Terjebak Cinta Sang Presdir

Terjebak Cinta Sang Presdir
Bab 49


__ADS_3

Setelah prosesi acara ulang tahun selesai, para tamu undangan dipersilahkan untuk menikmati makanan dan minuman yang disediakan.


Tiffany turun dari atas panggung dan menghampiri Amira dan kakaknya. Wajahnya terlihat tidak senang.


"Siapa sih yang ngundang dia kemari?" tanya Tiffany sewot. Leon dan Amira mengerti maksud Tiffany. Leon menggedikkan bahunya menunjukkan bahwa ia tidak tahu.


"Sudahlah. Ini kan hari ulang tahunmu, kalau wajahmu begini nanti jadi jelek lho," bujuk Leon.


"Tapi kak, aku gak suka ada dia. Lagian ngapain kakak selalu belain dia terus. Kakak suka sama dia?" cerocos Tiffany makin sebal.


"Tif, jaga ucapanmu! Jangan buat orang salah paham dengan apa yang kamu ucapkan!" ucap Leon menatap tajam ke Tiffany, tampak bahwa dia mulai marah dengan ucapan adiknya itu. Amira yang berada di sampingnya, baru melihat wajah Leon yang marah. Biasanya Leon hanya menunjukkan sisi lembutnya di depan Amira.


Tiffany memanyunkan bibirnya, kesal dengan ucapan kakaknya. Tetapi ia juga merasa bersalah sudah asal bicara, "Maaf kak," ucap Tiffany.


"Ah Aku juga minta maaf," ucap Leon yang juga menyesal memarahi adiknya. Leon tidak ingin Amira salah paham terhadap hubungan dirinya dengan Anna, oleh karena itu ia memarahi adiknya itu.


Amira melihat Anna berjalan ke arah Vincent. Ia bergelayut manja di tangan Vincent, seolah ingin memamerkan bahwa ia dan Vincent masih punya hubungan dekat. Amira melihat mereka berdua berbicara cukup dekat dan memalingkan wajahnya.


Vincent sebenarnya tidak menggubrisnya dan mencoba menarik lengannya dari tangan Anna, "Cukup Anna. Menjauhlah dariku!", ucap Vincent merasa kesal dengan sikap Anna yang membuatnya jijik.


"Vin, kenapa kau sedingin itu kepadaku? Apakah kita tidak bisa seperti dulu lagi?" tanya Anna manja sambil memegang pundak Vincent.


Vincent menatapnya dingin, "Melihatmu aku merasa jijik, huh!" ucap Vincent meremehkan Anna dan berjalan menjauh darinya.


Anna mengeratkan giginya dan mengepalkan tangannya erat. Ia melihat ke arah Amira yang sedang mengobrol dengan Tiffany dengan gembira. Ia menatap mereka sinis dan berjalan mendekati mereka.


Anna datang mendekati mereka dari belakang. "Wah wah.. sedang membicarakan apa? Sepertinya seru sekali. Boleh aku bergabung?" ucapnya dengan suara lembut yang dibuat-buat.

__ADS_1


Tiffany melihatnya dengan wajah sebal, Anna membalasnya dengan tersenyum lebar. Kedatangan Anna ke sini adalah untuk membalas perlakuan Tiffany kepadanya tempo hari. Akhirnya ia tahu kenapa Tiffany menganggu syutinfnya waktu itu.


"Nona Kim, terima kasih telah mengundangku ke acaramu," ucap Anna dengan sikap sopan yang dibuat-buat.


"Aku tidak mengundangmu kemari, dasar tidak tau malu," ucap Tiffany sinis. Anna hanya tertawa menanggapinya.


"Hahaha.. aduh maaf, saya lupa kalau Pak Presdir Kim yang mengundang saya kemari. Maafkan kelancangan saya tadi," ucap Anna bangga bahwa dia diundang secara langsung oleh ayah Tiffany. Tiffany menatapnya sinis.


"Hai Leon. Apa kabar? Sudah lima tahun, kamu masih tampan seperti dulu," sapa Anna melihat ke arah Leon yang berdiri di samping Amira. Anna melirik sekilas ke arah Amira dengan sinis. Leon tidak menanggapi ucapan Anna, hanya tersenyum simpul.


Anna mendekati Leon perlahan dan memegang dasinya, "Kamu masih marah padaku dengan kejadian dulu?" tanya Anna sambil merapikan dasi Leon yang miring. Tiffany yang kesal dengan ucapan Anna tadi, menarik tangan Anna dari dasi kakaknya.


