
"Tuan tidak sedang berfikir untuk membunuhku kan?"
Mata Mike melebar, ia lalu menaruh tangannya di atas bahu Rere. Matanya memperhatikan ujung rambut Rere sampai keujung kakinya.
"Hhhh...ternyata dia bodoh. Bagaimana ia mengira Aku sedang memikirkan untuk membunuhnya, padahal Aku tengah memikirkan mengapa sulit sekali mendapatkan apa yang ia miliki.
Hahah...Rere Rere...
Wanita sebodoh dan menggoda sepertimu tidak akan pernah sanggup untuk ku bunuh, justru Aku akan..."
'CHUPPP!'
Rere mencium bibir Mike. Ia berfikir dari pada pria berdarah dingin di depannya merenggut nyawanya, lebih baik mengikuti pilihan yang Mike berikan, toh hanya mencium tidak akan kehilangan apapun.
Bagai ikan yang di beri umpan lezat, Mike langsung menyambar ciuman yang di berikan Rere
"Ini yang Aku tunggu!!"
Ujar Mike yang tengah menikmati hasratnya yang mulai mengalir deras.
10 detik, 20 detik, sampi lewat satu menit, ciuman itu semakin memanas, sampai Rere sangat sulit melepaskan diri dari pagutan Mike.
"Oh Tuhan, bagaimana menghentikan pria ini!?Apa kali ini aku harus menggunakan lututku untuk membuatnya kembali terkapar di lantai?
Tidak tidak! Kau cari mati Rere.Tapi bagaimana? Aku takut terhanyut dan lupa diri"
Keluh Rere dalam hatinya yang tengah gundah.
Irama kenikmatan masih Mike rasakan.
Dan bangunlah Angelia sebagai penyelamat Rere.
"Uncle...?"
Ucap gadis mungil itu sambil mengucek mata.
'DHEGGG!'
Seketika Mike melepaskan pagutannya.
"Angelia!?"
Ucap Rere dan Mike bersamaan.
"Ihhik ihhik "
Angelia meringik sambil tengok kanan kiri mencari ibu dan dady-nya.
Mike mengacak-acak rambutnya sambil menghela nafas. Matanya masih mengincar Rere, sedangkan Rere merasa lega, ia lalu mengelap bibirnya dengan kasar.
"Angelia... Kenapa harus bangun sih!? Ahhh Aku juga sepertinya yang bicara terlalu keras. Tapi saat ku teriak saja kau tertidur, di keadaan kondusif kau malah terbangun! Ckkk!"
"Selamat..selamat! Terimakasih Angelia, kau memang Angel sesungguhnya"
Mike mengeluh sedangkan Rere merasa bersyukur.
"Uncle...! Ihhik ihhik, Ibu sama Dady, mana...?"
Lagi-lagi Angelia memanggilnya, karena yang ia lihat hanya Mike yang tengah berhadapan dengan Rere.
"Ini belum berakhir!!"
Ancam Mike setengah berbisik.
"Uncle...?"
Angelia hampir menangis.
"Iya sayang, tunggu"
Mike lalu menghampiri Angelia yang hampir menangis, matanya terlihat masih mengantuk, lalu Mike membelai rambut Angelia.
__ADS_1
"Jangan menangis anak cantik, Ibu sama Dady sedang dalam perjalanan pulang, kau tidur lagi ya, Uncle dan Auntie yang akan menemanimu"
Ucap Mike lembut. Rere agak aneh plus heran melihatnya, walaupun Mike terlihat dingin, kejam dan menakutkan, ternyata dia bisa semanis itu pada anak kecil.
"Auntie?"
Rere tersenyum lalu menghampiri Angelia hanya saja di sisi lainnya, dia tidak mau dekat-dekat dengan Mike yang seperti singa kelaparan.
"Iya sayang, tidur lagi ya, Auntie juga akan menemanimu"
"Itu benar, anggap saja kami...ibu dan Dady mu ya?"
Ucap Mike sambil melirik Rere dan itu membuat Rere menjadi kikuk.
Tapi Angelia mengangguk, ia lalu menarik tangan Mike dan Rere.
"Hhuaamh..! Ya sudah, ayo kita tidur"
Angelia kembali terpejam, di temani Uncle dan Auntie disisinya.
Rere lalu memeluk Angelia sambil sesekali mengusap tubuhnya agar Angelia semakin terlelap. Kini tangan Mike mulai nakal, ia memeluk Angelia plus Rere sekaligus matanya pura-pura terpejam, membuat Rere merasa risih.
"Apa-apaan orang ini! Main peluk saja!"
Rere mencoba melihat wajah Mike.
"Dia tidur?"
