
Selepas pesta usai,Adam dan Nesa memutuskan untuk menginap di rumah papa Gunawan terlebih dulu sebelum akhirnya Adam benar-benar membawa Nesa untuk tinggal di rumahnya.
Mereka menginap hanya sehari. Dan setelah menghabiskan waktu di rumah saja selama seharian,malam ini mereka akan berpamitan pada Gunawan dan juga Widia.
"Sebelum kalian pergi,sebaiknya makan malam disini dulu karena setelah ini mungkin mama akan sulit melihat kalian makan di rumah ini lagi. Terutama kamu Nesa" Ucap Widia
"Mama bicara apa,Nesa akan sering-sering datang kesini. Iya kan sayang?" Balas Nesa sambil meminta persetujuan pada Adam yang saat ini sudah menjadi suaminya
"Iya ma. Mama tidak usah terlalu sedih. Aku akan tetap mengijinkan Nesa untuk sering-sering datang kesini" Jawab Adam setuju
"Sudahlah ma. Mereka kan sudah menikah,jadi memang sepatutnya Nesa ikut suaminya" Gunawan juga berkomentar
"Iya pa. Ayo kita makan dulu" Ajak Widia lagi
Mereka mengambil tempat duduknya masing-masing.
"Sayang,mau lauknya apa?" Tanya Nesa sambil menyendok nasi dan meletakkannya di piring Adam
"Kamu sendiri ingin makan dengan lauk apa sayang?" Adam malah bertanya balik sambil tersenyum
"Aku...?"
Adam mengangguk,masih dengan senyum yang mengembang.
"Aku ingin makan dengan ini saja" Nesa menunjuk pada ikan gurame goreng yang dilumuri dengan saus asam manis
"Kalau begitu disamakan saja" Ucapnya santai
"Sayang,kamu mau mengerjaiku ya" Nesa mencubit lengan Adam hingga Adam terpekik
Mereka sudah tidak sungkan lagi mempertontonkan kemesraan mereka pada Gunawan dan Widia. Dua orang yang masih terlihat awet muda itu hanya tersenyum melihat anak dan menantunya bersikap mesra,layaknya pengantin baru.
Makan malam selesai. Gunawan dan Widia mengantar Adam dan Nesa sampai di pintu depan.
"Nesa pamit ya ma,pa" Ucap Nesa sambil mencium tangan Widia dan juga Gunawan. Setelah itu Adam juga melakukan hal yang sama
"Kami pulang dulu pa,ma"
"Jaga Nesa baik-baik. Sekarang Nesa sudah menjadi tanggung jawab kamu" Pesan Gunawan
"Iya pa. Adam akan menjaga Nesa dengan baik" Balas Adam dengan yakin
"Adam,kamu sudah menjadi suami Nesa, jadi kurang-kurangi sifat cemburu mu agar pernikahan kalian jauh dari pertengkaran" Widia menimpali dengan sedikit menegur
"Baik ma. Akan Adam usahakan tapi Adam tidak janji" Jawab Adam gamblang sambil tersenyum pada Widia. Yang menerima senyum hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menarik nafas panjang.
Nesa dan Adam masuk ke dalam mobil. Adam menyalakan mesin,lalu tangan Nesa melambai pada kedua orangtuanya bersamaan dengan mobil Adam yang melaju pelan.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan Nesa lebih banyak menatap wajah Adam sambil tersenyum cerah. Sesekali dia juga menyentuh bahu Adam yang sedang fokus menyetir. Adam yang menyadari hal itu,penasaran untuk bertanya.
"Sayang,kenapa menatap ku terus menerus? Apa wajah suami mu ini semakin tampan?" Seloroh Adam sambil melempar senyum menggoda
Nesa terkekeh mendengarnya.
"Sayang,sejak kapan kamu jadi lebay begini?"
"Itu hanya berlaku untuk istri ku. Jika di kantor aku tetap lah Adam yang harus bersikap tegas dan...."
"Dan galak" Nesa langsung menyambar dan kembali tertawa renyah
"Sayang,kamu membuat ku ingin segera sampai rumah" Goda Adam lagi
"Memangnya kamu mau apa?" Tanya Nesa pura-pura tidak mengerti
"Tentu saja kamu harus merasakan kegalakanku,seperti yang kamu ucapakan barusan" Jawab Adam sambil mengedipkan matanya
"Coba saja,aku tidak takut" Tantang Nesa
"Sayang,kamu menantangku ya. Jangan salahkan aku jika malam ini kamu tidak tidur" Adam memberikan ancaman mesra. Nesa mendaratkan ciumannya di pipi Adam dengan tiba-tiba seolah menyetujui apa yang akan Adam lakukan nanti
"Jangan banyak bicara. Percepat mobilnya" Omel Nesa
"Oke baiklah. Sepertinya kamu juga sudah tidak sabar ya" Adam melajukan mobilnya lebih cepat lagi
"Sayang,aku lupa membawa baju-baju ku. Kamu juga tidak mengingatkan ku" Gerutu Nesa dengan wajah yang agak panik
"Aku harus berganti baju apa?" Tambahnya lagi dengan raut wajah masam
Adam yang lebih dulu sudah mengganti bajunya dengan piyama mendekat pada Nesa dan duduk di sampingnya sambil tersenyum.
