hanya tidak ingin memperkeruh suasana" Gunawan tidak mengatakan jika waktu itu Adam sudah mengusirnya


"Nesa sudah kembali bukan?" Tanyanya kemudian


"Darimana mas Surya bisa tahu?" Tanya Gunawan balik dengan agak terkejut


"Itu tidak penting Gunawan. Aku bahkan tahu jika saat ini Nesa sudah memiliki kekasih" Ucapan Surya membuat Gunawan bagai tersambar petir. Bagaimana mungkin puterinya itu melanggar aturan yang sudah dia buat selama ini,terlebih lagi dalam situasi yang seperti ini


Dengan cepat ekspresi Gunawan berubah. Surya yang melihatnya hanya bisa menahan tawa. Dia belum menyelesaikan kalimatnya.


"Apa kamu tidak ingin bertanya siapa kekasih Nesa?" Tanya Surya lagi dengan kalimat yang membuat Gunawan penasaran sekaligus cemas


"Bahkan kamu sudah mengenalnya" Tambah Surya,membuat Gunawan terlihat semakin penasaran dengan wajah yang sudah mengeras


"Apa...! Siapa?" Gunawan tampak emosional

__ADS_1


"Laki-laki itu,yang saat ini menjadi kekasih Nesa adalah puteraku sendiri" Jawab Surya gamblang


Gunawan semakin terkejut dibuatnya, Gunawan mencoba mencerna lagi ucapan Surya.


"Maksud mas Surya,Adam?" Tanya Gunawan tidak percaya


"Betul Gunawan" Jawab Surya sambil tersenyum


"Bagaimana bisa?" Tanya Gunawan lagi seolah meminta penjelasan pada Surya


"Diam-diam aku mencari informasi dari sekretarisnya Adam. Nesa kabur ke Bali. Selang beberapa hari,Adam juga ke Bali karena mendapat undangan pesta. Lalu mereka tidak sengaja bertemu dan siapa sangka mereka akhirnya saling jatuh cinta dalam waktu yang singkat. Bukankah ini sebuah kebetulan yang sangat indah!? Sepertinya mereka memang ditakdirkan berjodoh Gunawan!" Surya bercerita sambil terus menyungging senyuman dibibirnya karena bahagia


Gunawan tertegun masih tidak bisa mempercayai semuanya. Apa yang dikatakan Surya saat ini benar-benar sebuah kejutan bagi Gunawan. Dengan cepat Gunawan sudah bisa mencairkan emosinya. Otot-ototnya yang tadi sempat tegang,kini lentur kembali setelah mendengar penuturan Surya.


"Jadi sekarang kamu tidak perlu memarahi Nesa. Saat ini Adam maupun Nesa sedang berbahagia" Ucap Surya


"Tapi bagaimana jika suatu saat mereka tahu kebenarannya?" Tanya Gunawan


Surya terlihat berpikir,lalu menghela nafas dan membuangnya pelan.


"Aku belum memikirkan hal itu" Jawab Surya


"Apa mungkin Adam akan membenci Nesa? Karena waktu itu Adam yang terlihat sangat marah" Gunawan mulai khawatir


"Sepertinya kita tidak bisa tenang-tenang dulu mas Surya karena aku khawatir Adam akan marah dan membenci Nesa. Sedangkan Nesa akan patah hati ditinggal Adam" Gunawan sedang mencemaskan kemungkinan terburuknya


"Mungkin awalnya memang akan seperti itu Gunawan,tapi aku yakin kekuatan cinta akan menyatukan mereka kembali. Jadi sekarang kita tutup mulut dulu dan biarkan cinta mereka tumbuh semakin besar. Dengan begitu mereka tidak akan mudah berpisah" Ucapan Surya bisa sedikit melegakan hati Gunawan


"Baiklah mas Surya. Sekali lagi aku minta maaf atas kesalahan yang sudah Nesa lakukan. Dan terimakasih mas Surya juga sudah memaafkan kami. Sekarang aku tenang karena setidaknya Nesa jatuh cinta pada laki-laki yang tepat" Ucap Gunawan akhirnya


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2