Takdir Cinta Nesa

Takdir Cinta Nesa
Salah Paham


__ADS_3

Karena perutnya terasa lapar,Adam keluar dari kamar menuju restoran hotel yang ada di lantai paling atas. Setelah sampai disana,Adam memilih tempat duduk dan memesan makanan. Suasana restoran masih tampak ramai dari pengunjung. Adam menikmati indahnya kota Singapura dari ketinggian sembari menunggu pesanannya datang.


Dari jarak beberapa meter dari Adam,terlihat seorang gadis sedang kebingungan mencari tempat duduk karena sebagian besar kursi disana sudah penuh. Matanya menyapu keseluruh ruangan dan pandangannya bersirobok pada Adam yang tengah duduk sendirian diujung. Gadis itu agak menyipitkan matanya seolah mengenali wajah Adam. Tak lama gadis itu terlihat menipiskan bibirnya hingga membentuk sebuah senyuman.


Dengan sangat antusias dia menghampiri Adam disana.Tatapan mereka bertemu setelah dia berada tepat dihadapan Adam.


"Tidak disangka-sangka kita bisa bertemu kembali Tuan Adam" Gadis itu menyapa dengan senyum mengembang di wajahnya


Adam berdiri dengan gaya coolnya sambil mengernyitkan dahi.


"Apa anda sudah lupa siapa saya Tuan Adam?" Tanyanya kemudian karena melihat Adam tidak memberi respon


"Puteri Tuan Anton" Jawab Adam akhirnya


"Iya. Aku Sabrina" Jawabnya kemudian


Adam menarik ujung bibirnya dengan paksa seolah tidak suka dengan kebedaan Sabrina disana.


"Apa boleh aku bergabung disini? Karena semua kursi sudah penuh" Tanya Sabrina sambil melihat kesekeliling


"Ya silahkan" Jawab Adam ringan


Tak berapa lama,makanan yang dipesan Adam datang. Beberapa menu makanan western terhidang disana. Setelah itu Sabrina juga memesan makanannya.


Adam menyantap makanannya tanpa merasa terusik dengan sabrina yang sedang duduk di hadapannya. Sabrina terus memperhatikan wajah tampan Adam yang sedang makan sambil tersenyum-senyum sendiri. Sikap dingin Adam menjadi daya tarik tersendiri bagi Sabrina. Menurutnya laki-laki seperti dialah yang pantas untuk diperjuangkan karena tidak gampang jatuh hati pada wanita.


"Ngomong-ngomong ada urusan apa mas Adam ada disini?" Tanya Sabrina sok akrab


"Ada urusan pekerjaan" Jawab Adam dengan malas


"Apa mas Adam menginap di hotel ini juga?" Tanya Sabrina lagi


"Iya" Singkat Adam


Tanpa menunggu lama pesanan Sabrina juga datang,karena ternyata Sabrina hanya memesan minuman saja.

__ADS_1


"Anda tidak memesan makanan juga?" Tanya Adam


"Tidak. Aku sudah kenyang melihat mas Adam makan" Jawab Sabrina seolah ingin menggoda Adam sambil tersenyum dan agak sedikit salah tingkah


Adam hanya tersenyum kecut melihat sikap Sabrina karena menurutnya gadis yang ada dihadapannya ini seperti kebanyakan gadis-gadis yang pernah mencoba mendekatinya,berani dan terang-terangan. Penampilannya juga sedikit vulgar.


"Apa anda datang bersama Tuan Anton?" Tanya Adam basa basi


"Tidak. Aku datang sendiri karena ingin mengunjungi temanku disini" Jawab Sabrina


"Bisa tidak,mas Adam memanggilku Sabrina saja" Pinta Sabrina kemudian


"Oke tidak masalah Sabrina" Jawab Adam santai


Hati Sabrina semakin berbunga-bunga mendengarnya. Sabrina mulai bermain-main dengan pikirannya sendiri. Secara tidak sengaja dia bertemu lagi dengan Adam disini. Sabrina beranggapan jika pertemuannya dengan Adam saat ini bukan hanya kebetulan semata tapi karena kemungkinan dia akan berjodoh dengan Adam. Begitu pikirnya.