"Apa maksudmu?" tanya Tiffany masih mencengkram pergelangan tangan Anna dengan kuat.


Pergelangan tangan Anna sakit dicengkram Tiffany, kemudian ia menyentakkan tangannya kuat. Tiffany yang terkejut dengan sentakan tangan Anna, membuat cengkramannya terlepas dan ia kehilangan keseimbangan. Tubuhnya limbung mengarah ke kolam renang di belakangnya.


Tetapi naas dengan Amira, karena menarik tubuh Tiffany, Amira sendiri kehilangan keseimbangan dan tubuhnya terjatuh ke dalam kolam renang.


BYUUURR!!!!


"AMIRAAAAA!!" teriak Tiffany histeris melihat sahabatnya jatuh ke dalam kolam renang akibat menolongnya.


Amira tidak bisa berenang, sejak dulu ia paling tidak suka dengan namanya berenang. Karena ia sempat hampir tenggelam waktu pertama kali diajarkan berenang oleh Daniel. Naasnya sekarang ia benar-benar tenggelam. Kolam itu cukup dalam baginya, Amira berusaha mencari udara di atasnya dan menggapai-gapai tangannya ke atas.


Saat itu Vincent sedang sibuk dikerumuni oleh beberapa tamu undangan yang mencoba mencari perhatiannya, kemudian ia mendengar teriakan Tiffany yang menyebut nama Amira. Ia mengalihkan pandangannya ke arah kolam renang. Ia melihat tangan Amira berusaha menggapai-gapai ke atas. Tanpa berpikir panjang, ia langsung terjun ke dalam kolam dan menyelamatkan Amira.


Leon yang saat itu mencoba berdiri setelah menahan tubuh adiknya, juga ingin menolong Amira tetapi ia telat selangkah dari Vincent yang sudah duluan menyelamatkan Amira.

__ADS_1


Di dalam kolam, Vincent mencoba mencari Amira. Pandangannya sedikit buram, tetapi dia berusaha mendekati Amira. Ketika sudah dekat, Vincent meraih pinggang Amira dan mencium bibir Amira, memberinya udara.


Amira membelalakkan matanya di dalam air, walau matanya perih tetapi ia dapat mengenal orang yang menciumnya saat ini. Mereka berciuman cukup lama. Awalnya Vincent hanya ingin memberinya udara tambahan, tetapi teringat sikap Amira yang tidak mempedulikannya tadi, ia sengaja menciumnya lama untuk membalas perbuatan Amira tadi.


Leon melihat Amira dan Vincent berciuman di dalam air, mengepalkan tangannya kuat. Begitupun Anna merasa kesal dan meninggalkan tempat itu. Sedangkan para tamu undangan di sana melihat mereka dengan kagum dan beberapa wanita yang mendekati Vincent tadi merasa cemburu.


Amira mulai memberontak karena Vincent tidak juga membawanya naik ke atas kolam. Amira memukul dada Vincent agar Vincent segera membawanya naik. Vincent melepaskan ciuman mereka dan merasa puas. Ia segera membawa Amira naik dan Amira mengalungkan tangannya di leher Vincent.


Vincent meletakkan tubuh Amira di pinggir kolam. Tiffany mendekati Amira dan meletakkan handuk di pundak Amira agar tidak kedinginan.


"Uhuk..uhuk..uhuk.." Amira terbatuk-batuk karena berusaha mengeluarkan air kolam yang terminum olehnya.


"Kamu tidak apa-apa, Ami?" tanya Leon mendekati Amira. Amira menggeleng pelan.


Leon langsung meletakkan salah satu lengannya di punggung Amira dan satu lengan lagi di belakang lutut Amira. Ia menggendong tubuh Amira ala bridal style tanpa seijinnya, Amira kaget dan secara otomatis melingkarkan tangannya di leher Leon agar tidak terjatuh.


"Aku antar kamu dulu ke kamar Tiffany. Keringkan dirimu supaya gak masuk angin nanti," ujar Leon. Amira mengangguk pelan.


Amira menoleh ke samping melihat Vincent yang masih berada di dalam kolam. Vincent menatap mereka dengan tajam dan dingin. Amira menelan salivanya dengan pelan.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


*To be continue...


Halo readers...


Tinggalkan komentarmu, like atau vote ya

__ADS_1


Thank you 🥰🥰😘😘*


__ADS_2