Takdir Cinta Nesa

Takdir Cinta Nesa
Berdamai Dengan Rasa Kecewa


__ADS_3

"Mama tidak menyangka hubungan kalian akan menjadi rumit seperti ini" Ucap Widia prihatin


"Nesa juga tidak menyangka ma! Sampai saat ini Nesa masih mencoba mencerna kembali apa yang terjadi" Balas Nesa


"Kamu pasti sangat terluka dengan keputusan Adam?" Tanya Widia sambil menangkup wajah Nesa dengan kedua tangannya


"Apa boleh buat ma,mungkin ini konsekuensi yang harus Nesa terima" Jawab Nesa sedih


"Sabarlah. Jika kalian memang berjodoh pasti kalian akan dipersatukan kembali" Ucap Widia sambil memeluk Nesa


Nesa tidak mengiyakan,juga tidak menyangkal Ucapan Widia. Bagi Nesa harapan itu mustahil adanya saat mengingat kemarahan Adam tadi


"Terimakasih ma" Lirih Nesa akhirnya


"Sekarang cepatlah tidur,tidak usah memikirkan Adam lagi. tunjukkan pada Adam,kamu bisa hidup lebih baik tanpa dia. Mama yakin Adam akan menyesal" Ucap Widia menyarankan sambil mengurai pelukannya


Nesa mengangguk,walaupun dia sendiri tidak yakin akan semudah itu menjalani hari-harinya tanpa Adam.


...----------------...


Nesa bangun tidur dengan perasaan hampa. Dia merasa ada sesuatu yang hilang dari dirinya. Adam yang beberapa bulan terakhir memenuhi separuh jiwanya itu kini sudah tak berada disana lagi.


Nesa kembali menangis saat memutar kembali ingatannya tentang kenangan manisnya bersama Adam. Masih terbayang dalam ingatannya waktu Adam berjanji akan menikahinya setelah pulang dari Singapura. Kini janji-janji itu seolah menguap terbawa angin.


Terbayang juga dalam ingatannya saat Adam mengatakan akan membayar tubuhnya dengan sejumlah uang,hati Nesa kembali sakit. Dengan cepat Nesa menghapus airmatanya. Dia tidak boleh terlalu lama terjebak dalam kesedihan. Dia harus bangkit dan mencoba berdamai dengan rasa kecewa.


Nesa beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi. Hari ini dia memutuskan untuk datang kerumah Surya sesuai permintaan Adam,yaitu minta maaf langsung pada papanya itu.


Setelah selesai bersiap,Nesa melajukan mobilnya menuju rumah Surya. Sepanjang perjalanan Nesa terus saja memikirkan rangkaian kata-kata yang akan dia sampaikan pada Surya nanti.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama,akhirnya mobil Nesa sampai dipintu gerbang rumah Surya. Bukan hal yang sulit untuk menemukan kediaman seorang Surya Nugraha.


Mobil Nesa dicegah oleh beberapa satpam yang berjaga disana. Kemudian salah satu satpam menghampirinya. Nesa pun membuka kaca mobil


"Maaf,nona siapa dan ada keperluan apa datang kesini?" Tanya satpam itu


"Saya ingin bertemu dengan Tuan Surya pak. Apa beliau ada dirumah?" Jawab Nesa dengan sopan


"Apa nona sudah membuat janji dengan Tuan Surya?" Tanyanya lagi

__ADS_1


Nesa terlihat bingung untuk menjawab. Sepertinya tidak sembarang orang bisa bertamu kerumah tersebut,harus membuat janji terlebih dahulu.


"Belum pak" Jawab Nesa


"Anda harus membuat janji dulu nona,baru bisa masuk" Satpam itu memberitahu


"Begini saja pak,tolong sampaikan dulu pada Tuan Surya,Nesa puteri Gunawan ingin bertemu,begitu" Pinta Nesa


Satpam itu terlihat mengernyitkan dahinya mendengar nama Gunawan,tentu saja satpam itu sudah tak asing lagi dengan nama itu karena Gunawan memang cukup sering datang kerumah Surya.


"Baik nona,saya akan beritahu Tuan Surya dulu" Satpam itu kemudian melakukan sambungan telfon di pos penjagaan yang terhubung langsung kekamar Surya


Setelah beberapa menit menunggu,akhirnya satpam itu menghampiri Nesa lagi.


"Bisa tunjukkan kartu tanda pengenal anda dulu nona?" Pinta satpam itu


Tak banyak bicara,Nesa mengambil kartu identitasnya dalam tas dan menyerahkannya pada satpam itu. Setelah membaca nama yang tertera dikartu,serta mencocokkan wajah Nesa dengan foto yang ada dikartu tersebut,akhirnya satpam itu mempersilahkan Nesa masuk.


