Takdir Cinta Nesa

Takdir Cinta Nesa
Aku Mencintaimu


__ADS_3

Keesokan harinya mereka melanjutkan perjalanannya untuk menikmati keindahan kota Bali. Sesuai permintaan Nesa,hari ini Adam membawanya ke salah satu tempat yang menyediakan jasa pemotretan dengan mengenakan pakaian tradisional Bali. Mereka akan melakukan pemotretan outdoor disebuah rumah adat Bali. Salah satu destinasi menarik juga yang ada di Bali jika ingin memiliki kenangan selama liburan disana.


Setelah mereka sampai,mereka dirias oleh jasa perias yang sudah disediakan. Adam dan Nesa mengenakan pakaian adat Bali yang konon katanya hanya dikenakan oleh raja-raja bali pada waktu itu.


Adam dan Nesa terlihat menawan dalam balutan baju berwarna merah dan kuning keemasan dengan model yang sedikit terbuka dibagian atasnya. Pakaian yang dikenakannya menampilkan kesan mewah dan spesial. Mereka juga mengenakan mahkota yang cukup besar di kepala serta kain songket mewah dibagian bawahnya.


Mereka berdua sama-sama tertegun melihat penampilan mereka satu sama lain. Adam tampak sangat gagah seperti seorang pangeran yang hendak menjemput permaisurinya. Sedangkan Nesa tampak anggun dengan riasan yang tidak terlalu berlebihan. Perias memoles bibir Nesa dengan lipstik berwarna maroon sehingga terkesan tegas dan berani,membuat Adam semakin terpesona.


Mereka sudah siap untuk melakukan pemotretan. Dengan berlatar rumah adat Bali yang memiliki ornamen seni yang sangat indah,Nesa dan Adam tak canggung melakukan berbagai macam gaya seperti pasangan pengantin yang sedang melakukan sesi pemotretan pre-wedding


Mereka berdua sangat kompak dan saling melempar senyuman. Kemudian sang photografer meminta Adam merangkul pinggul Nesa dan meminta Nesa untuk menyentuh dada Adam dengan satu tangannya sambil sedikit merapatkan tubuhnya pada Adam. Mereka berdua terlihat masih kaku untuk melakukan gaya dari arahan sang photografer. Nesa merasa sangat intim dengan pose seperti itu tapi mau tidak mau mereka akhirnya melakukannya dengan sempurna.


Setelah puas dengan beberapa gaya, akhirnya mereka menyudahi pemotretannya. Mereka melihat hasil foto dan menyalinnya di ponsel mereka masing-masing. Mereka berdua terlihat sangat puas dengan hasil fotonya.


Mereka pulang dengan perasaan bahagia. Karena lapar,Nesa akhirnya mengajak Adam untuk makan siang. Mereka pun pergi mencari restoran.


"Kamu puas dengan hasil fotonya?" Tanya Adam pada Nesa yang masih melihat-lihat hasil foto di ponselnya


"Sangat puas" Ucap Nesa sambil tersenyum cerah


"Terimakasih banyak mas. Ini akan menjadi kenangan terindah untukku" Tambah Nesa


"Untuk kita berdua tepatnya" Adam menimpali sambil tersenyum juga


"Sekali lagi terimakasih. Aku tidak pernah sebahagia ini" Ucap Nesa lirih. Wajahnya tertunduk dan tiba-tiba saja matanya berkaca-kaca


"Nesa,Hey...kamu kenapa?" Adam terhenyak melihat Nesa tidak berbicara lagi sambil terus menundukkan wajahnya


Karena merasa harus berbicara dengan serius pada Nesa,akhirnya Adam menghentikan mobilnya dan menepi di pinggir jalan.


Adam menyentuh pundak Nesa dengan lembut. Lalu Nesa mengangkat wajahnya dan menoleh pada Adam. Adam agak terkejut melihat Nesa meneteskan airmata.


"Kamu menangis?" Tanya Adam perhatian


"Kamu kenapa? Apa ada kata-kataku yang menyakitimu sehingga membuatmu menangis?" Sekali lagi Adam menunjukkan perhatiannya pada Nesa

__ADS_1


"Tidak mas. Aku hanya terlalu bahagia berada didekatmu. Terimakasih sudah membuatku bahagia selama dua hari terakhir ini" Ucap Nesa dengan berlinangan airmata


"Bukan hanya kamu saja yang bahagia tapi aku juga" Balas Adam lembut sambil mengusap pipi Nesa yang basah


Nesa tertegun sesaat mendapat perlakuan manis dari Adam. Lalu secara spontan Nesa menyentuh tangan Adam. Mereka saling berpandangan untuk beberapa saat.


