
Setelah sampai kamar, Bulan mulai mengintrogasi dengan tatapan tajam mata bulatnya.
"Jadi, coba tolong ceritakan bagaimana Nic bisa bertemu Jesy yang bekerja di perusahaan mantanmu itu?!"
Bulan melangkah maju sambil mendesak Kenzo untuk bicara, sampai membuat Kenzo melangkah mundur.
"Mmmhhh..."
"Tatap mataku Tuan menyebalkan!"
Bulan mencengkram pipi Kenzo, membuat matanya yang dari tadi jelalatan entah melihat apa kini menatap mata Bulan yang bagaikan sinar laser.
"Jelaskan! atau Aku akan pulang ke Indonesia bersama Angelia dan janin dalam rahimku ini!"
"Jangan sayang ku mohon! Aku bisa gila tanpa bidadari-bidadari ku!"
Kenzo hendak memeluk Bulan tapi tangannya di tepis dengan kuat.
"Kalau begitu jawab! sejak kapan kau berhubungan lagi dengan mantanmu itu!?"
Kenzo menarik nafas lalu memegang bahu Bulan.
"Sayang, sejak kapan kau ingin tau urusan bisnisku?"
"Sejak kau menyebut nama mantanmu itu!!"
jawab Bulan geram.
"Baiklah, akan ku jelaskan. SIC memang bekerja sama dengan perusahaan Dominic Group, tapi itu benar-benar murni urusan bisnis, bukan karena ada sesuatu di balik itu...
percayalah...
awalnya aku enggan menyetujui kerjasama ini, tapi Nic menilai ini akan menguntungkan untuk SIC mengingat Dominic Group yang hampir failed.
dan ada kesempatan besar untukku menguasai perusahaan itu sayang..."
"Menguasai perusahaan itu dan pemiliknya? itu kan niat mu, Kenzo?"
'PLAAKKK '
Kenzo menepuk jidatnya.
"Sayang apa maksud mu? aku tidak terbesit sama sekali dengan apa yang kau tuduhkan, bagiku kau yang paling sempurna, kau yang terbaik, bahkan di Australia ini dan di seluruh negara tidak ada wanita yang dapat menggeser mu di hatiku"
Kenzo membelai rambut Bulan dengan mesra, hampir saja membuat Bulan terbuai.
"Kau memang bermulut manis ya, Kenzo! "
Kenzo lalu mendekap Bulan dengan tangan kekarnya.
"Seperti yang kau rasakan"
Kenzo memang penggoda wanita kelas wahid, kemarahan Bulan begitu mudah ia redam.
Kini bibirnya mulai membidik bibir Bulan, dan tangannya yang nakal mulai meraba punggung Bulan yang hampir tak bisa menguasai dirinya.
Bulan terpejam, membuat Kenzo yakin bahwa istrinya sudah menanti ciuman darinya.
"Ayo Bulan, sadarlah! beri Kenzo pelajaran! "
tangan Bulan kini merangkul leher Kenzo, sehingga hembusan nafas Kenzo makin terasa di pipinya.
ketika tinggal beberapa inci lagi...
"aaarrggh! "
Bulan menginjak kaki Kenzo dengan kuat. Lalu ia mengambil sebuah jeruk dan menyumpalkannya ke mulut Kenzo yang berteriak.
__ADS_1
'puihhh puihh!'
"Pahit sayang, kau tega sekali "
rengek Kenzo yang hampir saja membuat Bulan tertawa.
"Itu balasan untuk suami yang senang menyebut nama mantannya! anggap saja kalau itu bayaran yang setimpal agar aku tetap di sampingmu, Tuan tampan yang menjengkelkan!"
Bulan lalu berbaring ke tempat tidurnya, lalu Kenzo datang menyusul dan memeluknya dari belakang.
"Jangan marah sayang, maafkan Aku ya?"
"Besok resepsi pernikahan Mike, kau pasti mengundangnya kan?" tanya Bulan yang masih memunggungi Kenzo.
"A..a...aku tidak tau! karena bisnis itu Nic yang mengurusnya, Aku sudah lepas tangan, itu ku lakukan agar aku tidak berjumpa dengannya"
"Awas saja jika besok kau berani berbuat macam-macam Kenzo! "
"Tidak..."
ucap Kenzo singkat sambil mengelus perut Bulan.
'plakk'
Bulan memukul tangan Kenzo.
"Pelit sekali, ini kan anakku juga? kau fikir kau bisa mendapatkannya seorang diri?
aku yang bekerja keras sampai bercucuran keringat, kau hanya menunggu hasilnya saja"
"Apa kau bilang!?"
Bulan membalikkan badannya menghadap Kenzo.
'sssttttt'
"Jangan marah seksi...nanti anak kita sedih melihat dadynya yang tampan dan mempesona ini di marahi terus oleh ibunya"
Bulan cemberut dan enggan menatap Kenzo.