"Kenapa persoalan baju saja kamu terlihat panik. Aku sudah menyiapkan semua baju-baju mu,termasuk baju kerja mu" Ujar Adam dengan lembut
"Apa?" Nesa sedikit terkejut
"Apa kamu tidak sadar,ada lemari baru di kamar ini?" Adam menunjuk pada lemari yang dia siapkan khusus untuk menyimpan baju-baju Nesa
Nesa lansung menuju lemari dengan ukuran besar yang terletak di samping lemari Adam. Nesa membuka lemari yang mempunyai dua pintu itu dan agak terperangah melihat isinya.
"Sayang,kamu membeli dan memilih semuanya sendiri? Baju-baju ini sesuai dengan selera ku" Ucap Nesa senang
"Ini semua memang aku yang memilihnya tapi dibantu oleh mama Widia" Jawab Adam
"Mama? Kapan kamu mengajak mama belanja baju sebanyak ini?" Tanya Nesa heran
"Beberapa hari sebelum kita menikah. Aku mengajak mama tanpa sepengetahuan kamu" Jawabnya lagi
__ADS_1
"Apa kamu suka?" Tanya Adam kemudian
Nesa memeluk Adam dan mencium bibirnya berulang kali.
"Terimakasih. Aku suka sekali" Jawab Nesa yang terlihat agak surprise
"Apa aku boleh meminta imbalannya? Ini semua tidak gratis?" Gurau Adam
"Kamu minta apa?" Nesa mengalungkan tangannya di leher Adam
Adam membuka lagi lemari Nesa dan mengambil gaun tidur sexy dan terlihat transparan.
"Aku ingin kamu memakai ini" Ucap Adam sambil memberikan baju yang di ambilnya pada Nesa
"Lingerie?"
"Iya. Cepatlah pakai. Aku ingin melihatnya" Pinta Adam
"Baiklah" Nesa pergi ke kamar mandi dengan membawa gaun tidurnya. Sebenarnya Nesa tidak terbiasa memakai lingerie tapi semua permintaan yang keluar dari mulut Adam seolah sebuah perintah yang harus dia patuhi
Adam terperangah melihat tubuh molek Nesa dibalik gaun tidurnya. Karena Nesa memang tidak terbiasa memakai dalaman saat akan tidur,membuat dada dan bagian intimnya terlihat jelas di mata Adam. Seketika itu juga Adam merasa Ada yang bangkit di dalam sana.
Adam langsung menyambar bibir Nesa sambil meremas dada Nesa yang masih berbalut gaun tipis itu. Semakin lama ciuman mereka semakin menuntut. Nesa menyesap lidah Adam yang terjulur di dalam mulutnya. Ciuman makin panas hingga Nesa merasa bagian intimnya berdenyut dengan hebat. Nesa melepaskan seluruh pakaian Adam dan lagi-lagi mereka terjebak dalam permainan yang menggairahkan.
"Aku mencintaimu" Ucap Adam setelah berhasil meraih pelepasannya
"Aku juga mencintaimu" Nesa membalas sambil memeluk tubuh Adam
"Kamu ingin bulan madu kemana?" Tanya Adam tiba-tiba
"Bulan madu?"
"Iya"
"Tidak. Aku tidak ingin kemana-mana. Seperti ini saja aku sudah sangat bahagia" Ucap Nesa dengan polosnya
"Kamu yakin?" Adam memastikan
Nesa mendongakkan wajahnya untuk menatap Adam,lalu kepalanya mengangguk pelan.
"Kamu memang berbeda sayang. Jika perempuan lain,mungkin mereka sudah meminta bulan madu ke berbagai negara" Adam mengelus rambut panjang Nesa sambil tersenyum penuh cinta
"Karena aku tahu,suami ku ini orang yang sangat sibuk" Nesa mencubit perut Adam sambil tergelak
"Sayang,kamu jahil sekali ya" Adam menenggelamkan wajah Nesa di dadanya. Tidak ada bulan madu dalam pernikahan mereka tapi kebahagiaan mereka tidak berkurang sedikit pun walaupun tanpa bulan madu.
Bersambung....
__ADS_1