
waauu...
Mike terpesona!
So, tunggu apa lagi? Ayo Dinner..!?"
Bulan menarik tangan Mike hingga bangkit berdiri.
Bulan juga menarik tangan Rere juga yang disatukan dengan tangan Mike, yang membuat mereka terpaksa saling menggenggam.
Rere dan Mike saling bertatapan dengan rasa kikuk dan canggung.
"Ayo Mike! Jangan biarkan wanita cantik ini terus berdiri!?"
"Baik Nona!
Rere, ayo cepat ikut Aku ke restoran terkenal di kota ini!"
Mike lalu melangkahkan kakinya dengan ekspresi wajah yang dingin, membuat Rere setengah berlari karena mengikuti irama langkah Mike.
"Akhirnya..!?"
Bulan tersenyum lebar dan merasa lega.
"Sayang?"
Panggil Kenzo memberi isyarat dengan mengedipkan matanya.
"Kode keras ya?
Ayo kemarilah pria jangkung!"
Bulan merentangkan kedua tangannya dan Kenzo pun bergegas kepelukan Bulan.
Mereka saling bertatapan, tentu mereka berdua saling memahami apa yang akan mereka lakukan terlebih Angelia tengah tertidur.
*********
Mike membukakan pintu mobil untuk Rere.
"Masuklah"
Dengan gugup Rere masuk kedalam mobil Mike, dan Mike pun segera menyusul masuk kedalam mobil dan menancap gas.
"Kita hanya berdua?"
Tanya Rere sedikit khawatir.
"Benar!"
Sahut Mike datar.
"Kita akan ke Restoran kan?"
Tanya Rere memastikan.
"Tidak! Aku berubah fikiran...
kita akan ke Hotel!"
"Hotel?"
Jelas Rere kaget setengah mati, jahatnya Mike hanya melirik sambil tersenyum licik.
Mike pun mengangguk dengan senyuman dinginnya.
"Ti..tidak!
Aku tau tempat itu pasti mengerikan! Hentikan mobilnya! Aku mau turun!"
Rere mencoba membuka pintu yang jelas masih terkunci rapat.
'Kotrek kotrek kotrek'
"Hei, kau bisa merusak pintu mobilku!"
Bentak Mike pada Rere.
"Kalau kau tidak mau pintu mobil ini rusak, cepat turunkan Aku!?"
"Tidak akan! Aku tidak pernah membantah perintah Bos Kenzo, acara Dinner ini kan perintahnya?"
Mike diam-diam tersenyum, sedangkan perasaan Rere semakin kacau.
"Mike, please! Aku sangat mencintaimu, tapi jangan bawa Aku ke hotel!"
Rere memohon sambil menangkup kan kedua tangannya, tapi sayangnya Mike tak mengindahkan permohonan gadis cantik nan eksotis itu, ia justru melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
'Bruuumm!'
"Mike!
__ADS_1
Stop..!
Kau mau membunuhku ya?!"
Rere histeris ketika Mike memacu mobilnya dengan kecepatan lebih dari 150 km/jam, dan semakin Rere berteriak kecepatannya semakin bertambah. Rere belum mengetahui bahwa adalah pengemudi yang handal, ketiga cowok 'handsome' itu kemampuan mengendarai mobilnya sekelas pembalap F1.
Yang jelas, Rere saat ini ketakutan setengah mati hingga wajahnya pucat pasi.
"Kau mencintaiku kan?"
Tanya Mike santai dan tak mengurangi setengah kilo meterpun kecepatan mobilnya.
"Aku sudah mengucapkan itu ratusan kali, Mike!"
Jawab Rere sambil teriak, namun Mike hanya terkekeh.
"Ok!"
'Ngiikkk'
Mobil dihentikan paksa secara tiba-tiba, membuat jantung Rere hampir mau copot. Seluruh tubuhnya dingin dan gemetar, tapi tiba-tiba kepalanya terasa berputar dan perutnya mual, mungkin karena belum pernah naik mobil sebelumnya.
'Hhhmmmbb!'
"Buka mobilnya! Aku pingin muntah! Hhuekk!"
Mike segera menghentikan mobilnya. Rere bergegas turun dari mobil Mike dan muntah-muntah di balik pohon dipinggir jalan. Rupanya Rhene mabuk naik mobil, terlebih di bawa ngebut dan ugal-ugalan oleh Mike.
Rere terus memuntahkan apa yang ada di lambungnya.
Mike masih duduk diposisinya, ia hanya memalingkan wajah kearah lain, mendengar Rere mual seperti itu membuat ia ikut mual juga. Hingga ada seorang pria yang mengetuk kaca mobilnya.
'Tok tok tok'
Mike pun menoleh dan membuka kaca jendela mobilnya.
"Siapa kau? Beraninya mengetuk kaca mobilku?"
Bentak Mike dengan nada tinggi.
"Maaf Tuan, saya hanya mengingatkan anda. Istri lagi hamil muda kok di biarkan sendiri? Apa tidak kasihan?"
Mike mengerutkan dahinya.
"Istri? Hamil muda?
Apa maksud anda?"
"Wanita yang tadi turun dari mobil anda itu istri anda bukan?
Lihat, saat ini dia sedang muntah-muntah dipinggir jalan tapi anda terlihat tidak peduli?
