Terjebak Cinta Sang Presdir

Terjebak Cinta Sang Presdir
Bab 8


__ADS_3

**Dear Readersss..


Please tinggalkan jejak ya, comment, like dan votenya, jangan lupa di favorit ya... 🥰


Selamat membaca**!!!


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


Masih di Gedung Royal Group.


Setelah rapat selesai, semua karyawan yang mengikuti rapat mulai bergosip mengenai bos mereka yang terkenal dingin itu. Siapa gerangan yang bisa meluluhkan hati bos mereka. Sepanjang rapat, mereka melihat bos mereka tersenyum-senyum kecil.


Mereka yang mengikuti rapat malah merinding melihat perubahan sikap bos mereka. Apa ini pertanda baik atau malah pertanda buruk. Tapi apa yang mereka takutkan tidak terjadi, karena rapat berjalan lancar dan tidak ada komentar buruk yang dikeluarkan dari mulut bos mereka yang dingin.


Rapat yang biasanya berlangsung kurang lebih dua jam, malah lebih cepat setengah jam dari biasanya.


Sosial media karyawan di perusahaan Royal Group mulai heboh dan semua bawahan dari yang atas hingga ke bawah membicarakan hal tersebut. Hal ini tidak luput dari telinga komisaris sekaligus pemilik Royal Group, Celine Wang, nenek dari Vincent Zhang.


Nyonya Celine memerintahkan sekretarisnya untuk meminta Lucas segera menghadap ke ruangannya. Lucas yang menerima perintah tersebut memiliki firasat yang tidak enak dan segera menghadap ke ruangan Komisaris Royal Group.


Nyonya Celine walalupun umurnya sudah mendekati kepala tujuh, tetapi masih terlihat sehat dan wajahnya yang masih terlihat cantik untuk wanita seusianya, karena dia selalu merawat dirinya. Di balik bingkai kacamatanya, terlihat matanya yang teduh tapi tegas, dia menatap pemuda di depannya, Lucas, yang sudah berkeringat dingin menghadapnya.


"Nyonya Besar," sapa Lucas sambil mengusap keningnya yang berkeringat karena gugup. Nyonya Celine yang melihat Lucas gugup, sedikit menyunggingkan senyumnya, "Duduklah Lucas," ucap Nyonya Celine.


Lucas duduk di sofa di depan Nyonya Celine.


"Lucas, kamu sudah berapa lama bekerja di samping Vincent?" tanya Nyonya Celine membuka pembicaraan.


"Lima tahun, Nyonya Besar," jawab Lucas dengan penuh percaya diri.


"Kalau begitu, kamu termasuk orang yang menjadi kepercayaan Vincent ya," ucap Nyonya Celine sambil menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Kamu tau kan kalau saya sudah berumur dan tidak bisa terus mendampingin Vincent. Terima kasih karena kamu sudah banyak membantu cucuku itu," lanjut Nyonya Celine lagi.


Lucas mengangguk malu, "Itu sudah pekerjaan saya, Nyonya Besar," ucap Lucas lagi.


"Sekarang saya sudah tua. Saya ingin segera melihat dia berkeluarga dan menimang cicitku, tapi dia selalu menolak semua wanita yang dikenalkan kepadanya," ucap Nyonya Celine menghela nafas lagi.


Memang sudah berpuluh-puluh wanita dikenalkan kepada cucunya itu, tapi semua hanya dipandang sebelah mata oleh Vincent.


Segala cara sudah dicoba oleh Nyonya Celine, mulai dari mempekerjakan sekretaris yang cantik dan seksi (yang langsung dipecat saat itu juga oleh Vincent), sampai menipu Vincent untuk ikut klub perjodohan.


Wanita yang diperkenalkan juga beragam latar belakang, dari yang anak konglomerat, anak pejabat, artis, model, sampai dari kalangan keluarga sederhana saja dia tidak menggubris.