Cukup lama Rere tidak bergerak pada posisinya, setelah memastikan Angelia kembali pulas, perlahan ia menyingkirkan tangan Mike, dan bangkit perlahan menuju sofa.
Tapi ketika ia menuju sofa Mike yang terbaring di tempat tidur menarik tangan Rere dengan kuat sampai tubuhnya berbalik dan menimpa tubuh Mike.
"Aaaa...!!"
Pekik Rere yang matanya kini menatap Mike.
Mike dengan cepat mendekap Rere sekuat mungkin hingga ia tidak bisa berkutik.
"Apa maksud Anda, Lepas!"
Bisik Rere sambil meronta. Namun lengan kekar Mike begitu kuat mendekap tubuhnya.
"Ssstttt! Jangan meronta, nanti kasur ini goyang dan Angelia terbangun!"
Ucap Mike sambil tersenyum licik.
"Aku sudah mencium mu tadi, lalu bagaimana?"
Tanya Rere malu-malu.
"Bagaimana apanya?!"
Mike tanya balik dan pura-pura bodoh.
"Pistol Anda Tuan..."
Jelas Rere kesal.
"Aku memiliki banyak pistol! Yang patah biarlah, Aku tidak akan menuntut ganti rugi padamu, karena percuma juga kan? Kau tidak memiliki uang?!"
Rere cemberut.
"Itu benar! Tapi maksudku, bukan pistol senjata milikmu, tapi pistol..."
Mike tersenyum melihat wajah Rere yang memerah.
"Ooh, maksudmu Mike junior?"
Rere mengerutkan dahinya.
"Mike junior? Tadi kau menyebutnya pistol!? Kenapa namanya diganti begitu, bukan pistol senjata maksudku tapi..."
__ADS_1
Rere enggan melanjutkan kata-katanya.
"Hei, yang tadi kau hantam itu juga senjata! Itu senjataku untuk menaklukan wanita. Dan saat kau mencium ku tadi, Aku belum merasakan ularku ini terbangun.
Dan itu pasti karena memukulnya terlalu keras Rere!"
Ucap Mike yang jelas berbohong. Padahal jangankan di cium Rere, memandangnya saja membuat pistolnya tegak berdiri.
Rere yang berada di atas Mike, tentu merasakan sesuatu yang mengeras di bawah pahanya. Dan dia tau betul kalau itu...
"Lepaskan! Kau bohong! Milikmu itu sudah bangunkan?,dan itu sudah pasti tidak kenapa-kenapa, jadi lepaskan Aku...
Aku mau kembali ke kamarku...!"
Rere terus meronta sekuat tenaga mencoba melepaskan diri dari Mike.
"Baiklah Aku jujur! Pistolku ini tengah berdiri, tapi tenang, dia tidak akan menembak mu"
Rere semakin ketakutan, dia ingin cepat kabur dan tak mempedulikan pesan Bulan untuk menjaga Angelia.
"Lepas! Aku tidak bisa menjaga Angelia jika ada singa kelaparan di kamar ini..!"
Rere terus meronta sekuat tenaga, dan itu tidak berarti apapun untuk Mike yang macho itu.
"Aku sudah jinak...kalau kau semakin meronta, Aku akan...?"
"Akan..."
Mike terus menggoda Rere, membuat Rere semakin panik tak karuan.
"Aku mohon Tuan, jangan sentuh Aku"
"Dari tadi pun Aku sudah menyentuhmu gadis penakut!" kata Mike dengan santainya
"Lalu apa lagi yang kau inginkan dariku? Aku ingin kembali ke kamarku!"
"Jika kau bertanya apa yang ku inginkan, tentu banyak sekali"
Mike tersenyum licik, namun dia sangat senang membuat Rere ketakutan.
"Tapi jangan bilang kalau kau menginginkan..."
"Aku menginginkannya!!"
Jawaban Mike membuat Rere berteriak.
"Huwwaaaaa!!!!"
Seketika teriakannya memekakkan telinga Mike dan membuat para pengawal masuk dengan mendobrak pintu kamar bos besar mereka. Karena mereka mengira ada hal yang berbahaya.
'BRAAAAAKKKK!!!
para anak buah Mike pun berdatangan sambil mengacungkan pistol mereka.
Tapi seketika mereka semua menjadi kikuk dan malu melihat pemandangan apa yang ia tangkap.
'Rere sedang menindih Bos mereka'
Semuanya pun tunduk.
"Dasar bodoh! Kenapa kalian masuk sembarangan?"
Umpat Mike geram.
"Mm..maaf Bos, kami kira..."
"Keluaaarrr!"
Teriak Mike mengusir anak buahnya.
"Hei, tunggu! Apa tidak ada yang mau menolongku? Heey penjaga...tolong Aku!"
__ADS_1
Teriakan Rere tentu tidak akan di gubris oleh mereka.