"Silahkan nona,Tuan Surya menunggu anda di taman belakang"


"Baik. Terimakasih banyak pak" Ucap Nesa


"Iyakah rumah sebesar ini hanya ditempati Mas Adam dan kedua orangtuanya" Batin Nesa


Nesa melangkah masuk dengan perasaan tak menentu. Tiba-tiba laki-laki paruh baya menghampirinya


"Siapa lagi dia? Apa orang itu akan melakukan berbagai macam pertanyaan seperti yang dilakukan satpam tadi? Masuk ke rumah Nugraha ternyata tidak mudah,harus melewati prosedur pemeriksaan,sungguh merepotkan" Gumam Nesa jengah


Tapi diluar dugaan,laki-laki paruh baya itu malah menyambutnya dengan hangat dan ramah.


"Selamat pagi pak" Nesa menyapa terlebih dulu


"Selamat pagi nona,saya Pak Ngah. Mari saya antar ke taman belakang,Tuan Surya sudah menunggu anda disana" Balas Pak Ngah sambil membimbing Nesa menuju taman belakang


Nesa agak tercenung melihat pemandangan di depan matanya. Tampak beberapa perempuan dengan baju yang sama berlalu lalang dengan kesibukannya masing-masing. Mereka adalah para pelayan di rumah Surya. Mereka pun terlihat ramah memberi senyum pada Nesa.


Langkah Nesa semakin pelan tatkala dia melihat Surya duduk di kursi taman. Nesa agak ragu tapi dia berusaha mengumpulkan segenap keberaniannya mendekat ke arah Surya.


Surya berdiri dan menatap Nesa sambil tersenyum.

__ADS_1


"Saya permisi dulu Tuan" Ucap Pak Ngah pada Surya


Surya menanggapinya dengan anggukan


"Terimakasih pak" Ucap Nesa pada Pak Ngah


"Sama-sama nona" pak Ngah pun berlalu meninggalkan mereka berdua


Nesa semakin gemetar sepeninggalan Pak Ngah,dia menghela nafasnya dalam-dalam sambil memejamkan matanya.


"Duduklah,tidak usah sungkan" Pinta Surya mempersilahkan Nesa duduk


"Ba-baik om" Nesa menjawabnya dengan terbata


Nesa diam,dia gugup untuk memulai pembicaraan. Tangannya terlihat sedang mencengkram ujung bajunya.


"Ada apa nak? Sepertinya ada yang ingin kamu sampaikan padaku" Tanya Surya


"Ne-nesa ingin meminta maaf sama om Surya. Karena tindakan bodoh Nesa waktu itu,om Surya hampir saja kehilangan nyawa. Nesa benar-benar minta maaf om" Ujar Nesa akhirnya


Nesa pasrah,apapun reaksi surya nanti akan dia terima dengan ikhlas. Yang terpenting dia sudah lega dan tidak lagi dibayang-bayangi oleh rasa bersalahnya. Apalagi sedari awal Nesa memang ingin meminta maaf langsung pada Surya.


Surya menatap Nesa dengan tatapan yang sulit dijelaskan. Nesa menunduk tak berani membalas tatapan Surya.


"Apa Adam yang memintamu untuk datang kesini?" Tanya Surya sambil menyentuh bahu Nesa


"Ti-tidak om. Nesa datang atas keinginan Nesa sendiri" Jawab Nesa gugup


"Om sama sekali tidak marah Nesa,om sudah melupakan kejadian itu. Om mengerti dengan posisi kamu waktu itu" Jawab Surya


"Benarkah?" Lirih Nesa sambil mengangkat wajahnya yang tertunduk


Surya mengangguk dan tersenyum pada Nesa.


"Terimakasih banyak om" Nesa terharu dan mulai berkaca-kaca. Nesa tidak menyangka jika Surya memiliki jiwa pemaaf,tidak seperti Adam


"Kamu gadis yang baik nak,itu yang membuat om sangat ingin menjodohkan kamu dengan Adam" Ujar Surya sambil mengusap pipi Nesa yang basah


Nesa tertegun mendapatkan perlakuan hangat dari Surya. Sikap Surya seperti layaknya seorang ayah kepada puterinya,sungguh diluar dugaannya. Hati Nesa semakin terenyuh sehingga tanpa sadar Nesa menyentuh tangan Surya dan merebahkan kepalanya di bahu Surya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2