Terpaksa Menikahi CEO Kejam

Terpaksa Menikahi CEO Kejam
Noda Lipstik


__ADS_3

"Ayo pakai saja, ini gratis."


Kata Nic memaksa.


"Tidak mau! kau pasti mau mengambil kesempatan di dalam kesempitan kan!?"


Jesy masih membelakangi Nic, ia enggan menatapnya.


"Heey kau ini bagaimana? yang kesempitan itu bajumu, makanya kancing nya sampai terlepas. Lain kali gunakan baju yang lebih ketat,


eeemhh maksudku, yang lebih longgar..."


hampir saja Nic jujur, karena kali ini ia berbohong.


"Tapi ini baju kesukaanku!"


kata Jesy cemberut.


"Tapi baju itu terlalu...terlalu...


aaahhhh sudahlah, pakai ini, sebelum aku berubah fikiran "


Tanpa berfikir panjang Jesy menggunakan jas milik Nic yang diberikan kepadanya. Ia pun lalu menghadap Nic.


"Kau yakin aku boleh meminjamnya? ini kan Jas mahal?"


Jesy memperhatikan jas yang ia kenakan.


"Itu untuk keamanan mu, agar aku tidak berfikiran yang tidak-tidak..."


jawab Nic sambil membuka safety belt nya.


Jesy lalu merapat kan jas itu untuk menutup badannya.


"Awas saja kalau kau berani untuk..."


"Aku berani, tapi sekarang bukan saatnya, kau tenang saja, semua yang kau miliki itu tidak akan mendapatkan bahaya...


yang bahaya saat ini adalah, jika kau pulang larut malam seperti ini dengan kancing baju yang terbuka, nanti orang tua mu mengira akuuu...?"


Nic tersenyum licik.


"Iya iyaa aku mengerti."


"Baguslah..."


Nic turun dari mobilnya dan bergegas membukakan pintu mobil untuk Jesy.


"Silahkan princes"


Jesy tersipu malu. Ia pun segera keluar dari mobil Nic.


"Ayo, aku akan mengantarmu sampai depan pintu"


Jesy menggandeng mesra tangan Nic. Ia sangat bahagia memiliki calon suami seperfect Nic. Jarang sekali saat ini ada pria yang begitu menjaga kehormatan wanita dan tau akan batasannya seperti Nic, Jesy sangat merasa beruntung.


Sampailah di depan pintu rumah Jesy.


"Seperti nya ayah dan ibumu sudah tidur ya?"


Jesy mengangguk.


"Kalau begitu, sampai kan salamku untuk mereka dan Jason"


"Baiklah "


'chupp Nic mengecup kening Jesy dengan mesra.


"Aku pulang, kau cepat tidur!


"Of course My prince!"


'chupp '


Jesy mencium pipi kanan dan kiri Nic, membuat pria tampan dan manis itu tersipu.


"Kau mengambil kesempatan dalam kesempitan "


ujar Nic yang menyembunyikan hasrat yang ia tahan sekuat tenaga.


"Aku kan cuma ingin membalas ciuman mu Nic , huuhf!"

__ADS_1


"Enak saja main menciumku sembarangan, memang kau fikir aku laki-laki murahan?


Hhhh... aku bukan laki-laki gampangan yaa?! "


ucap Nic dengan sok jutek.


Jesy memajukan bibirnya.


"Kenapa kesannya aku yang akan melakukan sesuatu padamu?


kau memang pandai Nic!"


Nic mendekatkan wajahnya hingga berjarak beberapa inci lagi dari wajah Jesy.


"Setelah menikah, kau yang akan melakukan sesuatu padaku...


aku jamin..."


Nic tersenyum licik, sedangkan wajah Jesy memerah karena di goda oleh Nic.


"Itu tidak mungkin...!"


Jesy memalingkan wajahnya, menyembunyikan wajahnya yang merah.


"ku sudah bisa memprediksinya Jesy , 2 minggu lagi menuju pelaminan 2 kancing bajumu sudah copot,


aku jadi berfikir, seminggu menuju pelaminan, mungkin kancing bajumu bisa copot semua...?"


"Nicho!!"


Jesy memukul-mukul bahu Nic dengan tenaga yang tak seberapa.


"hahah...itu kan hanya prediksi, prediksi bisa salah kan?


aku bercanda...karena aku senang menggoda mu."


Nic mengangkat kedua tangannya.


"Aku janji tidak menyentuh apapun milikmu sebelum resmi menikah"


"Itu harus..."


jawab Jesy acuh.


karena, fikiran beningku bisa saja terkontaminasi jika melihat sesuatu yang..."


"Nichoooo!! hentikan...baiklahh aku tidak akan menggunakan baju ini lagi!"


