
"Sabarlah, Aku tau ini sangat berat untuk mu...
Wanita itu memang lebih dari sekedar Iblis."
Ucap Mike seraya menghampiri Kenzo.
Kenzo mendongakkan pandangannya, menatap langit-langit ruang bawah itu dengan mata sembab.
"Aku masih tidak percaya Bulan meninggalkanku.
Aku kira, kami akan hidup dengan banyak anak sampai tua...
Aku tidak menyangka, di dunia ini ada wanita yang begitu menjijikan seperti dia!"
'Braak!'
Pintu terbuka karena adanya dorongan yang begitu kuat.
Kenzo dan Mike terkejut dan menoleh ke arah pintu tersebut.
"Kau salah Kenzo, dia bukan satu-satunya Iblis betina yang membawa bencana di keluarga kita!"
Jelas Nic dengan wajah yang tak kalah kusutnya.
Kenzo bangkit dan tak mengerti, siapa lagi orang yang di maksud Nic.
"Apa masih ada lagi? Katakan, siapa orang itu!?"
Kata Kenzo yang kembali memungut pedangnya yang sempat ia lempar.
Nic menundukkan kepalanya.
"Bawa masuk penghianat itu!"
Mike terkejut dengan kata-kata Nic, karena dia tau betul siapa orang yang ia maksud.
"Apa yang kau lakukan Nic!? Kenzo tidak akan mengampuni nyawanya! Bukankah kita sudah sepakat akan merahasiakan ini? Demi cintamu!!"
Gumam Mike dalam hati.
Dan tiga orang penjaga itu mendorong seorang wanita dengan tangan terikat.
"Aawwhh!"
Wanita itu tersungkur.
"A,,apaa? Jesy?!"
Kenzo alu menatap Nic dengan tak percaya.
Jesy lalu berjalan dan berlutut di hadapan Kenzo.
"Tuan... Maafkan Aku...Aku, Aku tidak bermaksud untuk..."
"Dia adik dari Toria, isteri Duke! Dan dia lah mata-mata yang memberi informasi keberangkatan kalian ke Indonesia,
Dia mencuri hatiku, hanya demi tujuan busuk dirinya dan Toria!
Kau sama busuknya Jesy! Kau menipuku, bahkan aku tau cintamu pun palsu!"
Nic menunjukkan sorot mata kebencian.
"Nic, maafkan aku! Cintaku padamu itu tulus Nic, percayalah!"
Jesy berurai air mata, sedangkan Kenzo masih diam seribu bahasa, ia masih tak habis fikir.
Mike hendak melangkahkan kakinya.
"Nicho!"
Nic lalu menghentikan langkah Mike
"Stop! Bagiku, cintanya tidak sebanding dengan penghianatan nya.
Kenzo segalanya untukku! Berkat keluarga Sminth lah aku menjadi seperti saat ini!
Dan Aku telah bersumpah, aku akan menghabisi orang yang menyebabkan Kenzo kehilangan isteri nya!"
Nic lalu mengeluarkan pistol dari sakunya, dan menodongkan pistol itu tepat ke arah Jesy. Matanya berkaca-kaca. Tangannya pun bergetar. Sungguh menyakitkan, wanita yang begitu ia cintai tega melakukan ini semua pada Kenzo dan dirinya.
"Nic, demi Tuhan...cintaku tulus padamu, walaupun Toria mengekang ku,
Aku akui, tujuan awalku memang busuk, tapi kebaikan hatimu membuatku jatuh cinta.
Dan demi Tuhan, aku sama sekali tidak tau rencana kakakku itu,
Nic percayalah..."
Bibir Nic bergetar. Belum ada yang bisa ikut bicara di kondisi dan situasi seperti ini.
"Aku pun sangat mencintaimu.
Tapi aku paling benci dengan penghianat..."
'Dorrrrr!!'
"Nicho!!"
Teriak Kenzo dan Mike. Tapi sayang, Nicho sudah melepas timah panas itu tepat ke kepala Jesy.
Air matanya menetes, dan ia pun menjatuhkan pistolnya.
Kenzo dan Mike masih tak percaya dengan apa yang dilakukan Nic.
"Kalian, buang jauh-jauh wanita penghianat itu dari hadapanku..."
"Nic...?!"
Nic tersenyum getir pada Kenzo.
__ADS_1
"Itu bukti pengabdian ku pada keluarga Sminth.
Dan tugasku melindungi mu, dan menghabisi siapapun,
(Nicho menarik nafas panjang)
Siapapun yang bersekongkol untuk menyakitimu, dan keluargamu..."
Kenzo masih tak percaya, tapi Jesy memang sudah keterlaluan. Di satu sisi ia puas melihat kematian Jesy yang berkhianat, tapi di sisi lain ia miris, mengapa percintaan dirinya dan Nicho harus berakhir setragis ini.
Nic berjalan kearah Kenzo dan memegang bahunya.
"I'm Ok..."
Ia lalu tersenyum seolah keadaan hatinya baik-baik saja.
"Jangan birkan penyebab Bulan meninggal bernafas di dunia ini!
Mana Toria!!"
Tegas Nic geram.
Toria kembali di seret setelah menjadi budak hasrat para anak buah Kenzo.
"Kenzo,
Kau memang bukan manusia!!"
Kenzo yang tengah menunduk, kini menatap Toria dengan sorot mata tajamnya.
