Terjebak Cinta Sang Presdir

Terjebak Cinta Sang Presdir
Bab 126 (Ending)


__ADS_3

Vincent menggandeng tangan Amira menuju ke arah lift. Mereka berdiri dan menunggu di depan lift. Ia melemparkan senyumnya kepada kekasihnya yang telah menatapnya dengan heran.


"Kamu mau bawa aku ke mana?" tanya Amira heran.


"Nanti kamu juga tahu," jawab Vincent santai. Mereka pun masuk ke dalam lift yang sudah terbuka. Vincent menekan tombol lift ke arah rooftop, bagian atap hotel. Amira mengernyitkan keningnya namun ia tidak bertanya apapun.


Setelah lift sampai di tujuannya, mereka pun keluar dan menaiki beberapa anak tangga menuju sebuah pintu yang akan membawa mereka ke atap gedung hotel itu.


"Bukalah," ucap Vincent mempersilahkan Amira yang membuka pintu itu.


Amira membuka pintu itu dan mendorongnya dengan kuat, karena pintu itu yang cukup besar dan berat. Gadis itu pun melangkah keluar dan dirinya cukup terkejut karena ia tidak menemukan apapun di sana. Hanya lapangan atap kosong dengan penerangan seadanya.


Amira memalingkan wajahnya ke arah Vincent dan menatapnya dengan tajam. "Kamu mengerjaiku?" selidik Amira.


"Tidak, Sayang," ucap Vincent santai dan menarik tangan gadis itu menuju ke pinggir gedung.


Amira mengikuti arah pandangan Vincent saat ini, kemudian membulatkan matanya dan menutup mulutnya tak percaya dengan yang ia lihat saat ini.


Gedung hotel tempat Amira berdiri saat ini berhadapan dengan gedung pencakar langit di mana di sana terpasang sebuah videotron yang cukup besar, sebuah layar panel dengan lampu LED yang biasanya menampilkan video iklan berjalan. Namun saat ini yang ditayangkan oleh videotron itu bukanlah iklan, melainkan wajah kekasihnya, Vincent Zhang, terpampang nyata di sana.


"Maafkan aku yang telah pernah menyakiti hatimu, Ami. Kata maaf mungkin tidak akan bisa menggantikan luka yang pernah aku torehkan di hatimu, tetapi aku bersedia memberikan seluruh hidupku untuk menebus semua kesalahanku kepadamu. Aku mungkin bukan pria yang sempurna, tetapi aku akan berusaha memberikan kebahagiaan untukmu, karena aku percaya ... takdirku adalah kamu. Aku mencintaimu bukan karena rasa bersalahku kepadamu, tetapi aku mencintaimu karena wanita itu adalah kamu. I love you whatever you are," tutur Vincent di dalam videotron itu. Ia terdiam sejenak dan tersenyum tulus, kemudian melanjutkan ucapannya, "apakah kamu bersedia menghabiskan seluruh sisa hidupmu bersamaku, Amira Lin?"


Amira tercengang mendengarkan pernyataan cinta dan maaf yang disiarkan melalui videotron di depannya saat ini. Ia menutup mulutnya dan rasa haru memenuhi relung hatinya saat ini. Cairan bening di setiap sudut matanya menetes. Ia tidak menyangka Vincent Zhang, CEO Royal Group akan menyatakan perasaannya dan melamarnya dengan cara seperti ini.


Saat ini hampir sebagian besar masyarakat Serenity menyaksikan video itu, apalagi videotron itu berada tepat di pusat kota yang ramai dengan para pengunjung di akhir pekan. Orang-orang melihat videotron itu dengan takjub dan beberapa di antara mereka merekam adegan itu serta menyiarkannya di media sosial mereka. Dalam sekejap saja sudah menjadi trending topic di dunia maya.


"Apakah kamu mau membuatku berlutut sepanjang malam, Sayang?" tanya Vincent yang saat ini sudah bertekuk lutut di hadapan Amira sambil memegang cincin pemberiannya dulu di kedua tangannya.


Gadis itu menoleh dan tertawa kecil melihat kekasihnya yang tersenyum masam.


"Aku mau kamu berlutut di hadapanku sepanjang hidupmu," canda Amira tersenyum lebar, memperlihatkan deretan giginya yang putih.


"Baiklah. Aku akan melakukannya asal kamu mau menerimaku menjadi suamimu," timpal Vincent.


"Apakah kamu bersedia, Sayang?" tanya Vincent lagi.

__ADS_1


Amira mengangguk dan mengulurkan tangan kirinya kepada Vincent. Cincin itu pun kembali kepada pemiliknya seperti sedia kala.


Vincent berdiri dan menarik tubuh gadis itu ke dalam pelukannya. "Terima kasih, Sayang. Terima kasih telah memberikanku kesempatan untuk membahagiakanmu," ucapnya tulus dan haru.


