
Pagi ini adalah pagi yang cerah. Matahari baru saja memunculkan cahayanya, tetapi sudah terdengar kicauan burung terdengar di balik jendela kamar Amira.
Hari ini Amira bangun lebih pagi dibanding kemarin. Tidak seperti dirinya yang biasa masih molor di tempat tidur. Sudah dari semalam dia menyetel alarm pada jam di nakas samping tempat tidurnya.
Hari ini dia akan kembali ke kota Amigos, sehingga pagi ini dia sudah sibuk merapikan beberapa bajunya dan dimasukkan ke dalam koper.
"Hmm ... apa lagi ya yang kurang?" gumamnya.
"Oiya, obat tidurku! Ini gak boleh kelupaan lagi, bisa gawat!" gumam Amira pada dirinya sendiri dan segera memasukkan obat tersebut ke dalam tas kecilnya.
Tiba-tiba ia teringat akan kejadian di pesawat kepulangan dirinya ke Serenity seminggu yang lalu. Amira sedikit melupakan kejadian itu karena panik akan traumanya sehingga tidak begitu mengingat wajah pria di sampingnya. Apalagi Amira memiliki ingatan yang jelek untuk mengingat wajah seseorang. Ia harus menemui orang itu berkali-kali baru bisa mengingatnya. Itulah yang membuatnya memiliki teman yang tidak begitu banyak, lain halnya dengan Tiffany.
"Ah, sudahlah," gumam Amira yang tidak mau memikirkan kejadian di pesawat waktu itu lagi.
Diliriknya boneka beruang di atas tempat tidurnya. Boneka itu merupakan boneka pemberian Kak Daniel, yang didapatnya dari permainan capit boneka sebagai hadiah ulang tahun Amira ke tujuh belas. Cukup kekanak-kanakan sebenarnya mendapatkan hadiah boneka di saat usianya bukan anak-anak lagi. Tetapi itu permintaan Amira sendiri, dia menantang kakaknya untuk mengambil boneka itu dengan usahanya sendiri. Alhasil, Daniel berhasil mendapatkan boneka itu setelah menghabiskan beratus-ratus koin.
Amira tersenyum dan memeluk boneka itu, walaupun sudah sedikit lusuh karena sering menjadi pelampiasannya Amira, tetapi Amira selalu membawanya ke mana saja. Ukurannya tidak terlalu besar, sehingga boneka itu bisa dimasukkan ke dalam koper Amira.
"Sip, beres deh."
Setelah mengepak barang bawaannya ke dalam koper, Amira bergegas turun. Dicarinya kakeknya di dalam kamar tetapi tidak ada.
Dia berjalan ke arah dapur dan menemukan Bibi Lu di sana yang sedang menyiapkan sarapan pagi.
"Pagi, Bi!" sapa Amira menepuk pundak Bibi Lu yang membelakanginya.
"Astaga, Non. Bibi kaget lho!" ucap Bibi Lu memegang dadanya kaget.
"Hahahaha, Maaf, Bi," ucap Amira sambil menyatukan kedua telapak tangannya meminta maaf.
Bibi Lu menggeleng-gelengkan kepalanya, "Pagi sekali Non, sudah bangun."
"Iya, hari ini aku mau balik ke Amigos, Bi." Amira menjelaskan.
"Oh gitu, cepat sekali Non."
"Biasa, Bi. Masi ada tugas akhir musti dikumpul. Oh iya, Kakek mana, Bi? Tadi aku cari di kamarnya tidak ada."
"Ah, Tuan Besar ada di taman tadi, Non," jawab Bibi Lu.
"Ok, Bi. Aku ke sana dulu ya." Amira langsung bergegas ke taman menemui kakeknya.
Taman kediaman Lin cukup luas, terletak di bagian belakang bangunan. Di sana terdapat berbagai macam tanaman bunga berwarna-warni, sehingga selalu mengundang bermacam-macam serangga ataupun kupu-kupu, tetapi sangat tertata rapi.
Di tengah taman itu terdapat sebuah meja kecil dan kursi. Kakek Juan sedang duduk di kursi itu dan sedang merapikan tanaman kesayangannya, bonsai.
__ADS_1
"Pagi, Kek," sapa Amira.
"Pagi, Cucuku yang cantik," ucap Kakek Juan menghentikan aktivitasnya.
"Pagi begini, sudah cantik sekali. Mau ke mana?" tanya Kakek Juan.
"Gak ke mana-mana, setiap hari memang Ami cantik!" ucap Amira bangga.
"Hahaha, dasar kamu ini ... Hahaha." Kakek Juan tertawa geli mendengar ucapan Amira.
"Kan emang kenyataan, Kek. Coba lihat lebih cantik Ami kan dibanding bonsai Kakek ini?"
Amira menurunkan wajahnya di dekat bonsai Kakek Juan yang memang beberapa daunnya yang tidak terawat.
"Ini karena bonsainya gak ada yg rawat selama Kakek di rumah sakit. Kalau nggak lebih cantikan dia daripada kamu, hahahaha," ucap Kakek Juan yang membuat Amira memanyunkan bibirnya.
"Iiiih nyebelin. Emang pilih kasih, si kerdil ini tiap hari dirapiin, disiram, dibentuk, ribet dah. Kalau Ami, Kakek gak perlu serepot ini, tinggal kasih makan aja." Amira menyengir.
