Terjebak Cinta Sang Presdir

Terjebak Cinta Sang Presdir
Bab 29


__ADS_3

Sebuah mobil Lamborghini berwarna gold metalic berhenti tepat di depan lobby Hotel Martinez. Dengan sigap seorang petugas valet membukakan pintu mobil tersebut, turunlah sesosok pria tampan berwajah dingin tanpa senyuman mengenakan stelan jas berwarna hitam dan mantel berwarna abu-abu. Pria itu adalah Vincent Zhang.


"Selamat datang di Hotel Martinez, Pak," sapa petugas valet sambil tersenyum.


Vincent hanya mengangguķ tanpa bersuara, dikeluarkannya beberapa lembar uang dan diberikannya kepada petugas valet itu, kemudian dia menyerahkan kunci mobilnya.


"Terima kasih, Pak," ucap petugas tersebut dengan mengembangkan senyumannya yang lebar.


Vincent tidak membawa banyak barang, hanya satu buah tas kerja dan satu koper kecil. Petugas bell boy dengan cepat membuka bagasi mobil Vincent dan membawa barangnya serta mengikutinya dari belakang.


Vincent melangkah masuk ke dalam lobby, kemudian dia disambut seorang pria berkepala botak berusia kurang lebih empat puluhan, dari gaya pakaiannya sudah terlihat bahwa ia adalah salah satu manager hotel tersebut, di jasnya terpasang name tagnya, Martin.


Vincent mengernyitkan dahinya membaca name tag tersebut dan tersenyum kecil. Pria yang bernama Martin itu menyadari senyuman Vincent.


"Ah, selamat datang Tuan Zhang. Perkenalkan saya Martin, Manager Operasional hotel ini. Kebetulan saja nama saya hampir sama dengan nama hotel ini, mungkin karena itulah saya betah bekerja di sini. Haahaha ...," canda Martin yang disambut anggukan Vincent.


"Tuan Lucas sudah menghubungi kami tadi sore. Kami sudah mempersiapkan ruangan yang sesuai dengan selera anda. Mari saya antar," ucap Martin dan mengantar Vincent ke kamarnya diikuti petugas bell boy di belakangnya.


Lift berhenti di lantai 28. Martin membawa Vincent masuk ke dalam kamarnya.


"Ini adalah suite kamar terbaik yang ada di hotel ini, Tuan Zhang. Dari sini anda dapat melihat pemandangan hampir seluruh kota Amigos," jelas Martin bangga.


"Apakah aku juga bisa melihat Apartemen Riverside dari sini?" tanya Vincent dingin menatap Martin.


Martin menelan salivanya dengan bersusah payah dan berusaha memberikan senyuman terbaiknya, "Hahaha ... Tuan Zhang bisa bergurau juga. Tentu saja tidak, Tuan. Maafkan saya yang terlalu berlebihan," ujar Martin yang sudah berkeringat dingin, begitu juga petugas bell boy yang berada di sampingnya.


Vincent hanya mengangguk, "Baiklah, kamu sudah boleh pergi," ucap Vincent datar.


"Kalau begitu, saya permisi dulu. Apabila Tuan Zhang ada keperluan lainnya, bisa menghubungi saya atau staff yang lain," pesan Martin sebelum keluar.


Martin dan petugas bell boy di sampingnya pamit dan keluar dari suite itu. Mereka akhirnya bisa bernafas lega. Berhadapan dengan tamunya kali ini benar-benar menguras energinya dan otaknya, bagaimana tidak, Vincent sendiri adalah pemilik hotel itu ! Dan tidak ada yang tau, kecuali Martin.


Vincent menelusuri seluruh ruangan di dalam suite itu. Kamar itu memiliki gaya oriental yang cukup kental, dan juga beberapa fasilitas yang mewah, di antaranya mini bar, dua kamar tidur, ruang kerja, gudang anggur pribadi, ruang tamu, dan kolam renang jacuzzi.


Vincent cukup puas dengan ruangan itu, ternyata Lucas sangat mengerti seleranya. Memilih hotel ini memang permintaan dari Vincent sendiri, selain sebagai tempat tinggalnya sementara, dia juga dapat melakukan inspeksi dadakan di salah satu anak perusahaannya ini.

__ADS_1


Vincent masuk ke kamar mandi di suite tersebut dan membersihkan dirinya. Setelah selesai mandi dan mengenakan bath robe, Vincent menuju ke gudang anggur dan memilih anggur merah yang beralkohol rendah dan menuju ke mini bar. Dia mengambil gelas wine dan menuangkan anggur merah yang dipilihnya tadi, kemudian menyesapnya perlahan. .


Sambil membawa gelas wine, dia berjalan ke dalam ruang kerja dan mengeluarkan laptop yang ada di dalam tas kerjanya. Vincent duduk di kursi putar yang besar dan menyalakan laptopnya, kemudian menatap layarnya sambil menyesap anggur merahnya. Di layar laptopnya terpampang wajah tidur Amira yang sangat menggemaskan, sama dengan yang ada di ponsel miliknya.