Amira mendorong tubuh Vincent dengan pelan dan menatap wajahnya dengan mata berkaca-kaca. "Aku gak mau kamu membohongiku lagi. Kalau tidak, aku akan—"


Belum selesai Amira mengucapkan kalimatnya, Vincent segera membungkam bibir mungil berwarna merah muda miliknya. Menautkan bibirnya dan menciumnya dengan lembut hingga mereka kehabisan nafas dan saling melepaskan diri.


Vincent menempelkan keningnya pada kening gadis itu, dengan nafas tersengal-sengal ia pun membalas ucapan Amira sebelumnya. "Hal itu tidak akan terjadi lagi. Aku bersumpah, seluruh hidupku hanya untukmu, Ami. Kalau aku menyakiti perasaanmu lagi, maka aku rela nyawaku yang—"


Amira menutup bibir Vincent, menghentikan ucapan pria itu. Ia menempelkan bibirnya dan mereka pun kembali saling berbagi kasih melalui ciuman itu.


Suara kembang api di atas langit malam menambah nuansa romantis saat itu dan beberapa tepukan tangan di belakang mereka membuat Amira terperanjat dan melepaskan bibirnya, mendorong Vincent untuk melepaskan pelukannya.


"Astaga …."


Ternyata bukan hanya ada mereka berdua di sana, tetapi ada Nyonya Merina, Kakek Juan, Daniel, Lucas, Tiffany, Nyonya Celine, dan kedua orangtua Vincent yang telah menyaksikan momen mereka berdua.


Amira menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Ia merasa malu telah dilihat oleh sahabat dan keluarga terdekatnya saat ini.


"Ternyata kamu sudah tahu dari tadi?" tanya Amira menatap sahabatnya dengan sebal. Tiffany hanya menggedikkan bahunya.


"Semoga kalian menjadi pasangan yang terus mencintai," ucap Nyonya Merina haru. Daniel menepuk pundak Nyonya Merina pelan. Kakek Juan dan Nyonya Celine hanya manggut-manggut. Tawa bahagia terpancar di wajah setiap orang.


"Vincent, ingat kamu harus menjaganya dengan baik dan menyayanginya. Kalau tidak, Papa tidak akan memaafkanmu," timpal Tuan James kepada putranya itu.


"Iya, jangan ikutin jejak ayahmu!" timpal Nyonya Thalia tersenyum lebar, membuat semua tertawa terbahak-bahak. Tuan James hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Pasti Pa, Ma. Aku pasti akan menjaganya dengan baik, tidak akan mengecewakan kalian," janji Vincent. Ia pun menarik Amira ke dalam pelukannya dan mengecup kening gadis itu sebagai tanda kasihnya. Keduanya saling memandang dan melempar senyum bahagia.


Malam itu mereka semua menjadi saksi nyata dari kisah cinta Amira dan Vincent, mendoakan kebahagiaan untuk pasangan itu.


Vincent berjanji kepada dirinya sendiri akan terus menjaga, menyayangi dan melindungi Amira hingga akhir hidupnya. Takdir telah mempertemukan mereka, membuatnya mengenalnya, namun juga mempermainkan mereka. Takdir pun hampir membuatnya kehilangan gadis itu, tetapi pada akhirnya takdir juga lah yang telah mempersatukan mereka menjadi satu ikatan cinta.


The End.

__ADS_1


°


°


°


°


°


Akhirnya selesai juga cerita ini ... 🤧🤧🤧


Naskah pertama Author yang dipenuhi banyak sekali suka dan duka dalam penulisannya.


Tiada gading yang tak retak. Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Karya ini pun masih banyak sekali kekurangan dan kesalahan dalam penulisannya, namun Author sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyajikan yang terbaik.


Semoga cerita ini dapat menghibur ataupun memberikan inspirasi bagi kita semua.


Terima kasih atas dukungan para pembaca baik itu yang sudah memberikan like, komentar, Vote, dan tips kepada Author.


Mencuri-curi waktu setiap hari di sela-sela kesibukan untuk membuat tulisan cerita ini rasanya terbayarkan dengan dukungan semangat dan antusias kalian. 🥰


Mohon maaf apabila ada kesalahan kata ataupun kekurangan dalam cerita yang telah disajikan.


Terima kasih juga kepada teman-teman sesama Author yang selalu memberikan dukungan, semangat dan canda tawanya yang selalu menghiasi hari-hariku dalam menulis cerita ini. Aku mungkin tidak dapat membalas kebaikan kalian semua, namun aku terus mendoakan kesuksesan kalian dalam berkarya.


Semangat berkarya teman-teman!


Jangan patah semangat, berikanlah yang terbaik bagi para pembaca yang telah menunggu ceritamu!


Fighting! 💪


Buat kalian yg kangen dengan ceritaku yg lain, bs cek karyaku di Fizzo atau ******* ya. Tinggal ketik nama akunku AliceLin saja 😘


Thank you 🥰❤

__ADS_1


__ADS_2