'CHUUP '
ciumannya mendarat di dahi Bulan.
"Tolong jangan pernah bosan mencintai dan memaafkan diriku yang tak sempurna ini, Bulan...
Kau membuat hidupku lebih berarti, tolong tetap di sisiku, menjadi istri dan ibu dari anak-anakku...
kau tidak akan pernah terganti,
kau yang mengajarkanku menjadi pria sejati, dan itu juga yang ingin ku tularkan pada Mike,
bantu Aku...
dengan tetap di sisiku"
Kenzo kembali mengecup dahi Bulan dengan segenap jiwa, dan kali ini Bulan benar-benar terharu dengan ucapan Kenzo.
kini Bulan yang memeluk sang suami dengan mesra.
"Aku percaya padamu, Kenzo "
dan Bulan merasa sangat nyaman berada di pelukan pria yang pernah sangat ia benci itu.
***Hari pernikahan Mike dan Rere***
Jantung Rere kian berdegup kencang. ia berdiri di depan cermin, bayangan dirinya begitu cantik, bagai cinderella dari Australia. Gaun dengan paduan warna biru muda dan silver, nampak begitu manis dan mewah dengan taburan berlian yang melimpah. Maklum, yang menyiapkan acara pernikahan ini adalah Kenzo Fernando Smint, orang yang paling pandai dan berselera tinggi tentang pesta.
__ADS_1
Makanan dan minuman yang hanya di temui di pesta kalangan elitpun tersaji. Para penjaga, pelayan, Kenzo beserta keluarga kecilnya pun berpakaian dengan warna senada.
Melihat Bulan yang tak kalah menawan, membuat Kenzo terkagum-kagum. Ia sampai mencium tangan Bulan dan keningnya dengan mesra.
"Youre beautiful sweety! rasanya tak hanya Rere dan Mike yang menjadi pengantin hari ini, aku pun merasakannya..."
Bulan tersenyum lalu memeluk pria jangkung di depannya itu.
"Apa kau yakin Mike tidak berubah fikiran? "
"Apa? berubah fikiran? itu tidak mungkin kecuali ia menginginkan kepala dan tubuhnya terpisah!!"
mendengar ucapan sang ayah membuat Angelia ketakutan.
"Iihhhh dady jahat! Dady gak boleh seperti itu!!"
Bulan pun melotot pada Kenzo.
"Kau ini! jaga ucapkan mu, Anak sekecil Angelia tidak boleh mendengar kata-kata kasar seperti itu Kenzo! "
Kenzo hanya nyengir lalu menggendong Angelia.
"Maafkan Dady ya my princes, emmuuaach!"
Kenzo mencium Angelia dengan gemas.
"Turunkan aku! aku mau ke ruangan Auntie" Kenzo lalu melepaskan Angelia yang langsung berlari sambil mengangkat gaunnya.
Bulan hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala.
"Dan, princes yang satu ini, lupa belum ku cium."
Kenzo sudah mendekatkan ciumannya ke bibir Bulan, tapi Bulan mengelak.
"Kau bisa membuat make-up ku berantakan Kenzo! "
"Kau!? lebih memilih make-up mu di banding ciuman suamimu?
Bulan hanya mengikik geli.
"Kita lanjutkan perdebatan kita setelah pesta selesai, ok tampan?"
lets go!!"
Bulan lalu menggandeng tangan Kenzo dan keluar dari kamar mereka menuju pesta yang sudah di penuhi tamu undangan.
Pengantin yang cantik itu berjalan menuju altar untuk mengucap janji sucinya bersama Mike. Mike pun sudah menunggunya dengan berdiri tegap, baju yang senada mengubur kesan Mike yang dingin menjadi lebih manis dan hangat.
Semakin Rere mendekat sambil menggandeng sang Ayah yang sudah datang sejak dini hari tadi, semakin sering Mike menelan ludahnya.
Matanya berbinar, jantungnya berdebar.
"Aku baru melihat bidadari di dunia ini"
senyum tipis pun terukir di wajahnya.
Semua orang bersorak dan bertepuk tangan.
Ayahnya pun mengantar Rere menuju calon suaminya dengan rasa haru.
Janji sucipun terucap, walau Rere sempat melupakan beberapa kata, membuat Mike menatapnya tajam dan membuat geli tamu undangan, tapi akhirnya Mike dan Rere pun sudah resmi menjadi sepasang suami istri.
"Ayo cium cium...!"
teriakan Kenzo dan Nic yang paling heboh.
tapi Rere masih ketakutan karena tatapan sinis Mike ketika ia melupakan kalimat dalam mengucap janji suci mereka.
__ADS_1
"Kemarilah!"
bisik Mike dengan nada geregetan.