"Hahahaha, kamu bisa aja kalau ngomong," sahut Kakek Juan sambil menggunting beberapa daun bonsai yang mulai menguning.
"Merawat bonsai memang gak gampang, perlu kesabaran ekstra, dan di situlah seninya ...," Kakek Juan belum selesai berbicara, Amira menyela.
"Iya, tidak ada bonsai yang dapat dikatakan selesai atau sudah jadi. Perubahan yang terjadi terus menerus merupakan salah satu daya tarik bonsai dan memerlukan kesabaran itu agar bonsai memiliki keindahannya yang unik dan bla ... bla ... bla ...," ucap Amira yang sudah hafal luar dalam yang akan dikatakan Kakeknya kalau sudah membahas tanaman kesayangannya itu.
"Hehehe lupa, Kek. Lagian Ami juga cuma tau teorinya aja, hehehe," ucap Amira tertawa sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kamu ini!" Kakek Juan menggeleng melihat tingkah Cucunya itu.
"Ngomong-ngomong, kata Ibumu, kamu hari ini sudah mau balik ke Amigos?" tanya kakek Juan tanpa mengalihkan pandangannya dari bonsai dan sibuk menggunting daunnya.
"Iya, Kek. Pesawat nanti jam satu siang, sekitar jam sebelasan Ami sudah jalan, takut ketinggalan pesawat, makanya Ami sekarang mau pamit sama Kakek," jawab Amira.
"Kata dokter, Kakek harus banyak istirahat. Ingat rutin check up ke rumah sakit. Jangan telat makan, jangan banyak pikirin masalah perusahaan, biar Kak Daniel yang urus aja, terus ...."
"Baiklah, baiklah, Cucuku yang bawel. Selesaikan kuliahmu. Setelah itu balik ke sini, temani Kakek rawat bonsai Kakek ya," sela Kakek Juan yang sudah pusing mendegar Amira kalau beri pesan kepadanya.
"iiih, masa kuliah capek-capek, disuru rawat bonsai," jawab Amira sewot yang ditanggapi Kakek Juan dengan tawanya.
"Terus masalah perjodohanmu dengan Vincent bagaimana?" tanya Kakek Juan dengan tampang yang mulai serius.
"Ibumu kemarin malam temui Kakek. Katanya sudah ada orang yang kamu sukai? Benarkah Ami?" tanya Kakek Juan lagi.
"Mm ... iya, Kek", jawab Amira mengangguk pelan.
"Haaah .... Padahal Kakek sangat berharap kamu bisa bertunangan dengan Vincent. Apa kau tidak bisa mempertimbangkannya lagi, Ami?" tanya kakek Juan berharap Amira berubah pikiran.
__ADS_1
"Kakek ...." Amira menatap Kakeknya dengan raut wajah sendu.
"Yah sudahlah, Kakek mengalah saja. Mungkin dia memang bukan jodohmu. Tenang saja, apapun demi kebahagiaanmu Kakek mendukungmu," jawab Kakek Juan pasrah.
"Terima kasih, Kek." Amira memeluk Kakeknya.
"Terus Nenek Wang gimana, Kek?" tanya Amira tiba-tiba teringat Nenek Vincent yang begitu antusias menjodohkan mereka.
"Kamu tenang saja. Biar Kakek yang bicara sama dia," ucap Kakek Juan penuh percaya diri.
"Yeeeyy .... kakek memang hebat!!" Amira mengacungkan kedua jempolnya.
Pagi itu Amira menemani Kakeknya merawat tanaman bonsai dan bercengkrama serta bersenda gurau. Menjelang siang, Amira berangkat ke bandara menggunakan taksi, ia tidak mau diantar keluarganya. Amira tidak ingin melihat wajah Kakek, Ibu dan Kakaknya merasa sedih.
"Titip Ibu dan Kakek ya, Kak," pesan Amira pada Kakaknya sebelum masuk ke dalam taksi.
Sedikit tidak tega meninggalkan keluarganya dan Kota Serenity, karena di Amigos ia hanya seorang diri, tidak ada keluarga di sana. Hanya ada teman baiknya saja, Tiffany Kim. Tetapi menempuh studi di sana sudah merupakan keputusannya sendiri, jadi dia harus bisa menerima resikonya jauh dari keluarga.
"Baiklah, Amigos. Aku datang!" teriak Amira menyemangati dirinya sendiri sambil mengepalkan tangannya ke atas setelah sampai di depan pintu keberangkatan.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
***To be continue ....
Hai readers!!
Bagaimana kabar semuanya? Apakah masih semangat membaca "My Fate Is You" ini?
Klo author, masih ingin terus menulisnya, tetapi mohon dukungannnya, ok? supaya author lebih semangat.
Pagi ini melihat rating bintang yang menurun, membuat jari-jari lemas mau menulis 😭
belum lagi peraturan baru dari Mangatoon/Noveltoon yang buat semangat menulis menurun utk newbie sepertiku 😭
Tetapi kalau masih ada yang membaca cerita ini, author akan terus berusaha untuk update ceritanya, karena dukungan dari para readers, semangat juga buatku!
Mohon dukungan dan doanya ya! 🙏🙏🙏
Masih deg degan menunggu email dari pihak NT, soalnya author baru mengajukan kontrak.
Hmmm.. malah jadi curhat 🥰🤣
Jangan lupa tinggalkan jejak, like, comment, vote atau rate ⭐5, dan klik ❤ favorit juga ya...!
Thank you 🥰🥰🥰**
__ADS_1