"Apa yang dilakukan gadis itu hari ini?" gumamnya sambil mengalihkan pandangannya ke ponsel miliknya. Ingin rasanya Vincent menghubungi gadis itu sekarang, tetapi diliriknya jam di layar laptopnya sudah menunjukkan pukul sebelas malam, maka diurungkannya niatnya itu.


Padahal Vincent sangat ingin bertemu dengan Amira, tetapi ia menahannya. Ia tau Amira sedang tidak ingin bertemu dengannya saat ini atau mungkin selamanya. Buktinya saja Amira sama sekali tidak menghubunginya sampai sekarang.


Sekedar menanyakan kabarnya atau memarahinya karena berita mereka yang terekspos pun tidak ada. Vincent merasa sedikit frustasi. Oleh karena itulah, Vincent butuh minum segelas wine untuk menenangkan pikirannya.


Setelah cukup tenang, Vincent membuka email-nya yang penuh dengan laporan hasil meeting yang tertunda tadi siang dari para karyawannya. Malam itu, Vincent menyibukkan dirinya dalam pekerjaannya.


Keesokan paginya, Vincent bangun sedikit siang, karena dia cukup lelah semalam dan baru bisa tidur dini hari. Matanya enggan untuk dibuka dan kepalanya yang terasa sedikit berat, karena bukan satu gelas wine yang dia minum, tetapi lima gelas wine !


Vincent berpikir untuk melanjutkan tidurnya, tetapi dering ponselnya di atas nakas, memaksanya untuk membuka matanya.


"Halo."


Vincent menyapa dengan suara serak khas orang bangun tidur.


"Mmm ... Ada apa?" tanya Vincent malas dan memejamkan matanya kembali.


"Saya sudah menyiapkan keperluan Anda di Amigos dan mungkin Anda dapat pindah sekitar dua hari lagi," jawab Lucas.


"Dan untuk saham di Imperial College juga sudah kita beli sesuai dengan instruksi Anda. Sekarang Anda adalah pemegang saham terbesar di sana. Perintah Anda juga sudah disampaikan kepada ketua yayasan college di sana." Lucas memberikan rincian laporannya.


"Hm ...." Hanya itu jawaban yang keluar dari bibir Vincent.


"Ada apa lagi?" tanyanya malas karena Lucas masih belum menutup teleponnya.


"Orang kita yang mengikuti Amira kemarin ada memberikan informasi dan mengirimkan beberapa foto kepada saya. Fotonya baru saja saya kirim ke ponsel anda. Dan menurut laporan dari mereka, ternyata ada orang lain juga yang mengikuti gerak-gerik Amira, Bos," jawab Lucas sambil menahan nafas menunggu jawaban dari Vincent.


Vincent segera membuka matanya dan mengerutkan keningnya.


"Siapa?" tanya Vincent dingin.

__ADS_1


"Belum tau, Bos. Saya sedang menyelidikinya," jawab Lucas.


"Minta agar mereka untuk terus mengikutinya. Segera cari tau siapa orang di belakangnya dan apa motifnya. Segera laporkan kepadaku!" perintah Vincent yang langsung menutup ponselnya.


Sebelum berangkat ke Amigos, Vincent memang sudah menyewa beberapa orang untuk mengikuti Amira dan memastikan keselamatannya. Vincent mendapatkan laporan bahwa Amira diserang oleh beberapa wanita di bandara. Dia tidak ingin kejadian itu terulang lagi. Dan berdasarkan laporan dari Lucas, ada beberapa netizen yang tidak senang dengan berita mereka, sehingga menimbulkan hal tersebut.


Vincent merasa sedikit menyesal sudah mengekspos berita tersebut di sosial media, tetapi dia tidak ingin menarik berita tersebut sampai Amira sendiri yang datang memohon kepadanya. Rasanya mengerjai Amira sedikit memberikan kesenangan untuknya, tetapi dia juga tidak ingin Amira terluka. Benar-benar egois!


Hal pertama yang dia lakukan setelah menutup telepon Lucas adalah mengecek pesan yang dikirim Lucas.


Vincent memincingkan matanya melihat beberapa foto yang dikirimkan Lucas. Dia menggenggam ponselnya erat. Hatinya terasa panas. Rasanya kemarahan yang ditahannya sudah menumpuk sejak lama akan meledak saat itu. Vincent menatap tajam foto Amira yang sangat intim dengan seorang pria yang sangat dibencinya.


"Leon Kim!" ucap Vincent mengeratkan giginya.


'*T*ernyata tebakanku benar! Leon yang sering disebut-sebut Amira adalah orang yang sama yang kukenal!'


Vincent tersenyum sinis dan dingin.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


To be continue ....


*Hai readers!!


Masih betah gak baca MY FATE IS YOU ini?


Semoga masih ya..


Seperti biasa, author hanya mau meminjam sebentar jarinya untuk mengklik tombol like dan vote karya ini seikhlasnya, biar makin semangat!!!! Kalau ada yang mau ikhlas memberikan tips, author makin semangat lagi 🤭🤭🤭


Jangan lupa rate ⭐5 nya bagi yang belum rate ya 🥰🥰


Klik Favorit di bawah ini agar tau update-an terbaru episode berikutnya.


mohon bantuan dan dukungannya!!

__ADS_1


Thank you 🙏🙏🙏*


__ADS_2