Benar-benar membuat Nyonya Celine sakit kepala melihatnya. Sampai akhirnya Vincent pindah ke apartemen yang sekarang dia tinggal dan menolak untuk berbicara dengan neneknya itu selama seminggu, kecuali masalah perusahaan.


Vincent tidak pernah mau menceritakan mengenai masalah pribadinya. Sikapnya selalu dingin, padahal sebelumnya sikapnya tidak seperti ini, perubahan ini terjadi karena Vincent pernah mengalami pengkhianatan oleh seorang wanita yang pernah sangat dicintainya.


"Lucas, saya dengar baru-baru ini ada gosip di kalangan karyawan perusahaan kita, apa yang terjadi di rapat tadi pagi?" tanya Nyonya Celine penasaran.


Lucas mengerutkan keningnya, raut wajahnya menunjukkan bahwa dia tidak mengerti apa yang ditanyakan oleh Nyonya Celine.


Lucas terdiam, dia bingung bagaimana menjawabnya.


"Apa dia seorang wanita? Apa saya kenal dengan orang itu?" tanya Nyonya Celine bertubi-tubi.


Lucas menjadi serba salah. Ia merasa hal ini adalah privasi bosnya, akan tetapi sekarang yang bertanya adalah nenek dari bosnya!


"Astaga! Aku harus bagaimana ini?! " batin Lucas.


"Ehem! Jawab Lucas!" perintah Nyonya Celine sambil menatap Lucas dengan tajam.


"Maafkan aku, Bos!" batin Lucas pasrah.

__ADS_1


Lucas menceritakan segala hal yang diketahuinya, termasuk soal pertemuan Vincent dan Amira nanti malam.Vincent sampai membatalkan pertemuan dengan kliennya nanti malam karena ingin memenuhi janjinya dengan Amira.


Nyonya Celine yang mendengar cerita dari Lucas mengembangkan senyumannya, sepertinya harapannya untuk melihat Vincent berkeluarga semakin dekat.


Nyonya Celine meminta agar Lucas tidak membocorkan pertemuan mereka hari ini, dan memerintahkan Lucas untuk terus memantau perkembangan Vincent dan Amira dan menginformasikannya secara berkala kepadanya.


Lucas keluar dari ruangan Nyonya Celine dan melanjutkan pekerjaannya. Sesampainya di ruang kerjanya, Vincent telah berdiri di depan mejanya dan menatapnya tajam.


"Apalagi ini?! Seharusnya hari ini aku mandi kembang dulu sebelum berangkat kerja!" batin Lucas yang cemas, rasanya ia ingin menggali lubang di sana dan masuk ke dalamnya.


Lucas menelan ludahnya dan menyapa Vincent, "Bos."


"Kamu dari mana?" tanya Vincent datar.


"Hmm.. itu.. saya.. saya habis makan siang Bos," ucap Lucas terbata-bata.


"Ooo.. makan siang di ruang komisaris?" sindir Vincent tajam, seperti pisau yang langsung menusuk ke jantungnya Lucas.


Lucas menjadi salah tingkah dan menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.


"Maafkan saya, Bos!" ucap Lucas sambil membungkukkan badannya.


Lucas akhirnya menceritakan pertemuannya dengan Nyonya Celine, tapi tidak mengatakan permintaan neneknya untuk terus memantau Vincent dan Amira dan melaporkan kepadanya.


"Itu saja?" tanya Vincent lagi.


"Iya Bos!" jawab Lucas dengan mantap.


Vincent tau neneknya tidak akan semudah itu melepaskan dirinya, tetapi Vincent tidak mau memaksa Lucas lagi, akhirnya dia berlalu menuju ke ruangannya sendiri.


"Fiuuuhhh.. lama-lama umurku bisa bertambah pendek kalau setiap hari menghadapi dua bos besar ini," gumam Lucas menghela nafas panjang dan meratap nasibnya.

__ADS_1


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


To be continue...


__ADS_2