"Apa sudah baikan?" Tanya Adam sedikit berbisik pada Nesa


"I-iya" Ucap Nesa gugup


"Kita lanjutkan lagi perjalanannya" Pinta Nesa cepat sambil memalingkan wajahnya karena malu


"Setelah makan siang sebaiknya kita segera kembali ke hotel karena nanti malam aku ingin mengajakmu dinner" Ucap Adam dengan mata yang berbinar-binar


"Dinner...?" Nesa agak terkejut karena untuk pertama kalinya Nesa akan pergi dinner


"Iya" Jawab Adam


"Baiklah" Ucap Nesa akhirnya tanpa banyak bertanya lagi


Adam memandang Nesa tanpa henti. Mereka sudah berada disebuah restoran mewah di Bali. Nesa tampil sangat anggun dengan gaun berwarna broken white yang memiliki model terbuka dibagian lengannya. Sedangkan Adam tampil sempurna dengan Tuxedo berwarna hitam,ditambah lagi jam tangan mewah yang melingkar ditangan kirinya.


"Jangan memandangiku seperti itu,nanti aku tidak bisa makan dengan benar" Ucap Nesa sambil tersipu malu


"Bukan salahku. Siapa suruh kamu berdandan secantik ini" Balas Adam dengan senyuman yang menggoda


Nesa bagaikan terbang kelangit ketujuh mendengar Adam sedang memujinya. Hatinya kembali berbunga-bunga seolah banyak bunga yang tumbuh bermekaran disana.


"Sudahlah. Lanjutkan makanmu" Pinta Nesa berusaha mengalihkan perhatian Adam


Mereka akhirnya makan dalam suasana hening. Tidak ada yang berbicara sampai makanan mereka benar-benar habis. Nesa mengambil tisu dan mengusap lembut bibirnya tanda jika dia sudah selesai makan. Tak lama kemudian Adam juga melakukan hal yang sama.


"Kita kembali ke hotel sekarang" Ajak Adam tiba-tiba


"Kembali ke hotel..?" Nesa mengulangi ucapan Adam dengan bingung

__ADS_1


"Iya pulang. Bukankah kita sudah selesai makan!" Jawab Adam dengan santai


"jadi aku dandan secantik ini hanya untuk makan malam biasa? aku pikir mas Adam akan memberikanku sebuah kejutan" Batin Nesa berharap


"Baiklah" Ucap Nesa dengan malas


Adam yang melihat wajah cemberut Nesa hanya bisa menahan tawanya.


Sesampainya di hotel Adam menarik tangan Nesa dan membawanya ke kamar. Adam menempelkan cardlock pada kotak sensor dan pintu kamarnya terbuka. Kemudian Adam membuka jasnya dan melemparnya di kasur.


"Mas Adam mau apa membawaku kesini?" Tanya Nesa bingung


Adam tidak menjawab. Adam justru menjauh dari Nesa menuju balkom kamar, dan mau tidak mau Nesa mengikutinya. Nesa sangat penasaran apa yang akan Adam lakukan dengan membawanya ke kamar.


"Kenapa diam?" Tanya Nesa lagi


"Bicaralah" Pinta Nesa


Adam menghelas nafasnya dan menatap wajah Nesa dalam-dalam.


"Ada apa?" Tanya Nesa sekali lagi dengan nada yang lebih lembut


"Besok aku sudah harus kembali ke Jakarta. Aku tidak bisa meninggalkan pekerjaanku lama-lama" Ucap Adam dengan wajah sedih


Seketika wajah Nesa berubah menjadi sendu. Nesa masih ingin berada disini bersama Adam. Untuk beberapa hari terakhir Nesa lupa dengan permasalahannya karena hadirnya Adam.


"Tapi sebelum aku pergi,aku ingin mengatakan sesuatu padamu" Ucap Adam lagi


Adam menyentuh tangan Nesa dan menggenggamnya dengan erat. Adam memejamkan matanya dan menghela nafasnya lagi.


"Aku mencintaimu Nesa. Maukah kamu menjadi kekasihku?" Ucap Adam yakin. Adam mengungkapkan perasaan yang selama ini dia rasakan selama dekat dengan Nesa


Nesa tercenung. Dia tidak menyangka Adam akan mengatakannya secepat ini. Tapi jujur mendengar kalimat itu terucap dari bibir Adam,Nesa merasa sangat bahagia.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2