Suami macam apa anda ini!?"
Pria itu mencoba menasehati Mike, padahal ia salah persepsi terhadap Mike dan Rere.
Mike perlahan melirik Rere yang tengah muntah di balik pohon.
"Ayo Tuan, temani istri anda, dia kan sedang mengandung anak anda! Jangan biarkan ia berjuang sendiri.
Kasihan kan, bikinnya berdua, tapi sudah hamil anda tidak pedulikan!
Kalau begitu, permisi. Maaf jika membuat anda terganggu."
Pria itu lalu melangkah meninggalkan Mike yang mematung di samping mobilnya.
"Istri?!
Hamil?!
Hhhhh, menyentuhnya saja Aku belum pernah!
Apa satu ciuman dan pelukan bisa membuat Rere hamil?
Tentu tidak mungkin kan?
Itu mustahil!
Tapi melihatnya terus mual seperti itu...kasihan juga."
Mike memutuskan menghampiri Rere sambil membawa sebotol air minum.
"Kau ini kenapa?
Tingkahmu membuatku di ceramahi seseorang! Masih baik mood-ku saat ini tengah bagus, kalau tidak orang tadi sudah ku habisi!"
Gerutu Mike.
"Kau senang menghabisi dan melenyapkan seseorang ya?!
Apa kau ditugaskan untuk itu?"
__ADS_1
Tanya Rere sesaat setelah meneguk air minum pemberian Mike.
"Tidak juga! Itu hanya untuk hal yang bersifat mengganggu dan membahayakan.
Contohnya saat ini, Bos Kenzo memerintahkan ku untuk Dinner bersamamu.
Satu hal yang harus kau ketahui, ini tugas yang paling berat.
Ayo kembali masuk kedalam mobilku?"
Mike merangkul Rere berniat membantunya untuk kembali masuk kedalam mobilnya. Tapi Rere mengelak.
"Tidak! Tinggalkan saja Aku disini! Aku tidak mau dibawa ke Hotel olehmu!"
"Kenapa?
Kenapa kau begitu tegang dan ketakutan?! Aku hanya akan membuatmu bersenang-senang!
Ayo cepat!!"
Mike menarik tangan Rere, namun lagi-lagi Rere melepaskannya sekuat tenaga.
"Tidak! Aku tidak mau. Lebih baik kau tinggalkan Aku disini, Aku ingin pulang saja!"
"Jujur Aku tidak peduli dengan niatmu itu! Hanya saja Aku beri tau, di tempat ini banyak orang jahat,
Jadi mangsa yang empuk untuk mereka jika gadis cantik seorang diri ditempat ini?"
"Aku tidak peduli! Dari pada Aku ke Hotel bersamamu, lebih baik Aku sendiri disini dan kembali!"
"Ya sudah jika itu pilihanmu, Aku tidak keberatan."
Entah benar-benar serius atau tidak, Mike membiarkan Rere ditepi jalan itu dan membiarkannya. Tidak ada paksaan lagi pada Rere agar ikut bersamanya.
'Bruughh!'
Mike membanting pintu mobilnya sekuat tenaga, membuat Rere cukup terkejut.
"Pergi sana! Berdua dengan mu jauh lebih berbahaya Mike!
Huhh, padahal pria itu sangat dingin dan kejam, tidak ada romantisnya sama sekali. Tapi bodohnya Aku, masih saja cinta mati kepadanya, apa ini yang disebut cinta itu buta?
Rere berjalan sambil sesekali menendang kerikil di tepi jalan. Ia lalu berdiri di sebuah halte, keadaan saat itu sangat sepi, padahal jam masih menunjukkan jam sembilan malam.
"Duhh, pada kemana kendaraan disini? Kira-kira Aku nyasar gak ya?
Aahh itu tidak mungkin, kau masih punya mulut untuk bertanya Rere!"
Hampir 20 menit tapi belum ada Bis atau alat transporasi umum lainnya yang melintasi halte itu, hanya kendaraan pribadi yang berlalu-lalang dengan acuh.
Dan datanglah seorang pria yang ikut duduk bersebelahan dengan Rere, lalu kembali datang seorang pria yang kini mengapit duduknya, pria itu terlihat ramah.
"Permisi Nona, saya mau ikut menunggu bis juga!"
Ucap salah satu pria.
"Ohh, tentu"
"Sepertinya anda bukan berasal dari sini?"
"Betul, Aku dari Mimaropa"
"Dimana itu?"
Tanya pria itu heran.
"Uumhh, yang jelas tempat itu sangat jauh dari sini."
"Ohh begitu?
Nona, sendirian saja?"
"Iya!"
Jawab Rere sambil menunduk.
"Kalau begitu...
Bagaimana kalau kami berdua temani malam ini, bagaimana cantik?!"
Pria yang satunya tanpa basa-basi lalu mendekap Rere. Sontak ia berteriak.
"Lepaskan!!
Tolong tolong tolong!"
"Hahaha...Teriaklah sekuat tenaga karena tidak akan ada yang peduli! Hahaha!"
Pria-pria itu ternyata jahat, ia mungkin preman yang dimaksud Mike, karena tempat itu rawan penjabretan dan hipnotis.
"Tolong..tolong Aku!"
__ADS_1