"Semua musuhku telah mengetahuinya"
Jawab nya dingin.
Toria lalu melihat wanita yang tergeletak tak bernyawa di depan matanya.
"Jesy,
Tidak!
Siapa!?
Siapa yang membunuh adikku?
Huuhuuu...!"
Toria menangis histeris melihat adiknya yang terkapar dengan peluru yang menembus dahinya.
"Aku...
Aku yang membunuhnya..."
Jawab Nicho datar.
Toria menatap Nic dengan penuh kebencian.
Kau suaminya Nicholas!
Mengapa?
Mengapa kau tega?
Jesy sangat mencintaimu...!
Huuhuhu!"
Bibir Nic bergetar, matanya pun berkaca-kaca.
"Aku tau itu...
Tapi, sayang dia seorang pengkhianat!
Dan aku telah bersumpah akan membunuh siapapun yang bersekongkol dengan Iblis betina seperti mu!"
"Membusuk lah kalian di neraka!
Aku hanya menuntut balas atas kematian suamiku, tapi sekarang kau pun membunuh adikku?
Cepatlah bunuh aku sekarang juga!! Aku sudah muak melihat wajah bajingan kalian semua...!"
Kenzo lalu bangkit dan berjalan ke arah Toria.
"Tutup mulutmu perempuan laknat!"
"Mana minuman ku?!"
Seorang penjaga bergegas mengambil sebotol Vodka, lalu memberikannya pada Kenzo.
"Ini Tuan!"
Kenzo meminum Vodka itu.
"Kau mau bersulang atas kematian suami dan adikmu?"
Namun Kenzo malah mengguyur Toria dengan sisa Vodkanya.
"Bagaimana? Bukankah menyegarkan hah?!
hahahahaha..!!"
"Bajingan kau Kenzo!"
Teriak Toria tak terima di perlakukan seperti binatang oleh Kenzo.
"Aku suka dengan julukan mu...!"
Jawab Kenzo sambil tersenyum licik.
Ia lalu menyalakan korek api dan membakar lintingan tembakau yang akan dihisapnya.
__ADS_1
Tapi siapa menyangka, Kenzo melempar korek yang masih menyala itu ke arah Toria.
Dan...
"Aaarrrggghhh.... Tidaakk...Panas!!"
Toria yang telah di siram minuman beralkohol lalu terbakar. Ia meronta dalam kobaran api yang membakar tubuhnya. Para penjaga pun terlihat ngeri dengan apa yang di lakukan Kenzo.
"hahahahaha!
Pergilah ke neraka dan temui suamimu Toria!"
Kenzo tanpa segan dan iba menyaksikan Toria yang di gulung api.
Kenzo yang tengah kacau terus terbahak-bahak melihat Toria yang meminta pertolongan karena api yang membakar tubuhnya.
begitu juga Mike, ia terlihat tersenyum penuh kemenangan.
Sementara Nic, dirinya masih terpukul atas pengkhianatan Jesy.
Setelah beberapa lama, Toria pun tewas, hangus dan mengenaskan.
"Buang mayat-mayat itu!"
titah Kenzo yang mulai agak gila, sifat tempramental dan sadisnya kembali muncul.
"Baik bos!"
Para anak buahnya segera mengurus mayat orang suruhan, Toria dan Jesy.
Nicho memalingkan wajahnya ketika para penjaga itu menyeret wanita yang sempat begitu ia cintai.
"Percayalah Nic, tidak ada yang lebih pantas untuk pengkhianat selain, kematian..."
ujarnya dalam hati.
"Kau puas Bos?!"
tanya Mike pada Kenzo.
"Belum!
Qku bersumpah akan menghabisi pelaku itu hingga ke 7 turunannya!
Nic, tunjukkan aku jalan ke rumah Jesy! "
Nic mengangguk.
"Dengan senang hati"
****
Hari hampir gelap, 3 mobil melaju dengan kecepatan tinggi menuju rumah Jesy.
"Ini rumahnya."
kata Nic.
"Hhhmm..."
Kenzo segera turun dari mobil dan berjalan ke arah rumah itu.
"Bakar rumah ini hingga menjadi butiran abu!!"
"Baik Bos!!"
Para penjaga Kenzo mengambil beberapa drigen berisi bensin. Mereka lalu menyirami rumah itu.
Kemudian, Kenzo mendengar sayup-sayup suara anak kecil menangis.
"Tunggu! apa di dalam ada orang? "
"Ya"
jawab Nicho.
"Jason, anak dari Toria dan Duke, Jesy yang mengurus anak itu"
jelas Nicho.
Kenzo mengerenyitkan dahinya.
"Tahan dulu! jangan bakar rumah ini...!"
Kenzo lalu mendobrak pintu depan dan masuk kedalam, ia mencari-cari dimana kiranya anak kecil itu berada.
"Apa yang ia lakukan?"
tanya Mike pada Nicho.
"Entahlah, mungkin ia ingin membasmi Duke dan ke turunannya, seperti yang ia katakan tadi"
jelas Nicho.
"Owhhh...
dia semakin menggila..."
ucap Mike yang menunggu di luar.
"Dia gila sejak lama...dan penawarnya itu adalah Bulan, kini Bulan tiada...
tidak ada yang mampu meredam amarah setannya.
Kita biarkan saja, asal sakit hatinya terbalaskan"
sambung Nicho.
Beri dukungan terus...
__ADS_1