"Itu harus... jika tidak aku bisaaa...


bisaaaaa..."


perlahan Nic mendekatkan wajahnya ke arah dada Jesy. Membuat Jesy kikuk dan jantungnya berdegup kencang.


Semakin dekat, dan semakin dekat...mata Nic begitu tajam tanpa berkedip menatap ke arah dada Jesy...


membuat Jesy kian curiga kalau Nic akan menyentuh...


"Hey! ternyata benar dugaanku! ini noda lipstik, kau menggosok lipstik mu dengan jas mahalku?


ohhhh yaa ampuunn....."


'Fiuhhhh'


Jes menatap lega, ternyata Nic fokus pada noda lipstik di kerah jasnya yang di kenakan Jesy.


Segera Jesy menutup dadanya.


"Tenang saja, besok aku akan mencucinya!"


"Baguslah, jadi aku tidak fokus melihat dada...


eemhh maksudku noda, yaa noda di jas ku itu..."


Nic merasa kikuk. Ia lalu melihat jam tangannya.


"jam 01:20, sudah larut malam, aku harus pulang. Sampai jumpa My princes"


Nic mencubit gemas pipi Jesy, lalu melangkah menuju mobilnya.


"Hati-hati yaaa... emuaachhh"

__ADS_1


Jesy melambaikan tangannya ke arah Nic dan memberinya kiss bye.


Nic tersenyum seraya menangkap ciuman yang terbang kearahnya.


'Tiiin Tiinnnn....!!'


Bunyi klakson mobil Nic yang memasuki parkiran di rumah besar keluarga Sminth.


"Akhirnya pria sok manis itu datang juga"


Ucap Kenzo sambil menikmati Vodkanya di temani Mike yang baru saja pulang dari bulan madunya.


"Bagaimana hubungannya dengan sepupu dari mantanmu itu Bos?"


Tanya Mike sambil ikut menenggak minuman yang sudah seperti kekasih Kenzo, dimana ada Kenzo disitu pasti ada Diva Vodka.


"Aku lihat 2 minggu menjelang pernikahannya mereka semakin lengket saja..."


Jelas Kenzo.


"Baguslah... Aku turut bahagia"


"Hhhmm..."


Dan merekapun kembali menikmati berbotol-botol vodka yang di siapkan Kenzo untuk menyambut kepulangan Mike.


Dan tibalah Nic sambil bersiul ria, ia menghampiri Kenzo dan Mike yang sudah lebih dulu menikmati minuman dengan harga selangit favorit mereka.


"Pantas telingaku berdengung, rupanya ada dua pria tukang gosip yang tengah membicarakan ku ya!?"


Celetuk Nic yang disambut pelukan Mike.


"Hai Bro, bagaimana honey moon mu? Menyenangkan? Apa kau membawa kabar baik untuk kami?"


Sambung Nic yang kini duduk di sebelah Mike. Tapi Mike hanya tersenyum tipis sambil meneguk minuman itu kembali.


"Pertanyaan bagus Nic, akupun belum sempat menanyakan hal itu"


Timpal Kenzo.


"Hei Mike, jawablah... Bagaimana honey moon mu itu?


Atau jangan-jangan Rere enggan disentuh olehmu yaa?"


Kenzo terkekeh meledek Mike. Mike kembali tersenyum dingin, ia masih memberi teka-teki pada kedua sahabatnya itu.


"Ahahaha...kau benar Kenzo, mereka pasti pisah kamar"


"Dan Rere memakai baju yang berlapis menutup tubuhnya rapat-rapat..."


Sambung Kenzo yang di iringi gelak tawa Nic.


"Atau, ia mendapatkan satu hantaman lagi di pistolnya?


Ahahahaa...nikmatnya bukan main!"


Nic dan Kenzo lalu tos dengan mengadukan kepalannya.


Mike melirik mereka secara bergantian dengan tatapan dinginnya.


"Tertawalah...apa yang kalian katakan itu benar...


Makanya pagi tadi Rere menunjukkan sebuah alat tes kehamilan dengan dua garis ditengah nya"


Mike tersenyum sinis, membuat Kenzo membulatkan matanya tak percaya.


"Aa..apa? Are you sure?!"


Nic menatap heran pada Kenzo, sedang Mike masih enggan menjawab, ia masih menikmati teguk demi teguk minuman yang mengalir di kerongkongannya.


"Kenzo, kenapa kau shok begitu? Aku tidak mengerti?" tanya Nic yang masih kebingungan.


"Tentu saja kau tidak mengerti, kau menikah saja belum...


Rere... Rere hamil..."


Nic kaget bukan main.


"Whaaatt? Secepat ini? Kau lebih hebat dari Kezo, Mike!"


"Tentu saja"

__ADS_1


Jawab Mike dengan sombongnya.


__ADS_2