"Baiklah Sabrina,aku harus kembali ke kamarku karena makananku sudah habis" Ujar Adam membuyarkan lamunan Sabrina


"I-iya mas Adam silahkan" Balas Sabrina dengan terbata


Sabrina melihat punggung Adam sampai Adam benar-benar menghilang dari pandangannya. Saat akan membayar minuman yang dipesannya,kasir menolak karena ternyata minuman yang dipesan Sabrina sudah dibayar oleh Adam. Sabrina merasa sangat tersanjung dan mengartikan lain kebaikan Adam.


Pagi harinya Sabrina sengaja menunggu Adam keluar dari kamarnya di lobby hotel karena semalam dia lupa menanyakan nomor kamar Adam dan nomor kontaknya. Tak selang berapa lama,Adam muncul dengan penampilan yang sudah rapi dalam balutan baju kantor membuat sabrina terperanjak dari duduknya.


"Mas Adam" Panggil Sabrina dari jarak yang cukup dekat dengan Adam. Adam menoleh bersamaan dengan Sabrina yang mendekat ke arahnya


"Ada apa?" Tanya Adam sambil memalingkan wajah ke arah lain


"Aku sudah menunggu mas Adam daritadi. Aku hanya ingin berterimakasih karena mas Adam sudah membayar minumanku semalam" Ucap Sabrina


"Tidak masalah Sabrina,hanya sebuah minuman" Jawab Adam ringan


"Iya aku tahu tapi tetap saja aku harus berterimakasih dengan kebaikan mas Adam" Ucapnya lagi


"Ya. Jika tidak ada lagi yang ingin kamu bicarakan,aku pergi dulu" Jawab Adam acuh

__ADS_1


Tanpa berpikir panjang,dengan beraninya Sabrina tiba-tiba saja menggandeng tangan Adam .


"Apa nanti malam mas Adam ada waktu?Aku ingin mengajak mas Adam makan malam sebagai tanda terimakasihku" Ujar Sabrina tanpa malu


"Jaga sikapmu Sabrina" Adam menatap Sabrina dengan tatapan tajam dan menarik lengannya dari genggaman tangan Sabrina


"Maaf jika aku sudah lancang" Sabrina agak terkejut dan hanya tertunduk malu


"Jangan salah paham dengan sikapku yang semalam. Aku bersikap baik karena aku menghargai Tuan Anton. Dan aku harap kamu tidak menanggapinya secara berlebihan" Ujar Adam tegas


Adam pun berlalu meninggalkan Sabrina yang masih mematung disana. Hati Sabrina agak mencelos tapi sejurus kemudian dia meyakinkan hatinya lagi untuk tetap mendekati Adam sambil mencari cara yang lebih halus. Sabrina tak pantang arang dengan penolakan Adam,karena Sabrina sudah terlanjur jatuh hati pada Adam.


Adam masuk ke dalam mobil dengan wajah kesal.


"Saya merasa iba melihat wajah nona Sabrina tadi. Dia pasti sangat kecewa tuan" Ucap Sekretaris Bian seolah menyalahkan sikap Adam yang sudah bersikap agak kasar pada Sabrina


"Apa maksudmu Bian? Apa kamu ingin menyuruhku menuruti semua keinginannya,begitu?" Sergah Adam


"Ma-maaf Tuan. Saya tidak bermaksud seperti itu" Balas Sekretaris Bian dengan raut wajah menyesal. Rupanya dia sudah salah berucap sehingga membuat Adam terlihat marah


"Jika dia bukan puteri Tuan Anton,aku bisa bersikap lebih buruk dari itu" Ujar Adam


"Berani sekali dia menyentuhku dan mengajakku makan malam" Ujar Adam lagi dengan sinis


"Seperti biasa Tuan,anda akan menolak siapapun yang mencoba mendekati anda,terlebih saat ini anda sudah menjadi kekasih nona Nesa. Saya bisa memaklumi itu" Komentar Sekretaris Bian akhirnya


"Aku tidak suka ada perempuan lain yang menyentuhku kecuali Nesa" Adam tersenyum mengembang saat menyebut nama Nesa


"Bian,percepat kepulanganku. Aku sudah tidak bisa berlama-lama lagi berpisah dengan Nesa" Perintahnya kemudian


"Apa anda yakin Tuan?" Tanya Sekretaris Bian


"Iya tentu saja" Jawab Adam


"Baik Tuan,sepertinya per'usahaan kita juga sudah mulai stabil. Sedikit demi sedikit masalah sudah bisa teratasi dan selebihnya kita akan pasrahkan sama orang kepecayaan kita disini" Ujar Sekretaris Bian setuju

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2