Terjebak Cinta Sang Presdir

Terjebak Cinta Sang Presdir
Bab 45


__ADS_3

"Kak Anna," panggil asisten sutradara Bai kepada Anna yang sedang duduk santai di kursinya sambil dikipasi oleh asistennya, Wenny.


"Ada apa?" tanya Anna datar.


"Tadi saya dapat perintah untuk anda segera bersiap-siap untuk mengambil take ulang adegan 168," ucap asisten sutradara Bai.


Anna membelalakan matanya marah, "Apa maksudmu? Apa kamu tidak salah? Bukankah adegan itu sudah selesai dan sutradara juga bilang hasilnya bagus tidak perlu diulang lagi," protes Anna.


"Saya juga tidak tau, katanya ini permintaan dari salah satu investor kita," ucap asisten sutradara Bai ketakutan, kemudian segera pergi dari tempat itu.


Anna merasa aneh dengan jawaban yang diberikan. "Investor? Siapa?"


Anna segera bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri sutradara. Di samping sutradara Bai, duduk seorang gadis cantik yang tidak lain adalah Tiffany Kim, putri pemilik Kim Entertainment. "Ternyata dia. Kenapa dia tiba-tiba ikut campur dalam syuting begini?" batin Anna merasa tidak nyaman.


"Pak sutradara," sapa Anna dengan lembut. Sutradara Bai dan Tiffany menatap ke asal sumber suara.


"Pak, saya dengar katanya mau ambil adegan 168 lagi? Bukankah kemarin sudah clear?" tanya Anna dengan lemah lembut sambil menahan emosi di dadanya.


Sutradara Bai hanya bisa menghela nafas, "Ada sedikit kesalahan kemarin, kamu ulang saja," perintah sutradara Bai.


Di dalam hati, Anna sangat emosi karena dia sangat tidak suka dengan adegan tersebut. Di mana dia harus diguyur air hujan buatan sambil berlutut.Belum lagi dia harus menerima tamparan dari aktris pemeran kedua, Tania Wu, saingannya di Kim Entertainment.


Peran Anna di sini adalah sebagai istri pertama dari seorang petinggi di militer, dan Tania Wu adalah istri kedua dari petinggi itu. Tania sebagai istri kedua bertindak semena-mena karena suaminya sangat memanjakannya, dia terus menghasut suaminya. Hingga suatu hari Anna Lee sebagai istri pertama diberikan hukuman oleh suaminya sendiri atas perbuatan yang bukan dia lakukan. Ia disuruh berlutut di halaman, hingga hujan turun sangat deras.


Tania memaksanya untuk mengaku perbuatannya, tetapi Anna tetap bungkam, hingga terjadilah adegan tamparan itu.


Tiffany sudah melihat naskah drama itu, dan dia merencanakan semuanya dari awal dan bekerja sama dengan Tania Wu. Tentu saja Tania Wu dengan senang hati menerimanya.


"Action!!" teriak asisten sutradara memulai syuting.

__ADS_1


Anna berlutut di halaman depan rumah, tubuhnya basah diguyur air hujan buatan. Kemudian datang Tania menghampiri sambil membawa payung agar tubuhnya tidak basah.


"Apa kamu masih tidak mau mengaku?" tanya Tania.


Anna membuang muka, Tania yang geram langsung melayangkan tamparan di wajah Anna. PLAK!


"Cut!" teriak Sutradara Bai.


"Bagaimana, nona Kim?" tanya sutradara Bai kepada Tiffany. Tiffany menggeleng pelan, dari wajahnya terlihat kalau dia tidak suka dengan akting tersebut.


Sutradara Bai menghela nafas terpaksa mengulang lagi adegan tersebut. "Re-take!" teriak Sutradara Bai. Anna melongo mendengarnya, sedangkan Tania tersenyum senang.


PLAK! Sebuah tamparan mendarat mulus di wajah Anna. Begitulah terjadi re-take berulang-ulang, hingga Anna mendapatkan tamparan sebanyak sepuluh kali dari Tania.


"Cut!" teriak Sutradara Bai.


Wajah Anna sudah sangat merah dan sedikit bengkak. Tania juga merasa tangannya kebas karena menampar Anna dengan kuat, tetapi dirinya merasa puas.


Tiffany mendengus kasar, dan menatap Sutradara Bai tajam. "Baiklah, terima kasih atas kerja keras anda, Sutradara Bai," ucap Tiffany sambil beranjak dari tempat duduknya.


Ketika akan berbalik pergi, Tiffany menabrak seorang pria muda tinggi berkulit putih memakai pakaian yang sangat modis, cocok dengan usianya. Pria itu adalah Jason Zhang.


Tiffany melotot kepada Jason. "Ups, maaf nona," ucap Jason meminta maaf, padahal bukan salah dirinya.


Tiffany berdecak kesal dan segera berjalan keluar. Jason hanya menggedikkan bahu dan menghampiri Sutradara Bai.


"Halo, Sutradara Bai," sapa Jason menepuk pundak Sutradara Bai.


Sutradara Bai cukup terkejut melihat Jason datang ke tempat syutingnya, pasalnya Royal Group merupakan salah satu investor dalam drama kolosal itu. Drama itu cukup terkenal dan memiliki rating yang tinggi, maka tidak heran Royal Group juga turut ambil handil di dalamnya.

__ADS_1


"Ada apa lagi ini?" batin Sutradara Bai melihat Jason Zhang, dirinya sudah lelah dengan campur tangan Tiffany. Dan sekarang investor lain juga mau ikut campur dengan syutingnya?


Jason melihat Anna yang duduk di kursi sambil memegang wajahnya yang bengkak memerah. Jason merasa heran dan bertanya, "Kenapa dengan Anna Lee?"


"Ah, itu sebenarnya..."


Sutradara Bai menceritakan kepada Jason mengenai syutingnya yang disuruh re-take berkali-kali karena campur tangan dari putri pemilik Kim Entertainment, Tiffany Kim. Sutradara Bai menunjukkan hasil syutingnya tadi, Jason melongo melihatnya.


"Wanita yang barusan yang keluar tadi?" tanya Jason.


"Iya, namanya Tiffany Kim. Saya juga bingung, sepertinya dia mempunyai dendam pribadi kepada Anna Lee dan melampiaskannya di sini," jawab Sutradara Bai.


"Ah, Tuan Zhang. Anda ada perlu apa ke sini?" tanya Sutradara Bai.


Jason tersenyum simpul membayangkan Tiffany Kim membantunya membalaskan dendam calon kakak iparnya kepada Anna Lee. Pasalnya Jason juga disuruh oleh Vincent untuk membalaskan perbuatan Anna terhadap Amira, dan dia juga berpikir untuk melakukan hal yang sama. Tetapi dia telat selangkah dari Tiffany.


"Benar-benar gadis yang menarik!" gumam Jason pelan.


"Kenapa Tuan Zhang?" tanya Sutradara Bai lagi


"Ah tidak apa-apa. Aku hanya datang melihat-lihat saja," jawab Jason.


Sutradara Bai menghela nafas lega.


Anna yang sedang duduk di kursi, mengompres pipinya dengan kain yang berisi es batu. Dia mengepal tangannya kuat, dan memincingkan matanya. "Tiffany Kim!!" batin Anna yang penuh amarah. Ia berjanji kepada dirinya sendiri akan terus mengingat kejadian hari ini dan membalas kepadanya suatu hari nanti.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


To be continue...

__ADS_1


__ADS_2